NovelToon NovelToon
Tersadar Cinta

Tersadar Cinta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:38.5k
Nilai: 5
Nama Author: mom mimu

Kisah seorang mahasiswi, berasal dari keluarga berada dan di jodohkan paksa dengan seorang pengusaha muda tampan dan berbakat. Namun sayangnya mereka tidak saling mencintai, hingga akhirnya beberapa peristiwa membuat hubungan keduanya berubah setelah kehadiran orang ketiga...

Akan kah keduanya saling mencintai, atau semakin membenci...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom mimu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10.

Akhirnya ijab kabul pernikahan pun selesai dan di lanjutkan acara resepsi. Tanpa mereka sadari sejak pesta berlangsung, ada sepasang mata yang melihat benci ke arah Lulu dan keluarganya. Setelah puas melihat apa yang tersaji di depan matanya, seseorang itu pergi menemui orang suruhannya.

"Pastikan mereka berdua tidak melakukan apa pun malam ini! awasi terus segala gerak-gerik keduanya!" Perintah seseorang tersebut, yang tak lain Thalita.

"Baik, Nona! kami pasti akan mengawasi mereka dengan baik!" Sahut orang suruhan Thalita.

Pesta telah berlalu dan selesai. Saat ini Lulu tengah duduk di depan meja rias sambil melepaskan beberapa aksesoris yang dia gunakan saat pesta berlangsung. Selesai dengan itu, Lulu bangkit dari duduknya dan berniat membersihkan diri ke kamar mandi.

"Sepertinya berendam di air hangat enak, deh!" Gumam Lulu seraya menghampiri kamar mandi.

Ceklek....

"Aaaaaaa!" Jerit Lulu setelah melihat seseorang yang tengah mandi tanpa menggunakan apa pun di hadapannya.

"Astaga! hei! kamu bisa mengetuk pintunya dulu, kan! arghh!" Gerutu Devin seraya meraih handuk dan melilitkannya di pinggang.

"Siapa suruh tidak mengunci pintunya, aku kan tidak tau kalau kamu lagi mandi!" Sahut Lulu seraya memejamkan kedua matanya.

"Haist! ya sudah, kamu tunggu dulu saja di luar, aku sebentar lagi selesai, ko!" Seru Devin.

Beberapa menit kemudian, Devin benar-benar sudah selesai dengan ritual mandinya. Dia segera menghampiri koper pakaiannya dan memilih piyama yang akan dia kenakan malam itu.

"Hoam, benar-benar melelahkan! gadis bar-bar itu masih lama gak, ya? ah, masa bodo, deh!" Gumam Devin yang begitu mudahnya terlelap menuju alam impian.

Ceklek...

"Haduhh, kenapa aku bisa lupa bawa baju ganti, sih! untung pria aneh itu sudah tidur! sebaiknya aku bergegas aja, deh!" Batin Lulu seraya berjalan berjinjit.

Saat Lulu hendak kembali ke kamar mandi, tanpa sengaja kakinya tersandung pada ujung tempat tidur. Alhasil tubuhnya hilang keseimbangan dan terjatuh tepat di atas tubuh Devin yang tengah tertidur terlentang.

Bruk...

"Awww..." Pekik Devin seraya membuka kedua matanya.

"Ya Tuhan, kenapa aku harus jatuh di atas tubuh pria ini, sih?" Batin Lulu.

"Hei, kamu sedang apa? jangan bilang, kamu menginginkan malam pertama dengan ku, ya?" Ucap Devin yang langsung di hadiahi sentilan di keningnya.

"Awwww! dasar gadis nakal?" Rutuk Devin seraya mengusap keningnya yang Lulu sentil.

"Kamu yang nakal! mesum pula lagi! udah tau aku jatuh! bukannya menolong malah ngomel gak jelas!" Gerutu Lulu seraya mencoba beranjak dari tubuh Devin. Namun handuk yang di pakainya itu, ternyata sudah longgar dan melorot begitu saja.

"Aaaaaaa! tutup matamu! Mama, kenapa aku begitu sial hari ini!" Rengek Lulu seraya membenarkan handuknya dan berlari ke arah kamar mandi.

Tanpa sadar, Devin menyunggingkan senyum di bibirnya. Pria lebih tua dua tahun dari Lulu itu merasa sedikit terhibur dengan tingkah konyol istri barunya.

"Dasar gadis bar-bar," Gumam Devin seraya kembali ke posisi awal untuk melanjutkan tidurnya.

