NovelToon NovelToon
365 Metode: Mengejar Istri Mata Duitan

365 Metode: Mengejar Istri Mata Duitan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cerai / Masuk ke dalam novel / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:78.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chu Seldom

Kakak laki-lakinya disandera oleh bos gangster karena tidak bisa membayar hutang setelah kalah dalam pemainan judi. Adik perempuannya dijual untuk dinikahkan dengan pria yang sedang koma.

Seperti sebuah kutukan, dia menyebrang dan menjadi adik perempuan itu.

Dan di dalam kisah ini dia bukan protagonisnya. Setelah terbangun dari koma, suaminya mengajukan cerai.

Ketika dia melihat nominal tiga ratus juta yang menjadi harta gono-gini bagiannya. Tanpa nostalgia, dia menandatangani surat perceraian itu dalam satu tarikan nafas.

Saat dia hendak berbalik badan, suaminya yang akan segera menjadi mantan suami itu merobek surat cerai yang baru dia tandatangani dan berkata. "Tiga ratus juta setiap bulan selama kau masih menjadi istriku."

Dengan spontan dia berbalik badan, senyum ribuan watt di wajahnya. "Suamiku~~"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chu Seldom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Buku Dongeng dan Ayam Goreng

Apa yang dirasakan oleh Yu Jin ketika kemarahannya berlalu adalah kekhawatiran. Jika sebelum dia bertemu langsung dengan Lun Li, dia masih tidak mau mengakui cerita Li Yiru dan lebih mempercayai informasi yang dia dapatkan dari orang suruhannya.

Tapi mengingat penampilan modis dan gaya bicaranya, Yu Jin tidak bisa melihat sosok penakut dengan kepercayaan diri rendah seperti yang dia bayangkan.

Yu Jin mengepalkan tangannya, menatap wanita sialan itu keluar-masuk mesin ATM membuatnya semakin dongkol. Dia ingin membuatnya malu dan merasa minder dengan menunjukan kepada wanita sialan itu jika uang yang menurut mereka jumlahnya sangat besar sampai harus menjual anaknya, hanyalah jumlah kecil yang bisa dia bagi-bagikan dengan mudah.

"Sialan!" dia merasakan dahinya berkedut. Yu Jin tidak tahan lagi, dia harus segera pergi agar keinginannya untuk menabrak wanita sialan itu tidak terlaksana. Karena dia harus membalas kejadian hari ini.

...

Selama memilih buku yang ingin dibeli Lun Li tidak membutuhkan waktu yang lama, karena yang dia lakukan adalah meminta bantuan penjaga toko untuk mengemas semua buku dongeng yang paling banyak dibaca oleh anak-anak dan membayarnya. Semua proses itu tidak berlangsung lebih dari lima belas menit dan dia keluar dengan tas belanja yang dipenuhi oleh buku.

"Dia masih sangat muda untuk memiliki anak, mungkin akan disumbangkan ke panti asuhan." gumam pelayan toko yang membantu Lun Li berbelanja. Kemudian dia menjadi semakin yakin ketika melihat mobil yang dikendarai olehnya. Wanita itu sepertinya masih diawal dua puluhan, cantik dan terlihat sukses, pelayan toko itu menghela nafas lalu menggelengkan kepalanya, kadang ada orang memiliki keberuntungan yang sangat baik.

Ketika Lun Li sedang meletakan belanjaannya serta tasnya ke dalam mobil, dia mendengar seseorang memanggil namanya, dia menoleh dan mendapati seorang pria muda yang berlari kecil kearahnya. Lun Li mengernyitkan dahinya, mengingat-ingat apakah mereka saling kenal. Ingatan yang dia dapatkan dari buku hanya mencakup nama-nama para tokoh saja, tidak termasuk wajah mereka, membuatnya sedikit kebingungan jika terjadi situasi yang tidak di tuliskan di dalam novel.

"Lili tunggu." pria itu berseru.

