NovelToon NovelToon
The Perfect Woman

The Perfect Woman

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Spiritual / Sistem / Fantasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Barat
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Azyhra Angkasa

Zheyara : "Aku berjanji akan membebaskan kalian dari lingkaran kematian ini, meskipun sedikit mustahil bagi diriku sendiri".

Misteri, ya dunia ini adalah misteri dan teka-teki dan orang yang paling banyak mengetahui semua misteri itu adalah perwujudan sosok misteri itu sendiri.

misterius, cover yang sangat menarik dari diri seseorang. Dalam diamnya, terdapat banyak rahasia yang dipendam, dalam sunyi banyak hal yang terusik, dan dalam sepi banyak sesuatu yang menari sehingga menciptakan suatu misteri.

"Aku tak akan membunuh kalian semua tetapi bukan berarti aku melupakan dendamku. Hanya saja aku merubah arah panah dendam itu menjadi 2 sisi yang sangat tajam sekaligus menyenangkan bagiku. Satu sisi membuatku menjadi kuat dan Istimewa, dan satu sisi lainnya membuat orang yang membenciku lebih terluka berkali" lipat untuk sekedar melihatnya daripada terluka karna pembalasan sebuah dendam".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azyhra Angkasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teror Bara Api Dan Buku Bergembok

2 minggu setelah kepergian Xiziling ke bukit tua sebelah barat Kekaisaran Dhayu. Prajurit perbatasan wilayah kekaisaran Dhayu pun mengadakan sayembara.

Sayembara itu pun berisikan tentang Kaisar Dhagyu, seorang kaisar dari Kekaisaran Dhayu, kini sedang mencari suatu solusi atau seseorang yang dapat membantu untuk mengatasi masalah yang akhir-akhir ini sedang melanda wilayahnya.

Masalah yang mereka maksud yaitu suatu bencana yang sedang menimpa wilayah Kekaisaran Dhayu dan sekitarnya, yaitu serangan bara api dari lereng gunung merapi.

Tentunya, bencana itu bukan suatu hal yang biasanya terjadi di wilayah mereka pada saat gunung berapi sedang erupsi, karena semburan api yang dikeluarkan oleh gunung berapi itu kali ini, nampak sedikit berbeda dan terlihat kemerlip kehijauan di beberapa sisinya.

Mereka belum pernah mengalami kejadian seperti ini sebelum-sebelumnya. Oleh karena itu, mereka berusaha mencari tahu tentang hal itu dan juga solusinya, dengan cara membuat sayembara tersebut.

Dari kabar yang terus beredar, hal itu juga terjadi di wilayah lain yang jaraknya berdekatan dengan Kekaisaran Dhayu.

Banyak warga di sekitar gunung itu yang terkena lahar dan bara api dari gunung itu, yang berefek membakar kulit mereka sampai hangus hanya dalam waktu 2 jam.

Pihak Kekaisaran Merak Putih termasuk Xiziling yang mendengar tentang hal itu pun pikirannya berkenala sejenak, lalu mereka semua langsung teringat pada Ibu Suri Xiziling yang sedang pergi, ke bagian barat wilayah di mana tempat bencana itu terjadi.

Pihak Kekaisaran Merak Putih pun akhirnya mencari tahu tentang kabar Xiziling di wilayah itu melalui mata-mata bayaran yang mereka sewa.

Tetapi sayangnya, mereka kecewa dan merasa sangat tidak terima setelah mendengarkan sesuatu yang disampaikan para mata-mata bayaran itu mengenai Xiziling.

Para mata-mata bayaran itu semuanya mengatakan dan menyampaikan kabar yang sama yaitu, bahwa Xiziling telah tiada. Mereka menemukannya dalam keadaan sudah tewas tertimpa reruntuhan batu besar yang terkena semburan lahar gunung berapi pada saat erupsi kemarin.

Anggota Kekaisaran Merak Putih pun segera mengurus dan membawa jasad Xialie ke kekaisaran. Mereka pun segera memakamkannya pada saat itu juga dikarenakan jasad Xialie yang sudah mulai membusuk.

Keadaan jasad Xiziling akibat kejadian itu kini terlihat sangat mengenaskan. Kulitnya yang hangus terbakar dan wajahnya yang sudah tak dapat dikenali.

Mereka hanya bisa mengenalinya lewat pakaian terakhir yang dipakainya pada saat ia pergi, itupun dengan warna yang sudah hangus terkena lahar dan bara api.

Mereka merasa sangat sedih, Kekaisaran Merak Putih kini sedang berduka karena kehilangan Xiziling. Di saat Kaisar Rembaya belum kembali ke istana, namun ibu suri telah kembali lebih dulu dengan tak bernyawa.

