NovelToon NovelToon
Biarkan Aku Pergi

Biarkan Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Pengganti / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:76.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rijal Nisa

Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan, begitu pula yang dirasakan Amira. Dia adalah korban keegoisan kedua orang tuanya. Apalagi setelah ibunya menikah lagi, dia semakin kehilangan kasih sayang ibunya.

Dapatkah dia bertahan dalam menghadapi kerasnya hidup, atau pergi dan mengakhiri semuanya?

Tahap Revisi 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rijal Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingatan Yang Hilang

Operasi Mira berjalan dengan lancar, setelah dipindahkan ke ruangan lain, keluarganya diizinkan untuk masuk satu per satu.

Dia belum sadar, kondisinya benar-benar parah, dokter bilang untuk sementara dia hanya bisa berjalan dengan memakai kursi roda.

Kalau Amira mendengarkan berita ini dia pasti akan sangat hancur, dia memang selalu terlihat kuat dan tidak pernah mengeluh dengan keadaannya, dia tidak banyak menuntut, dari kecil dia sudah terbiasa diabaikan oleh ibunya, jadi dia berusaha menjadi wanita tegar. Namun di balik sosoknya yang terlihat selalu kuat itu, dia tetaplah seorang wanita lemah, dia perlu kasih sayang dari keluarganya, dia sebenarnya sangat rapuh.

Bu Diandra menangis pilu dalam pelukan suaminya, dia mengutuk dirinya sendiri. Kenapa membiarkan Amira sendirian di luar sana, dia menyesali perbuatannya sendiri yang tidak pernah berlaku adil kepada anak kandungnya.

"Untuk apa Mama menangis dan menyesali semuanya, sekarang sudah tidak ada gunanya," ucap Dimas, dia bukannya mencoba menenangkan mamanya, tapi dia malah menyalahkan wanita itu.

"Kak Dimas, jangan begitu sama mama," tegur Aura mengingatkan. Dimas kembali diam, dia hanya menatap sedih ke arah adiknya yang kini tengah terbaring lemah tak berdaya di atas ranjang rumah sakit.

"Aku tidak yakin dia mau memaafkan kita, Ma," ucap pak Andi dalam keheningan.

"Aku juga tidak yakin dia mau memaafkan aku, selama ini aku juga terus menyakiti hatinya Amira," tambah Aura penuh sesal, dia menyesali semua perbuatan jahat yang pernah dilakukannya pada Amira.

Mereka terus berada di sana sepanjang malam menjaga Amira. Dimas bahkan tidak sedikit pun memejamkan matanya meski dia sudah sangat mengantuk, dia ingin menunggu sampai Amira sadar. Rangga juga masih di sana dia tidak pulang ke rumahnya, dia duduk di luar ruangan menunggu Amira tersadar.

   

****

"Ma bangun, Ma! Amira sudah sadar!" seru Aura, dia sangat senang saat melihat jari jemari Amira mulai bergerak-gerak.

Mereka semua langsung terjaga dan menunggu Amira membuka matanya. Mata gadis itu mulai terbuka sedikit demi sedikit, Amira merasakan pandangannya masih belum terlalu jelas, dia mulai melihat ke sekeliling ruangan, dia menyipitkan matanya saat melihat orang-orang di depannya itu, lalu Amira kembali menutup matanya, mereka semua heran melihat apa yang dilakukan Amira.

"Amira, kamu masih marah sama kami, Nak? Mama minta maaf, mama yang salah. Mama yang sudah berlaku tidak adil sama kamu." Bu Diandra kembali menangis, dia memeluk Amira, gadis itu hanya melihatnya dengan tatapan bingung.

"Kalian siapa?"

Plak!

Pertanyaan Amira seperti tamparan keras buat mereka, ada apa ini? Kenapa Amira tidak mengenali satu pun di antara mereka.

"Kamu tidak mengenal kami ya Mira? Ini mama kamu, kak Dimas, Aura, dan papa. Kamu tidak mengenal kami semua?" tanya pak Andi, papa tirinya itu syok mendengar pertanyaan Amira.

"Mira, kamu juga tidak ingat sama aku dan Aura?? Kamu benar-benar tidak ingat kami?" tanya Dimas, dia tidak kuasa lagi membendung air matanya, beningan kristal itu jatuh membasahi pipinya, ternyata keadaannya separah ini.

"Amira tolong, tolong jangan berpura-pura tidak kenal sama kami. Kami tahu kamu pasti sangat marah kan? Tolong maafkan kami. Aku janji setelah ini aku akan jadi kakak yang baik buat kamu, aku janji bakal ngelakuin apa pun yang kamu suruh." Aura menangis sejadi-jadinya, bahkan tangisannya lebih parah dari bu Diandra. Dia merasa sangat bersalah pada Amira, sebab Amira diusir karena dirinya.

"Ak--- aku tidak kenal kalian siapa, kenapa mengaku menjadi keluargaku? Selama ini aku hidup sebatang kara, keluarga aku semua sudah tiada, kalian--- kalian." Amira menunjuk mereka satu per satu dengan marah, "kalian bukan keluarga aku, jangan coba-coba untuk menipu aku, pergi!"

"Pergi!"

