Aku adalah Arumi Ayunda, Putri satu-satunya dari konglomerat nomor 1 Indonesia, Kakak Pertamaku adalah Adlan, Kakak Keduaku Arnold, sedangkan Ayahku Abraham Aditama, sedangkan ibuku Paula Singh, keturunan India, ya kakek ibuku orang India.
Hidupku tak seperti kebanyakan putri orang kaya lainnya, aku tak lebih baik dari anak yang hidup di Panti Asuhan.
Jika kedua kakakku ke sekolah Naik mobil dan di antar sopir, juga sekolah di sekolah mahal, aku hanya di sekolahkan di dekat rumah, ke sekolah naik motor di antar ibu pengasuh.
Untuk makan aku harus menunggu keluargaku selesai, barulah aku makan, kejadian ini terjadi setelah ibuku meninggal saat datang mengambil ijazah SD ku, demi menyelamatkan ku ibu di tabrak mobil dan meninggal di rumah sakit setelah 1 Minggu di rawat.
Selesai pemakaman ibuku, semua berubah, ayah dan kedua kakakku mulai membenci ku, hingga aku mati terkurung dalam gudang.
Namun mahakuasa memberikan ku kesempatan, dengan hadirnya jiwa yang lain... ikuti ceritaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 10. AR PROPERTY AND DEVELOPMENT
Ke-lima orang itu tiba di rumah sewa Arumi, tapi Arumi tidak ada, mereka menelpon Arumi tapi dia menjawab, mereka harus menyelesaikan dalam 15 hari, jika tidak Gedung Perkantoran akan dia sita.
Keringat dingin membasahi baju 5 orang itu, bisa di pastikan mereka akan berakhir mengenaskan, 2 proyek mereka sudah banyak yang terjual, sedangkan uang perusahaan tidak sanggup lagi meneruskan pembangunan, pihak supplier sudah melayangkan surat tagihan, makanya mereka giat mencari investor baru.
Padahal mereka adalah 5 orang pemuda yang pintar, dalam tempo 10 tahun, mereka mampu mensejajarkan perubahan kontruksi mereka di kasta menengah dan cukup berpeluang menjadi perusahaan besar.
Tapi kini, semuanya telah berakhir, bahkan tabungan mereka kembali ke awal tapi belum membayar hutang.
Kelicikan mereka ternyata tidak berhenti hingga saat ini, mereka berniat akan melarikan diri keluar negeri, Gedung Perkantoran rencananya akan di jaminkan ke Bank.
Menempuh perjalanan selama 3 jam tidak membuatnya lelah, selesai berbasa-basi dengan, dengan Pakde dan Bude, Arumi segera meretas handphone ke lima orang itu
Dalam percakapan mereka berlima, tidak membicarakan rencana pelarian mereka, tapi rencana menjaminkan Gedung Perkantoran mereka.
Uang perusahaan yang masih tersisa 1 triliun, mereka biarkan, agar perusahaan masih berjalan, penjualan unit juga masih berjalan, itu semua rencana cerdik mereka.
"Baguslah, silahkan pergi, apalagi mereka bersepakat memberikan saham 40% milik mereka ke Arumi", hahahaha senyum jelek Arumi terpancar dari wajahnya.
Benar saja, selang seminggu kemudian, mereka meminta bertemu dengan Arumi, di tempat yang sama, dengan wajah memelas mereka menyerahkan Seluruh saham dan aset Perusahaan mereka, dan langsung mereka tanda mereka tanda tangan.
Arumi hanya menertawakan mereka dalam dalam hati, dapat di pastikan mereka akan jadi gembel di luar negeri, kemudian di deportasi.
Dengan menggunakan kereta Brawijaya, Arumi berangkat ke Jakarta, dan diharapkan tiba jam 8 malam, Arumi selalu menggunakan identitas palsu saat bepergian. Dia menyembunyikan rapat Desa tempat tinggalnya.
Sesuai rencana kereta Brawijaya tiba di stasiun Gambir, jam 8 lebih 15, walau terlambat tapi tidak banyak.
Dia memilih hotel sederhana agar tidak terlalu ribet, toh dia bisa tidur dalam Cincin Dimensi, beres dengan segala administrasi, dia pun masuk kamar dan membersihkan dirinya dalam Cincin Dimensi., kemudian makan malam.
Pukul 10 pagi sesuai perjanjian, Arumi tiba Perusahaan, dan langsung diarahkan ke ruang rapat, dan acara basa basi dan senyum ramah munafik terlihat dalam salam ruang rapat itu.
Ke-lima orang itu juga sekalian pamit kepada karyawan yang ada, dan mengucapkan selamat kepada Arumi sebagai pemimpin baru.
Hari itu tidak ada aktivitas pekerjaan, setelah acara penyerahan perusahaan dan kepergian 5 orang licik itu, Arumi menggelar rapat mendadak, untuk mengisi posisi-posisi yang kosong, Arumi bertindak sebagai CEO, untuk wakil CEO Arumi menunjuk Neil Budiman, mantan sekretaris Perusahaan, dan Posisi tersebut di gantikan oleh Nancy, berikut juga dengan posisi lain.
Karena tidak ingin adanya pengkhianatan, tanpa di ketahui oleh para petinggi perusahaan hingga ke staff terkecil, semuanya telah di berikan serum jiwa lewat makanan dan minuman.
