NovelToon NovelToon
Tasbih Cinta Untuk Adam

Tasbih Cinta Untuk Adam

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:663.1k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

"Dalam Tasbihku, ku langitkan doa atas namamu, meski aku tidak tahu apakah doaku yang akan pulang sebagai pemenangnya." ~ Hawaa

Hubungan persaudaraan tak sedarah yang sudah terjalin ternyata menumbuhkan cinta diantara Adam dan Hawaa, tapi semua itu harus terhalang, saat Adam memilih menganggap Hawaa hanya sebatas saudara.

Hawaa yang telah kecewa, kembali dibuat terluka saat Adam datang mengenalkan kekasihnya, Anissa yang ingin Adam ajak serius.

"Saat kamu melangitkan doa dengan nama orang lain, kamu harus siap menerima jawaban, dari doa itu." ~ Adam

Inikah jawaban, dari Doa yang Hawaa langitkan, ataukah ada jawaban lain yang belum kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Sepuluh

Jam tujuh Hawaa telah bersiap-siap untuk ke bandara. Gafi yang akan pergi sekolah menunggu sang kakak keluar dari kamar.

Saat Hawaa keluar dia langsung memeluknya. Dari kemarin malam gadis itu mengurung diri di kamar setelah habis solat magrib, sehingga Gafi tidak bertemu. Dia pulang dari kerja kelompok jam delapan malam.

"Hei, kenapa ini? Jangan cengeng. Anak cowok tak boleh nangis," ucap Hawaa mencoba meledek sang adik.

Gafi tak peduli ucapan Hawaa. Dia tetap mengeluarkan air matanya. Adam yang baru keluar dari kamar menatap keduanya tanpa kedip.

Abi Haikal dan Bunda Syifa juga hanya dapat memandangi kedua kakak beradik itu. Tangis Hawaa akhirnya pecah juga. Mereka tidak pernah berpisah, sehingga mungkin ini terlalu berat.

"Kenapa Kakak harus pergi?" tanya Gafi dengan suara terbata karena menangis.

"Kakak harus ambil keputusan ini. Kamu doakan ini yang terbaik untuk Kakak," bisik Hawaa.

Darah tidak bisa dibohongi. Ikatan batin keduanya lebih kuat. Gafi pasti tahu apa pun yang disembunyikan Hawaa. Dia bisa membaca hati sang kakak.

Setelah cukup lama memeluk gadis itu, Gafi akhirnya melepaskan pelukannya. Hawaa menghapus air mata adiknya itu.

"Sebulan lagi Kakak juga akan kembali, saat pesta pernikahan Bang Adam," ucap Hawaa.

Setelah itu Hawaa mendekati Adam yang berdiri dengan terus memandangi wajah gadis itu. Tanpa ada maksud mendekati.

"Adam, aku pamit pergi. Ingat pesan aku kemarin. Jangan pernah mundur jika kamu sudah melangkah. Aku akan menghargai kamu jika bisa menepati janjimu pada Annisa," ucap Hawaa.

Adam langsung memeluk Hawaa dengan erat. Gadis itu hanya diam tak membalas walau sebenarnya dia juga ingin melakukan hal yang sama.

"Kenapa harus pergi, Hawaa? Seharusnya aku sebagai anak laki-laki yang harus meninggalkan rumah bukan kamu," ucap Adam.

Hawaa melepaskan pelukan Adam. Dia tersenyum dengan pria itu.

"Kamu sebagai anak laki-laki harus menjaga kedua orang tua kita. Lagi pula aku pergi tak jauh. Hanya dua jam sampai dengan pesawat. Aku juga akan kembali lagi satu bulan lagi saat kamu menikah," ucap Hawaa. Berusaha menekan suaranya agar tidak terdengar jika dia menahan tangis.

"Aku akan menanti kedatangan kamu," balas Adam.

Setelah itu, Hawaa dan kedua orang tuanya berangkat menuju ke bandara. Adam memandangi mobil itu hingga hilang dari pandangan.

***

Pagi itu, ketika matahari baru muncul di ufuk timur, Haikal dan Syifa sudah siap untuk memulai perjalanan mereka ke kota Batam. Mengantar sang putri tercinta, Hawaa.

"Hawaa, kamu siap, Nak?" tanya Syifa dengan suara yang lembut.

