Spin off Kings and Queens dan My Darling...
Disaat Eléonore Blair McGregor bertemu dengan Billy Gallagher Luna, dia masih berusia lima tahun. Elle dan Billy melakukan perjanjian 15 tahun kemudian, Elle akan meminta sesuatu pada Billy di hari ulangtahunnya ke 20.
Sayang, Billy mengalami kecelakaan di usianya ke 15 yang mengakibatkan amnesia berat dan hanya ingat keluarga intinya. Billy melupakan semua terutama Elle dan janjinya.
Elle berusah membuat Billy ingat tapi tidak berhasil hingga Billy berpacaran dengan seorang gadis. Elle akhirnya menyerah dan menerima cinta Eliot. Disaat Elle sudah bersama Eliot, Billy mengingat semuanya. Sekarang giliran Billy mengejar Elle tanpa perduli statusnya.
Generasi ketujuh klan Pratomo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eléonore Galau
Eléonore masuk ke dalam rumahnya setelah mengantarkan Eliot pulang dengan wajah bingung. Raine yang melihat wajah putrinya pun menghampiri Eléonore.
"Ada apa Elle ?" tanya Raine.
"Eliot menembak aku menjadi pacarnya..." jawab Eléonore apa adanya.
"Apa kamu suka Eliot?" tanya Raine sambil merangkul pundak Eléonore yang lebih tinggi darinya.
"Belum tahu mommy ..." jawab Eléonore apa adanya.
"Sayang, kamu baru 17 tahun dan masih panjang jalan kamu. Jika kamu belum yakin dengan perasaan kamu ke Eliot, bertemanlah seperti biasanya. Toh kamu juga sudah lama mengenal Eliot, bukan ?"
Eléonore memeluk Raine. "Aku nikmati dulu kehidupan remaja aku ya mommy ..."
"Nah gitu dong. Menjadi remaja itu hanya sekali seumur hidup.. "
***
Kamar Eléonore
Eléonore mulai membuat tugas dari dosennya tadi dan dengan mencicil setidaknya dirinya tidak akan panik saat hari Selasa ketika semua tugas dikumpulkan. Suara ponselnya berbunyi dan Eléonore langsung memencet airpods nya.
"Halo ..."
"Hai Elle..." sapa Eliot.
"Hai Eliot."
"Kamu sedang ngapain ?"
"Buat tugas ... Lebih baik aku mencicil dari awal kan ?"
Eliot mengganti panggilannya menjadi video dan Eléonore bersyukur dia memakai sweater bukannya baju tidur.
"Jadinya kamu ambil apa buat laporannya?"
"Degas. Entah kenapa aku tertarik dengan lukisan itu sebab ada nilai historisnya menurut aku ..." jawab Eléonore.
"Karena itu adalah pemberian Opa buyut kamu Elle jadi wajar kamu mengambil Degas ..."
"Kamu ambil apa?" tanya Eléonore sambil terus mengetik tugasnya.
"Raden Saleh."
Eléonore melongo. "What ?"
"Iya. Itu ada yang judulnya Kapal Karam Dilanda Badai tahun 1840 yang dipamerkan tadi. Kamu tidak lihat kan?" senyum Eliot yang memamerkan fotonya. "Keren lho !"
Eléonore juga mencari di google dan melihat lukisan itu memang memiliki aura yang lebih menarik perhatian.
"Aku tetap memilih balerina punya Degas ..."
Eliot tertawa. "Of course lah ..."
"Eliot ... Soal yang tadi ..."
"Aku tidak butuh jawaban kamu sekarang, Elle karena aku tahu butuh waktu kan untuk memastikan perasaan kamu ke aku apakah bisa lebih dari ini atau tidak ... Tapi aku minta, kamu jangan menjauh dariku Elle ... Kita sudah bersahabat dari kecil jadi kita seperti biasa saja dulu. Aku tidak akan memaksa kamu karena aku mau itu memang kamunya mau sama aku ..." jawab Eliot.
Eléonore menatap remaja tampan itu dengan tatapan kagum karena pola pikirnya sangat dewasa.
"You're so grown up ( kamu dewasa banget )" senyum Eléonore.
"Hei, aku harus dewasa sebelum waktunya karena aku akan memegang Burberry suatu hari nanti..." jawab Eliot. "Hanya sama kamu saja aku bisa menjadi remaja pada umumnya..."
Eléonore tersenyum. "Kamu kan memang masih remaja, Eliot..."
"That's why ( itulah )..." kekeh Eliot. "Oke, aku buat tugas dulu. Besok kita ketemu di RR's Meals ya ... Sambil berdiskusi... Bagaimana?"
"Sure. Kalau kesana, mommy dan Daddy oke-oke saja..."
"See you tomorrow Elle ... Love you ..." pamit Eliot.
"Bye Eliot ..." balas Eléonore dan Eliot mematikan panggilannya.