Arumi memberikan bonus kepada seluruh karyawan, walau tidak banyak, seorang 1 juta, kecuali para petinggi, dan rapat penetapan ada besok hari, dan sebagai awal mereka bertugas.
Setelah semua karyawan pulang, Arumi memperbaiki sistem keamanan, dan membuat beberapa aturan yang nanti berikan kepada karyawan dan nanti di tanda tangani, untuk nama perusahaan juga akan segera diganti.
Jam 8, di perusahaan di ruang meeting telah hadir petinggi yang baru, terlihat mereka lebih berkharisma, kemudian Arumi mengemukakan rencana besarnya, termasuk ingin membangun suatu hunian terpadu berkelanjutan.
Tapi sebelum semuanya berjalan, dia mau nama perusahaan di ganti, dan itu tugas orang legal perusahaan, AR PROPERTY AND DEVELOPMENT.
"Maaf Nona CEO, untuk saat ini, kita berfokus pada 2 proyek itu, kas perusahaan hampir tak mampu membiayai Proyek-proyek itu, apalagi ada hutang ke pihak bank karena pinjaman dari pemilik lama, ucap Darmawan manajer keuangan.
"Berapa perkiraan anggaran yang kita butuhkan hingga kedua proyek itu selesai, tanya Arumi.
"Sekitar 1.5 triliun lagi, diluar pemasukan, tapi jika kurangi dengan pemasukkan maka jumlahnya tidak seperti itu, lanjut manajer keuangan itu.
"kedua proyek kita tidak ada untung, karena sebagian sudah di ambil mereka, buang terpenting sekarang, kita jaga nama baik perusahaan, kualitas dan harga di pertahankan, agar para pembeli tidak kecewa dengan kita, rugi sedikit tidak apa-apa.
Di Daerah Sentul terdapat banyak lahan, beberapa wilayah sudah maju, saya ingin kalian mencari lahan di sana, semakin luas, semakin bagus.
Bagaimana Dengan anggaran? tanya mereka.
Hari ini saya akan memberikan tambahan modal untuk kas Perusahaan, dan khusus 1.5 triliun untuk menyelesaikan 2 proyek itu, khusus 2 proyek itu, untuk Dana yang masuk jangan di ganggu, gunakan yang 1.5 triliun untuk menyelesaikan nya, kita lihat kedepan berapa kerugian kita, ucap Arumi.
Untuk kas Perusahaan, saya tambahkan 35 Triliun sebagai modal yang tercatat di Bank, agar para pembeli merasa nyaman, sedangkan untuk operasional perusahaan 15 triliun, sedangkan jika kita kita ada Proyek Besar, maka anggaran nya saya akan tanggung sendiri, jadi kalian jangan kuatir ", tegas Arumi.
"Maaf Nona CEO, itu berarti kita tidak perlu investor? Tanya Manajer perencanaan.
"Tidak perlu, kalau hanya membiayai proyek 500 triliun pun aku masih sanggup, dengan menggunakan biaya sendiri, kalian bisa bekerja lebih nyaman, karena komando hanya ada di tangan saya.
tapi jika ada investor, maka kalian sendiri akan kerepotan dan juga pasti karyawan terbelah, karena ada titipan dari pemegang saham, yang tugas utamanya adalah memata-matai kalian bekerja, apa kalian mengerti, ucap Arumi.
"Bagus, jadi bekerjalah dengan baik, perusahaan ini maju, pasti kalian juga ikut menikmati, dan sebelum saya tutup, mulai bulan depan gaji saya tambahkan 20% dari gaji pokok, dan bagi yang sudah berkeluarga ada tambahan 2 juta untuk istri dan anak.
Tambahan 2 juta, adalah wajib kalian berikan atas nama perusahaan, jika ada yang melanggar, maka sangsinya adalah, kalian harus menggantinya.
Peraturan lain adalah, dilarang berselingkuh, jika kalian memang sudah tidak cocok dengan pasangan kalian, lebih baik bercerai.
Mulai tahun depan, di berikan kesempatan bagi karyawan untuk mengambil rumah, maksimal harga 350 juta, dengan perjanjian, bahwa perusahaan akan menanggung 50% angsuran, selama kalian bekerja disini dan tentunya dengan predikat baik.
"Maaf Nona CEO, Tim Lapangan, berhasil menemukan lahan yang akan di jual di daerah Sentul, berbatasan langsung dengan Kota Modern Sentul, luasnya, 2500 Hektar, dan mau jual cash 75 milyar, dokumen milik perusahaan, bangkrut, jadi mereka membutuhkan dana untuk bayar hutang, ucap Manajer Perencanaan.
"Bagus, hubungi pihak perusahaan itu sekarang juga, dan katakan hari ini kita bertemu di kantor ini, ucap Arumi bahagia.
Manajer Perencanaan segera mengeksekusi perintah Arumi, dan setelah berbicara 10 menit pihak pemilik lahan bersedia datang jam 2 siang.
'Baiklah, untuk sekretaris Perusahaan, saya sudah kirim ke email perusahaan tentang segala aturan yang baru, paling lambat besok pagi semua aturan sudah di terima oleh karyawan, dan mulai hari Senin depan peraturan berlaku mutlak, sekaligus beritahukan soal tunjangan istri dan kenaikan gaji, semuanya sudah saya kirim, perintah Ranti.
penasaran nii