(Ongoing) Update Senin-Sabtu
Jou Law, memiliki kehidupan yang sangat Kacau, dia dijebak oleh Pacarnya sendiri, memukuli orang lain, dan Tidak diluluskan oleh kepala sekolah.
Akibatnya banyak yang merendahkan Jou, menganggap bahwa dia hanyalah orang yang tidak berguna, bahkan orang tuanya tidak peduli lagi.
Namun, semuanya berubah ketika ada seseorang kakek yang menasehati nya, jika ingin punya kehidupan yang lebih baik, punya wanita cantik, jadi orang kaya, maka kamu harus bunuh dirimu tapi harus bunuh diri dimalam bulan purnama.
Akan tetapi, akibat dari perubahan Jou itu nasib dunia jadi sedikit berubah di masa depan, dan Jou dituntut oleh pemilik sebenarnya kemampuan itu untuk menaklukan dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ( Paralaks God ), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH•••Spesial 1
""🎵🎵🎵🎵🎵🎵!!!" Bunyi HP yang sudah berkali-kali ini, bertanda ada sebuah panggilan
"Siapa yang pagi-pagi begini memanggilku sih ?" Gumam Jou sembari mengambil dan mengecek layar HP nya.
"Apa kah ini dengan Jou?" perkataan dari seorang wanita yang sedang berbicara dengan Jou melalui HP nya
"Iya, ini dengan saya sendiri, anda siapa yak?" Tanya Jou ke wanita itu
"Ouh aku...aku... Itu wanita yang pernah kau selamatkan" Wanita itu memberikan penjelasan kepada Jou
"Benarkah?" Jou kembali bertanya dengan niat untuk meyakinkan kebenaranya
"Yup... Tapi rasanya kurang baik, kalau bicara panjang lebar hanya melalui HP" kata gadis itu yang ingin lebih dari hanya sekedar saling bertelepon
"benar sih, tapi kamu mau apa?" Tanya Jou lagi
"Bagaiman menurut mu jika kita ketemuan, kapan kau ada waktu ?" Sekarang giliran wanita itu bertanya kepada Jou
"Iya... sepanjang hari ini aku ada waktu" jawab Jou dengan nada santai
"Oke... Hari ini yak, di malll pusat kota Q, Tengah hari!" Jelas wanita itu kepada Jou
"Eh...tunggu..." belum sempat Jou melanjutkan bicaranya, panggilannya diberhentikan oleh wanita itu
"Aduh repot juga, tapi yak sudahlah, siapa tahu ini cewek akan menjadi penolong yang bagus dimasa depan,hehe" gumam Jou dalam pikirannya
"Eh gila, masih lama juga waktunya" Gumam Jou didalam hatinya
"Ah mending lihat status keberhasilan tanam modal dulu" Kemudian Jou menggunakan HP nya dan mengecek tentang keberhasilan bermain saham.
"asiikkk! jadi 80 Juta, padahal baru beberapa hari, pertahankan aja deh, lagian perusahaan ini bakal untung 3 bulan kedepan, huhuhu"
"Ah sebaiknya aku tidur lagi aja lah"
Beberapa jam kemudian, Jou sudah memasang alarm agar tidak kesiangan
" 🎵🎵🎵🎵🎵" Bunyi alarm HP Jo
"Aduhh, Jam berapa Ini sekarang, ouh tidak 30 menit lagi!" Jou yang kaget karena bunyi alarm, dan buru-buru untuk mandi dan bersiap-siap, karena waktu udah mepet untuk berjumpa dengan wanita yang menelepon nya.
Setelah rapih, Jou bergegas pergi ke mall Q.
""🎵🎵🎵🎵🎵" Bunyi panggilan Telepon milik Jou
"Jou, kamu sekarang dimana ?" Tanya wanita yang pernah Jou selamatkan
"Iya...iya..aku di depan Mall, sekarang kamu dimana?" Tanya Jou balik
"Ouh bagus...segera datang ke lantai 3, di restauran Kun, aku mengenakan baju warna biru, satu-satunya yak!" Jelas Wanita itu kepada Jou
"Baik, tunggu aku yak" Balas Jou,
Beberapa menit kemudian, Jou akhirnya bertemu dengan wanita itu
"Ho...Hey...Loh ternyata kamu" Jou tadinya ingin mengenalkan namanya, tapi dia jadi lebih fokus kepada wanita yang tidak asing itu.
"Iya ini aku, Jou" Balas wanita itu sambil tersenyum
"Kamu sudah Tahu namaku yak, Lalu siapa nama mu?" tanya Jou kepada Wanita itu
"Yo...Namaku Ferli...Aku berterima kasih kepada mu yang telah menolong ku waktu itu, tapi maaf karena aku juga langsung pergi begitu saja" Ungkapan kalimat yang tulus dari Ferli kepada Jou
"Iya...Tidak apa-apa, aku memahaminya kok" Jelas Jou kepada Ferli
"Ayok nikmati hidangan nya" Ferli menawarkan hidangan yang sudah berjajar rapih diatas meja tempat mereka duduk.
