NovelToon NovelToon
Mencintai Saudara Tiri

Mencintai Saudara Tiri

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:36.1k
Nilai: 5
Nama Author: ratih Ratnasari

Kanaya harus tinggal satu rumah dengan kakak tirinya yang sudah menikah karena paksaan dari sang ibu dan juga ayah tirinya, setiap hari ia selalu diperlakukan seperti pembantu untuk membereskan semua pekerjaan rumah.
Namun ia juga tak menyangka dengan kakak tirinya yang tiba tiba mencintainya.
Yuk ikuti bagaimana kelanjutannya ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratih Ratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Pada akhirnya Kanaya kembali pulang dengan perasaan sakit hatinya.

Kanaya masuk melewati Arkan begitu saja, ia marah pada Arkan karena ulahnya membuat Arif marah padanya.

"Kamu sudah pulang." Tanya Arkan, akan tetapi Kanaya mengabaikannya untuk melirik saja Kanaya tidak mau.

Arkan bangun dari duduknya lalu ia menahan tangan Kanaya.

"Lepaskan."

"Kamu kenapa? baru pulang kok marah marah."

Kanaya benar benar jengkel dengan sikap Arkan yang berpura pura tidak tahu dengan masalahnya.

"Sebenarnya apa yang Kak Arkan inginkan dariku."

"Apa maksud mu."

"Apa Kak Arkan tidak tahu, gara gara Kak Arkan sekarang Arif menjauhiku."

"Lah memangnya kenapa? bagus dong kalau dia menjauh dari mu lagian kamu ini masih kecil."

"Apa Kakak tidak tahu gimana perasaanku saat ini, aku sakit hati dan kecewa karena Arif menuduhku yang tidak tidak."

"Jangan pernah ikut campur urusanku lagi Kak, Kak Arkan hanya Kakak tiriku bukan Kakak kandung ku dan Kak Arkan gak berhak ikut campur urusanku." Sambungnya lagi, Kanaya tak bisa menahan air matanya yang mulai membasahi pipinya.

Tiba tiba saja Arkan memeluk Kanaya, ia tidak tega melihat Kanaya menangis.

"Maafkan aku." Ujarnya.

Dengan lantang Arkan mengecup kening adiknya itu.

Kanaya pun tak menolaknya karena ia benar benar sedang marah dan kecewa, ia tidak sadar apa yang dilakukan oleh Arkan.

Setelah melepaskan pelukannya kemudian Kanaya pergi ke kamarnya, memang ada rasa nyaman dan tenang setelah Arkan memberi pelukannya, namun Kanaya cepat sadar apa yang dilakukannya itu tidak baik, Arkan bukanlah Kakak kandungnya dan ia hanya sebatas adik tirinya saja.

***

Ponsel Arkan berdering menandakan ada panggilan masuk.

Di ambilnya ponsel dari sakunya kemudian ia menekan tombol hijau.

"Hallo William ada apa?"

"Maaf tuan ada yang ingin saya bicarakan dengan anda tentang istri anda."

"Bicara saja, memangnya apa yang dilakukan istriku."

"Nona Ana berkencan dengan seorang pria bernama Jack, dia mantan kekasih nona Ana."

Arkan pun mengepalkan tangannya, ada rasa cemburu didalam dirinya.

"Ikuti saja dia, dan cari tahu hubungan apa yang mereka jalani."

"Baik tuan, kalau begitu saya tutup telponnya dulu."

Arkan dengan frustasi mengacak acak rambutnya setelah William mengirimkan foto Ana bersama Jack.

Difoto itu Ana terlihat sedang tertawa bahagia, dan Jack sedang memegang tangannya Ana.

"Pria sialan beraninya dia mengganggu istri ku, ada hubungan apa mereka sehingga Ana tak pernah menghubungi ku lagi." Gumamnya.

Arkan mengambil jaketnya lalu ia memakainya, kemudian ia mengambil kunci mobilnya dengan cepat Arkan berjalan menuju mobilnya.

Dengan kecepatan tinggi mengendarai mobilnya, ia terlalu emosi setelah mengetahui Ana yang mengkhianatinya.

"Berani sekali kau Ana, aku menghubungi mu tapi kau malah mematikan ponsel mu ternyata kau malah bersenang senang dengan mantan kekasihmu itu."

Entah kenapa Arkan malah memarkirkan mobilnya di sebuah bar yang tak pernah ia kunjungi.

Lalu ia pun masuk kedalam bar itu dengan banyak godaan dari kalangan wanita yang terus merayunya.

"Hai boleh kenalan." Ujar seorang wanita cantik dan ****.

"Siapa nama mu." Kata Arkan.

"Aku Adisty, mau kah kau minum denganku."

"Tentu saja."

Dengan tersenyum sinis wanita itu memberikan minumannya pada Arkan yang sudah dicampur dengan obat perangsang.