Beberapa hari kemudian, setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata memang benar seperti kecurigaan pihak Kekaisaran Dhayu dan para warga. Bahwa itu bukanlah bencana alam biasa melainkan teror misterius yang mereka duga datang dari dimensi lain.

Hari-hari pun berlalu setelah kepergian Xiziling untuk selama-lamanya, Xialie, Zheya dan Miangji kecil pun tampak tidak seceria sebelumnya, di saat Xiziling masih ada.

Tetapi meskipun begitu Xialie yang merupakan orang dewasa yang biasanya menemani mereka berdua main, masih bisa menghibur mereka di atas kesedihannya yang jauh lebih mendalam.

Xialie sekarang sudah tidak memiliki orang tua lagi dan kini hanya Zheya lah harta berharga satu-satunya yang ia miliki.

Ibu mertuanya, Rheyana pun kembali ke istana setelah mengetahui kabar bahwa Xiziling telah meninggal.

Tentunya kedatangan janda satu itu pun mempunyai maksud dan tujuan lain, seperti biasanya, contohnya mengacaukan istana.

Bahkan tidak ada rasa bela sungkawa atau pun berduka cita yang dia tunjukkan atas meninggalnya Xiziling selain hanya memasang muka menyebalkan sambil tersenyum licik.

Tentu saja setelah meninggalnya Xiziling yang selalu membela keluarganya, ditambah Kaisar Rembaya yang sedang tidak berada di istana, Rheyana pun semakin berbuat sesuka hatinya di istana kekaisaran ini.

Perlakuannya yang dulu kembali lagi, bahkan semakin parah dalam hal tindas-menindas seseorang. Setiap hari pun kerjaannya hanya mengamuk orang-orang yang ada di istana saja.

Zheya, bocah yang masih berusia 14 tahun itu pun juga ikut menjadi sasaran. Nenek tua itu pun suka sekali menghukum Zheya seenaknya hanya karena tidak mau menuruti perintahnya.

Zheya pun nyatanya lebih memilih dihukum daripada tunduk pada perintah konyol neneknya itu.

Daripada disuruh membersihkan toilet kamarnya atau pun mencuci kakinya Zheya lebih memilih dihukum berjemur sampai kepanasan di lapangan ataupun membawa ember air bolak-balik.

Tak jarang, saat Rheyana sedang marah besar dan emosinya meledak-ledak ia juga melampiaskannya kepada Xialie dan juga Zheya.

Rheyana pun tak segan-segan memerintahkan prajurit istana untuk mencambuk dan menyiksa Xialie menantunya dan Zheya cucunya.

Jika prajurit istana tidak mau mematuhi perintahnya maka ia akan mengancam mereka untuk melakukannya sendiri dengan hukuman yang ia berikan jauh lebih kejam lagi.

Karena ancaman tu terpaksa para prajurit pun menurutinya karena kasihan dengan istri dan anak kaisar, jika disiksa langsung dengan nenek tua gila itu.

Mereka hanya bisa berharap Kaisar Rembaya segera pulang dan menghentikan semua tingkah nenek janda itu.

Sampai pada 2 bulan setelahnya kaisar pun pulang dan mengetahui hal-hal gila yang sudah dilakukan ibunya pada anak dan istrinya, lalu ia pun melakukan hal yang sama dengan yang Xiziling lakukan sebelumnya.

Kaisar Rembaya memisahkan tempat tinggal ibunya dengannya dan membelikannya sebuah paviliun mewah, yang bertempat lebih jauh lagi tiga kali lipat dari tempat yang pernah disediakan ibu suri dulu. Tujuannya agar tak mengusik ketenangan keluarganya kecilnya.

Rheyana memang selalu tergiur dengan barang-barang yang mahal dan mewah, maka dari itu Kaisar Rembaya mengusirnya dengan halus menggunakan metode seperti itu.

Bahkan karena sifat ibunya yang menurutnya juga sangat suka mengganggu orang lain, jadi seberapapun mahalnya tak masalah baginya.

Sifatnya yang seperti itu juga menyebabkan ayahnya, suami Rheyana menceraikanya dulu karena tak tahan dengan sifat buruknya yang tak pernah berubah.

____________________________________________

Bayang-bayang dari mulai Zheya dan ibunya saat disiksa nenek sihir jahat itu dengan terus-menerus selama beberapa bulan pun menghantuinya saat ini. Padahal sekarang ini, kejadian itu sudah berlalu 2 tahun lamanya.