Setelah 1 jam mereka berbincang, cukup banyak hal yang mereka katakan. Hingga, Ferli mengajak Jou ke Tempat Bermainan (TimeZone). Tapi, disana mereka bertemu teman lama Jou.
"Jou, ayuk kita main itu!" Kata Ferli sambil memegangi tangan Jou
" eh...iya baiklah"Jawab Jou
"Wow, lihat siapa yang kita temui ini, sayang!" kata seorang wanita teman lama Jou, dialah Feni
"Hahaha, pecundang ini ternyata masih hidup?" Kata seorang pria pacar dari Feni, dialah Arlen
"Ho, halo teman lama, sepertinya hidup kalian bahagia sekali yak!" Balas Jou dengan nada santai
"keamanan...keamanan, tolong ada penculik anak!" Arlen berteriak tidak jelas. Sontak teriakan itu membuat tempat mereka dikerumuni orang, dan selang beberapa menit penjahat pun datang.
"Haha rasakan itu" Kata Arlen
"Hey kalian ikut kami!" Kata seseorang yang baru bertugas menjadi pengaman
"Tunggu, kami bukan penculik" Kata seorang gadis yang mencoba melindungi nama baiknya
"Heh, jangan buat alasan disini, tangkap saja mereka pak, pasangan busuk itu!" Kata Feni kepada petugas keamanan
Karena pandainya Feni dan Arlen dalam meyakinkan petugas keamanan, Ferli dan Jou jadi dibawa oleh petugas keamanan itu ke kantor
"Pak, saya menangkap dua anak muda yang mencoba menculik anak!" Kata petugas itu
"Apa!, berani sekali mereka,ana aku lihat siapa mereka!" Kata pimpinan petugas itu
"Plakkk" Bunyi tamparan yang mengenai pipi pimpinan petugas keamanan
"Hey, berani sekali kau sama bos!" Kata petugas baru itu
"Diam kau pecundang, sekarang juga kau dipecat!" Tiba-tiba pimpinan petugas itu marah dan memecat petugas yang membawa Jou
"Apa!, kenapa pak?" Tanya petugas yang tadi dipecat itu
"Apa kau tidak tahu siapa wanita itu?, dia adalah pemilik mall ini, bodoh!" Kata pimpinan itu dengan nada keras
"Andre, sebagai kepala pimpinan, kau tidak bisa mengajari bawahanmu yak ?" Tanya Ferli
"Maafkan aku boss, ini salah ku, yang tidak mengajarinya dengan benar, supaya boss menang, saya juga akan mengundurkan diri!" Ungkap pimpinan petugas itu
"Sudah...sudah, yang terpenting aku tidak mau dengar lagi kesalahan itu, hanya saja sekarang mukaku sudah tercemar!" Kata Ferli dengan nada kesal, sedangkan Jou disini hanya diam mengamati saja
"Baiklah, sekarang apa yang harus aku lakukan, nyonya?" Tanya pimpinan itu
"Jou apakah kau punya photo mereka ?" Tanya Ferli ke Jou
"Iya punya...ini photo mereka " Jou menunjukan photo mereka melalui media sosial yang mereka punya
"Oke... Andre, aku pinta, kamu siarkan di layar-layar untuk promosi, buat dua sisi, sisi yang satu adalah Aku dan Jou sebagai pemilik mall ini, dan sisi yang satu pasang kedua muka mereka disana, sebagai penculik anak yang sebenarnya, kau paham!" Jelas Ferli kepada Adre pimpinan petugas keamanan mall Q.
"Baiklah, Nyonya!" Jawab Andre
Beberapa menit kemudian, mall jadi heboh kembali.
"Hey...hey lihat itu, hati-hati mereka penculik anak!" kata seorang Ibu-ibu
"Apa kau bilang ? kami bukan penculik anak!" Kata Arlen
"Iya benar mereka penculik anak" Jawab ibu-ibu yang lain
"Sayang, sepertinya ada yang aneh deh" Kata Feni kepada Arlen
"Pergi sana, lapak dagangan ku tidak diperuntukkan untuk penculik anak!" Kata penjual yang memiliki kios di mall Q
"Hey, jangan asal bicara yak, darimana kau tahu kami penculik, coba ?" Tanya Arlen ke penjual itu.
"Itu, coba Kau lihat di layar promosi yang besar itu!" Kata penjual itu yang menunjuk ke sebuah layar besar ditengah mall, sehingga semua orang di setiap lantai dapat melihatnya.
"Apa!!!" Teriak Arlen
"Ayok, sayang kita pergi dari sini!" Kata Feni sambil menutupi mukanya karena malu.
-------------Chapter Ini Selesai---------------