Arkan pun mengambil minuman itu dari wanita yang berada disampingnya.

"Terima kasih."

"Sama sama, ayo habiskan minuman mu sayang."

Setelah menghabiskan minuman nya tidak lama kemudian Arkan merasakan panas di seluruh tubuhnya.

"Panas, kenapa ini membuatku panas."

"Itu obat perangsang untuk mu sayang, mari kita menikmati malam yang indah ini."

Kemudian wanita itu menggandeng tangan Arkan namun dengan cepat Arkan menepisnya.

"Beraninya kau memasuki obat perangsang ke minumanku hah."

Wanita itu bukannya takut ia malah cekikikan menertawakannya.

Sekuat mungkin Arkan menahan rasa panas di seluruh tubuhnya, ia kembali ke mobilnya untuk pulang.

"Argh panas ini benar benar panas, tolong aku."

Hanya menempuh waktu 10 menit saja Arkan sudah sampai dirumahnya lalu ia berjalan cepat memasuki rumah lalu berendam di bathtub untuk mengurangi rasa panasnya.

Namun hasilnya nihil, ia malah semakin panas membuatnya berteriak.

Kanaya yang mendengar teriakkan dari kamar Arkan ia langsung menghampirinya karena ia khawatir pada Arkan takut terjadi sesuatu.

"Kak Arkan kenapa?"

"Tolong aku Kanaya, ini panas argh."

"Panas kenapa, ada apa dengan Kakak."

"Tolong bantu aku Kanaya, aku tak tahan rasanya aku ingin mati."

Kanaya tak mengerti dengan ucapan Kakak tirinya itu, ia juga bingung harus berbuat apa untuk meredakan panas yang dirasakan Arkan.

Dengan cepat Arkan mendekati Kanaya lalu ia melakukan penyatuan bibirnya.

"Kak Arkan lepaskan aku, apa yang Kak Arkan lakukan."

Akan tetapi Arkan semakin memperdalam ciumannya lalu ia membawa Kanaya ke atas tempat tidur.

Kanaya benar benar tak bisa memberontak karena Arkan menguncinya dibawah kungkungan.

"Tolong jangan lakukan ini padaku Kak, sadarlah aku bukan istri mu."

Kanaya menampar pipi Arkan untuk menyadarinya namun Arkan malah melakukannya semakin jauh.

"Tolongggg," percuma ia teriak tidak akan ada yang mendengarnya, semua pelayan sudah tidur ke alam mimpi.

"Kak aku mohon jangan lakukan ini."

"Maafkan aku Kanaya, aku tak bisa melepaskan mu karena ini pengaruh obat maafkan aku, aku janji akan membayar mu seberapa pun yang kamu mau."

"Tidak Kak tidak." Teriak Kanaya.

Pada akhirnya Arkan membuat Kanaya tidak suci lagi ia melakukan beberapa kali membuat Kanaya kelelahan dan pasrah atas perlakuan Arkan percuma ia memberontak tenaga Arkan lebih kuat darinya. Setelah melakukan penyatuannya barulah Arkan merasakan tenang dan damai pada tubuhnya namun tidak dengan Kanaya yang kesakitan dan menangisi nasibnya.

1
Lisna Wati
lanjut
Ing
di tunggu kelanjutannya, semangat 💪💪
Ing
sedih sampai menetes air mata ku, tega sekali kau thor
Ing
kanaya sama Wiliam, jgn sama Arkan manusia plin plan jadi emosi jg sama tu arkan
Ing
ceritanya bagus, lanjut semangat thor
Ing
bagus
Fatma Kodja
pergi saja dari rumah Kanaya, biarkan Arkan menyesali perbuatannya bila perlu minta bantuan William
lovely
ko gakk rela Kanaya masih bau kencur masih gadis jdi santapan cowok beristri 🥵🥵
Criss Cross
wah aku tunggu tuh yang baru thor. kek nya bakal lebih seru😍😘
BeautyBabe
thor up nya jan lama" yaaahhh😃 ⓈⒺⓂⒶⓃⒼⒶⓉ ⓉⒽⓄⓇ 🔥🔥
Wahyuni Wahyu
up lagi donk tor 💪
Wahyuni Wahyu
lanjuuuuuuuuuttttt tor
Wahyuni Wahyu
lanjuuuut tor
𝓓𝓮𝓪
mampir
𒁍⃝Ғνᷤcͣκᷜɪͭиͥʙ⨻ꚃтʌʀÐ︎᚛➢
🥀🌺Aku kasih bintang lima ya🥀🌺
Ratih RS: Terimakasih kak
total 1 replies
Kokoro No Tomo
jejak
Queen lovers ♡
luar biasa
Queen lovers ♡
semangat terus nya
Queen lovers ♡: sama sama
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!