NovelToon NovelToon
Tujuh Elemen

Tujuh Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Akademi Sihir / Perperangan / Elf / Pusaka Ajaib / Barat
Popularitas:22.2k
Nilai: 5
Nama Author: Muhamad Saefulloh

Zaid, anak seorang petani miskin pergi ke hutan bersama pamannya, ia jatuh ke jurang. Beruntungnya ia selamat karena di dasar jurang terdapat aliran air. Ia tak tahu harus ke mana karena di kanan kirinya hanya ada dinding tebing. Jadi ia hanya terus berenang mengikuti aliran air hingga ia tak sanggup lagi untuk berenang dan perlahan ia tenggelam.
Tetapi anehnya ia selamat. Ternyata di dalam air tempatnya tenggelam, ia tak sengaja masuk ke portal yang memindahkannya ke planet Imub. Planet yang sangat mirip dengan Bumi. Planet berisi orang-orang yang mempunyai kekuatan sihir alami.
Ketika ia sadar, ia sudah berada di kamar, berbaring di atas ranjang kayu sederhana. Ia diselamatkan salah satu perempuan remaja yang ada di planet Imub. Chiara.
Chiara mengatakan Zaid tak mungkin kembali ke bumi. Tetapi, bukan itu masalahnya, planet Imub sedang dalam kekacauan dan membutuhkan bantuan Zaid.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhamad Saefulloh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aleyna

Sore hari. Jam menunjukkan pukul 04.00 sore.

Chiara bangun dari tidur, ia mencium aroma harum dari dapur.

Perutnya langsung berbunyi. Ia belum makan dari siang, tadinya ia hendak masak, tetapi tidak jadi karena suatu masalah. Kalian tahu sendiri.

Chiara langsung keluar kamar, berjalan menuju dapur. Di sana ada seorang wanita paruh baya yang tengah memasak.

"Mama?" Celetuk Chiara.

Orang yang dipanggil 'mama' itu setengah berbalik badan, tampak wajahnya mirip Chiara; rambutnya pirang dipotong sedagu, kulitnya pucat dan sedikit berkerut. Ia memakai kacamata. Ia tersenyum pada Chiara.

"Astaga, Mama, kenapa kau tidak bilang-bilang akan datang ke sini?" Chiara berjalan menuju mamanya sambil merentangkan kedua tangan, mamanya menyambutnya, mereka berpelukan.

"Kejutan!" Kata mama Rafela. Namanya Aleyna.

Mereka menyudahi pelukan, Chiara memerhatikan wajan ukuran sedang di sana.

"Wah harum sekali," ujar Chiara.

Aleyna kembali ke pekerjaannya.

"Oh ya, Ma, bagaimana keadaan di kota Grythwil?"

"Tidak banyak berubah, Nak. Hanya yang berbeda sekarang sedang ada pembangunan gedung. Kabarnya, gedung itu akan menjadi gedung tertinggi ketiga di seluruh dunia."

"Wow! Boleh ajak aku ke sana nanti, Ma?"

"Ya... sekarang gedung itu masih belum selesai. Mungkin kalau mama ada cukup uang kita akan ke sana."

Sesaat hening. Aleyna fokus memasak di kompornya; Chiara memerhatikannya memasak.

"Oh ya, saat mama baru masuk ke rumah, kukira yang menyambut adalah kau, ternyata bukan, yang menyambut mama seorang anak laki-laki. Siapa dia? Apakah dia tamu kita, atau dia izin menginap di sini?" Tanya Aleyna memecah hening.

"Oh, anak itu namanya Zaid. Ya, dia menginap di sini," jawab Chiara. "Mungkin selamanya."

"Apa maksudmu?" Aleyna terkejut.

"Ya... panjang ceritanya. Nanti aku ceritakan pada Mama di lain waktu. Sekarang aku lapar, tadi siang aku tak sempat makan.

"Oh ya? Kebetulan mama tak sempat makan siang tadi. Perjalanannya panjang sekali, dan saat mama baru datang ke sini, perut mama sudah keroncongan. Untung di dapur ada bahan makanan," kata Aleyna lantas tertawa. Chiara ikut tertawa.

