NovelToon NovelToon
The Poor Girl

The Poor Girl

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:105.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marta Linda

Bermodalkan ijazah SMA Elin mengadu nasib ke ibu kota berharap jalan itu dapat mengubah kehidupan orangtuanya yang hidup serba kekurangan. Namun harapan hanya tinggal harapan, baru tiga bulan bekerja Elin harus berhenti karena mengalami insiden di malam itu.

Elin Si gadis malang mengalami nasib buruk yang tidak pernah terbayang di benaknya, insiden malam itu menambah kepedihan di hatinya. Malam yang mengingatkan Elin akan hidupnya yang penuh luka dan kesedihan.

Adakah seseorang yang akan mengubah hidupnya keluar dari belenggu kesakitan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marta Linda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tukar Nasib

"Bukan otakmu lelah juga bukan otakmu tidak mampu Ica, kamu hanya belum mencoba untuk mampu." Nasehat Elin.

"Kamu tau Ica, bahkan bayi sekali pun yang awalnya tidak bisa berjalan, pada masanya bayi itu akan bisa berjalan meski diawali dengan tertatih tatih, begitupun kamu. Kamu pasti bisa meski harus tertatih tatih untuk berusaha mampu." Jelas Elin panjang lebar

"Kamu hanya perlu mencoba Ica." Tambah Elin.

"Aku capek mikir Lin, makin tinggi pendidikan maka pelajaran semakin sulit, aku merasa aku tidak akan sanggup Elin." Ucap Ica dengan wajah sendu.

Suara bel berbunyi waktunya siswa siswi masuk kelas karena jam pelajaran akan di mulai.

"Sudah bel Ca, aku ke kelas dulu ya." Ucap Elin

"Waktu istirahat nanti aku ke kelasmu, tunggu aku ya... jangan ke mana mana." Pinta Ica

"Kita sambung pembicaraan ini nanti," sambungnya

"Ya..." Jawab Elin singkat.

Elin segera berlalu menuju kelas, Ica mengikuti dari belakang.

Sementara itu di Kantin

Tampak Reyhan duduk termenung sendirian.

"Apa candaanku tadi keterlaluan?" gumam Reyhan. Hatinya gelisah teringat jelas di ingatannya wajah merah padam Elin ketika dia tertawa saat menggoda Elin pagi tadi.

Wajah Elin yang terlihat merona karena malu, membuat Reyhan gemas ingin terus menggodanya, semakin Elin salah tingkah Reyhan jadi semakin ingin menggodanya, dia tidak menyangka candaannya merubah ekspresi wajah Elin menjadi merah padam seakan menyimpan amarah kepadanya.

"Apa dia marah?"

"Aku hanya bercanda, mungkinkah dia tersinggung?"

Reyhan bertanya-tanya sendiri.

"Wajah lugunya membuatku tidak bisa menahan untuk tidak tertawa, dia benar benar menggemaskan."

"Bukan salahku, dia yang begitu polos membuatku ingin terus tertawa," gumam Reyhan tersenyum.

"Ingat ekspresi wajah terakhir Elin, aku rasa dia sepertinya tersinggung," gumam Reyhan.

"Aku harus menemuinya nanti untuk memastikan," batin Reyhan

Bel berbunyi waktunya siswa siswi masuk kelas dan memulai jam pelajaran.

Reyhan bergegas meninggalkan kantin menuju kelas.

Jam pelajaran pertama di kelas Elin sudah di mulai, Elin berbeda kelas dengan Ica dan Reyhan.

Ica adalah teman SD Elin, saat duduk di bangku kelas 1 atau kelas 7 mereka sekelas. Kelas 2 dan 3 mereka tidak lagi sekelas.

Mereka berteman tapi tidak begitu akrab, bisa dikatakan teman biasa.Tidak terlalu akrab juga tidak terlalu jauh, hanya cukup dekat.

Reyhan dan Elin pernah satu kelas saat kelas 1 dan kelas 2. Meski sekelas selama 2 tahun mereka tidak terlalu akrab, Elinlah yang menjaga jarak. Itu karena Elin menyimpan rasa. Iya benar, rasa suka, rasa kagum mungkin sudah jatuh cinta membuat Elin memilih menghindar untuk menutupi perasaannya.

Bel istirahat berbunyi, siswa siswi berhamburan keluar kelas. Banyak murid menuju kantin tapi tidak sedikit juga menuju perpustakaan.

