NovelToon NovelToon
Since I Found You

Since I Found You

Status: tamat
Genre:Cinta Murni / Tamat
Popularitas:114.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Komalasari

Kehidupan Vlad Ignasevich awalnya sangat sempurna. Paras tampan dan kekayaan melimpah. Namun, insiden mengerikan telah merenggut seluruh kesempurnaan itu.

Vlad harus hidup dengan satu kaki, setelah dokter memutuskan mengamputasinya sehingga membuat Vlad mengisolasi diri di desa kecil nan tenang bernama Sieseby, Jerman.

Namun, ketenangan Vlad yang mengisolasi diri di sana mulai terusik, ketika Mikola Vanko yang merupakan ajudan setianya, datang dengan membawa gadis bernama Altea Miller.

Altea adalah gadis liar dengan seribu satu masalah. Namun, dia berhasil membawa Vlad keluar dari 'persembunyian sunyi'.

Dengan kaki palsunya, Vlad bertualang mencari Altea yang diculik oleh Ludwig Stegen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Komalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antoher Lure

Willy kembali mengusap tengkuknya. Perasaan tak nyaman itu kian menyeruak, terlebih ketika Mykola sudah memasang ekspresi yang menyiratkan banyak makna. Akan tetapi, Willy juga tak mungkin mengabaikan pertanyaan Herbert. “Tidak, Paman. Altea sudah lama tidak menghubungiku. Coba saja Paman tanyakan pada teman-temannya yang lain. Sarah, Renee, atau …. maaf, tapi aku harus segera pergi. Tuan di dekat mobil itu sudah menungguku sejak tadi.” Willy terus berusaha menghindari Herbert. Dia tak ingin jika pria itu terus bertanya tentang Altea padanya.

Herbert yang terlihat memasang raut tak nyaman, mengalihkan pandangan kepada Mykola. Dia menatap pria tampan tersebut untuk beberapa saat. Namun, Herbert tak menyapa atau sekadar memberikan salam lewat bahasa tubuh. Dia kembali beralih pada Willy. “Ya, sudah. Pergilah,” ucapnya kemudian.

Sambil bernapas lega, Willy berjalan menghampiri Mykola. Dia langsung masuk ke mobil. Willy duduk dengan bahasa tubuh yang dibuat senyaman mungkin, agar sang ibu tidak merasa curiga. Pemuda itu bahkan sempat tersenyum sambil melambaikan tangan dengan wajah semringah.

Sementara, Mykola yang sudah duduk di belakang kemudi, tak segera melajukan kendaraannya. Dia memperhatikan Herbert yang berjalan tenang di trotoar, hingga pria tersebut memasuki sebuah bangunan. Mykola yakin, bahwa itu merupakan tempat tinggalnya.

“Kenapa Anda tidak segera menjalankan mobilnya, Tuan?” tanya Willy hati-hati. Dia menoleh sejenak kepada Mykola, lalu kembali melihat ke depan saat pria tampan berambut gelap itu balas menoleh padanya.

“Ah, kau benar. Aku bisa bertanya padamu saat di perjalanan nanti,” jawab Mykola sambil menyalakan mesin mobil. Dia menjalankan kendaraan mahal miliknya, menjauh dari pandangan Steffany yang masih terpaku di tempat dia berdiri.

Perasaan lega Willy seketika sirna, berganti dengan ketidaknyamanan yang luar biasa. Entah apa yang akan dia berikan sebagai penjelasan kepada Mykola. Willy yakin bahwa pria dengan blazer abu-abu yang tengah fokus mengemudi itu, pasti akan bertanya macam-macam tentang Herbert. Apa yang ada dalam pikiran pemuda dua puluh empat tahun tersebut memang benar adanya.

“Jadi, sudah berapa lama kau mengenal Altea Miller?” Mykola mengawali pertanyaannya tanpa mengalihkan pandangan dari lalu lintas yang mereka lalui.

“Aku sudah memberitahumu kemarin, Tuan,” sahut Willy. Si pemilik rambut pirang itu yakin bahwa Mykola pasti tak percaya dengan jawaban yang dia berikan.