 

"Pergi kalian dari sini!!!" Amira histeris. Dimas mencoba memeluknya untuk menenangkan, tapi tidak bisa. Amira terus meronta-ronta minta untuk dilepaskan.

"Lepaskan aku! Di mana suami aku? Suami aku di mana?"

"Rangga!"

"Rangga!"

Melihat keadaan yang semakin kacau, Aura dan papanya segera keluar memanggil dokter. Rangga yang mendengarkan keributan di dalam pun ikut masuk dan melihat apa yang sedang terjadi.

Amira kembali tertidur setelah dokter menyuntikkan obat penenang.

"Ingatan Amira sepertinya terhenti di saat kecelakaan itu, dan kenapa dia hanya mengingat Rangga, ya karena di saat-saat kritisnya itu hanya ada Rangga," ucap dokter itu menjelaskan.

"Lalu apa ingatannya bisa kembali seperti dulu, Dok?" tanya pak Andi.

"Seiring berjalannya waktu, Insya Allah ingatannya akan pulih kembali. Asalkan dari pihak keluarga ikut membantu, jangan membuat dia stres, dan yang paling penting saat ini adalah mengikuti seperti apa yang dia pikirkan."

Mendengar jawaban dokter tersebut, Rangga sudah dapat menyimpulkan bahwa dia harus berpura-pura menjadi suami Amira.

"Ini konyol, Dim." Rangga terduduk lemas di atas bangku di luar ruangan itu.

"Maafkan kami, Ga. Bukannya kami egois, tapi ini semua untuk Amira. Cuma sebentar kok, nggak lama. Nanti kalau ingatannya sudah pulih, kamu bisa pergi jauh dari dia," pinta Dimas, tidak ada yang dipikirkannya saat ini selain kesembuhan Amira.

"Bagaimana jika ingatannya tidak kembali lagi?" Rangga bertanya dengan putus asa, dia belum siap untuk menikah, dia juga tidak mau berpura-pura menjadi suami Amira. Apa-apaan itu, benar-benar sangat tidak masuk akal menurutnya.

"Rangga, kamu mau ya? Sekali ini saja bantuin kita, sekarang nggak ada jalan lain," tambah Aura

"Tante bahkan sangat berharap sama kamu Rangga, tante mohon kamu mau ya bantu tante."

 

"Saya akan sangat berterima kasih sama kamu Rangga, kalau kamu mau melakukan hal ini. Karena saat ini yang diingat Amira hanya kamu aja," ujar pak Andi. Rangga tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang, tapi orang-orang di depannya ini sangat berharap dia mau menjadi suami Amira untuk sementara waktu saja.

"Kenapa harus aku? Aku tidak bisa berpura-pura, karena aku sudah menyakitinya. Nanti jika dia sadar dan ingatannya sudah kembali, apa kalian tahu apa yang akan dia rasakan?" tanya Rangga menatap satu per satu orang di depannya," dia akan terluka, dia akan lebih kecewa lagi, dia akan merasa bahwa selama ini dia hanya hidup dalam kepura-puraan kita, dia akan berpikir kita sedang mempermainkan perasaannya, bukankah itu sangat menyakitkan," lanjutnya kemudian.

"Tapi kita tidak punya cara lain Rangga," ucap bu Diandra terlihat putus asa.

"Please, Ga, aku mohon!" pinta Aura penuh harap.

"Kenapa tidak katakan saja kebenarannya pada Amira, biar dia tidak kecewa nantinya?" tanya Rangga.

"Jika mengatakan semuanya di saat keadaan seperti ini, yang ada hanya akan memperburuk keadaan," ucap dokter Rani yang sedari tadi diam.

1
Anifa Anifa
novel nggak bermutu
Murdiyanti Dian
😭😭😭😭
Murdiyanti Dian
g percaya aku sama Lidia
Murdiyanti Dian
jangan bersikap seperti itu Amira takutnya Rangga pergi darimu karena sikapmu
Murdiyanti Dian
😭😭😭😭😭
Murdiyanti Dian
kenapa aku mengeluarkan airmata terus.... kasihan Amira
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Bacanya terlalu menghayati, Mbak. makasih udh mampir 🥺🤭💖
total 1 replies
Sang
lanjut dedek/Ok/
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Iya kk😉🤭
total 1 replies
Jade Meamoure
😭😭😭
kagome
kaya tapi sederhana thor itu keren
Fay
Luar biasa
ngintip masa lalu/CoolGuy/
Nayla arafah
ya ampunn

itu sakit banget Amira, Rangga kok gitu sih
Nayla arafah
hmmm kasian Mira kak 🥺
Nayla arafah
satu iklan buat Amira 😁😁
Cristin
sungguh sangat menyedihkan
meihan
sedih woy nyampe nangis, tapi kenapa kurang peminatnya ya padahal bagus ceritanya
ORC
mampir thor 🐼Salam kenal dari Ry 🙏🏻
ORC
Setangkai bunga mawar buat mu Thor
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Makasih, sudah mampir/Smile/
total 1 replies
Yem
semangat ya Amira.. Jadi ikut sedih..
Yem
Kasihan Mira
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: hehe... nanti juga bahagia dianya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!