NovelToon NovelToon
Hug Me, Please

Hug Me, Please

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Keluarga & Kasih Sayang / Bullying di Tempat Kerja / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:108.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Tidak mengetahui siapa orang tuanya dan ditinggalkan selamanya oleh sang kakak tercinta membuat Shanum harus hidup terlunta-lunta. Tiada belas kasihan apalagi sebuah pelukan yang mampu menguatkan hatinya yang remuk redam karena diporakporandakan oleh keadaan.

Kesedihan Shanum tidak hanya berhenti sampai di situ. Ia yang dipungut, justru dipaksa menjadi pengemis. Shanum merasa lelah, tetapi ia tidak bisa pergi karena wanita licik itu memiliki ribuan cara untuk membuat Shanum tetap bertahan.

"Tuhan ... aku lelah. Beri aku satu pelukan saja agar bisa kuat."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HMP-10

Shanum dan Sky baru saja tiba, tetapi kedua bocah itu justru mendapat tatapan tajam dari Ibu Sekar. Bukan pertanyaan tentang keadaaan kesehatan bocah perempuan itu. Sky yang memahami itu pun sedikit bernapas lega karena sudah menyembunyikan dompet milik orang yang dicopetnya tadi, di tempat tersembunyi. Kalau sampai ketahuan oleh Ibu Sekar, sudah pasti semuanya akan raib. 

Tanpa memberi alasan, Sky menyuruh Shanum agar masuk ke ruangan untuk beristirahat. Tubuh bocah tersebut masih lemas dan wajahnya pun masih terlihat pucat. Namun, Ibu Sekar sama sekali tidak peduli kepada bocah itu. Tanpa memiliki rasa belas kasihan sedikit pun. 

Setelah Shanum sudah tidak lagi terlihat, Ibu Sekar langsung menyeret tangan Sky menuju ke rumahnya. Bahkan, menghempaskannya dengan cukup kasar. 

"Dari mana kamu bisa membayar biaya perawatan bocah sialan itu?"  tanya Ibu Sekar menuntut jawaban. 

"Dokter yang membayarnya, Bu. Mereka kasihan karena saya bilang padanya bahwa kami adalah anak yatim piatu," sahut Sky berbohong. Tidak mungkin mengatakan hal jujur kepada Ibu Sekar atau wanita itu akan kalap dan marah besar. 

"Seharusnya kamu jangan hanya meminta dibayarkan, tapi minta uang juga. Bodoh!" umpat wanita itu penuh kekesalan. 

Sky hanya diam dan tidak berani membuka suara. Tidak ingin jika akan terus dicecar pertanyaan atau semua akan ketahuan kalau Sky ternyata berbohong. Sungguh, Sky tidak ingin jika sampai hal tersebut terjadi. 

Merasa dongkol dan menganggap Sky adalah anak yang bodoh, Ibu Sekar pun menyuruh bocah itu agar segera kembali ke ruangan. Ibu Sekar juga mengatakan bahwa besok akan pergi karena ada urusan penting dan Sky diberi tugas untuk menunggu semua anak-anak itu. Tidak ada yang diperbolehkan untuk keluar karena Ibu Sekar khawatir mereka akan kabur. 

***

"Kamu mau ke mana, Sha?" tanya Sky ketika melihat Shanum beranjak bangun dari kasurnya. 

Jujur, Sky masih merasa khawatir karena kondisi Shanum yang masih agak lemah. 

Shanum tidak menjawab dan justru duduk di samping Sky sambil mengamati apa yang dilakukan olehnya. Terlihat, bocah lelaki sedang menggambar huruf 'S' di sebuah papan kayu. Lalu memotongnya dengan sangat rapi. 

"Kak Sky, sedang bikin apa?" tanya Shanum penasaran karena sejak tadi Sky terlihat begitu serius. 

"Kalung. Daripada bosan karena seharian ini kita sama sekali tidak boleh keluar," sahut Sky tanpa mengurangi konsentrasinya. 

Shanum pun kembali diam dan terus mengamati. Bukan tidak mau bertanya lagi, tetapi Shanum tidak ingin mengganggu konsentrasi Sky. Jadi, bocah perempuan itu lebih memilih untuk menjadi pengamat saja. 