Apa yang Willy yakini memang tidak keliru. Mykola tertawa renyah diiringi sebuah decakan pelan. “Kau pikir, saat ini dirimu sedang bicara dengan siapa?” Nada pertanyaan Mykola terdengar penuh sindiran. “Pria tadi mengenalmu dengan sangat baik, Willy,” ucap Mykola seraya menoleh sesaat kepada pria muda di sebelahnya.

Willy memilih untuk tak langsung menanggapi ucapan Mykola. Pria dengan jaket hoodie berwarna hijau army tadi, sedang memikirkan jawaban apa yang akan dirinya berikan kepada pria yang terlihat sangat cerdik tersebut.

“Kenapa kau diam, Willy? Seberapa jujur perkataanmu padaku? Aku jadi ragu.” Mykola menggeleng seraya kembali berdecak pelan.

“Aku ….” Willy menjeda ucapnya.

“Bicara saja. Aku akan memberimu waktu selama dua jam perjalanan kita menuju Sieseby, sebelum memutuskan untuk menyerahkan rekaman pembicaraan kita yang kemarin kepada Nona Emma Sauer,” ucap Mykola. Asisten kepercayaan Vlad tersebut masih terlihat tenang, meskipun ucapannya tadi terdengar penuh ancaman

Willy menggaruk kepalanya. Rambut belah tengah pria itu pun menjadi sedikit acak-acakan. Willy sempat mengalihkan pandangan ke luar jendela kaca mobil yang sedang melaju. Akan menjadi sebuah keputusan terbodoh, andai dia memilih untuk merebut kemudi lalu memaksa keluar dari kendaraan. Willy segera menggeleng. Sepertinya, dia memang tak memiliki pilihan lain. “Apa Anda merekam pembicaraan kita kali ini?” tanya Willy memasang wajah polos.

“Tidak. Memangnya kenapa?” Mykola balik bertanya.

“Ya, barangkali Anda kembali berniat menjebakku,” tukas Willy, yang seketika membuat Mykola tertawa renyah. “Anda pasti memiliki trik lain,” ujar pria muda itu lagi.

“Kau sangat bertele-tele. Tak bisa kubayangkan jika kau sedang mengincar seorang gadis. Dia pasti akan lebih dulu diambil pesaingmu,” ledek Mykola. “Kau tinggal menjawab, sudah berapa lama mengenal Altea Miller. Aku berjanji akan membekalimu uang saku, andai kau bersedia memberikan informasi tentang wanita muda itu." Mykola memberikan sebuah penawaran kepada Willy. Tepat pada perempatan lampu merah, pria tampan dengan kacamata hitam branded tadi menghentikan laju kendaraannya.

Mykola mengeluarkan sejumlah uang tunai dari saku dalam blazernya. Beberapa lembar Euro dengan jumlah yang jauh lebih banyak, dari pendapatan per bulan Willy sebagai kasir di butik. Iming-iming tersebut membuat Willy mengembuskan napas dalam-dalam. Itu sebuah godaan yang sangat menggiurkan. Dia bisa mengajak kekasihnya menonton pertandingan sepak bola dari tribun VIP.

“Kutunggu keputusanmu hingga tiba di Sieseby ….” Mykola melihat arloji mahal yang melingkar di pergelangan kiri. “Ah, rupanya hanya sekitar tiga puluh menit lagi,” ujar pria itu kalem. Dia melirik sejenak kepada Willy yang makin terlihat galau. Mykola pun tersenyum. Dia bisa menebak pergulatan batin dalam diri pria dua puluh empat tahun tersebut.

Jarak tempuh dua jam memang terasa begitu cepat, dengan gaya mengemudi Mykola yang bagaikan seorang pembalap Formula 1. Mobil yang dia kendarai pun sangat mendukung kelihaiannya dalam berkendara. Hanya tinggal menghitung dengan jari, mereka akan segera tiba di desa yang dituju.