Di kelas Elin tampak sedang menyusun buku yang ada di atas meja kemudian dimasukkan ke dalam tas.

"Kantin yuk Lin," ajak teman sebangku Elin yang bernama Novi.

"Aku gak ke kantin Nov, kamu kan tau sendiri aku jarang ke kantin," Elin menolak.

"Tenang aja aku traktir, hari ini aku lagi baik hati. Ayo!" ajak Novi.

Novi teman sebangku Elin hampir setahun ini paham keadaan Elin, merasa iba melihat Elin jarang ke kantin karena itu hari ini dia ingin mentraktir Elin menciptakan kenangan sebelum kelulusan tiba.

"Wahh... lagi cair neh mau traktir aku," canda Elin.

"Mau banget aku, tunggu sebentar ya... aku ada janji sama Ica, katanya dia mau ke kelas jam istirahat ini," pinta Elin

"Lama gak, kalo lama keburu masuk nih," ucap Novi tidak sabar yang mulai bosan menunggu

"Gak tau aku," ucap Elin apa adanya. Karena dia memang tidak tau seberapa lama Ica akan ke sini.

Tidak lama tampak Ica berjalan masuk kelas menuju meja Elin.

"Sorry Lin aku lama, tadi ngerjain tugas dulu," ucap Ica merasa bersalah sembari jalan mendekat ke arah Elin dan Novi.

"Ica udah dateng, yuk ke kantin," ajak Novi yang sudah merasa perutnya meronta-ronta minta di isi.

"Ayo Ica kita ke kantin, Novi udah gak sabaran tuh, dari tadi ikut nungguin kamu." Ajak Elin

"Kalian mau ke kantin? tapi aku mau ngobrol sama kamu Ica," kata Elin mengarah ke Novi.

"Aku mau lanjut obrolan kita tadi pagi yang terputus karena bel masuk," jelas Ica.

"Kita ngobrol di kantin aja, sambil makan, Novi udah kebelet laper kayaknya," kata Elin tersenyum menggoda Novi.

"Aku mau ngobrol berdua sama kamu aja Lin," pinta Ica. "Ini privasi" lanjut Ica.

"Yaeelah pake privasi segala, dah kayak orang penting aja kamu," cibir Novi mengarah ke Ica.

"Aku ada perlu sama Elin, ini mengenai diriku, aku tidak mau kamu tau, jelas!" Ica berkata dengan kesal menatap tajam Novi.

"Gimana Ica bisa gak kita ngobrol sebentar?" tanya Ica

"Gimana ya Ca, aku mau nemenin Novi ke kantin dia sudah janji mau mentraktirku nanti," ucap Elin yang merasa bingung memilih diantara mereka berdua, karena sama-sama sudah memiliki janji.

"Ya sudah Elin, kamu sama Ica aja, aku sendiri aja ke kantin," kata Novi sambil berlalu

"Novi tunggu," Elin berkata sambil menahan tangan Novi.

"Maaf ya aku gak bisa ikut kamu," kata Elin dengan wajah bersalah, dia menyesal tidak bisa memilih diantara mereka berdua.

"Laen kali aja aku traktir kamu, anggap aja aku sedang beruntung," ucap Novi tersenyum.

"Uang jajanku tidak jadi berkurang," canda Novi mencairkan rasa bersalah dalam diri Elin

"Kamu gak marah?" tanya Elin dengan dahi mengernyit heran melihat Novi cengengesan.

"Hei, di sini aku di untungkan tidak jadi mengeluarkan uang jajan lebih," ucap Novi.

"Kamu di tungguin tuh sama Ica, ntar keburu masuk, udah sana ngobrol," ucap Novi mengingatkan,

"Biar kamu gak banyak diem mesti banyak-banyak belajar ngbobrol sama dia," kata Novi menunjuk dengan dagu ke arah Ica, "banyak belajar bicara banyak!" ledek Novi sambil berlari meninggalkan Elin yang akan mencubit lengannya.

Elin paham yang di katakan Novi, meski terdengar candaan tapi itu memang fakta.

"Elin, kita ngobrol di belakang kelasmu aja yuk!" ajak Ica sambil menarik tangan Elin berjalan ke arah belakang kelas.

Di belakang kelas mereka berdua duduk berdampingan.