Sementara Zaid sibuk di kamarnya. Ia duduk di ranjang, kakinya selonjoran. Ia tengah membaca buku tua itu. Sebenarnya ia samae-samar mendengar perbincangan mereka di dapur, tetapi ia tak menghiraukannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Aleyna meletakkan semangkuk semur ayam kecap di atas meja; Chiara meletakkan piring, sendok dan gelas. Di meja itu juga sudah tersaji teko berisi air teh, buah-buahan yang diberikan nenek itu dan sebakul nasi.

"Oh ya, pasti Zaid juga belum makan," kata Chiara, "biar kupanggil dia." Chiara pergi sambil berseru meyebut nama Zaid.

Aleyna mengelap meja dengan celemek.

Chiara membuka pintu kamar Zaid, tak dikunci. Kepala Chiara tampak di ambang pintu. Chiara memandang ke dalam, ia mendapati Zaid sedang membaca buku tua itu.

"Zaid?"

Zaid menutup buku, mengangkat kepalanya. "Ya?"

"Mari makan. Kau pasti lapar, 'kan?"

Tanpa bicara Zaid langsung turun dari ranjang, menyimpan buku itu, dan melangkahkan kaki keluar.

Chiara dan Zaid berjalan menuju dapur.

"Maafkan aku," kata Zaid.

Chiara mengerti. "Tidak usah dipikirkan. Aku yang salah," katanya sambil menggeleng.

Aleyna, Chiara, dan Zaid mulai melahap makanan mereka. Sesaat hanya terdengar suara garpu dan sendok.

"Di mana ayahmu, Chiara?" Tanya Aleyna.

"Aku baru bangun, Ma. Aku tidak tahu di mana Ayah," kata Chiara. "Zaid, apa kau melihatnya?" Chiara menoleh pada Zaid.

"Paman Rhys bilang dia mau ke suatu tempat. Dia tidak mengatakan dengan jelas ingin pergi ke mana."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Ans Anshar
cemen satu bab perhari paling dikit lima lah atau sepuluh
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur ceritanya sudah lumayan bagus 👍👍
Muhamad Saefulloh
Jangan lupa untuk vote dan tonton iklan karena itu adalah ibadah (karena jika anda melakukannya, anda telah membuat author senang, dan membuat orang senang adalah suatu ibadah. Anda akan mendapat pahala/ganjaran dari-Nya).
Tiana
semangat up
Desia
zaidnya ego ya....sok banget/Smug/
Desia
kok zaidnya dicerita ini belagu ya...bukannya trimakasih ditolongin/Smug/
Kolen Rumegang
kurangenarik ceritanya...terlalu bertele2 dan puter2...pusing aq membacanya
The Fool [Klein]
latar planet imub jaman apa?
Muhamad Saefulloh: Sebenarnya, latar di planet Imub itu seperti abad 19/20 untuk kebanyakan tempat, dan teknologi planet Imub sebenarnya sangat maju. namun hanya ada 3 kota teknologi yang ada di planet ini. Karena 'kesederhanaan' sudah melekat bagi banyak orang, hanya sedikit orang yang menggunakan tekonologi, meski kebanyakan orang memahaminya.
total 1 replies
CahNdablek
tata bahasa sudah bagus dan kalimat dan pengetikan juga bagus bahkan tanda dalam pengetikan sudah pas pada letak nya
lanjutkan 👍👍
CahNdablek
dalam pemantauan
kalo bagus lanjut
Muhamad Saefulloh: Dan semoga memang bagus di mata siapapun.
total 1 replies
Dimas Setiawan
gass
Dimas Setiawan
kipassss
Muhamad Saefulloh: apa maksudnya 'kipas'?
total 1 replies
Dimas Setiawan
gollllll
Qean
tiriz
Muhamad Saefulloh: tiris
total 1 replies
Qean
Lanjutkan
WiraBP
lanjut! semangat terus🔥
Zed Analytical Number Nine
Berhati-hatilah Zaid, tanpa sadar kau sudah memasuki kawasan yang belum diketahui sebelumnya.

hai kak, Zed mampir ya🙏
WiraBP
lanjut! 👍
Tomorrow
semangkuy~~ update nya
WiraBP
lanjut Thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!