Mendengar pria itu memanggil dengan nama panggilannya, dan setelah dilihat lebih jelas kontur wajah pria itu memiliki sedikit kemiripan dengannya, Lun Li bisa menebak identitas pria itu adalah Lun Ying, kakak laki-lakinya yang mengirim uang setiap akhir bulan.

Lun Ying telah sampai di hadapannya dengan nafas terengah-engah dan memegangi lututnya. "Untukmu. Ibu dan ayah pasti sudah memberitahu mu kalau kakak dengan seorang teman membuka toko kan, itu tokonya. Mampirlah kalau ada waktu." ucapnya setelah berhasil mengatur nafas, kemudian menunjuk restoran di sebrang jalan sambil menyodorkan sebuah bungkusan dengan logo ayam goreng yang sama dengan logo yang dipasang pada pintu toko itu.

"Ayam goreng?" Lun Li menerima bungkusan itu dan mengintipnya, seketika aroma ayam goreng yang lezat tercium oleh hidungnya.

"Iya, ayam goreng kesukaan Lili." Lun Ying berkata dengan lebar senyum yang lebar dan bangga.

Andaikan saja Lun Li tidak tahu jika pria kurus kurang gizi terlihat seperti pekerja keras itu adalah biang kerok atas semua kemalangan yang terjadi kepadanya, dia kan salah paham dan mengira jika Lun Ying yang pecandu judi itu adalah orang lain dan tidak ada sangkut pautnya dengan orang ini.

Tapi sebenarnya Lun Li sudah menaruh curiga terhadap hal itu, terlebih lagi uang bulanan yang dikirim setiap bulan tanpa telat sehari pun itu sudah membuktikan jika Lun Ying bukan orang tidak bertanggung jawab yang mengadaikan sertifikat rumah ke kasino.

Awalnya Lun Li ingin mengabaikan keluarga Lun dan memutus hubungan dengan mereka, tapi setelah beberapa kali berbicara dengan kedua orang tuanya melalui telpon dan bertemu langsung dengan Lun Ying kali ini, Lun Li bisa merasakan kalau mereka menyayanginya. Dan terhadap orang yang bersikap baik kepadanya, Lun Li tidak mungkin menjauhinya.

Melihat pakaian bagus yang dipakai oleh adiknya dan mobil sport yang mencolok di belakangnya, Lun Ying merasa sedikit tenang. Keluarga itu memperlakukan adiknya dengan baik. Tidak ada orang yang tahu seberapa besar penyesalan dan rasa bersalah yang dia rasakan, kalau bukan karena dia, adiknya tidak perlu menikah dengan orang koma.

"Aku akan mampir minggu depan."

Sebenarnya Lun Li tidak mau membuat janji itu, tapi ketika melihat Lun Ying yang menatapnya dengan kesedihan dan rasa bersalah yang tidak bisa disembunyikan, Lun Li membuat janji itu.

"Benarkah, kakak akan menunggu." Seketika mata Lun Ying menjadi berbinar. Perubahan yang seperti membalik buku itu membuat Lun Li sedikit tercengang.

Apakah dia baru saja ditipu?

Pertanyaan itu yang ada di dalam pikiran Lun Li disepanjang perjalanan pulang.

Dia mengerucutkan bibir dan melirik bungkusan ayam goreng yang dia letakkan diatas buku-bukunya. Anggap saja bayaran untuk ayam goreng ini. Kemudian dia kembali fokus memperhatikan jalan di depannya. Tapi setelah dia sampai di kediaman Jiang dan mencicipi ayam goreng dari Lun Ying, seminggu sekali dia akan berkunjung ke toko ayam goreng Lun Ying.

Lun Li menatap sepuluh paha ayam yang telah menjadi tulang itu dan menelan ludahnya. Dia masih menginginkannya. "Ayam goreng terbaik." Entah kebetulan atau tidak tapi ayam goreng itu memiliki rasa yang mirip dengan ayam goreng yang biasa ibunya buat, hal itu membuatnya tidak bisa berhenti memakannya.

"Ah..." Lun Li mendesah, merasa hidungnya tiba-tiba tersumbat dan matanya panas. "Pasti gara-gara sausnya." dia mengambil tisu, mengeluarkan ingusnya dan menyeka air mata di matanya. Setelah itu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia tidak akan melewatkan makan malam karena sudah kenyang.