"Lin, aku serius gak mampu kalo harus melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, SMP ini aja aku udah kewalahan ngadepin pelajaran yang begitu sulit. Kebayang gimana sulitnya Pelajaran di SMA nanti, bisa-bisa aku tinggal kelas." Kata Ica panjang lebar mengungkapkan kegundahannya yang terdengar seperti curhatan.

"Aku gak malas Lin, memang otak aku gak nyampe, gimana dong?" Lanjut Ica dengan wajah memelas.

"Kamu tau gak Ca, banyak anak-anak lain yang menginginkan sekolah tinggi, tapi kamu justru ingin berhenti," kata Elin.

"Ada anak ingin melanjutkan pendidikan tapi terhalang biaya,"lanjut Elin

"Banyak di luar sana anak-anak menginginkan posisi kamu, hidup dengan berkecukupun dapat dukungan penuh dari orang tua untuk melanjutkan pendidikan, kamu beruntung Ica," kata Elin menegaskan kata beruntung.

"Kurang bersyukur apalagi, orangtuamu sudah kasih semangat, itu sudah cukup untuk jadi alasan kamu meneruskan pendidikan," Lanjut Elin

"Kamu hanya perlu banyak belajar, bukankah tujuan sekolah untuk belajar? kita belajar karena kita tidak pintar, karena itu kita perlu sekolah untuk belajar menjadi pintar, Kalo kita sudah pintar baru kita tidak perlu sekolah lagi, bahkan kita bisa jadi pengajar." Jelas Elin panjang lebar menasehati Ica.

"Wah.. wah.. dah kayak emak emak aja kamu Lin, berasa ngomong sama mamaku," Ica meledek Elin yang terlalu berwajah serius.

"Gimana kalo aku gak mampu, aku merasa otakku sudah penuh," kata Ica frustasi

Elin terdiam dan membatin, "Andai aku bisa memilih, aku ingin kita tukar nasib,"

"Kamu sudah membicarakan ini dengan orangtuamu?" tanya Ica, dia lelah memberi nasihat untuk Elin memilih bertanya

"Belum," jawab Ica

"Saranku sebelum kamu bicara dengan orang tuamu baiknya kamu pikirkan dulu, orangtuamu menaruh harapan padamu, kalau kamu berterus terang sudah pasti mereka kecewa."ucap Elin. "Itu kemungkinan terbaik" lanjut Elin

"Kemungkinan terburuk, mereka akan marah padamu dan akan tetap memaksa, jadi pikirkanlah!" Elin berkata tegas menatap tajam Ica.

1
cat miauu🐈
season 2 udh ada kah
Kanjeng Netizzen
Masih senasib dgku dlu aq makan dg nasi anget dan sambal kdg jd hanya makan nasi dicampur garam terkdgpun dg ikan asih dan sayur bening itupun sudah merasa bersyukur masih bisa mengisi perut ,aqpun merasa bersyukur walau sederhana masih mendapatkan kasih sayang org tua bpk yg seorg buruh tukang ditetangga dan ibu seorg buruh tani
Indah050
yah sayang sekali...imam sama aku aja lah... huhuhu
Indah050
miss u imam
Indah050
aku kok jatuh cinta pada imam ya kak...
Indah050
hai kak aku mampir ya
Ety Purn@w@ty
Di Tunggu Season 2 Nya...😍😘😘😘
Mharta Lin: woke, baca juga kak novelku yg lain
total 1 replies
Ety Purn@w@ty
😥😥😥😥😥😥
Ety Purn@w@ty
Syukaaaaa 😘😘😘😘😘😘😘
Ety Purn@w@ty
Menyimak
ayyona
boom like yg tertinggal 😍😘
ayyona
yeayyy ditunggu season 2 😍😍😍😘😘
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Ismi Kawai
25 like menyusul smp akhir
Mharta Lin: makasih say, nti aku feedback
total 1 replies
Ismi Kawai
lanjut setoran
Felicia
Sudah ku Boom Like ceritamu Thor mohon balasannya yah thor singgah ke Ceritaku yang judulnya

🥰🥰🥰 Sad Marriage

🌺🌺🌺 My Poor Mama
Dessy Mariasari
dtunngu season 2 nya thor,,,, pnasaran sma imam heheheeh
Dessy Mariasari: siap sambil nunggu season ke 2 hehehe
total 5 replies
Khaira Della
cepet bgt endingny
Khaira Della
Reyhan aku pilih
Khaira Della
Sabar abah,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!