NovelToon NovelToon
Pacar Onlineku

Pacar Onlineku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kencan Online / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.5
Nama Author: m anha

Ayu, seorang gadis desa yang bekerja sebagai perawat di sebuah puskesma di daerahnya, tak sengaja mengenal seorang yang tinggal di Jakarta, hanya karena ia salah mengirim pesan.

Hanya karena berbeda satu angka dibelakang nomor ponsel temannya. Membuat Ayu mengenal Sosok Ardi, pria kesepian yang di tinggal menikah oleh kekasihnya.

Bagaimana kisah mereka?
Akankah hanya sebatas pacar online saja atau mereka akan bertemu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon m anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa Bimbang

Seminggu kini sudah berlalu, Ardy dengan tak sabar menunggu kabar dari Ayu. Dari pagi ia terus menatap ponselnya dengan senyuman, berharap Ayu sudah kembali dan akan menghubunginya sesegera mungkin. Namun, sampai malam hari juga ia belum mendapatkan kabar dari Ayu.

"Mungkin dia kelelahan dan tak sempat mengaktifkan ponselnya." Ardy masih berpikir positif.

Hari kedelapan Ardy menghampiri keluarganya yang sedang sarapan, ia pun duduk sarapan dengan wajah yang ditekuk, tak seperti kemarin wajahnya berseri karena sudah tak sabar ingin kembali berkomunikasi dengan Ayu.

Pagi hari saat sarapan, Ardi sarapan bersama semua keluarganya, "Ardy, bagaimana dengan gadis itu? Apa sudah ada kabar?" tanya Anya, kakak pertama Ardy.

Ardy hanya menggeleng, kemudian ia pun berdiri dari duduknya. "Aku sudah selesai, aku ke kantor dulu," ucap Ardy dan berlalu meninggalkan meja makan, ada perasaan yang tak karuan dihatinya, ada perasaan takut jika Ayu benar-benar tak lagi bisa dihubungi.

Di kantor Ardy bekerja seperti biasanya, jika biasanya ia selalu bekerja dengan semangat dan selalu menyapa para karyawannya yang menyapanya, tapi tidak untuk hari ini, wajahnya benar-benar ditekuk.

Sementara itu, di kediaman Ayu. Ayu tak pergi ke puskesmas. Ia uring-uringan di kamarnya, dia dilema antara ingin menghubungi Ardy atau tidak.

"Ayu, sebenarnya kamu ini kenapa, dari kemarin ibu perhatikan kamu itu terus termenung," ucap ibu menghampiri putrinya yang masih berbaring di tempat tidurnya.

Ayu menatap ibunya dengan sangat intens, ia ingin mengatakan perihal masalah Ardy. Namun, ia merasa ragu untuk mengatakannya.

"Ayu, katakan saja apa yang ingin kamu katakan," tanya ibu membuat Ayu pun menghela nafas.

"Bu, sebenarnya selama ini Ayu menjalin hubungan dengan seseorang," ucap Ayu menunduk, membuat ibu semakin mendekat ke arah putrinya.

"Apa maksudmu Randy?" tanya ibu yang berpikir pria yang dimaksud dekat dengan Ayu adalah Rendy yang sudah datang menemui mereka malam itu.

Ayu menggeleng.

"Bukan Rendy?" tanya ibu membuat Ayu kini mengangguk.

"Jika bukan Rendy, lalu siapa?" tanya ibu, yang ia tahu yang dekat putrinya hanyalah Rendy. Ibu sejak dulu tak pernah tahu jika Ayu memiliki hubungan dengan siapapun, berbeda dengan anak keduanya.

Hampir setiap bulan Chika membawa seorang pria untuk berkenalan dengan kedua orang tuanya dan mengatakan jika dia itu pacarnya, walau Chika gonta-ganti pacar. Namun, ia tak pernah berpacaran keluar dari rumah, jika pacarnya ingin bertemu dengannya, mereka biasa bertemu di rumah dan terus cengkrama di ruang tamu karena kedua orang tua Ayu tak mengizinkan anak-anaknya untuk keluar bersama dengan seorang pria, apalagi Chika masih sangat labil.

