*NOVEL TAMAT!!!
jangan lupa Follow IG cerita ini:
Caiyo_03.horelalalay
Mey gadis 17 tahun memiliki wajah baby face. Dia tidak memiliki body gitar spanyol atau pun bermata biru, dia hanya gadis polos,lugu namun memiliki daya tarik sendiri.
sampai ia di pertemukan oleh tuhan dengan Breyen wijaya seorang miliader berusia 25 tahun, Ceo muda sekaligus tuan sempurna dengan harta melimpah ruah.
"aku mencintaimu," bisik Bryen ketelinga Mey
"om adalah ketidak mungkinan yang selalu Mey harapkan"jawab Mey lirih
hanya untuk bersenang-senang maaf apa bila ada kesalahan baik di sengaja mau tidak di sengaja terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iza cans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,AND VOTE
FOLLOW JUGA IG AUTHOR
riyaferizap_
HAPPY READING ALL...
Mey cukup merasa lelah, setelah beberapa hari ini bekerja tanpa henti. Breyen cukup galak kepada Mey, ya galak galak sayang. dia tidak membiarkan Mey beristirahat meski sebentar. Padahalkan Mey juga butuh waktu untuk istirahat alasannya adalah Mey harus mengganti mobilnya dengan bekerja.
sebenarnya Mey cukup betah bekerja untuk Breyen meski tuan muda itu sering menyeruhnya hal hal diluar nalar tapi dia tetap memperlakukan Mey layaknya manusia ketimbang prilaku keluarga Mey diRumah.
"om ini udah jam 19.45 Mey boleh pulang belum" Tanya mey sambil melihat jam yang melingkar dipergelangan tangan mulusnya
"gak"singkat padat dan menyebalkan
"tapi om"
"kamu nginep disini ,kamu gak pulang aja gak bakal ada yang nyariin" skatmat Mey tak bisa menjawab ucapan breyen yang semuanya memang baner adanya.
Malam dilalui dengan nyaman oleh Mey. Kamar Breyen sangat rapi dan lengkap. Semua perabotan tersusun rapi pada tempatnya dan perlu dicatat semuanya barang bermerek ingat bermerek
***paginya
Mey merasa ada yang aneh bantal guling yang dipeluknya semalam kini terasa beda seperti kenyal kenyal lembut tapi berpetak petak, bahkan kini lebih terasa nyaman dan hangat.
"ah nyamannya" gumam Mey tanpa membuka matanya bahkan kini tanganya berkeliaran menekan nekan bantal yang kini dirasanga begitu aman dan nyaman
"udah puas nekan nekannya?"
jeblek Mey langsung membuka matanya lebar lebar dan jangan lupa menendang Seseorang yang berbicara tadi
"LAH KOK OM DISINI GAK SOPAN TAU!!!!" ucap Mey nyolot alias ngegas
"berisik! gak usah teriak teriak aku tidak tuli, coba buka mata kamu lebar lebar ini kamar siapa?"
Mey mengedarkan pandangannya benar saja ini kamar tuan sempurna ,matilah Mey yang sudah membentak sang singa pagi pagi buta begini
"aku gak ngapa ngpain kamu" ucap bryen yang melihat Mey menatapnya ambigu begitu.
"siapa tau kan secara aku ini body uwu" jawab Mey dengan pedenya
"kurus kek gitu di bilang body uwu, pantat sama dada kamu aja kagak ada datar kayak triplek!" Serkas Breyen yang membuat Mey naik pitam.
"terserah om asalkan engkau BAHAGIA"jawabnya dengan menekan kata bahagia
KRUYUKK
hilang sudah image Breyen yang cool didepan cewe body lidi ini gara gara perut sialan yang berbunyi tidak pada waktu yang tepat.
Mey cecikikan mendengarnya" ya udah sana om mandi dulu biar Mey yang masak kasian sama perut om yang udah konser"
Mey pergi kedapur apertemen Breyen dibukanya kulkas itu dan uwu mata sipitnya langsung terbuka lebar selebar cintaku pada mu ea.
kala melihat kulkas Breyen yang penuh dengan aneka sayur mayur dan buah buahan segar dapat Mey pastikan Bahwa seorang Breyen tipe yang sangat heginis dan sangat mementingkan kesehatan terbukti pada isikulkasnya ini
"heem aku gak perlu cape cape kepasar kalo gini mah, woke saatnya bergelut dengan para panci. PANCI AKU YANG IMUT SIAP BERTEMUR!" ucap Mey dengan semangat 45
Mey mengaduk aduk nasi Goreng yang hampir matang itu dengan lihainya seperti chef renata ea,
Breyen yang melihatnya cukup takjub karana nyatanya para gadis dizaman sekarang banyak yang tidak bisa memasak bahkan tidak tau menau soal barang dapur maklumlah zaman now.
"lumayan juga gak sia sia saya ngeluarin uang besar buat bayar kamu gadis kecil"gumam Breyen
"TARA NASGOR ALA DEDEK MEY UDAH JADI SELAMAT MENIKMATI TUAN"teriak Mey yang membuat Breyen menutup telinganya
"GAK USAH TERIAK TERIAK AKU GAK TULI"
"noh buktinya om juga teriak tu''jawab Mey entang yang membuat Breyen gemas sekaligus geram
"maha benar para betina" lirihnya,
kalau bukan karana perutnya yang sudah demo sedari tadi mana sudi seorang Breyen wijaya mengalah apalagi mengalah dengan seorang gadis kecil yang menyebalkan
BERSAMBUNG.....
top dokter intan 👍🏼👍🏼👍🏼 susah utk legowo 😉💪😁
sekali baca langsung nyesek di dada kaya ketimpa batu besar😭😭😭