"Sofia" seorang gadis manis yang kini masih menduduki bangku kelas tiga SMA, terpaksa harus menikah dengan "Fahmi" seorang CEO cacat.
Fahmi yang awalnya di jodohkan dengan "Naura" kakak sepupu Sofia kini malah menikah dengan Sofia, di karena kan Naura menolak menikah dengan Fahmi setelah tau jika Fahmi itu adalah laki-laki cacat.
nyonya Mawar pun memaksa Sofia keponakan nya itu untuk mengantikan Naura, dengan tuntutan balas budi karena selama ini nyonya Mawar sudah merawat Sofia dengan baik, karena Sofia sudah Yatim-piatu sejak lama.
Bagaimana kisah "Pengantin Pengganti" selanjutnya, ayo ikuti terus ya, jangan lupa like dan komen sebagai jejak.🦋❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab #10
Sontak Sofia dan Erka menoleh menatap Fahmi.
"Erka, pikir kan saja tugas kantor, masalah pelajaran,aku bisa mengajarinya, aku tidak mau nanti kau gagal fokus, Sofia kemarilah."Ucap Fahmi terlihat kesal menatap wajah Sofia.
"Baik lah, Sofia, kakak ku juga pintar, kalau begitu kau belajar dengan nya saja, aku permisi."Ucap Erka menahan gejolak marah nya terhadap Fahmi yang sudah mengagal kan rencana untuk bisa dekat-dekat dengan Sofia.
"Emm, terima kasih kak Erka."Ucap Sofia merasa tidak enak.
Setelah Erka pergi, Sofia pun menghampiri Fahmi dengan rasa takut.
"Suami mu siapa? Aku atau Erka?"Tanya Fahmi tiba-tiba mengajukan pertanyaan yang sangat tidak masuk akal.
"Em, mengapa mas Fahmi bertanya seperti itu?"Tanya Sofia sedikit menuduk tak berani menatap wajah suaminya.
"Kau melihat aku di sini bukan? Aku peringatkan, jangan ganggu Erka, dia akan fokus dengan kantor,jika kau ingin belajar aku bisa membantu mu."Marah Fahmi.
"Aku minta maaf."Jawab Sofia merasa bersalah.
"Duduk."Ucap Fahmi menyuruh Sofia duduk di bawah sofa dekat meja agar lebih mudah untuk mengajarinya.
Sofia pun tidak mau membantah dan duduk sesuai yang di perintahkan oleh suaminya.
"Buka buku mu, dan tanyakan apa yang tidak bisa kau kerjakan."Jelas Fahmi dengan wajah. Galak nya.
"Aaaa,aku tidak mau belajar lagi, kau sangat galak."Jerit Sofia tak bisa menahan rasa takut nya sampai-sampai keceplosan memangil Fahmi dengan sebutan kau.
"Kita bahkan belum memulai nya, bagaimana kau bisa tau aku ini galak atau tidak?" Kesal Fahmi terhadap Sofia.
"Tidak, mau aku tidak mau belajar."Ucap nya sambil menangis.
Seperti nya Fahmi lupa mengatur sikapnya, dia lupa yang di hadapi nya sekarang adalah seorang muridnya SMA, bukan seorang rekan bisnis yang gagal.
"Astaga, terserahlah, aku pusing melihat mu, sekarang masuk kamar dan belajar sendiri."Ucap Fahmi kewalahan untuk mengurus Sofia.
Setelah mendengar ucapan Fahmi barusan, Sofia pun mengambil kembali buku dan pulpen nya lalu kemudian berlari meninggalkan Fahmi dan pergi ke kamar.
"Anak kecil menyebalkan sekali."Batin Fahmi sambil mengusap kasar wajah nya.
Tapi kalau di pikir-pikir seperti nya Fahmi juga anak kecil, bukti nya dia sangat sensitif dan cepat sekali merasa cemburu kepada Erka yang mencoba mendekati Sofia.
"Tunggu, mengapa Erka mau mengajarkan Sofia? Bukan kah dia dulu sekolah tidak ada pintar-pintar nya, dia bahkan menjadi berandalan di sekolah dan membuat mama beberapa kali di pangil oleh kepala sekolah."Batin Fahmi mulai merasakan curiga kepada Erka.
Beberapa jam pun berlalu.
Kini Fahmi berjalan menuju kamar nya, jam sudah menujukkan pukul 04:00, ia merasa gerah dan ingin mandi.
Namun saat membuka pintu kamar, Fahmi melihat Sofia yang tertidur lelap di meja kerja Fahmi.
"Dia belajar di meja kerja ku?"Ucap Fahmi pelan.
Meja kerja itu sedikit besar, dan kaget nya, meja kerja tersebut awalnya berantakan karena tidak ada yang membereskan nya, karena maid tidak akan masuk kamar Fahmi jika tidak di perintahkan. Meja kerja itu sekarang sudah sangat rapi dan bersih.
"Rajin sekali anak ini."Batin Fahmi sambil berjalan lebih dekat ke arah Sofia yang tertidur lelap, dia seperti nya sangat lelah.