"Sebenarnya Ayu menjalin hubungan dengan seorang pria, tapi hanya lewat telepon saja, Bu. Orangnya jauh di Jakarta, Ayu juga berkenalan dengannya hanya karena salah sambung," ucapnya yang kini semakin menunduk, membuat ibunya semakin tak mengerti apa yang dimaksud oleh anaknya.

"Ayu, kalau kamu cerita yang jelas. Ibu tak mengerti apa yang kamu katakan, Nak," ucap ibu Ayu, bagaimana mungkin anaknya berpacaran dengan orang dari Jakarta, sedangkan anaknya itu tak pernah keluar dari kampung halaman mereka.

Begitupun di daerah kampung, ia sama sekali tak mendengar jika ada pria yang datang di kampung mereka dari Jakarta.

Mendengar pertanyaan ibunya, Ayu pun menceritakan bagaimana ia bertemu dengan Ardy dan sudah sampai mana hubungan mereka. Bukan hanya itu, Ayu juga menceritakan sampai bagaimana keadaannya saat ini, di mana ia mencoba untuk melupakan Ardy karena takut jika Ardy hanyalah seorang playboy yang memainkan perasaannya.

Setelah mendengar cerita putrinya, ibu pun mengerti. Ia tak tahu apakah ia membenarkan tindakan Ayu atau tidak. Tapi, yang jelas ia juga setuju jika Ayu mengakhiri hubungannya dengan orang yang sama sekali mereka kenal.

"Lalu bagaimana, Bu?" ucap Ayu yang minta pendapat ibunya. Ia tak bisa memilih jalannya sendiri, jika mengikuti kata hatinya ia menginginkan Ardy, sangat menginginkan melanjutkan hubungan mereka. Namun, ia juga merasa takut jika ia terlalu berharap akan hubungan yang belum pasti.

"Begini saja, kamu telepon dia. Akhiri hubungan kalian, katakan jika kamu tak ingin melanjutkan hubunganmu lagi, lagian ibu lihat Rendy serius denganmu."

"Iya, Bu. Rendy memang serius, bahkan jika aku menerimanya, ia ingin langsung melamar," ucap Ayu menunduk membuat ibu pun langsung menggenggam tangan putrinya itu.

"Ya sudah, telepon pria yang bernama Ardy itu. Katakan padanya jika kamu sudah akan menikah dan ingin mengakhiri hubunganmu dengannya, jangan memberikan dia harapan juga, Nak. Tak baik! Kita juga tak bisa berharap padanya karena kita juga tak tahu seperti apa sifat dan seperti apa keluarganya."

Mendengar itu, Ayu pun setuju, kemudian ia pun mengambil ponselnya.

Ia memang sudah menghapus semua pesan dan juga nomor Ardy. Namun, ia masih mengingat jika nomor Ardy hanya beda satu nomor dengan nomor Nasya, ia pun mencari nomor kontak Nasya dan mengubah nomor satu angka di belakangnya.

Ayu pun melakukan panggilan, ia sengaja mengaktifkan pengeras suara agar ibunya bisa mendengar pembicaraan mereka, nada dering tersambung. Namun, sampai sambungan itu terputus Ardy tak mengangkat panggilannya.

Ayu melihat jam digital yang ada di ponselnya, "Sepertinya dia sedang bekerja, Bu. Nanti saja saat jam istirahat aku telepon lagi," ucap Ayu yang tahu jika Ardy bekerja sebagai seorang karyawan dan ini masih jam kantor, pasti Ardy saat ini sedang bekerja sehingga tak mengangkat panggilannya.