"Iya, Bunda. Aku sudah siap," jawab Hawaa dengan senyuman ceria. Semua untuk menutupi rasa sakit hatinya.

Haikal menatap Hawaa dengan penuh kebanggaan. "Kamu telah tumbuh menjadi wanita tangguh, Hawaa. Kami sangat bangga denganmu," ucap Haikal dengan penuh kehangatan.

Hawaa tersenyum malu-malu. "Terima kasih, Abi. Aku akan berusaha sebaik mungkin di Batam," jawabnya.

Setelah sarapan, perjalanan mereka dilanjutkan. Di dalam mobil, mereka berbincang-bincang tentang apa yang akan mereka lakukan di Batam.

"Kalau kamu sudah bekerja di sana, jangan lupa untuk sering menghubungi kami, ya," pesan Syifa kepada Hawaa.

Hawaa mengangguk. "Aku akan selalu menghubungi dan memberitahu kabar terbaru kepada Abi dan Bunda," janji Hawaa.

"Saat kamu merasa kesepian atau kangen, ingatlah bahwa kita selalu ada di sini untukmu," sambung Haikal dengan lembut.

Saat ini mereka telah hampir sampai di kota Batam. Sebentar lagi pesawat akan mendarat.

"Apa rencanamu setelah kamu tiba di Batam, Nak?" tanya Syifa penasaran.

"Aku hanya akan fokus dengan pekerjaan, Bunda. Tidak ada keinginan lainnya," jawab Hawaa.

"Bagus sekali, Hawaa. Jangan lupa untuk menjaga kesehatanmu dan berhati-hati di sana nanti," pesan Haikal dengan penuh kasih sayang.

Mereka akhirnya tiba di kota Batam setelah perjalanan selama dua jam. Hawaa merasa campur aduk antara kegembiraan dan kecemasan. Dia yang belum pernah berpisah dari kedua orang tuanya, harus belajar mandiri.

Haikal dan Syifa mengantarkan Hawaa ke tempat kosnya yang baru, yang berada di pusat kota. Mereka membantu Hawaa membawa barang-barangnya dan menatanya dengan rapi.

***

Keesokan harinya, Haikal dan Syifa harus kembali lagi. Tak bisa berlama-lama di kota ini karena Abi-nya ada rapat besok pagi. Taksi yang dipesan telah datang menjemput.

Syifa menepuk pundak Hawaa dengan lembut. "Bunda harap kamu betah dan nyaman di sini.

Hawaa tersenyum dan berterima kasih kepada kedua orang tuanya. Mereka berpelukan erat sebelum Haikal dan Syifa kembali lagi. Kedua orang tuanya akan pulang besok pagi.

"Kami akan merindukanmu, Hawaa. Tetap semangat dan jadilah versi terbaik dari dirimu sendiri," ucap Haikal dengan suara yang bergetar.

Syifa meneteskan air mata kecil. "Kami tidak sabar untuk mendengar kabar dari kamu, Hawaa."

Hawaa membalas pelukan mereka dan menangis sedikit. "Aku pasti akan merindukan kalian juga, tetapi aku tahu bahwa ini adalah langkah yang tepat untuk masa depanku. Terima kasih untuk semua dukunganmu, Abi dan Bunda."

Taksi yang membawa Haikal dan Syifa berjalan perlahan meninggalkan kosnya Hawaa. Mereka baru menyadari bahwa gadis itu telah tumbuh menjadi dewasa dan siap menghadapi dunia dengan tangannya sendiri.

***

Seminggu telah berlalu sejak kepergian Hawaa. Gadis itu selalu memberikan kabar pada kedua orang tuanya seperti janjinya.

Adam dan Annisa sibuk mengurus semua kebutuhan untuk pesta pernikahan mereka. Seperti saat ini mereka sedang berada di sebuah toko perhiasan untuk memesan cincin pernikahan mereka.

"Menurut kamu mana model yang bagus untuk pernikahan kita, Adam?" tanya Annisa.

Annisa lalu menunjukan buku yang berisi foto-foto model cincin yang bisa dipesan. Dia sangat antusias menyambut pernikahan ini.

Adam lalu membuka satu persatu lembaran foto itu. Melihat mana bentuk cincin yang terbaik.

"Ini bagus banget," ucap Adam menunjukan bentuk cincin yang sederhana saja.

"Kamu suka model yang begini?" tanya Annisa.