Eléonore tampak tertegun setelah mendapatkan ucapan mesra Eliot. Andaikan itu kak Billy yang bilang, aku bakalan salting. Eléonore melanjutkan membuat tugasnya kembali sampai dirinya merasa mengantuk dan menghentikan pekerjaannya.
Eléonore melakukan kegiatan rutin sebelum tidur dan setelahnya dirinya terlelap dengan ditemani seekor anjing Bichon Frisé miliknya yang tidur di tempat tidur imut di sudut kamar.
***
Keesokan Harinya
"Kamu mau ke RR's Meal?" tanya Raine yang sedang memeriksa pekerjaan MB Enterprise yang akan mengakusisi sebuah gedung apartemen di Wales untuk dijadikan gedung teater dan pertunjukan musikal.
"Iya mommy. Janjian dengan Eliot buat tugas bersama..." jawab Eléonore.
"Ya sudah. Sama Vin ya perginya ... Kamu memang sudah punya SIM tapi bukan berarti kamu boleh menyetir Mercedez Daddy ..." senyum Charles membuat Eléonore manyun.
"Daddy biasa .. "
Charles terbahak. Eléonore maklum karena koleksi Mercedes ayahnya kebanyakan limited edition dan Charles sangat menyayangi mobil-mobil miliknya.
"Kamu pakai Range Rover saja tapi sama Vin ya ..." senyum Raine. Vin adalah sopir keluarga McGregor yang sudah ikut bersama keluarga itu lima tahun.
"Yes daddy ..." Eléonore memakai tas selempang Louis Vuitton nya dan membawa MacBook serta semua perkembangannya. Gadis remaja itu mencium pipi kedua orangtuanya sebelum pergi. "Mas Edward kemana?"
"Biasa ... ngurus tim CSI nya ..." jawab Charles yang bingung kenapa dua anaknya tidak ada yang tertarik di dunia otomotif dan bisnis.
"Dasar ..." kekeh Eléonore. "Elle pergi dulu. Assalamualaikum..."
"Wa'alaikum salam..." jawab Charles dan Raine bersamaan.
"Menurutmu apakah Elle sudah bisa move on dari Billy ?" tanya Charles setelah putrinya pergi bersama Vin dengan Range Rover milik Raine.
"Aku tidak tahu Charlie ... Aku rasa Eléonore masih memikirkan isi hatinya apakah masih ke Billy atau sudah bisa membuka untuk yang lain... Eliot misalnya ..." jawab Raine.
"Aku suka Eliot ... Dia sangat gentleman..." jawab Charles. "Apalagi mereka sudah kenal lama kan?"
"Hanya satu masalahnya, Charlie... Keluarga Eliot adalah keluarga Tudor yang keyakinannya tidak bisa dibelokkan... Bisa jadi mereka tidak menyetujui hubungan Elle dan Eliot jika akan melangkah lebih jauh disaat mereka dewasa nanti..." jawab Raine. "Keluarga Tudor tidak seperti keluarga Carrington..."
Charles mengangguk. "Kita lihat saja nanti ... Toh mereka masih belasan juga ..."
***
RR's Meals Soho London
Eléonore tersenyum lebar saat melihat Eliot sudah mendapatkan meja di sudut padahal tahu atau sulit kalau tidak janjian dulu.
"Bagaimana kamu mendapatkan meja ini ?" tanya Eléonore bingung.
"Aku semalam menghubungi Kak Fesya dan bilang akan kerja kelompok sama kamu. Langsung kak Fesya memberikan meja ini" senyum Eliot sambil mencium pipi Eléonore.
Pipi gadis itu memerah dan semakin memerah ketika melihat Billy keluar dari dapur bersama Galena dan Grayson. Ketiganya memergoki Eliot yang mencium pipi Eléonore.
"Lho Elle ? Sama siapa ?" tanya Galena seolah tidak terjadi apa-apa.
"Sama Eliot Tudor, mbak..." jawab Eléonore gugup.
"Ah pantas ... Sama Eliot jadi biasa lah cipika cipiki..." kekeh Galena sambil melirik ke arah Billy yang hanya terdiam menatap Eléonore.
"Halo kak Lena ... Hai Grayson..." sapa Eliot. "Dan... ?"
"Kak Billy ..." jawab Eléonore pelan.
"Ah iya. Aku lupa ..." senyum Eliot sambil mengulurkan tangannya ke Billy. "Soalnya aku jarang bertemu sih ..."
Billy hanya tersenyum kikuk. "Halo Eliot..."
"Kalian pacaran?" tanya Grayson polos.
"Yes."
"No." Eliot dan Eléonore menjawab bersamaan.
"Hah ?" Galena dan Grayson menatap bingung.
"Proses kak Lena ..." cengir Eliot.
Eléonore melirik ke arah Billy yang wajahnya tampak terkejut. Apakah kamu terkejut bahwa aku ada yang suka ? Sorry kak Billy. Meskipun aku masih sayang padamu, tapi jika hanya satu arah ... Aku juga ada batas sabarnya.
Billy menatap Eléonore. Apakah sekarang kamu yang lupa janji kamu tiga tahun lagi?
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️