"Kulitmu jadi semakin glowing." Seperti biasanya, setelah dia memakai krim malam untuk dirinya sendiri, sekarang adalah giliran Jiang Yi.

Ketika dia sedang fokus memberikan skincare pada wajah Jiang Yi, dia tidak menyadari jika tangan pria itu mengepal. Tapi kalaupun dia melihatnya dia akan mengabaikannya, dokter he pernah berkata jika hal itu merupakan gerakan reflek tidak sadat tubuh Jiang Yi.

"Aku mau olahraga sebentar." ucapnya setelah selesai dan menyimpan botol-botol skincare ke dalam laci dan menutupnya.

Yang Lun Li sebut sebagai olahraga adalah gerakan mengayuh di udara.

"...50,51,52....58,59,60...time completed." Setelah eman puluh hitungan dia selesai dan bersiap untuk tidur.

"Good night."

Malam itu seseorang tidur nyenyak karena ayam goreng dan seseorang tidak bisa tidur karena ayam goreng.

1
Yan
Jgn2 lun ying ini bkn kakak nya asli..ataupun mmng sedri awl putra mahkota menyamar sbagai lun ying !!
Protocetus: jika berkenan mampir ya ke novelku Mercenary of El Dorado
total 1 replies
Yan
Benar saja kata ayh nya jiang yi bahwa kemungkinan besar yg harus dsingkirkan lebih dlu adalah jiang yi itulah knpa sblm nya lun li mati slama 24 khidupan sblm nya..itu krna tiada org dsekeliling nya agr dia mudah akhiri kematian nya dgn mudah. Dan itu benar sprti yg djangka kan olh tn besar jiang.
Yan
Slama 24khidupan yg lun li alami sblm nya smua angkara putra mahkota tuh !! Bukan kah dia sgt ingin lun li mati dsetiap kehidupan nya..dan kali ini dia tdk mau gagal katanya d ep sblm nya.
Yan
Jadi lun li musuh sbnar nya putra mahkota tuh tapi sblm nya dia gagal bkali2..hehh kalini ini pun dia akn gagal jga mmbunuh lun li 😏.
Yan
Oo..mungkin zhang bing slh satu bawahan putra mahkota yg ikut reinkarnasi bsma mreka jga bbroa kehidupan sblm nya. Dan plaing plot nya itu dendam apa kah yg mreka miliki hngga putra mahkota bahkan sgt ingin mmbunuh lun li dan jiang yi dkehidupan sblm nya dan kini jga. Bahkan skrg putra mahkota sdh atur sedari awl itu bmakna dia hidup kmbali tanpa kehilangan ingatan nya.
Yan
pasti lili mengingat kembali masa lalu mreka knpa dlu punca dia di tembak dan hilang nya mreka bdua brsmaan putra mahkota kali dia blm sadar dri tidur.
Yan
Lun li yg tidak peka nma manja nya yiyi ketahuan tuhh 😂
Iren Nursathi
seru nih kaya di negeri dongeng
Iren Nursathi
lanjuuuut
Iren Nursathi
up lagi thor makin seruù
Nikma: Permisi kakak Author ..

Halo kak reader, kalau berkenan boleh mampir novel aku juga ya 'Kesayangan Tuan Sempurna' ..
Terima kasih😊🙏
total 1 replies
Iren Nursathi
happy ending thor kasian
Iren Nursathi
dramatis syekalii thor
Iren Nursathi
seruuuuu....seruuuu seruuuuuu up banyak² thor
Iren Nursathi
waduuuh tegang banget
Iren Nursathi
makin penasaran
Iren Nursathi
makiiiiiin seruuuuuu thor
Iren Nursathi
wah misterius sekali menakutkan tapi bikin penasaran
Iren Nursathi
lagi thor up nya semangaaaat
Iren Nursathi
sangat menarik selalu bikin penasaran
Iren Nursathi
sangaaat menghibur bikin ngakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!