"Ya sudah, ibu ke dapur dulu. Keputusan itu sudah benar, akhiri saja hubungan kalian hari ini, agar dia tak berharap, begitupun denganmu," ucap ibu kembali menasehati Ayu sebelum beranjak dari tempat duduknya. Ayu pun mengangguk dan ibunya pun keluar dari kamar Ayu menuju ke dapur. Ayu kembali berbaring dan terus melihat nomor ponsel Ardy.

"Ardy, ini aku, Ayu," tulisnya mengirim pesan pada nomor Ardy, berharap saat jam istirahat nanti Ardy yang menelponnya lebih dulu. Namun, dugaannya salah, Ayu yang berpikir Ardy akan menelponnya saat jam istirahat justru menelepon setelah pesannya itu dibaca.

Baru saja Ayu ingin mengangkat panggilannya. Namun, panggilannya terputus dan Ayu ingin kembali menghubungi Ardy. Namun, panggilan video Ardy masuk di ponselnya.

Ayu yang tak memakai hijab langsung dengan terburu-buru mengambil hijabnya dan menarik nafas serta menghembuskannya dengan perlahan, mencoba menyusun kata-kata untuk mengakhiri hubungannya dengan Ardy.

Sudah seminggu tak bertemu dengan Ardy membuat ia sangat merindukan sosok pacar onlinenya itu, jantungnya bahkan berdegup dengan sangat hebat. Namun, ia kembali pada apa yang dikatakan oleh ibunya tadi, ia harus mengakhiri hubungan mereka dan mencoba memulai hubungan bersama dengan Rendy.

1
DIBAI
saya dan almarhum suami
juga pacaran online
suami dari medan saya dari pekanbaru
kami cuma telpon2an tampa jumpa dan hanya bisa lihat foto dr FB
karna hp masih jadul
jodoh tak tau kita yang mana dan dari mana
semangat nulis nya
jadi ingat 10th lalu saat baru kenalan sama alm suami
Saya Sayekti
bagus ceritanya
Cca Awh
sayang?
Aghasusanto
jangan sampai lupa ingatan ya.. 😭😭
Ani Kurniati
bagus
Sita Aryanti
waduuh sekali dpt no nyasar mlh ke CEO .
Ikah Kartini
maksih ya thor ceritanya seruuuu👍
Ardi
seru jga pacaran lewat online
Dandelion
jd baper 😂😁
Dandelion
masih manis di awal part 😁😂
Dandelion
era hp android blm ada sptnya 😁😂
Dandelion
sayangnya cuma ada di dunia halu...😁😂
🤧 dia banget
wah dari jakarta juga😄
Ellya Muchdiana
Sudah beberapa tahun yg lalu tas branded itu diproduksi di China, karena di China kaya akan SDA maupun SDM nya, tas kremes yg di Eropa harganya ratusan juta, padahal biaya produksinya di China cuma puluhan ga sampe 50jt, aneh orang2 kaya mau aja dibodohi oleh tas bermerk, masa harga tas seharga harga mobil atau rumah, ga masuk diakal, sekarang harga tas branded jatuh harganya karena sudah tau rahasianya
Arumi Rara
lha ayu Pradipta jadi Rahayu gimana sih Thor???
Novi Puspita Sari
baca novel kk teringat jodoh aku sekarang.kami kenal pun Krn selah sambung, Alhamdulillah rumah tangga kami sudah berjalan 14 tahun😍
Desmira Sharini
malas khan bacanya kl o kejadiannya udah kyk gini
Errna Errna Errna
dion keren
rahmawaty
𝒊𝒏𝒈𝒆𝒕 𝒚𝒖 𝒔𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝒊𝒏𝒊 𝒋𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒊𝒌𝒖𝒕𝒊𝒏 𝒌𝒂𝒌𝒂𝒌2 𝒊𝒑𝒂𝒓𝒎𝒖.. 𝒔𝒆𝒘𝒂𝒋𝒂𝒓𝒏𝒚𝒂 𝒂𝒋𝒂..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!