Tak hanya itu, trauma masa lalu Zheya yang selalu kehilangan orang tersayangnya juga kini menghantui dirinya, ditambah kondisi Miangji yang saat ini sedang keracunan dan belum mendapatkan penawarnya.

Keringat dingin terus membasahi keningnya, Zheya sangat merasa terusik dan gelisah di dalam tidurnya karena bayangan-bayangan suram itu, Zheya sudah bergerak ke sana ke sini membalikkan tubuhnya.

Semua hal sudah dicoba oleh Zheya untuk segera bangun dan menghilangkan kepingan puzzle trauma masa lalu itu, tetapi tetap saja semua upaya itu tak dapat menghilangkan bayangan-bayangan yang tiba-tiba terlintas dalam tidurnya itu.

Zheya pun semakin lama merasa tubuhnya panas seperti terbakar, seluruh kulitnya pun saat ini sudah memerah seperti daging tanpa kulit.

Zheya semakin tersiksa karena semua ini semua ini, Zheya merasa dirinya sudah pasrah dan menyerah karena usaha yang sudah dia lakukan terasa sia-sia.

Zheya sepertinya ia saat ini akan ikut bersama Miangji dan bertemu kakek dan neneknya di sana. Tetapi di puncak titik terlemah Zheya yang tidak bisa berbuat apa-apa saat itu, buku bergembok yang terletak di meja pun terjatuh dan kini tergeletak di lantai.

Buku kecil bergembok yang ia temukan di kamar besar itu, pada awalnya terlihat polos tanpa warna, tetapi pada saat terjatuh, warnanya berubah menjadi putih susu dengan gembok yang berwarna biru, dengan tulisan aksara kuno yang tidak ia mengerti di bagian sampulnya.

Dan benar saja, buku itu mengeluarkan cahaya kuning keemasan seperti yang Zheya lihat dan rasakan saat di awal saat melihat buku itu.

Aura keemasan dari buku yang tergeletak di lantai itu pun bersinar dan perlahan-lahan naik ke udara dan masuk ke tubuh Zheya melalui keningnya.

1
YuniSetyowati 1999
Daku masih fokus ikuti alurnya.
Semangat Thor 💪
YuniSetyowati 1999
Salam kenal Thor.Permisi mau numpang nongkrong di dunia halumu.Penasaran ama isi cerita dunia halu milikmu.
Cha Sumuk
msh blm paham dgn cerita nya
Murni Dewita
mantap thor
smngt
Murni Dewita
mnrik
smngt thor
Murni Dewita
mampir
Agatha cute📴
ceritanya bagus....
Filan
kenapa kadang zheya, kadang zheyara? orang yang sama kan?
Elang Merah: makasih udah mampir dan komen🙏 Sama ko, cuma kalo teksnya udh panjang jadi Zheya, nama panggilannya aja.
total 1 replies
Elzi Lamoz
latarnya keren banget
Pena Kusam
kenapa pakai tanda ( *) di setiap ucapan atau dialognya?
Pena Kusam
dibelakang kata persisnya apa tidak ada tanda titik ( .)
Elang Merah: thx, kurang koma.
total 1 replies
Ogeg iraeinn
cewek petakilan gini yak?🤣
naik ke atas pohon.
💫Tasya💫Alfarisi: hai kak salam kenal, aku Deep. GC Maniak Horor lagi Adain event baca berhadiah. Barangkali berminat, mangga di cek dulu syarat dan ketentuannya/Smile/
total 1 replies
Ogeg iraeinn
jendral lucknut, keponakan sendiri mo diracun.🤬
Pena Kusam
hmmm, jadi sasarannya ini si Zheya sebenarnya?🤔
Elzi Lamoz
ngeselin juga ni orang.
Frederick
Aduh, cliffhanger-nya bikin saya gak tahan nunggu, ayo lanjutkan thor!
Pena Fantasy: Hai, kamu!!.
Aku ada rekomendasi Novel baru nih buat kamu yang suka baca Novel Bergenre Fantasi, apalagi kalau suka tentang petualangan atau balas dendam. :)
Walaupun masih puluhan bab, tapi mungkin cerita ini bisa memenuhi selera kamu sebagai pembaca novel :)
total 1 replies
Hiro Takachiho
keren banget thor, aku suka karakter tokohnya!
Pena Fantasy: Hai, kamu!!.
Aku ada rekomendasi Novel baru nih buat kamu yang suka baca Novel Bergenre Fantasi, apalagi kalau suka tentang petualangan atau balas dendam. :)
Walaupun masih puluhan bab, tapi mungkin cerita ini bisa memenuhi selera kamu sebagai pembaca novel :)
total 1 replies
Dzakwan Dzakwan
Gokil abis!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!