“Anda membawa mobil sebagus ini ke pedesaan, Tuan?” Willy mencoba berbasa-basi, demi mengurangi kegalauan dalam hati. Ekor mata dan lirikan pria muda berambut pirang itu, sesekali tertuju pada tumpukan uang di atas dashboard. Ingin rasanya segera mengambil mereka, yang seakan sudah terus-menerus melambai kepada Willy. Namun, satu sisi pria muda tersebut masih bertahan dan menjaga imagenya.

Tepat sekitar tiga puluh menit kemudian, mereka tiba di depan sebuah rumah dua lantai dengan suasana yang sangat asri. Mykola menghentikan laju kendaraannya. Akan tetapi, pria blasteran Rusia-Ukraina tersebut tak segera keluar. Dia setengah menghadap kepada Willy. “Ambilah. Uang itu sudah menjadi milikmu,” ucapnya tanpa melepas kacamata hitam yang dia kenakan.

Willy tertawa renyah. Sorot matanya memperlihatkan rasa tak enak. Namun, dia juga tak mampu mengendalikan godaan setumpuk Euro, yang terlihat berkilau terkena cahaya mentari di pagi menuju siang itu. "Baiklah. Aku menerima penawaran ini," putusnya.

"Itu sangat bijaksana dan rasional," ucap Mykola menanggapi. Dia mengambil uang tadi, kemudian memberikannya langsung ke tangan Willy. "Simpan uang ini baik-baik. Sekarang, mari kita masuk," ajaknya seraya membuka pintu. Mykola keluar dari mobil terlebih dulu, barulah Willy menyusul kemudian.

Kedua pria dengan gaya busana yang jauh berbeda itu, berjalan melewati halaman berumput. Setelah tiba di depan pintu, Mykola segera mengetuknya. Tak berselang lama, pintu terbuka. Wajah Elke menyambut kedatangan mereka.

"Mykola? Apa kabar? Kenapa tidak memberitahu dulu jika kau akan datang?" Seperti biasa, Elke selalu terlihat ramah dan hangat.

"Rencana mendadak, Nyonya," jawab Mykola membalas keramahan Elke. "Apa Tuan Ignashevich ...."

"Masuklah," ajak Elke sebelum Mykola sempat melanjutkan kata-katanya. "Kau tak akan percaya ini. Vlad, turun kemari dan duduk bersamaku di ruang tamu," tutur Elke diiringi senyuman lebar.

"Itu berita yang sangat bagus, Nyonya. Aku akan menemuinya sekarang." Mykola menoleh kepada Willy yang berdiri sedikit di belakang. Dia memberi isyarat kepada pria berambut pirang itu agar mengikutinya. Dengan ekspresi yang terlihat sangat gugup, Willy mengangguk setuju.

"Siapa anak muda ini, Mykola?" tanya Elke yang memperhatikan Willy untuk sesaat.

"Dia Willy. Temanku dari Hamburg," jawab Mykola enteng.

"Oh, baiklah. Aku akan menyiapkan makan siang dulu. Jika kau ingin menemui Vlad, langsung saja ke kamarnya. Kurasa, untuk saat ini dia sudah mulai 'membaik'." Elke tertawa pelan atas ucapannya, setelah melontarkan kata 'membaik'.

"Iya, Nyonya. Kami permisi dulu." Mykola mengangguk sopan. Begitu juga dengan Willy. Keduanya berjalan menaiki anak tangga hingga tiba di lantai dua.

"Kenapa nyonya tadi memanggil Anda dengan nama Mykola, bukan Robert?" tanya Willy heran.

"Karena namaku memang Mykola," jawab pria tampan yang telah melepas kacamata hitam sebelum dia masuk rumah. Mykola baru memasukkan benda penunjang penampilannya tersebut ke saku luar blazer, sebelum mengetuk pintu kamar Vlad.

"Jadi, Anda menggunakan identitas palsu untuk mengelabui ibuku?" protes Willy tak suka.

"Terpaksa. Sebenarnya aku merasa tak tega," sahut Mykola tanpa terpengaruh sama sekali dengan raut Willy yang terlihat gusar.

