TERBIT SETIAP SABTU🚨
🔥KARYA KEENAM
✔DI MOHON UNTUK MEMBACA ALAN(A) DULU AGAR TIDAK BINGUNG
✔SEASON 3 DARI ALAN(A) DAN MAFIA GIRL VS KETOS
✔OPEN FEEDBACK 😄
😈DILARANG KERAS MENFOTO COPY! PLAGIAT JAUH"! PUNYA OTAK KAN? PAKEK DONG! PLIS LAH INI HASIL PEMIKIRAN SAYA😭
"Menurut gue, status hubungan kita gak penting"
Bintang Feranza Fillbert
"Sadar! kita hanya sebatas sahabat gak lebih!"
Awan Selfhira Kanya
"Sampai kapan lo sadar, kalau gue tuh CINTA SAMA LO!"
Bumi Sergio Anindito
"Aku kangen kedekatan kita dulu"
Langit Valeriani Alexandra
"Dia bukan kembaran gue!"
Bulan Feranzi Fillbert
❎dah gitu aja:v ada yang laen tapi entar kepanjangan
✔SELOW UPDET!
✔BUDIDAYAKAN LIKE, VOTE, KASIH RANTING 5 AND KOMEN SEBELUM MEMBACA, TAMBAHKAN FAVORIT JUGA LAU BISA:V TERIMAKASIH:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi fatmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 9
HAPPY READING
"aku akan selalu ada di mana pun beb asal ada kamu"
Mars Nugroho Lordnando
.
.
.
.
hari ini hari di mana sekolah luar biasa kasih bunda yang di tempati Langit kembali libur di karena kan ada satu guru yang sakit membuat guru guru lain nya sepakat untuk menjenguk guru itu
"astaga" gumam Alana khawatir sambil berjalan mondar mandir di sebelah Langit yang kini tengah duduk manis di sofa setelah selesai mandi
"ada apa mi?" tanya Langit membuat Alana langsung diam di tempat dan langsung duduk di sebelah putri nya itu
"ini uang saku adik kamu ketinggalan, mami mau ke sana tapi bentar lagi mami ada acara di kantor" jawab Alana menggigit cemas jari nya, hal yang di lakukan nya jika di landa ke cemasan apalagi itu menyangkut anak anak nya
"sini biar Langit aja yang ngasih" ucap Langit santai namun mampu membuat bola mata Alana hampir keluar di buat nya
"tidak tidak mending nanti nunggu bi Sumi selesai belanja aja"
"gak papa mi, lagian nanti Langit tanya tanya aja ke murid murid yang ada di sana"
"kamu nanti di bully gimana? mending gak usah aja"
"keburu Bulan kelaparan mi"
"kamu belum minum obat sayang, nanti di sana kambuh gimana?" tanya risau Alana
"Langit janji bakalan pulang cepet"
"umhh" Alana nampak berfikir sejenak namun melihat muka memelas Langit di tambah lagi ucapan Langit membuat Alana pasrah "kasihan Bulan kelaparan" begitu lah ucapan Langit yang membuat Alana pasrah menyerahkan uang saku milik Bulan ke Langit
"makasih mi"
"iya, inget pulang nya cepet! terus nanti kalau ada apa apa telfon mami aja atau nggak abang kamu! bentar lagi taksi nya datang" cerocos Alana menuntun Langit keluar
tak berapa lama taksi datang dan langsung saja Langit masuk tentu saja dengan ocehan Alana namun kali ini singkat
*SMA AIHS*
taksi itu berhenti tepat pada depan gerbang membuat Langit keluar dan berjalan masuk setelah mengucapkan terimakasih ke pak taksi tadi
jam 08.40 yang arti nya 10 menit lagi waktu istirahat, tongkat milik Langit terus saja Langit arah kan ke kanan dan ke kiri agar tak menabrak orang
Langit tak paham betul jalan arah ke ruang guru atau ruang BK, ia hanya mengikuti kata hati nya saja entah itu baik atau pun buruk
brug
tiba tiba saja Langit menabrak seseorang yang kini tengah mendengkus sebal
"lo buta ya?" oceh Bulan ya gadis yang menabrak Langit adalah Bulan
sontak Bulan langsung membulatkan mata nya kala mata nya melihat saudari kembar nya, buru buru Bulan menarik paksa pergelangan tangan Langit membawa nya menuju rooftop
"lo ngapain di sini ban*sat! kalau semua tau bisa mati gue! tau gak lo!" bentak Bulan membuat Langit hanya menghela nafas nya
"ini, cuman ngasih uang saku kamu, tadi ketinggalan dek" ucap sabar Langit sambil menyerahkan uang saku Bulan membuat Bulan langsung merampasnya
"stop panggil gue dek! gue bukan adek lo! lo ke sini pasti cuman ketemu Meteor kan!"
"nggak dek"
"udah lah ngaku aja lo! gue paling males liat lo! lo tuh cuman parasit di kehidupan gue! sadar diri dong! lo tuh nyusahin tau gak?"
Langit mati mati an menahan air mata nya agar tidak jatuh di hadapan saudari kembar nya mungkin sekarang tidak karena Bulan lah yang mengatakan sendiri bahwa dia bukan saudari kembar nya
"kakak cuman ngasih itu doang dek, udah ya" pamit Langit lalu pergi dari sana namun belum genap beberapa langkah tangan nya di tarik dengan paksa oleh Bulan sontak membuat langkah Langit terhenti
"ets, gue belum nyelesain ucapan gue! dan lo udah pergi gitu aja?"
tiba tiba sesak memasuki tubuh nya di susul beberapa keringat dingin yang lama kelama berjatuhan, gawat dia lupa meminum obat nya!
