Zafirah Alfiani Putri berprofesi sebagai seorang bidan. Ia memiliki karakter yang baik, ramah, dan memiliki sifat kepedulian. Akan tetapi ia memiliki karakter yang tertutup disosial media dan juga cuek. Sejak ia hijrah dibangku menengah pertama ia begitu membatasi pergaulannya dengan lelaki yang bukan mahramnya. Zafirah bukan alumni pesantren tetapi ia berprinsip akhlak, kegiatan dan ibadahnya harus mencerminkan bahwa ia muslimah yang taat pada Allah.
Irsyad Akmali Fikri berprofesi sebagai seorang polisi, ia juga ikut dalam mengurus perusahaan ayahnya karena ia merupakan anak lelaki satu-satunya didalam keluarganya. Irsyad dari kalangan pesantren dan setelah lulus melanjutkan diakademi kepolisian. Ia memiliki sifat yang dingin dan tegas tetapi dibalik itu ia akan bersikap baik, ramah, perhatian pada orang terdekatnya.
Zara yang dari dulu takut dengan seorang polisi namun takdir jodoh membawanya menjadikan Irsyad menjadi suaminya.
Bismillah
yuk baca kisahnya!
Semoga kalian suka ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gusliana Saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran
Zulfa yang berada di samping zara terkejut mendengar teriakan zara begitupun keponakannya
"Aunty.... aunty kenapa?" panik salsa
"Zara kamu kenapa?" ucap zulfa
"Ha, enggak aku enggak kenapa-napa kok"
Mereka pun melanjutkan perjalanannya perjalanannya. tidak lama kemudian mereka pun sampai, pada saat itu telah masuk waktu maghrib
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" ucap mereka semua bersamaan
"Wah cucu-cucu opa kelihatannya bahagia nih" ucap Fatir
"Iya dong opa, opa sih nggak ikut" jawab Adam
"Ya gimana dong opa kan ada kerjaan jadi nggak bisa ikut kalian deh" Fatir memasang muka sedih
"Nanti deh kalau opa nggak sibuk lagi biar salsa yang temenin opa keliling dunia, dimana aja opa mau biar Salsa bawa Opa" celetuk Salsa membuat semua orang yang mendengarnya terkekeh
"Sudah adzan tuh, yuk kita shalat dulu" ucap Fatir
Sementara zara dan mbak sinta berada di dapur menyiapkan masakannya karena mereka datang bulan sehingga merekalah yang melanjutkan pekerjaan sedangkan mama kinan dan mbak lisa melaksanakan shalat terlebih dahulu.
"Mbak kok kita masaknya banyak banget ya, spesial gini lagi emang siapa sih mbak yang mau datang?
"Nanti juga kamu tahu ra, udah kita lanjut aja masaknya?
Zara dan mbak sinta pun kembali memasak. Zara terlihat lihai dalam memasak. Sudah tidak diragukan lagi bagaimana rasa masakannya. Waktu pun berlalu masakan mereka hampir selesai
"Wah, udah mau selesai aja nih" Ucap mama kinan yang baru datang bersama lisa
"Hehehe iya nih mah, mbak lisa. udah, sekarang ibunda ratu silakan duduk saja ya menunggu masakannya selesai" ucap zara
Setelah semuanya selesai kinan meminta zara untuk segera bersiap-siap mengganti pakaiannya. Namun, zara merasa sedikit ada aneh.
"Loh mah, kok mama suruh zara siap-siap segala lagi untuk apa mah? tanya zara
"Sudah sana kamu siap-siap ya" ucap mama sedikit mendorong pelan punggung zara agar anaknya segera melangkahkan. Tidak mau ambil pusing akhirnya zara pun bersiap-siap
Sekarang keluarga pak herman telah berada di pekarangan rumah zara.
"Asyad Ayo kita masuk" mengajak Irsyad untuk segera menghampiri rumah zara
"Iya mah, mama sama papa duluan aja. Nanti asyad nyusul kok"
Sementara Irsyad masih berada di dalam mobil, ia masih mengatur nafasnya entah mengapa ia merasa gugup pada acara lamarannya sendiri. Ia takut bagaimana reaksi seorang wanita yang akan ia lamar.
mama sarah dan suaminya berada di depan pintu rumah zara tepat pukul 20.00 wib terdengarlah ketukan pintu rumah sembari mengucapkan salam. Saat itu zara tengah berada di ruang tamu ia sedang menata kue di meja.