Selesai mengenakan pakaian tidurnya, Lulu menghampiri tempat tidur dan kebingungan sendiri.

"Aku harus tidur dimana sekarang? aku gak mau tidur dengan pria mesum itu, yang ada nanti aku.... ih, sebaiknya aku tidur di sofa aja, deh!" Gumam Lulu seraya mengambil satu bantal lain serta selimut dari ranjang yang Devin tiduri.

Dengan begitu hati-hati, Lulu menarik selimut yang sedang di kenakan Devin. Setelah berhasil, Lulu segera membawanya ke sofa untuk menutupi tubuhnya dari dinginnya malam.

"Hm... hangat, sebaiknya aku segera tidur, besok pagi aku akan pulang ke rumah dan meminta Luna untuk menonton film horor," Gumam Lulu sebelum akhirnya terlelap ke alam mimpinya.

Semakin malam, udara di hotel yang saat ini Lulu dan Devin singgahi semakin terasa dingin. Tak sedikit dari penghuninya yang menarik selimut hingga menutupi seluruh badan agar tetap hangat. Lain halnya dengan Devin, pria tampan yang satu ini malah kebingungan mencari selimut yang semula dia gunakan.

Setelah tau siapa tersangkanya, Devin turun dari tempat tidur dan menghampiri Lulu yang tengah tertidur damai. Awalnya pria tampan itu ingin menjahili gadis bar-bar yang kini sudah menjadi istrinya itu. Namun entah mengapa, niatnya itu menjadi urung setelah melihat wajah damai nan cantik yang tengah terlelap.

"Ternyata dia bisa secantik ini juga saat tidur! astaga, tidak Dev, cuma Thalita yang paling cantik! kamu tidak boleh mengkhianatinya!" Batin Devin seraya kembali ke niat awalnya untuk merebut kembali selimut dari Lulu.

"Awas ya kalau kamu berani merebutnya, aku akan hajar kamu sampai babak-belur!" Gumam Lulu dengan mata tetap terpejam.

"Astaga, sepertinya gadis bar-bar ini sedang mengigau! aku harus cepat mengambil kembali selimutnya!" Batin Devin seraya menarik perlahan selimut yang tengah di gunakan Lulu.

Karena merasa terusik, Lulu membuka kedua matanya dan mendapati wajahnya yang begitu dekat dengan seseorang.

"Aaaaaaa!!! Mama, dasar pria mesum, kamu pasti mau berbuat macam-macam, kan padaku! dasar bajingan, brengsek!" Rutuk Lulu seraya memukul-mukul Devin menggunakan bantalnya.

"Hei! Hei, hentikan! aku cuma mau mengambil selimut! cepat hentikan, kalau tidak, aku akan mencium kamu lagi seperti waktu itu!" Ancam Devin yang berhasil membuat Lulu diam tak berkutik.

"Awas saja kalau sampai berani! lagi pula kamu sudah enak tidur di kasur, kenapa malah datang ke sini?" Sewot Lulu.

"Hei, gadis bar-bar! jaga pikiran kotor mu itu, aku datang ke sini cuma untuk mengambil selimut, bukan untuk mendekati kamu, paham! sini, sekarang giliran aku yang pakai selimutnya!" Sahut Devin seraya merebut selimut yang masih Lulu peluk erat.

"Gak boleh! kamu kan bisa matikan AC nya, lagi pula, aku sudah mengalah tidur di sofa! jadi kamu gak boleh ambil selimut ini!" Cegah Lulu.

"Siapa suruh tidur di sofa? atau kamu takut tidak bisa menahan diri dari pesona aku, ya? kamu takut khilaf dan menjamah tabuh atletis ku ini, kan?" Ucap Devin percaya diri.

"Ya ampun, kenapa aku bisa menikah dengan orang mesum kaya kamu, sih!" Gumam Lulu.

"Dengar, ya! yang ada, aku itu takut kamu yang khilaf seperti beberapa hari yang lalu. Apa lagi kamu sepertinya sudah terbiasa tidur dengan wanita yang waktu itu kamu bilang kekasih masa kecil mu, itu ya! ish... kenapa aku jadi merinding, ya!" Gerutu Lulu seraya mengusap sendiri kedua lengannya.

"Hei, jaga ucapan mu! Thalita tidak seperti itu. Kamu tidak boleh menilainya sembarangan!" Sahut Devin.