"Sudah jadi." Sky tersenyum puas. Mengangkat dua buah kalung yang baru saja selesai dibuatnya. Wajah Shanum berbinar-binar dan mengagumi hasil tangan Sky meskipun hanya sebuah kalung sederhana. "Yang satu untukmu, satu lagi untukku." 

Kening Shanum mengerut dalam. Menatap dua buah kalung yang sama persis. Sama sekali tidak terlihat perbedaan. Namun, ketika Shanum membalik kalung itu, ia membaca ada tulisan Sky di sana. 

"Ini S ... K ... Y." Shanum mengeja tulisan itu. "Sky?" 

Sky mengangguk saat melihat Shanum menatapnya dengan kening mengerut dalam. Seolah sedang mencari kepastian.

"Ya, dan ini Shanum." Sky membalik kalung yang dipegangnya. 

"Ketukar ya, Kak." Shanum terkekeh sendiri lalu hendak menukar kalung tersebut. Namun, Sky langsung menahan tangan Shanum dan menatapnya dalam.

"Aku memang sengaja. Kamu harus menyimpan kalung ini dengan baik. Kamu harus memakainya. Agar kita bisa bertemu lagi suatu saat nanti," ucap Sky dengan suara berat. 

"Bertemu lagi? Apa kita akan berpisah?" Suara Shanum terdengar lirih.

"Sha, untuk sekarang ini kita tidak akan pernah tahu akan terus bersama atau tidak. Aku hanya berjaga-jaga saja. Kalau ternyata kita harus berpisah suatu saat nanti, dan kita pun diberi waktu untuk kembali bertemu. Kuharap kamu tidak akan pernah melupakanku." Sky menyentuh kedua tangan Shanum. Rasanya tidak tega ketika mendengar isakan Shanum yang lirih. "Sha ...." 

"Kak Sky, jangan pernah tinggalin aku. Aku tidak punya siapa pun lagi selain Kak Sky. Kak, aku janji akan menjadi gadis yang baik dan penurut, tapi Kak Sky juga harus berjanji untuk tidak meninggalkanku. Apa Kak Sky mau?" Shanum mengangkat kelingkingnya tepat di depan wajah Sky. 

"Maaf, Sha. Aku tidak bisa berjanji untuk hal itu," sahut Sky. 

"Kak Sky, jahat!" Shanum berlari kembali ke kasur sambil menangis, sedangkan Sky hanya diam mematung tanpa memutuskan pandangannya dari Shanum.

Maafkan aku, Sha. Aku tidak bisa berjanji untuk selalu bisa bersamamu karena setelah ini aku akan mencari cara agar kamu bisa terbebas dari sini. Aku janji.

***

#Day14

#Team1

#Absen66

1
Rita Juwita
/Good/
Kustri
kirain pergi ke rmh haris
Kustri
kabur kabur kabur ajaa
Kustri
setelah sembuh jgn kembali ke sekar
Kustri
smoga ada orang baik menukan mrk ber2
Kustri
nama'a cakep walo gelandangan
Nancy Nurwezia
Luar biasa
Ran Aulia
Luar biasa, terimakasih Kak, ceritanya bagus 👍👍👍 ,
Sani Srimulyani
syukurlah kebahagiaan akhirnya menghampiri mereka.
Sani Srimulyani
semoga setelah ini shanum bisa ketemu dengan sky.
Sani Srimulyani
syukurlah shanum bisa kabut.
Sani Srimulyani
😭😭😭😭😭😭
Sani Srimulyani
ternyata nenek lasmi sudah punya firasat.
Sani Srimulyani
alhamdulillah ketemu orang baik.
Sani Srimulyani
semoga sky tidak dihukum.
Sani Srimulyani
kalian memang harus saling menguatkan.
Sani Srimulyani
semoga ini bisa membuat mereka terbebas dri sekar.
Sani Srimulyani
kapan nih nenek lampir kena karma nya ya....
Sani Srimulyani
ya ampun sky.....hatimu baik sekali.
Sani Srimulyani
😭😭😭😭😭 rasanya ga kuat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!