"wa'alaikumussalam" jawab zara
Ceklek
"eh tante sarah, om" kemudian zara mengulurkan tangan pada Sarah untuk bersalaman dan menangkupkan tangan di dada sebagai tanda salam pada Herman. Herman yang mengerti hanya mengangguk dan tersenyum pada zara
"Silakan masuk tante, om"
"tante, om duduk dulu ya, zara panggilkan mama sama ayah dulu. permisi ya om, tante" Ucap zara dengan sopan
Herman yang melihat zara begitu sopan dan lemah lembut serta tutur kata yang baik merasa tersentuh terhadap perlakuan zara.
"pah, Irsyad mana sih pah, kok belum muncul-muncul juga tuh anak" ucap sarah
"Bentar lagi irsyad pasti datang, biasalah kalau lagi lamaran tuh bawaannya gugup. Mungkin dia menenangkan diri dulu" jawab herman
"eh, tamunya udah datang ya" ucap Kinan memeluk sarah
"Loh, kamu fatir kan? Ucap herman
"iya, kamu..... herman ya?
"aku nggak nyangka kita akhirnya ketemu lagi" ucap Herman memeluk sahabatnya yang telah lama tidak berjumpa
"loh, papa kenal sama papanya zara? Tanya sarah karena seingatnya ia tidak pernah pergi bersama herman saat berkunjung ke rumah kinan
"iya. jelas kami kenal, kami ini bersahabat sejak kuliah" jawab fatir
"jadi zara ini anak Kamu tir?" tanya herman, Fatir hanya mengangguk
"Wah bakal jadi besanan dong kita tir" ucap Herman
Sedangkan zara yang baru muncul membawa minum terkejut mendengar pembicaraan herman pada ayahnya
"Insya Allah, Sepertinya iya man" jawab Fatir
Sementara di luar Irsyad masih berada di dalam mobilnya sedang mengatur nafasnya
Huff
"Bismillah" ucap Irsyad berjalan segera menghampiri orang tuanya
"Assalamualaikum" terdengar suara laki-laki
"wa'alaikumussalam" jawab mereka semua dan memandang kearah sumber suara.
semua telah berkumpul diruang tamu, termasuk zara. Namun, zara masih setia menundukkan kepalanya ia sedang berperang dengan pikirannya sendiri.
"kok aku rasa ada yang aneh ya. Terus tadi om herman mengatakan akan jadi besanan, kata besanan itu kan pasti ada yang akan menikah. Siapa lagi coba yang nikah di keluarga ini, sementara mbak kan udah nikah, anak-anak mbak sinta dan mbak lisa juga kan masih kecil. Apa jangan-jangan....." begitulah pikiran zara. Namun saat ingin melanjutkan perkataan batinnya tiba-tiba terdengar nama seseorang
"Irsyad. Alhamdulillah kamu sudah datang sini duduk" ucap papanya
Setelah mendengar nama yang tidak asing bagi zara, zara langsung menatap kearah tamunya. Dan intens mereka kembali bertemu.
"Pak Irsyad" ucap zara yang terkejut melihat makhluk singa didepannya
"kamu" ucap Irsyad
"Kalian sudah kenal?" tanya Kinan
sementara yang ditanya hanya terdiam.
"Zara?" tanya Kinan
"I-iya mah, kemarin pak Irsyad itu polisi yang sudah nahan zara mah" ucap Zara membuat sarah terkejut dan takut ia tidak mau hanya masalah ini membuatnya gagal menjadikan zara sebagai menantunya.
"Asyad. Kamu kenapa nahan zara" tanya sarah
"Hanya kesalahan pahaman mah" dengan wajah datarnya tanpa merasa bersalah.
"Apa katanya hanya kesalahan pahaman. Dia sama sekali tidak merasa bersalah gitu, jelasin kek kejadiannya, terus mukanya datar banget seperti semen dinding perlu diberi cat kali ya biar berwarna hidupnya" batin zara
"udah-udah lupakan saja masalah yang sudah berlalu. Sekarang kita mulai saja maksud dan tujuan kami kesini" ucap Herman disetujui oleh fatir
"Jadi begini maksud dan tujuan kami datang kemari ingin menyampaikan niat baik kami kepada keluarga pak fatir dan juga bu kina, saya sebagai wali Irsyad akmali fikri ingin melamar pak fatir dan juga bu kinan untuk menjadi istri Irsyad anak kami" ucap herman
Sementara zara yang mendengar penuturan herman membuatnya terkejut dan seketika sekujur badannya terasa lemah. Ternyata yang ia pikirkan bahwa yang akan dilamar itu dirinya sendiri, dan lebih takutnya lagi apa yang harus ia jawab sekarang, sementara yang melamarnya adalah seorang polisi yang jelas-jelas sulit untuk zara terima karena rasa takutnya.
Namun, zara menoleh kepada kedua orang tuanya ia melihat raut wajah yang menggambarkan kebahagiaan, membuat Zara semakin bimbang dengan keputusannya.
