mohon maaf saya menganti nama dari Kaisar agung jadi sang pewaris darah naga.
tiktok: barxzzz
setiap hari update: 2/3 bab.
al kisah seorang pemuda Lin Xieng yang di anggap gagal oleh keluarga nya, tapi suatu ketika di dalam hutan Lin xieng menemukan bola misterius yang ternyata bola misterius tersebut adalah inti fondasi kultivasi kaisar xuan pada zaman dinastiqi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raden Alfatir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10: mata di balik tirai
Langit malam di atas hutan timur tampak gelap tak wajar. Awan pekat menggantung, seolah menutupi sesuatu yang tak boleh dilihat oleh dunia. Lin Xieng berdiri di atas dahan pohon raksasa, menatap ke arah pegunungan merah di kejauhan—tempat keberadaan Lembah Tirai Hitam, lokasi yang dikenal dalam legenda sebagai sarang sekte pemuja darah.
Di tangannya, fragmen kristal darah dari altar sebelumnya terus berdenyut. Semakin dekat ia menuju lembah itu, semakin kuat getarannya. Dan di balik denyut itu… seolah ada sesuatu yang sedang mengawasi.
“Terlalu tenang,” gumamnya.
Ia menurunkan tubuhnya, lalu mengaktifkan Langkah Seribu Bayangan, menyusup masuk tanpa suara.
---
Sementara itu, di balik gunung, jauh di bawah tanah, ruangan bercahaya merah darah dipenuhi bayangan berjubah gelap. Di tengah ruangan, duduk sesosok wanita muda dengan mata hitam pekat dan rambut memanjang seperti asap.
“Lin Xieng… kau semakin mendekat,” gumam wanita itu.
“Apakah kita akan bertindak sekarang?” tanya salah satu pengikut.
Wanita itu tersenyum tipis. “Belum. Biarkan dia melihat… biarkan dia tahu... betapa kecilnya dia dibanding kekuatan sejati.”
---
Lin Xieng akhirnya tiba di mulut lembah. Lembah itu dijaga oleh penghalang ilusi yang tak bisa ditembus oleh mata biasa. Namun dengan mata dalam yang ia latih lewat Tinju Api, ia melihat celahnya—retakan kecil di antara dua batu besar.
Begitu ia menembus penghalang, hawa mencekam langsung menyambutnya. Pepohonan mati, tanah retak, dan di kejauhan, ia melihat menara darah menjulang—penuh dengan simbol pemanggilan kuno.
Namun sebelum ia bisa melangkah lebih jauh, sebuah suara menggelegar terdengar.
“Selamat datang, Lin Xieng.”
Sosok tinggi muncul dari balik kabut. Ia mengenakan jubah pendeta berdarah, dan wajahnya tertutup topeng besi hitam. Di tangannya, tergenggam tongkat berukir tengkorak.
“Aku adalah Penjaga Lembah. Siapa yang memberimu hak memasuki wilayah suci ini?”
“Namaku Lin Xieng,” jawabnya tenang. “Dan aku datang untuk menghentikan kebangkitan Raja Darah.”
Sang penjaga tertawa keras.
“Dengan kekuatan bocah seperti kau?”
“Aku bukan lagi bocah,” ucap Lin Xieng. Tubuhnya langsung dikelilingi api merah keemasan, dan aura Dunia Raja muncul sekilas—hasil dari pelatihan dan pertempuran berturut-turut.
“Kalau begitu… mari kita lihat!”
Sang penjaga menghentakkan tongkatnya. Tanah bergetar, dan dari bawah muncullah makhluk-makhluk mayat hidup dengan mata merah dan gigi tajam—hasil eksperimen darah terlarang.
Lin Xieng bergerak cepat. Tinju Api menyambar, membakar mayat hidup hingga abu. Namun jumlah mereka terus bertambah.
“Kalau begini terus, aku akan terkuras,” gumamnya.
Ia melompat tinggi, lalu merapal jurus yang belum pernah ia gunakan di depan siapa pun.
“Tinju Api Rahasia—Ledakan Matahari Purba!”
Tinju menyala terang seperti matahari, dan saat menghantam tanah, seluruh lembah bergetar. Ledakan cahaya melahap mayat hidup dan memukul mundur sang penjaga.
Sang penjaga terpental, topengnya retak, dan terlihat sebagian wajahnya yang penuh bekas luka dan tatapan iblis.
“Menarik… kau layak bertemu dia…”
Seketika, tubuh sang penjaga hancur menjadi kabut hitam dan menghilang.
Lin Xieng terengah, lalu menatap menara darah yang kini mulai menyala samar.
“Aku terlambat beberapa langkah… mereka sudah memulai ritual.”
Tiba-tiba, dari dalam menara terdengar bisikan.
> “Darahmu… kuncinya… kembalilah padaku…”
Lin Xieng menatap kristal darah yang kini memanas di tangannya.
“Apakah… Raja Darah memanggilku?”
---
Di tempat lain, di ruang rahasia keluarga Lin, Lin Yufei membuka peti besi tua. Di dalamnya, ada gulungan warisan dengan simbol naga api yang bersegel.
“Xieng… kalau kau benar-benar bertemu dia… maka kau butuh ini,” gumamnya.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
narasi doang, membosankan