"Astaga. Ternyata Anda juga penipu rupanya. Lalu, siapa yang akan kita temui sekarang, Tuan?" tanya Willy lagi. "Kuharap bukan mafia yang biasa memperdagangkan manusia."

Namun, Mykola tak menanggapi. Dia menunggu sampai pintu terbuka, dan menampakkan wajah cantik Altea di baliknya.

1
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
akhirnya selesai juga ngebut baca novel vlad sampai ganti² akun hmm keren tor ceritanya👍👍👍👍👍

menunggu asmara up sampai ngabisin baca 2 judul novel otor😁 semua bagus
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Coba ke judul Ryanthi : Manisnya Kue, Pahitnya Kenyataan, Kak Tapi, itu novel pertama saya dan tulisannya masih begitulah 😄
total 7 replies
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
kasihan ludwig😭😭😭 dia mau mempertahankan cintanya tapi bukan jodohnya altea
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
kalau begini ya kasihan ludwig tapi bagaimana lagi altea jodohnya vlad
ludwig datangnya diakhir ya kedahuluan.
menyerah saja lud kau gak akan bisa memiliki altea meskipun sudah ngincipin🤣🤣🤣
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
uhhh kerennnn pasti seru episode selanjutnya vlad akan menikung diialtar pelanminan😍
mayan gak pakai sewa perias semua disiapkan delma setelah siap vlad yang jadi mempelainya.
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
vlad kok bisa kecolongan dirumah sendiri lohhhhh
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
kalau carlo sama vlad kolaborasi melawan ludwig ya menang
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
apa itu ludwig datang untuk menjemput paksa altea

mykola nanti apa jatuh hati sama gadis yang menemani ibunya itu
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
vlad sudah tau altea suka kabur🤣🤣🤣 kapok diborgol kaburlah kalau bisa
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
ampunnn vlad buruan datang bisa gak🤣🤣🤣
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
ludwig salah strategi menantang tapi belum tau seberapa kuat musuhnya.
salah lawan hancur habis usahamu
zc❖Erti 🇮🇩
keluar dari tempat itu altea jadi pandai dalam segala hal kr dapat bimbingan gratis dari delma🤣🤣🤣
lumayan gak usah kursus
zc❖Erti 🇮🇩
ohhh ketauan mykola kau vlad🤣🤣🤣
jelas sangat jelas kemarin masih segol kok sekarang gak pelakunya ketangkap basah🤣🤣🤣
zc❖Erti 🇮🇩
ludwig apa yang mengikuti altea ditoilet pas direstoran itu ya
zc❖Erti 🇮🇩
kok cuma berdua sih gak bawa pasukan.
seru bawa pasukan banyak biar porak poranda tempatnya
zc❖Erti 🇮🇩: owh gitu
total 2 replies
zc❖Erti 🇮🇩
apa yang menabrak altea di toilet tadi ludwing
zc❖Erti 🇮🇩
vlad sudah kenal daerah sekitar rumahnya jadi tau kira² altea dimana
willy gak rugi kan mengikuti mykola jadi tau keindahan rumah sultan rusia😁
zc❖Erti 🇮🇩
mancing bawa willy sekalian bapaknya yang datang🤣🤣🤣
mykola bawa umpan yang pas dan menguntungkan
zc❖Erti 🇮🇩
nah ini namanya rejeki takkan kemana mau mencari info tentang altea sampai kota lain ternyata info datang dengan sendirinya didepan mata🤣🤣
zc❖Erti 🇮🇩
mykola pandai juga menjebak willy buat mengorek info.
sudah er duga dari awal kalau atlea pandai menyanyi dan hidup dijalanan dia pasti seorang pengamen
zc❖Erti 🇮🇩
setelah baca carlo dan miabela next baca ini.
vlad ini yang gaya rambutnya man bun itu ya tor yang di novel the bodyguard
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Iya, Kak. ini spin off-nya Vlad setelah insiden di novel The Bodyguard
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!