"ku mohon dek biarin kakak pergi" mohon Langit yang tak tahan dengan ini semua, beberapa kali Langit mencoba untuk membuka lebar lebar mata nya berharap sedikit saja cahaya masuk namun itu semua nihil
sontak hal itu membuat Bulan tertawa puas padahal diri nya berencana membunuh Langit nanti jika waktu yang pas namun menyiksa nya secara perlahan boleh juga....
"hiks hiks gelap hiks mami hiks abang hiks papi hiks di sini gelap hiks" tangis Langit pecah ia langsung berjongkok menyembunyikan kepala nya
"dasar lemah" bisik Bulan ikut berjongkok
"hiks ku mohon Bulan ku mohon hiks"
Langit tak tahan dengan ini semua, rasa nya pasokan udara di sini semakin menipis dan semakin lama semakin panas tubuh nya
Brakk
tiba tiba saja pintu rooftop itu terbuka menampilkan Meteor beserta ketiga temen nya di belakang nya
sial! batin Bulan
"apa yang lo lakuin!" Meteor langsung mengendong ala brindal styel tubuh lemas Langit membawa nya menuju uks, membiarkan diri nya menjadi pusat perhatian para murid murid
niat Meteor ingin menenangkan diri dengan teman teman nya malah bertemu gadis nya yang tengah meringkuk kesakitan, entah apa yang Bulan lakukan
yang terpenting sekarang Meteor amat membenci Bulan!
"wah parah lo Lan" kesal Angkasa menggeleng gelang kan kepala nya ke arah Bulan yang kini tengah menatap ketiga nya dengan raut wajah tak bersalah
"panggilin Bintang be*o jangan diem muluk"
"gak guna lo bertiga"
"lah lo sendiri ngapain go*lok!"
"lah iya ya gue ngapain?"
"udah lah cepet panggilin Bintang" ajak Mars dari pada ke ogeban kedua teman nya semakin menjadi
sementara di taman milik AIHS
"lo kenapa Wan?" setelah hening beberapa saat akhirnya Bintang membuka suara membuat Awan menatap nya namun beberapa detik berikut nya air mata Awan jatuh membasahi pipi mulus nya
Bintang yang tak tau apa apa pun hanya bisa memeluk Awan dan mengelus perlahan punggung Awan berharap Awan sedikit tenang dan mau menceritakan masalah nya, ia yakin ini mesti perbuatan keluarga Awan
"hiks lo baik banget sih sama gue hiks, gue kan gak bisa ngelukain lo hiks" isak Awan yang bukan nya tambah tenang malah tambah menjadi, Bintang kan jadi bingung harus berbuat apa?
"ya iyalah kita kan sahabat" entah lah ucapan Bintang membuat dada nya berdenyut nyeri "kita kan sahabat?" "sahabat!"
sadar Awan betul kata Bintang kita hanya sahabat! gak lebih! oke sahabat...
setelah beberapa menit Awan langsung melepaskan pelukan nya "maaf jadi basah baju lo" sesal Awan membuat Bintang tersenyum
"ada apa?"
"jadi gini gue di suruh buat pacaran sama lo tapi...."
"gue tau, tenang lo bisa pacaran pura pura sama gue"
"hahaha pura pura ya" tawa hambar Awan dengan mengecilkan volume bicara nya membuat Bintang menatap Awan dengan alis terangkat satu
"ASTAGA BINTANG KECIL DI HATI NYA ES WAWAN" teriak menggelegar dari Kejora mampu membuat kedua nya menatap bingung para sahabat nya
"ayang beb kok di sini?" tanya Pelangi kala Mars pacar nya di tempat yang sama dengan diri nya
"aku akan selalu ada di mana pun beb asal ada kamu"
"hargai yang jomblo woy"
"nyesel gue satu oksigen sama lo"
"awas awas buaya lewat"
"iri lo pada"
"udah udah ngapa jadi pacaran?"
" Bintang lo tau gak! ini darurat! menyangkut masa depan dan masa lalu lo! kalau gak segera di tangani bakalan menyebar luas!" ucap dramatis Saturnus
"alay" celetuk malas Kejora
"bunda kok di sini?"
"bunda bunda mata lo!"
"bubarrrr, ngomong yang jelas ngapa elah" sewot Angkasa
"jadi gini Tang..."
"lo kira kentang"
"diem dulu gob*ok!"
"hadeh kelamaan, Tang adek lo di uks! gara gara phobia nya kumat" ucap to the point Pelangi
"anj*ng!" umpat Bintang yang langsung berlari menuju apotik untuk membeli obat khusus milik Langit karena ia tau di uks pasti tak menyediakan obat obat seperti itu
"lah adek Bintang kok sampai sini?" tanya Awan yang sedari tadi diam menyimak pertengkaran unfaedah teman teman nya
"nyasar kalik"
"ngomong ngelantur lagi gue tarik usus lo!"
"sadis"
"gak tau Wan tadi sama Bulan"
"ayok cepet ke uks!" ajak Awan dengan perasaan khawatir
BERSAMBUNG~
BULAN BULAN:V
MINTA LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5, VOTE DAN TAMBAHKAN FAVORIT DONG😍
SEE YOU NEXT CHAPTER😉
PAIPAI~
Kakek : XI IPA l
nenek : XI IPA l
ayah : XI IPA l
ibu. : XI IPA l
lah, si Bintangnya udah XI IPA 9 cooook.wkwkwk 😂😂😂😂😂😂
gwehj salpok ama jakunnya>//<
FEEDBACK KE 👉 PERFECT IN LOVE [s*y*]
Yuk Saling mendukung sesama Author
Terimakasih 🙏🙏🙏