cinta itu tertoreh begitu dalam di hati seorang pria tampan berusia 25 tahun bernama Ali Sulaiman Akbar kepada kakak sahabat karibnya sendiri...Zarima Arwha Rushady sejak lama.
cinta yang mampu mengubah sosoknya yang begajulan dan selengekan menjadi seorang pribadi yang religius, karena ia yang memutuskan menuntut ilmu agama di pesantren demi memantaskan dirinya untuk cintanya itu.
Namun...setelah mendengar berita pernikahan Zarima, mampukah Ali menggapai dan mewujudkan cintanya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10 suami istri
Pukul satu malam, Ali nampak masuk kedalam kamar Zarima dengan pelan pelan sekali
ia kira Zarima telah tidur, dan ia takut ia akan membangunkan gadis yang telah sah menjadi istrinya sejak tadi pagi itu.
Ia baru masuk kamar karena sengaja ngobrol dengan Mumtaz dan teman temannya yang lain juga sauadara saudara Zarima yang lain.
Itung itung ia mencoba mengenalkan diri dan juga mengakrabkan diri kepada saudara saudara istrinya itu.
Tapi ternyata ia salah, Zarima masih nampak duduk di kursi depan meja riasnya.
Dan sungguh pemandangan Zarima di depan sana tanpa memakai hijabnya membuat Ali semakin berdesir di dalam hatinya.
Berkali kali ia mengerjap ngerjapkan matanya, meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini bukan mimpi.
Bertahun tahun mengagumi Zarima tak pernah sekalipun ia melihat Zarima tanpa hijabnya.
Dan sekarang...
MasyaAllah...cantiknya dia.....bisik Ali dalam hati terpukau dengan kecantikan Zarima yang dapat ia lihat dari pantulan cermin.
Gadis itu sepertinya baru saja keluar dari kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Kini ia nampak menyisir rambutnya yang panjang.
Ia sepertinya belum menyadari kehadiran Ali yang kini telah menjadi suaminya itu.
Perlahan Zarima mengangkat pandangannya, ia melihat Ali dari pantulan kaca di depannya dengan jelas.
Pria itu seakan tengah menatapnya lekat lekat...mata keduanya saling bertemu dari pantulan kaca. Sadar ia tak memaakai hijab, seketika Zarima menjadi panik bukan main,
Matanya kesana kemari seakan mencari sesuatu. Sadar dengan apa yang sedang di cari oleh gadis di hadapannya itu...secepat kilat Ali melangkah dan meraih hijab Zarima yang ada di atas tempat tidur kemudian menyembunyikan hijab itu di balik tubuhnya.
Zarima yang telah berdiri hendak mengambil hijab yang ada di atas tempat tudur sedikit kebingungan dengan apa yang sedang di lakukan laki laki di hadapannya itu.
Zarima benar benar menahan malu setengah mati, ini pertama kali baginya tanpa hijab di hadapan laki laki selain bapaknya dan adiknya, Mumtaz....
" kembalikan...."
" apanya...."
" itu yang kamu sembunyikan, kembalikan....kenapa di sembunyikan....?! " Zarima berkata semakin ketus
" siapa yang sembunyikan....kamu yang kenapa, kenapa coba minta ini ?! " tanya Ali jail, ia rasanya sangat senang dengan situasi ini.
Ia merasa sudah begitu dekat dengan gadis yang ia cintai itu.
Zarima meruncingkan alisnya.
" ya aku pakelah..."
" kenapa di kamar make hijab....sembunyikin rambut kamu dari aku, kamu lupa kita udah nikah pagi tadi " Ali terus saja menggoda Zarima yang mukanya udah semerah tomat.
" enggak...kenapa harus di sembunyiin, kamu pikir aku malu sama kamu...enggak ya...." jawab Zarima sembari melangkah menuju almari pakaiannya.
Ia sangat dongkol dengan sikap Ali padanya.
Hampir saja Zarima sampai di almari pakaiannya, tapi Ali tiba tiba berdiri di hadapannya dan seketika membuat Zarima mundur.
" kamu apa apaan sih..." bentak Zarima sedikit keras pada Ali, ia benar benar jengkel dengan tingkah Ali itu
" apa apaan apa sih....kamu yang apa apaan ! " jawab Ali asal sembari mengedikkan bahunya
" kamu yang senggol senggol kok " Zarima tak terima
" terus kenapa kalau aku senggol senggol, yang aku senggol senggol juga kamu, bukan cewek lain..." jawab Ali asal.
" awas aja kalau rambutnya di tutup lagi....aku mau mandi, gerah banget aku deket deket kamu..." kata Ali sambil masuk ke kamar mandi, tak lupa ia mengambil pakaian yang ada di atas kursi.
Bibirnuya menyunggingkan senyum mengingat siapa yang sudah pasti menyiapkan pakaian itu untuknya.
" awas ya rambutnya di tutup lagi...." Ali masih sempat melanjutkan ancamannya sebelum benar benar masuk kamar mandi.
" apa sih dia.....gak jelas banget..." oceh Zarima dalam hati, tapi....ancaman Ali aktif juga.
Nyatanya ia yang tadi tetap mengambil hijabnya yang Ali letakkan di pinggiran kursi, tak jadi memakainya karena ingat ancaman laki laki itu.
Akhirnya Zarima hanya menyimpan hijab itu dan ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Hampir lima belas menit Ali berada di dalam kamar mandi hingga akhirnya ia keluar.
" eh eh eh....mau apa ?! " Zarima sedikit terpekik karena merasakan pergerakan di sisi ia tidur
" tidurlah....ini sudah malam, aku ngantuk..." jawab Ali enteng tak menghiraukan ekspresi Zarima yang sangat tegang. Bahkan gadis itu kini sedikit membangunkan tubuhnya.
Membuat Ali yang menatap wajahnya kembali terasa tersihir dengan cantiknya wajah gadis di hadapannya itu.
Ya Allah....masyaAllah cantiknya istri hamba....puji Ali dalam hati.
" kamu mau tidur ?! " tanya Zarima
" iya ..."
" di sini....?! "
" lha kamu tidur di sini...ya aku ikut kamu dong tidur di sini, kenapa emang...."
" kok di sini...kok ikut aku....? " Zarima berkata seperti orang tolol saja, ia benar benar di buat tak bisa berpikir oleh Ali.
" ya iyalah tidur ikut kamu, masak iya ikut tetangga.,.kamu istri aku, aku suami kamu....kita suami istri. Sementara ini masih di rumah kamu, ya aku ikut tidur dimana kamu tidur lah....ya kan....." kata Ali tanpa merasa bersalah sama sekali, ia membaringkan tubuhnya begitu saja di samping Zarima.
" mau kemana....tidur, atau aku buat kamu nggak usah tidur sekalian " kata Ali kemudian sambil memegang pergelangan tangan Zarima begitu merasakan gadis itu hendak bangun.
Zarima semakin di buat jengkel setengah mati dengan perilaku Ali itu. Tapi ia menurut juga, meski dengan posisi membelakangi...setidaknya Zarima tetap berbaring bersisihan dengan Ali.
Sementara Ali, laki laki 25 tahun itu menyunggingkan senyumnya.
sabar Ali.....hanya tinggal waktu saja, yang jelas dia milikmu sekarang...