***
1000 tahun yang lalu di sebuah kerajaan harimau dengan ratu bernama Alice harus terbunuh oleh kekasihnya sendri yang sudah berpacaran dengannya tiga tahun, dia di tusuk oleh kekasihnya bernama jaiden yang menyukai adik tiri dari Alice yaitu Bianca Jlleebbb
" Akkhh,,,,!
" hahaha,,, akhirnya aku akan menjadi raja harimau dan Bianca yang akan mengganti kan mu, wanita sialan,,,!
Degg,,,!
" t-tunggu pembalasan ku,!
Akhirnya Alice menutup mata dan meninggal dunia, disamping orang kepercayaannya yaitu Brayen
" tunggu ratu 1000 tahun lagi, kau akan kembali dengan reinkarnasi dari keluarga Anderson " bisik Brayen di telinga ratunya Tunggu kisahnya,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viie27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arkana jatuh cinta
Deg
Deg
Jantung Xavia pun sama seperti Arkana, dia seperti disengat listrik yang menyentuh tubuhnya, dia menatap Arkana penuh arti entah lah Xavia memikirkan apa tentang Arkana.
" Xavia,,,! Cari makan boleh, disini khas Jakarta apa ya " ucap Arkana ke arah Xavia yang masih menunduk itu
" akhh,,, sial ! Dia sangat menggemaskan, rasanya ingin gw Kurung aja di dalam kamar " batin arkana
Arkana baru pertama kali mempunyai perasaan terhadap wanita, dia juga memikirkan tentang mengurung Xavia ke kamarnya, harusnya kan dia menikah dahulu baru dia kurung di kamar.
" ah,,, iya Ar,? Ayo aku ngajak kamu ketempat seafood aja ya " ucap xavia ke arah Arkana
Mereka pun akhirnya meninggal kan pantai itu menuju tempat seafood, Arkana menaiki mobilnya bersama Xavia.
Dalam perjalanan Arkana melirik ke arah Xavia yang sedang memainkan ponselnya, dia tersenyum ke arah Xavia.
" Ar,,,! Ada apa kau terus menatap ku " ucap Xavia ke arah arkana
" ahh tidak via ! Kau cantik " ucap Arkana membuat Xavia tersenyum malu.
Tidak terasa mobil mereka sudah sampai di depan rumah makan seafood, mereka pun masuk dan langsung memesan makanan mereka.
" mbak,,,! Aku mau pesan yang terenak di disin " ucap arkana
" baik tuan, tunggu sebentar " ucap waiters
Arkana pun menunggu pesanan mereka, tatapan Arkana hanya lurus kedepan menatap via dengan lembut.
" via,,,! Apa kamu punya cowo " ucap Arkana
" hah,,,! Cowo,,, aku ngga punya cowo sama sekali, katanya pada jijik sama aku karna aku adalah cucu pembunuh " ucap Xavia lirih
" ssttt,,, kata siapa hah,! Aku menerima mu ko " ucap Arkana yang sudah menempel kan jari nya ke bibir Xavia
Xavia pun menutup matanya sebentar, dia menghela nafas panjang dan membuka lagi matanya, seakan dunia itu tidak adil banyak teman teman yang menghindari nya kecuali liona yang tidak menghindar darinya, apa salahnya hingga mereka membenci dirinya
" semua orang pasti punya masalah via, begitu pun dulu kakek mu dia mungkin terobsesi oleh kekayaan kedua orang tua aunty cahaya jadi dia tega membunuhnya, udah jangan sedih ada aku disini " ucap Arkana membuatnya via tersenyum
Setelah itu pesanan mereka pun datang, dan mereka juga menikmati makanan mereka, Arkana pun tidak sadar menyuapi makanan ya ke mulut via
" aaaaaaaa!
" ammmm,,,,!enak ini ,!
Via pun sadar langsung memalingkan pandangannya ke arah lain, dia Malu di tatap oleh Arkana yang memandang nya terus menerus.
" ngga usah malu kali " ucap Arkana yang sudah pindah di bangku sebelah via
Xavia pun jantungnya tidak bisa berhenti kala berdekatan dengan Arkana seakan ingin keluar dari tempatnya
" Ar,,! Bisa ngga kau kembali ketempat mu " ucap Xavia
" memangnya kenapa Vi!
" jantungku ngga bisa diam Ar,! Tolong lah,,,!
Arkana malah mendekat ke arah telinga via, membisikan sesuatu yang membuat Via terdiam
" aku jatuh cinta sama kamu Xavia " ucap arkana di telinga Xavia
Deg
Tubuh Xavia pun terdiam atas apa yang di katakan Arkana, dia memandang Arkana intens dan penuh arti disana
" via,,,! Ini kejujuran aku bukan aku karna modus, karna aku juga baru pertama kali merasakan tertarik dengan wanita, sebelum nya aku tidak berniat untuk pacaran waktu itu " ucap arkana
" hah,,,! Belum pernah merasakan pacaran, jadi ini kamu pertama kali merasakan jatuh cinta " ucap Xavia
Arkana mengangguk kan kepala membenarkan ucapan Xavia.