Cincin dengan model sederhana tapi elegan. Bagi Annisa, jika Adam menyukai itu dia akan mengikut saja.

"Hawaa pernah tunjukan model cincin ini padaku, dia suka model sederhana tapi mewah seperti ini," jawab Adam.

Annisa langsung berdiri dan mengembalikan album berisi contoh cincin pernikahan itu pada karyawan toko perhiasan itu. Dia tak ingin melihat-lihat lagi.

"Maaf, Mbak. Aku mau berpikir dulu modelnya. Lain kali datang lagi," ucap Annisa pada penjaga toko.

Adam terkejut mendengar ucapan Annisa. Belum hilang keterkejutannya, dia makin bertambah terkejut dengan kepergian Annisa yang meninggalkan toko perhiasan itu.

"Annisa, tunggu ...," panggil Adam. Dia berjalan cepat menyusul gadis itu.

"Kenapa pulang? Katanya mau pesan cincin pernikahan?" tanya Adam begitu dia bisa menyusul gadis itu dan mensejajarkan langkahnya dengan sang tunangan.

"Tak jadi. Lain kali saja kita pesannya!" jawab Annisa dengan ketus. Adam jadi heran dan memandangi wajah kekasihnya dengan penuh tanda tanya.

...----------------...

1
Nani Te'ne
suka
Suky Sukeni
terbaik
Suky Sukeni
kasian hawa ,jadi serba salah.si Annisa sama Adam saja yang terlalu egois dan naif, sudah tau dari awal gak yakin ttp saja di lanjutin nikah ..hufff dunia pernovelan bikin aq gak doyan makan
Suky Sukeni
entah lah ,gimana ini ceritanya, mau bela siapa, tp mengingatkanku dengan kelakuan Harris papanya Adam.
Cha Cha
lagian kenapa annisa maksa padahal uda tau adam selalu mngingat hawa
Bilqis Nabilla
Luar biasa
Lilik Juhariah
Masya Allah Tabarakallah cantik cantik ganteng
antha mom
semangat berkarya mama reni 💪👍
trianti
Luar biasa
Puji Rahayu
jujur wkt ank2 ku msh kecil2..
badai menerjang rmh tanggaku yg ada tiap hari ribut perang bratayuda.
srasa dunia hancur&lelah.
hanya kesalah paham man.
mertua yg sllu ikut campur.
drama&ikut campur.
tp alhmdulillah..q ttp bertahan demi ank2..& dlm setiap doa dlm sujud ku.
badai itu berlalu...
skrg mlah tmbah cinta&harmonis.
tdk ada mslah yg tak bs d selesaikn baik2..bicara dr ht k ht slg terbuka.
& sllu ttp mmperthankn cinta qt.
Puji Rahayu
emg boleh ya saudara tiri nikah?
Puji Rahayu
bearti sik ndableg nissa.
dh tw pusat dunia adam hawa
knp msh bertahan?
kl gk cinta mosok mokso?
kl cinta pst dy yg jd prioritas utamanya.
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
Siti Aminah
emang bnr yah kata pepatàh... buah jatuh tak jauh dr pohon ny...itulah si ular rida sm kelakuan ny sm mamah ny
Siti Aminah
jgn blng nanti adam slh sebut nama ...hrsny annisa jd hawwaa...
Siti Aminah
gafi kereeen...bikin aku jatuh cinta pada mu...
Siti Aminah
hawaa...hawaa...makany sakit sih sakit tp jgn terlalu menyolok lah....jd kesan nh kaya cari perhatian ...jg orang jd tau klo kamu ada apa2 sm adam
Siti Aminah
hrsny hawaa bs mengontrol diri ...jgn bersikap seperti itu...kan terlihat menyolok bikin orang jd curiga dgn sikapny
Siti Aminah
aku sdh baca novel mu thor yg judulny Istri ke dua
Mama Reni: Makasih, Say. ♥️♥️♥️
total 1 replies
theresia05
maaf kecewa sama ceritanya, harusnya gak sampai nikah adam dan nisa. menikah bukan suatu mainan atau hanya skedar peralihan hati. menikah itu komitmen. klk pun adam dan hawa saling mencintai ya jujur dri awal, kasian nisa jdi janda tnpa di sentuh. apa sapah nisa disini. korban seaungguhnya ya nisa. mencintai gak salah tpi apa bedanya adam dan ayahnya yg menyakiti hati istrinya untuk wanita lain.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!