"Belajar sampai segitu nya, dia mau jadi apa ya kira-kira?"Batin Fahmi memperhatikan pelajaran yang ada di buku Sofia.
Namun tiba-tiba saja Sofia terbangun dan merasa kaget saat melihat Fahmi berdiri di depan nya.
"Astaga."Ucap nya menatap Fahmi dengan tatapan kaget.
"Siap kan air mandi untuk ku, aku ingin mandi dan setelah itu keluar jalan-jalan."Ucap Fahmi seketika berubah menjadi dingin lagi.
"Humh, maaf ya kak, eh mas, aku ketiduran."Ucap Sofia sambil mengelapi iler nya.
"Sangat jorok cepat bersihkan di kamar mandi."Perintah Fahmi dengan bergidik melihat iler Sofia.
"Ishh, seperti dia tidur tidak ileran saja."Gumam Sofia.
"Apa?"Tanya Fahmi.
"Eh, tidak, tidak ada apa-apa."Jawab Sofia yang kemudian bergegas masuk ke dalam kamar mandi sebelum dirinya mendapat kan masalah lain.
"Dasar."Umpat Fahmi kesal karena dia mendengar apa ya g di ucap Sofia tadi.
Selang beberapa menit kemudian Sofia keluar dari kamar mandi, dan mengatakan jika air mandi sudah siap.
"Sudah mas Fahmi."Ucap nya sambil tersenyum tipis.
"Siap kan baju ku."Ucap Fahmi yang kemudian berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan tongkat nya.
"Hiuh, jadi istri ternyata capek juga ya, sekarang mengurusi laki-laki menyebalkan itu sudah menjadi rutinitas."Ucap Sofia sambil menyiapkan pakaian Fahmi.
Tidak butuh waktu lama Fahmi pun selesai mandi, namun saat keluar dari dalam kamar dia sama sekali tidak melihat Sofia di mana pun.
"Kemana dia?"Batin Fahmi.
Terlihat pakaian Fahmi yang sudah tersusun rapi di atas ranjang.
Fahmi pun memakai pakaian nya, setelah selesai dengan pakaian itu dia pun kembali memikirkan Sofia yang tidak berada di dalam kamar.
Sementara itu di dalam kamar Erka.
"Kau sudah membantu ku, terima kasih."Ucap Erka kepada Sofia.
"Ba,baik kak, kalau begitu aku keluar dulu."Ucap Sofia buru-buru meningal kan kamar Erka karena merasa tidak enak jika di lihat orang.
Sebelum nya Sofia sedang memainkan ponselnya sambil duduk di sofa, namun Erka mengirim nya pesan untuk ke kamar nya sebentar, karena butuh bantuan, Sofia yang polos pun dengan cepat pergi ke kamar Erka untuk membantu Erka.
"Dia sangat cantik."Batin Erka sambil tersenyum dan menatap hanplast yabg ada di jari kanan tangan nya.
"Dari mana saja kau?"Tanya Fahmi saat melihat Sofia yang baru saja masuk ke dalam kamar nya.
"Dari kamar kak Erka."Jawab Sofia dengan jujur.
"Dari kamar Erka? Apa yang kau lakukan? Siapa yang mengijinkan mu masuk ke dalam kamar Erka?"Ucap Fahmi terlihat marah.
Namun Sofia memberikan ponsel nya kepada Fahmi agar Fahmi bisa membaca pesan yang di kirim kan oleh Erka tadi.
"Di villa ini banyak maid, lain kali jika dia menghubungi atau mengirim kan pesan hanya untuk membaluti luka atau apa, jangan pergi tanpa se izin ku,aku tidak suka."Ucap Fahmi sambil merapikan pakaian nya.
"Ba,baik."Ucap Sofia lagi-lagi mendapatkan Omelan dari Fahmi.
Fahmi pun kembali memberikan ponsel milik Sofia itu kepada Sofia.
"Mandi dan bersiap-siap, temani aku keluar."Ucap Fahmi mengakibatkan pokok masalah tadi.
"Baik."Jawab Sofia meletakkan tangan nya di keding sebagai hormat akan perintah dari Fahmi.
Setelah melakukan itu dia pun mengambil handuk dan pakaian ganti dan berjalan cepat menuju kamar mandi.
Bersambung ....
INI MLH DIAM..
TRLALU MONOTON DN MUDAH DITEBAK CERITANYA, YG BIKIN JENGKEL TRLALU MUDAH MMAAFKN PELAKUNYA..
DRI SKIAN NOVEL AUTHOR YG KUBACA, AKU SDH BSA MNILAI STYLE AUTHOR...
BKN GK BAGUS, TPI TRLALU MONOTON, TOKOH UTAMA DIBUAT SPRTI TOKOH DRAMA DI SINERTRON IKAN TERBANG, LEMAH,, BAHLUL, TIDAK PEKA, NMUN BANDEL.
SKALI SKALI BUAT TOKOH UTAMANYA CERDAS, PINTAR, DN TANGGUH..