"Bagaimana apakah lamaran kami diterima?" tanya herman
"Untuk keputusan ini kami menyerahkan pada zara karena pada dasarnya zara lah yang akan menjalaninya" jawab ayah zara denga bijak
"Ayah serahkan sama kamu zara ayah tidak ingin memaksa jika kamu tidak mau. Bagi ayah kebahagiaan orang tua itu ketika melihat anaknya bahagia. Tapi pesan ayah, ayah ingin kamu pikirkan baik-baik dalam menentukan keputusan jangan gegabah nak dan ingat sertakan Allah dalam setiap segala urusan kamu" ucap Fatir lagi.
Herman yang mendengar Fatir merasa bangga terhadap sahabatnya ini dari dulu sampai sekarang Fatir tidak berubah bahkan dengan sikapnya mampu membimbing keluarga termasuk anak-anaknya. Sementara Irsyad tengah dilanda kegugupan akan jawaban yang diberikan zara. Entah kenapa ia merasa gelisah jika lamarannya ditolak
"Maaf sebelumnya, tolong berikan zara waktu untuk menjawab lamaran ini. Sebab zara belum bisa memberikan jawaban saat ini. Zara minta kelapangan hati dan waktu kepada tante, om dan pak irsyad untuk memantapkan hati Zara terlebih dahulu sebelum memutuskan perkara ini" jawab zara dengan hati-hati dan agar terdengar sopan
"Iya zara, silahkan kami mengerti perasaan kamu" ucap Sarah
"jangan terlalu kamu jadiin beban pikiran ya zara" canda herman
Zara yang mendengar respon orang tua Irsyad merasa lega, ternyata mereka dapat mengerti keadaan zara.
"ya udah ayok kita makan dulu yuk" ucap kinan
"Tenyata ada lagi sajian makanannya" ucap herman
dimeja makan telah tertata dengan rapi berbagai makanan.
"nak Irsyad bisa pimpinan doa sebelum kita makan?" tanya Fatir, sambil ngetes calon menantunya. Irsyad pun menyetujuinya
Mereka makan dengan hening tanpa ada yang berbicara. Hanya dentingan demi dentingan yang terdengar.
Makan sambil berbicara adalah kegiatan yang diperbolehkan dilakukan umat muslim. Bahkan dianjurkan jika dapat mencairkan suasana dan menyenangkan orang-orang yang makan bersama. Walaupun demikian, hendaknya tetap menjaga adab ketika berbicara saat makan.
Sedangkan dalam medis : Berbicara sambil makan, akan membuat makanan secara tidak sengaja masuk ke dalam trakea karena epiglotis sedang terbuka. Sedikit makanan yang masuk ke trakea dapat memicu reaksi batuk, untuk mencegah masuknya makanan lebih dalam ke saluran udara dan paru-paru.
Setelah acara makan selesai mereka kembali berbincang.
"kamu emang jago banget ya masak nan" ucap sarah
"ini tuh bukan aku yang masak sarah" jawab Kinan
"terus kamu beli dimana?"
"bukan beli. semua ini dimasak sama calon mantu kamu sama kakaknya" ucap Kinan sengaja ingin menggoda anaknya
Irsyad yang mendengar bahwa makanan yang ia makan dengan lahap tadi adalah hasil dari makanan zara, membuatnya merasa malu.
"wah, zara belum jadi suami aja sudah kesemsem sama masakan kamu lahap lagi makannya, suatu kemajuan nih zara" canda herman, sengaja menyindir Irsyad
Sementara irsyad yang merasa disindir hanya memasang muka datarnya menatap kearah zara, sementara jika berhadapan dengan kedua orang tua zara memasang wajah penuh keramahan.
"Tante"
"iya sayang"jawab sarah
"ara mana ya tan?" tanya zara, ia tidak melihat anak kecil sedari tadi
"oh ara tadi itu dia mau ikut, cuman nggak jadi dia lagi nemenin uminya dirumah"
" ara? Kenapa zara seperti mengenal ara. Mereka kenal dimana" batin Irsyad
...----------------...
...Be continued ...
Alhamdulillah masih dibaca kak
masih suka nunggu notif
terimakasih sudah update sukses sehat selalu buat semuanya aamiin
cukup paham mungkin juga sibuk didunia nyata
atau kadang mood yang berantakan karna situasi yang ga kondusif
apalagi rating kurang memuaskan
hah
entah saya suka tulisannya
masih menunggu updatenya
mohon diselesaikan jangan gantung
yang ada saya sebagai pembaca jadi hantu penasaran
bisa saja sih nyambung cerita sendiri
atau ga peduli ah kan hanya sekedar bacaan tapi gimana
ah ya sudahlah ga bisa maksa juga terimakasih karyanya
semoga sukses sehat selalu aamiin