****
Berbeda di tempat liona yang sedang memulihkan kekuatannya, dia harus ke tempat Brayen agar kekuatan nya berangsur membaik.
Tap
Tap
Tap
" sayang,,,! Kamu mau kemana malam malam begini sayang" ucap cahaya
" mom,,! Aku perlu ketempat om Brayen, untuk memulihkan kekuatan ku, " ucap liona yang di anggukan oleh Cahya
" baiklah,,,! Hati hati ya sayang, kalau ada apa apa telepon mommy ya " ucap cahaya
" iya mom,,!
Setelah itu liona pun menaiki motor spotnya disana, meninggalkan mansionnya bergegas menuju mansion Brayen
Di mansion Brayen dia pun di kasih kabar oleh liona dia ingin memulihkan kekuatannya. Tiba tiba pintu pun di ketuk oleh seseorang yang tak lain adalah liona.
Tok
Tok
Tok
Ceklekk
" ayo ratu, saya akan memulihkan kekuatan mu " ucap Brayen
" ayo,,!
Liona dan Brayen pun menghadap kedepan dengan tangan bersentuhan, Brayen pun mengeluarkan aura hitamnya begitu pun liona mengeluarkan aura biru nya.
" sshhhh,,,!
" tahan ratu, sebentar lagi " ucap Brayen
Di balik pintu Anisa dan kedua anaknya pun melihat ayahnya mengobati liona di buat penasaran, sebenarnya siapa liona dan ada hubungan apa dengan ayahnya itu
" mih,,,! Papi ko ngobatin aunty liona, sebenarnya aunty liona tuh siapa sih mih " ucap sang putri
" aunty liona adalah reinkarnasi ratu harimau putih sayang, dia anak dari omma cahaya sayang " ucap Anisa yang memang belum mengatakan hati diri liona
" harimau mih,,! Jadi aunty liona seorang harimau " ucap sang putri
" ya,,! Begitu pun papihmu, sekor harimau hitam adalah pengawal dari aunty liona " ucapnya lagi
Mereka berdua hanya manggut manggut saja tidak memperpanjang pertanyaan nya itu.
" ratu ! Sudah selesai sebaiknya ratu menginap disini saja, sudah larut malam ratu " ucap Brayen
" iya! Sebaiknya aku disini dulu " ucap liona
Liona pun kembali ke kamar yang dulu pernah dia menginap disini, dia langsung merebahkan tubuhnya di kasur.
Esok harinya
Disini diruang makan mereka pun sedang menikmati makan pagi bersama keluarga dari Brayen, disana Ivanka dan Aurelia yang makan bersama liona di buat heran oleh kedua anak dari Brayen
" Ivanka, aurelia ada apa nih! Kenapa menatap aunty seperti itu " ucap liona menatap anak bocah SMP itu
" e-engk ko aunty, ko tumben aunty ada di rumah kita " ucap aurelia
" maaf ya tadi malam aunty kemalaman jadi aunty nginap disini deh " ucap liona
Ivanka dan Aurelia pun hanya memandang sekilas liona dan melanjutkan makanan mereka yang terhenti.
" mau aunty anter sekolah nya " ucap liona ke arah dua gadis itu
" boleh,,,! Kalau tidak merepotkan aunty ! " ucap Ivanka
" tidak sama sekali " ucap liona
Akhirnya mereka pun di antar pakai mobil milik Brayen, semalam liona memakai motor sport milik nya.
" ayo,,! Keburu nanti telat " ucap liona
Mereka pun masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan menuju sekolah Ivanka dan Aurelia.
Mereka pun sudah sampai di gerbang sekolah banyak yang melirik ke arah liona, ada tatapan iri dan juga terpesona
" kalian punya musuh disini " ucap liona ke arah kedua gadis itu
" t-tidak ada aunty !
" jangan bohong sama aunty, disebelah sana kan tuh musuh yang suka bully kamu, tenang disini ada aunty !
Liona pun maju ke arah anak SMP yang tampangnya seperti Tante Tante itu dan menatap nya dengan tajam, seakan ingin membunuh
" hey,,,! Kau,, mau jadi wanita penghibur atau mau belajar hah,! Dandan ko kaya Tante Tante !
Seisi satu sekolah mentertawakan gadis SMP itu saat liona mengatakan sejujurnya dengan lantang
" hahahaha,,,!
Bersambung
saya sukaaa..lanjutkan