NovelToon NovelToon
Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku

Status: tamat
Genre:CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Wanita Karir / Chicklit / Sugar daddy / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:546.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nindi'G

Bercerita tentang seorang wanita yang sedang bekerja di kota lain demi bisa menghidupi anaknya. Nabila Maharani namanya, bekerja sebagai karyawan biasa disebuah perusahaan dikota tempat tinggalnya. Karna tuntutan pekerjaan Nabila terpaksa meninggalkan anaknya bersama sang suami dikampung halamannya....


Apa yang akan terjadi, Ikuti kisah selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindi'G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baru rencana

Sementara itu di cafe Samudra kebingungan setelah membaca pesan istrinya..

"Apa maksud Nabila? Apa dia tau sesuatu?" gumam Samudra

"Nabila tidak ingin membagi gajinya untukku? Kenapa dia berubah jadi pelit?" gumam Samudra kesal

Saat ini Samudra berada diruangannya... Beberapa saat sebelum mengirim pesan ke istrinya, dia memeriksa laporan omset cafe yang makin melonjak tinggi, tapi setelah mendapat balasan dari istrinya yang tidak menguntungkan untuknya membuat dia mengabaikan laporan didepannya dan membuatnya marah.

"Ini tidak bisa dibiarkan, kalau Nabila sampai tidak mengirim uang setiap bulan untukku maka aku akan mengambil miliknya yang paling berharga sampai dia rela memberikan tebusan baru aku mengembalikan miliknya" gumam Samudra dengan rencana licik tanpa berpikir dampak dari perbuatannya

"Sebaiknya tunda dulu pembangunan cabang baru dikota ini, sampai aku mendapatkan suntikan modal dari Nabila, aku yakin bisa membujuknya" gumam Samudra percaya diri

Samudra keluar dari ruangan dan menuju ke arah dimana motornya terparkir...

Tok tok tok

"Iya sebentar" jawab dari dalam rumah

Samudra menunggu beberapa saat sampai akhirnya pintu terbuka dan keluarlah sosok wanita paruh baya

"Eh kamu Sam" ucap Ibu Ros

"Assalamualaikum bu" ucap Samudra tersenyum seraya mencium tangan kanannya ibu mertuanya."

"Waalaikumssalam nak, ayo masuk"

"Iya bu" Samudra masuk kerumah mertuanya "Raksa mana bu?" tanya Samudra

"Oh itu ada ditaman belakang, lagi main sama Kaisar" jawab ibu

"Loh, kapan Kaisar datang bu? Kok Sam nggk pernah ketemu"

"Udah sebulan Kaisar pulang, kamu aja baru sekali kerumah ibu gimana mau ketemu" ucap ibu terkekeh

Samudra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Iya juga iya... Maaf ya bu Sam jarang kemari karna sibuk ngurusin cafe"

"Iya ibu ngerti... Udah, sekarang susulin Raksa kebalakang" ucap ibu

Samudra berjalan kearah taman belakang dirumah ibu mertuanya...

"Meskipun Kaisar ada dirumah ini, itu tidak akan bisa menghalangi rencanaku untuk mendapatkan uang dari Nabila" gumam Samudra dari dalam hati

"Itu mereka" gumamnya saat melihat Raksa dan Kaisar duduk di gaseboh

"Hi bro, pulangko nggak bilang-bilang" ucap Samudra basa-basi

"Gimana mau bilang-bilang mas, mas aja nggak pernah keliatan" jawab Kaisar yang sedang bermain dengan keponakannya

"Iya mas lagi sibuk-sibuknya ngurusin cafe jadi susah cari waktu untuk main kesini" jawab Samudra

"Saya kesini mau ajak Raksa nginap dirumah malam ini" ucap Samudra

"Kenapa nggak nginap disini aja mas?" tanya Kaisar

"Lain kali mas nginap disini, malam ini mas ingin menghabiskan waktu berdua dengan Raksa dirumah" ucap Samudra melirik ke anaknya

Kaisar menghela nafas kasar, pasrah karna dia juga sadar tidak berhak melarang seorang ayah membawa anaknya pergi bersamanya.

"Iyaudah kalau itu mau mas, tapi kalau ada apa-apa langsung hubungi Isar ya mas?"

"Iya kamu tenang aja, mas akan jaga Raksa dengan baik"

"Aku percaya seorang ayah tidak akan mencelakai anaknya sendiri" ucap Kaisar

Samudra beranjak dan bersiap-siap pulang bersama Raksa.

"Mas pulang dulu, ini sudah terlalu kesorean... Raksa ayo nak ikut ayah" ajak Samudra keanaknya

Raksa menoleh dan merentangkan tangannya ke ayahnya "Ayah gendong Aksa" ucap Raksa manja

"Baiklah baiklah... Sini ayah gendong" Samudra menyambut Raksa masuk kedalam pelukannya "Saya pergi dulu, besok saya bawa Raksa kembali kesini" pamit Samudra

"Nggak pamit ke ibu dulu mas?"

