KARYA EVENT ANAK GENIUS S2
Senyum bahagia di hari pengantin Syahnaz harus lenyap saat dirinya menerima kenyataan bahwa pengantin prianya membatalkan pernikahan secara sepihak.
Karena depresi dan butuh ketenangan, Syahnaz malah terjebak di sebuah bar yang membuatnya terlibat skandal dengan Presdir yang di isukan penyuka sesama jenis.
Tidak pernah ada dalam benak Syahnaz bahwa dirinya akan hamil setelah itu, merasa bahwa dirinya malu, ia memilih meninggalkan Indonesia dan berkarir di Melbourne.
Tapi siapa sangka, sembilan tahun kemudian, dia dipertemukan dengan Presiden Direktur itu kembali disaat sang anak hasil hubungan satu malam itu mempertanyakan dimana ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10. One And Only, Baby Girl
POV Nanas.
•
•
•
"Hei, Tuan Robin, apakah kau melihat Andro?" tanyaku pada Tuan Robin yang ada di sampingku.
"Andro, aku tidak melihatnya, coba kau cari di toilet barangkali kau menemukannya disana," jawab Tuan Robin.
Benar juga, mungkin Andro ada di toilet, aku bangkit dan menitip pialaku kepada Tuan Robin, aku berjalan menuju toilet melewati koridor panjang yang sepi karena orang ramai di stage utama.
Aku berjalan aman-aman saja sebelum sebuah tangan menarikku dan menyandarkan diriku di tembok.
"Hai Baby, apa kabarmu, kau tidak pernah mencariku setelah kejadian malam itu, apakah kau ingin melakukannya malam ini?" bisik orang tersebut.
Dia adalah Zach siapa lagi, dia mengekang kedua tanganku di tembok sampai aku kesulitan bergerak.
"Lepaskan aku, Zach."
"Sudahlah Baby, kita nikmati saja," Zach mengarahkan tanganku untuk menyentuh pipinya, rasanya aku benar-benar muak dengan pria otak mesum ini. "Kau tidak merindukanku, aku merindukanmu, tidak ada wanita seperti dirimu, aku harap aku juga satu-satunya pria yang ada di hatimu, kecuali kau menjajahkan tubuhmu ke pria lain setelahku."
"Jaga ucapanmu Zach, lebih baik lepaskan aku sebelum ada orang yang melihat," jawabku.
"Pembelaan, lantas siapa Andro, anak siapa dia, kalau bukan anak pria yang kau temani setelahku, astaga, pria bodoh mana yang meninggalkanmu bersama anak Genius seperti Andro, andaikan dia anakku, akan aku jaga dia," bisik Zach kembali.
"Lepaskan Zach, siapapun ayah Andro itu bukan urusan dirimu, jadi jangan menggangguku," Dasar pria tidak tahu diri, Ayah Andro itu dirimu dan kau malah menyesalkan hal ini.
Zach adalah definisi dari pria yang tidak punya atitude tapi entah kenapa dia bisa menjadi presiden direktur sesukses ini.
"Satu kecupan lalu aku pergi," bisik Zach kembali.
"Kau gila! Lepaskan aku," Aku memberontak, tidak Sudi aku memberikan kecupan kepada pria sialan seperti Zach.
Zach mendekatkan bibirnya ke bibirku, aku benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa karena posisiku yang terkunci.
"Jangan Zach, Jangan!"
"Mommy."
Itu suara Andro, Zach buru-buru melepaskan jeratan tangannya dan memperbaiki posisi kami, tak lama kemudian Andro datang.
"Mommy sedang apa, ehm ada uncle Zach juga," ujar Andro saat ada dihadapan kami.
"Tidak ada apa-apa Andro, hanya mengobrol dengan Mommymu, kau darimana?" jawab Zach kikuk.
"Tidak dari mana-mana, Mommy mau kemana?"
"Niatnya Mommy ingin mencarimu di toilet sayang, tapi ternyata kamu ada disini," jawabku melirik Zach yang merasa canggung.
"Kalau begitu uncle permisi dulu yah, bye Zach, permisi Nyonya Syahnaz saya duluan," ujar Zach padaku.
"Baik, Tuan Zach," jawabku.
Setelah kepergian Zach, ekspresi wajah Andro berubah drastis dari wajah polos khas anak-anak menjadi wajah serius.
"Dia ngapain Mommy, pria sialan itu ngapain?" tanya Andro dingin.
Kekuatan apa anak ini, bisa merubah kepribadiannya dalam sekejap, dia menjadi dingin sekarang.
"Selama disini, lebih baik Mommy jaga jarak, dia nekat, dia hampir mencium Mommy," Apakah Andro melihatnya. "Aku melihatnya Mommy."
Aku baru sadar kalau daritadi Andro memegang ponsel dan dalam keadaan merekam, apa rencana anak ini sekarang, yang jelas kini aku kembali ke studio utama menuju tempat dudukku disamping Tuan Robin.
"Mommy, aku pergi dulu, jangan cari aku."
"Mau kemana Andro?"
Andro terdiam, sedang aku menatapnya dalam, anak ini penuh misteri padahal dia anak kandungku sendiri.
"Meluruskan benang merah cerita kita," jawab Andro berjalan pergi.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
Jangan Lupa Like.
beri keajaiban dong ..
bukan sok bener sendiri... tapi bok jangan seperti itu.
kita menjelek² kan orang... belum tentu kita bagus dan baik.
setiap orang memang punya pemikirannya sendiri²... tapi tidak perlu menghujat to menjatuhkan orang lain.
berkaca pada diri sendiri... apa yang kurang to yang baik pada diri kita... dan moga² hati kita d jauhkan dari PENYAKIT HATI.
maaf bila kata² to tulisan saya menyakitimu...buka membela siapa²...hanya mengingatkan. moga jadi lebih baik dan sehat selalu. 🙏🙏🙏🙏☺☺