Dilain tempat, di sebuah ruangan yang terpajang beberapa monitor pengawas. Ya! tempat itu adalah ruangan CCTV. Seseorang dengan anggunnya tengah terduduk dengan segelas wine di tangannya.

Wanita berpostur bak biola Spanyol itu terlihat begitu santai seraya menyaksikan setiap adegan-adegan yang di suguhkan lewat beberapa layar monitor di depannya.

"Heh! dasar gadis tak tau diri, berani-beraninya dia merayu Devin ku! untung, Devin tetap menjaga hatinya untukku! marmut kecil sepertinya, pasti tidak akan bertahan lama berada di samping Devin!" Kelakar Thalita seraya menyeruput kembali winenya.

"Nona, apa perlu kami beri gadis itu pelajaran?" Sahut anak buah Thalita yang berdiri tak jauh dari tempatnya terduduk.

"Jangan sekarang! aku harus membuktikan dulu ucapan Devin! karena dia sendiri yang sudah berjanji, maka aku akan menunggu hari itu tiba!" Ucap Thalita seraya meninggalkan ruangan pemantau tersebut.

...----------------...

Kembali ke kamar hotel. Lulu masih berseteru memperebutkan selimut dengan Devin. Keduanya sama-sama tak mau mengalah dan kukuh dengan keinginannya. Hingga akhirnya Devin menarik selimut itu dengan sekuat tenaganya. Alhasil, tubuh Lulu yang jauh lebih kecil darinya itu pun terbawa tertarik hingga menindih tubuh Devin yang terjungkal ke belakang.

Cup...

Kedua ceri merah milik Devin dan Lulu pun akhirnya bertemu kembali. Cepat-cepat Lulu beranjak, dia tidak mau kejadian beberapa waktu lalu terulang lagi.

"Ka...kamu pakai saja selimutnya, lagi pula ini sudah hampir subuh, aku akan mandi dan bersiap saja! pagi ini aku akan pulang ke rumah Mama untuk membuat tugas, jadi kamu bisa pergi dengan tenang setelah aku pulang!" Ucap Lulu seraya berlalu ke kamar mandi.

Brak...

Entah mengapa, degup jantung Lulu seakan memompa lebih kencang saat berciuman tadi. Pipinya yang seputih susu pun bersemu merah merona.

"Ya Tuhan, aku tidak mungkin menyukainya, kan? tidak, tidak! aku masih punya Jimmy! aku tidak boleh terbawa perasaan, sebaiknya aku harus menghindarinya mulai sekarang!" Batin Lulu seraya mencuci wajahnya.

"Hu... ternyata bibirnya semanis ini meski baru bangun tidur!" Batin Devin seraya mengusap bibirnya yang baru saja bersentuhan kembali dengan ceri merah milik Lulu.

"Astaga, Dev! ayolah, kenapa aku jadi memikirkan gadis itu lagi, sih! sepertinya aku harus menjaga jarak darinya mulai saat ini!" Batin Devin seraya berjalan ke arah balkon.

.

.

.

.

.

Jangan bosan untuk beri dukungan like, komen, gift dan votenya ya guys... See you next bab... 😘

1
Roro
bisa aja pak heru pakai pura pura sakit segala
Aprilia
Lumayan kan menghibur🤭
Aprilia
Panik dehhh panik🤣
Anita Jenius
Cicil baca sampai sini dulu ya .
3 like mendarat buatmu thor. semangat ya.
Anita Jenius
Salam kenal kak..
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Jimmy psikopat, 5 🌹 untukmu Thor
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
gimana sih, seharusnya devin, knp jadi luis yg nolong... duh jadi bimbang antara luis atau devin yg pantas buat Lulu
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
ih, buang aja laki2 kayak jimmy lu, devin juga, kok makin pintar saja sih bohongnya
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Mereka tuh cocok markotop dah, couple
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
saya baca sm senyum2 sendiri thor, mereka itu cocok sekali jahilnya wkwkwkwk
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Devin udah nggak sabar wkwkwk
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
bahas
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
syukurlah kebusukan jimmy ketahuan,
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
satu mawar untukmu kak
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Wah, enak sekali kalau jadi pemilik hotel ya, bisa ambil kunci kamar pengunjung wkwkwk
Neng Shy
lanjut Thor part 2
R.F
selamat tahun baru kak
Atha Diyuta
pak heru oh pak heru, jago bnget kya aktor sinetron
Atha Diyuta
aku mampir nih ka, salken y
TereLea(♥ω♥ ) ~♪
likeeeee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!