"Ini sekalian mau pamit sama ibu kok" jawab Samudra

Mereka berjalan bersama masuk kedalam rumah lewat pintu belakang. melewati dapur terlihat ibu Ros sedang memasak.

"Bu, Sam pamit sekalian Raksa saya bawa pulang dulu" pamit Samudra lembut ke ibu mertuanya

Ibu Ros kaget saat mengetahui cucunya akan dibawa oleh ayahnya secara tiba-tiba. Tapi ibu Ros tidak bisa mencegahnya.

"Makan malam disini aja dulu nak, selesai makan baru boleh pulang" sahut mama lembut seraya meninggalkan kegiatannya

"Nggak usah bu, Sam mau ajak Raksa makan diluar sekalian jalan-jalan berdua" jawab Samudra

"Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar ibu siapin bajunya Raksa" ibu buru-buru menuju kamar cucunya untu menyiapkan pakaiannya tapi dihentikan oleh Samudra

"Ibu, nggak perlu repot-repot nyiapin pakaian Raksa, Nabila masih menyisahkan pakaian untuk Raksa dirumah" ucap Samudra

"Hmmm baiklah..." jawab ibu pasrah

"Kalau begitu Sam pamit bu, besok pagi Sam bawa Raksa kemari" pamit Samudra

"Iya nak"

"Raksa ayo salim nenek nak" ucap Sam ke anaknya

"Sam pergi, assalamualaikum"

"Waalaikumssalam"

Ibu Ros dan Kaisar menatap kepergian Samudra dan Raksa yang menghilang dibalik pintu penghubung dapur dan ruangan lainnya.

"Mba mu ada kasi kabar kalau Sam mau membawa Raksa?" tanya Ibu pada Kaisar

"Nggak ada bu, mba tadi memang sempat chat tapi nggk ada mba bahas soal mas Sam"

"Mbamu dichat bilang apa?" tanya ibu penasaran seraya berjalan kearah kompor yang masih menyala dengan api kecil

"Mba bilang udah transfer buat ibu dan Raksa.. Itu aja sih bu, kan uangnya juga Isar kasi ke ibu"

"Ooo cuma itu ya... Mbamu itu loh repot-repot ngasih ibu uang, padahal uang untuk Raksa aja udah cukup..."

"Udah bu, terima aja pemberian mba Nabila"

"Iya mau gimana lagi, uangnya udah dikirim ya ibu harus terima" sahut ibu bergurau

"Ibu bisa aja... Isar kekamar dulu ya bu.. Kalau ibu butuh sesuatu panggil Isar" pamit Kaisar

"Iya" jawab ibu cuek

----------

Nabila masih berkutat dengan pekerjaannya yang masih menumpuk... Hpnya berbunyi ada panggilan masuk. Tanpa melihat na dipemanggil Nabila menjawabnya.

{Hallo assalamualaikum}

{Waalaikumssalam sayang} jawab Samudra

Nabila yang mendengar suara suaminya terkejut dan menghentikan kegiatannya. "Tumben nih mas Sam nelfon, apa terjadi sesuatu?" batin Nabila bertanya-tanya

{Sayang kamu masih disana?} suara Samudra membuat terhenyak dari lamunannya

{Eh iya mas ada apa?} tanya Nabila seraya melirik kearah jam dimejanya

Melihat jam sudah menunjukkan jam pulang kantor Nabila membereskan barang bawaan dan dimasukkan kedalam tas seraya hp diselipkan antara bahu dan telinganya

{Malam ini Raksa tidur sama aku dirumah kita sayang} ucap Samudra

{Kamu mengambil Raksa dari rumah ibu mas?}

{Iya sayang mas kangen anak kita makanya mas jemput tadi} jawab Samudra

{Kenapa nggak diskusi dulu mas kalau Raksa kamu jemput, terus kalau Raksa rewel tengah malam gimana mas?}

{Tenang aja sayang, mas bisa jagain Raksa dengan baik... mas cuma kangen tidur bareng anak kita}

Nabila mengernyitkan kening heran karna selama ini Samudra tidak pernah mau tidur dengan anaknya karna menurutnya rengekan Raksa saat tengah malam sangat mengganggu tidurnya.

{Kamu kangen tidur sama Raksa mas?} tanya Nabila sinis

{Iya sayang} jawab Samudra percaya diri

{Selama ini kamu belum pernah loh mas tidur sama Raksa. Kenapa baru sekarang?} tanya Nabila penuh selidik

Samudra gelagapan mendengar perkataan Nabila.

{Eh bu-bukan begitu sayang... Kamu selama ini nggak tau aja, kalau kamu sudah tidur nyenyak mas masuk kekamar Raksa dan tidur sekitar sejam dua jam sama Raksa sayang} jawab Samudra mulai tenang karna menemukan alasan yang tepat.

