Aku akan membalaskan dendam siapa pun yang dulu pernah menindas ku, tak kubiarkan jiwa ku yang terbangkit kembali menjadi lemah.
Mereka yang berani menindas tubuh ku, maka mereka akan mengalami yang lebih kejam dan sadis dari yang aku alami.
Jangan main main dengan ku, karna aku bukan Anna yang dulu lagi.
Karna Jiwa asli ku adalah Jennifer Bransteto.
Seorang wanita paling sadis dan kejam di dunia Mafia, itu lah aku Jennifer Bransteto Sang Queen Mafia Black Blue Reagers.
Tugas ku tidak hanya di satu reingkarnasi dunia pembalasan demdam, namun aku akan membalaskan dendam tubuh yang akan aku singgahi kelak, ini adalah misi ku, dan ini adalah hukuman ku.
Happy Reading..
Salam Hasanah 💓💓
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasnatul Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Sesampai nya di istana.
Anna kini di bawa menghadap Raja.
Anna melirik dua kakak perempuan nya yang tersenyum licik dengan tatapan benci, dan kakak laki laki ke tiga nya, pandangan mereka sama sekali tidak ada yang baik terhadap Anna.
Anna kembali melirik Raja dan Ratu, terlihat tatapan mata mereka bedua yang seperti marah besar.
" apa kau sudah selesai bermain main Putri ku Anna? " Ucap Raja dengan tatapan tajam.
Cih, dulu saja dia tidak pernah sudi mengucapkan Putri Ku, tapi dengan keadaan begini dia menganggap ku Putri nya?
Heh, sungguh lucu sekali!
Batin Anna tertawa sinis mendengar ucapan Raja kepada nya.
" seperti nya belum, karna yang ku tau.. di kerajaan ini aku hanya di anggap babu.. " Ucap Anna dengan senyum menyeringai kepada dua kakak perempuan nya dan satu kakak laki laki nya.
" apa maksud mu Anna! " Bentak Jino marah dengan kata kata Anna yang menusuk.
" lihat lah ayah, bagai mana cara bicara nya yang tidak sopan itu?! apa dia fikir dia hebat?! " Ucap Putri pertama bernama Kina.
" ya, benar itu ayah, dia juga telah membuat calon suami ku pindah lirik, aku sangat benci kepada nya! " Ucap Syifa marah.
Anna hanya diam dengan ekspresi santai, menganggap tidak terjadi apa pun.
" cukup! " Bentak Raja dengan tegas nya.
Hal itu cukup berguna untuk membungkam mulut nyinyir tiga orang yang tak suka kepada Anna.
" Anna.. aku tidak pernah berfikir, ternyata selain kau tidak bisa apa apa, bahkan kau sangat tidak berguna! " Ucap Raja membuat Anna mengernyit.
" hohh.. oh ya? kemampuan ke dua anak laki laki mu saja tidak akan sebanding dengan kemampuan ku Raja, apa itu yang kau bilang tidak berguna? " Ucap Anna dengan tatapan tajam nan dingin.
Sontak semua orang yang ada di ruangan itu kaget.
" apa yang kau maksud Anna! kau meremeh kan kedua kakak laki laki mu?! " Ucap Raja dengan nada tak percaya.
" yahh.. tapi aku tidak akan jahat kepada kak Kakao, karna dia baik kepada ku, namun tidak untuk manusia yang tak tau diri yang ada di dekat mu itu Raja! heh, payah! " Ucap Anna dengan nada meremeh kan.
" hey! jaga mulut mu itu Anna! " Bentak Jino yang langsung berdiri dari duduk nya.
Anna tersenyum miring dengan respon Jino yang sesuai dengan perkiraan nya.
" diam lah Jino, kembali lah duduk! " perintah Raja dengan tegas.
" tapi ayah, dia sudah sangat keterlaluan! " Jawab Jino yang geram terhadap Anna.
" diam lah, kalau dia sampai terbunuh, kau juga akan terbunuh, apa kau mengerti? " Ucap Raja memperingati.
Jino hanya diam menahan amarah nya dengan susah payah.
" haiss.. drama sekali, kalau ingin membunuh ku, ya sudah.. lakukan saja. Toh aku sudah banyak membunuh orang.. jadi untuk apa aku takut terbunuh? " Ucap Anna santai.
Kakao menatap Anna tak percaya, ia sungguh sangat tidak menyangka adik nya yang polos dan lemah lembut menjadi gadis yang penuh dengan aura hitam.
" Putri ku Anna.. sudah lah, jangan menantang kakak mu lagi, lebih baik kau siap siap untuk keberangatan mu ke kuil hari ini " Ucap Bunda Ratu dengan lembut.
Anna mengernyit bingung, Kuil? maksud nya? apa akan ada acara adat? atau hari suci?
Fikir Anna yang bingung dengan maksud Bunda Ratu.
" untuk apa aku ke kuil Ratu? " Ucap Anna bingung.
" hari ini, kau akan di tunangkan dengan seorang pangeran oleh pendeta, sesuai dengan ucapan ayah mu saat di sayembara kemaren. Bunda harap yang berbaik untuk mu nak.. " Ucap Bunda Anna dengan sangat lembut.
Anna membelalak kaget, what the hell..
Di seumur hidup Anna di jaman nya dulu, Anna sama sekali belum tunangan, bahkan tidak pernah pacaran, bagai mana mungkin di dunia baru nya dia harus tunangan di umur nya yang masih menginjak umur 14 tahun?
Ini pasti hanya lelucon.
...
jaman dl itu biasa. kedewasaan seseorang bukan di liat dari umur. pliis jgn salah kaprah!
jaman dl umur 11th pun banyak yg dah menikah. hal yg udh biasa.
makanya selain buat novel hrsnya baca sejarah jaman dl jg.
udah selesai ya
raja zein dah baikan sm permaisuri
karena itu memang raga permaisuri
jiwa anak dlm raga permaisuri gpp lah msh tetap perawan toh
jangan lah di tolak kyk gitu thor