{Kok aku nggak tau ya mas?}

{Gimana kamu tau sayang kan kamu tidur nyenyak}

{Oh yaudahlah, jagain aja Raksa dengan baik} jawab Nabila

{Iya sayang, Raksa aman sama aku} jawab Samudra

{Aku tutup dulu mas, aku mau pulang kerumah}

{Iya sayang, kamu hati-hati dijalan ya}

{Iya, assalamualaikum}

{Waalaikumssalam sayang}

Nabila memutuskan sambungan telfon dan berjalan keluar ruangannya untuk menemui Clara yang pasti sudah menunggunya di mobil.

...----------------...

1
salma
penasaran
Jasmin Melor
Luar biasa
Fetty Fineke
apalagi aku yg suaminya tukang ojek,,tiba2 dikasih ma suami duit segitu,,,,
mustahil .....
Memyr 67
𝗶𝗻𝗶 𝗴𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮 𝘀𝗶𝗻𝘁𝗮, 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗻𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝗶𝗯𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗴𝗮𝗹𝗮𝗸𝘀𝗶 𝘀𝗲𝗲𝗻𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮? 𝗸𝗼𝗸 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮𝗻? 𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝘀𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗱𝗶𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗮𝗽𝗼𝗸? 𝗸𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗯𝗲𝗻𝗲𝗿 𝗰𝗲𝘄𝗲𝗸, 𝗶𝗯𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝘁𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝘀𝗲𝗺𝗮𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶𝗮.
Astrid valleria.s.
lama banget Thor update nya....apa udah ditamatin...ga enak digantung...
Sulfia Nuriawati
kok blm up lg udah lama sekaleeeee
Erina Munir
halluu loh samud....udh dehh ...klo udh ga mampu ya udhh
Jue
Aku ingatkan Caca dan Mamanya aja yang Gila tapi rupanya yang lebih parah adalah Samudra , Sungguh keturunan keluarga yang tidak sedar diri .
AZ & AR
sudahlah samudra. ke kota fokus aja cari adek & mama kau. trus balik ke kampung sono. gk usah cari pintu masuk kehancuran..

udh bener2 di kasih kesempatan buat bahagia eh malah cari kehancuran lagi..
Nindi: Tiupin ketelinga Samudra supaya cepat kembali sadar kak🤭
total 1 replies
Tarminah Tarminah
lo sampai ga bahagia ku skip thor
Sulfia Nuriawati
dih g nyadar, dulu aja cm d jd kan sapi perah, skrg mw d ambil lg, telaaat mantan udah bahagia skrg, jgn d ganggu kalo g mw msk penjara pg
Rizky Sandy
kirain sdh insaf ternyata msh sama saja,,,,,
ros
yg terlanggar nabila pasti cici
Jue
Lucu nih Samudra , Kalau Nabila sendiri ngotot mahu cerai kena pula harus susah-susah rujuk kembali , Kamu aja sudah kek sampah yang layaknya hanya dalam Tong MDKT
Nindi: Entah apa yang dipikiran Samudra ini
total 1 replies
Ali aziz
pokoknya keluarga nabila jangan ada sangkut paut lagi sama keluarga samudera dan jangan pula galaksi dg cici pokoknya putus hubungan telak ga boleh ada ikatan apapun dlm kelurga nabila
Nindi: Oke siap dicatat kak
total 1 replies
Jue
Sungguh muka tak malu Samudra kalau masih tak sedar diri untuk berharap kembali kepada Nabila dan Raksa , Seluruh keluarga Samudra enggak ada benarnya , Nabila yang sudah hidup bahagia dengan Wahyu yang kaya raya serta Galaksi sebagai anak tiri yang baik , Jadi jangan pernah jodohkan Galaksi dan Cici Author , Ya mungkin sikap Cici berubah tapi dia bukanlah jodoh yang baik buat Galaksi , Tambah-tambah lagi kalau harus terikat kembali dengan keluarga mantan sampah , Euuh ... , Sungguh akan merosakkan jiwa Nabila kembali Author .
Nindi: Kapan tobatnya keluarga Samudra
total 1 replies
Erina Munir
niat jelek mah ga bakalan berhasil neeng....prett deh iihh...
Erina Munir
ya...ampuunn....anak n maknya sama aja klakuaan...klakuaan....
Ira
Makin serem aja kelakuan caca
Nindi: Hy, Kak. Terima kasih masih setia jadi pembaca karya author. lopeu sekebooon/Joyful/
total 1 replies
Memyr 67
𝗷𝘂𝗱𝘂𝗹 𝗲𝗽𝗶𝘀𝗼𝗱𝗲 𝗯𝗶𝗸𝗶𝗻 𝘀𝗵𝗼𝗰𝗸. 𝘁𝗮𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻, 𝗾𝗸𝗶𝗿𝗮 𝘁𝗮𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗼𝗯𝗶𝗹 𝗴𝗶𝘁𝘂
Nindi: /Smirk/ maafkan author
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!