NovelToon NovelToon
Menikahi Berandal Tampan

Menikahi Berandal Tampan

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:169.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lebah_maDu

Mencintai pria baik tidak menjamin kisah cintamu berakhir baik. Seperti itulah yang dialami Juwita. Dia harus menyaksikan Sadewa, pria yang dicintainya menikah dengan wanita lain. Sakit hati karena cintanya di khianati membuat Juwita memutuskan untuk menikah dengan pria yang katanya paling brengsek di dunia hanya untuk membakar kecemburuan Sadewa.

Hidup berdampingan dengan Jeffsa, suami berandalannya. Sangat manis di hadapan tetangga, tapi menyepakati berbagai kesepakatan aneh sebelum memutuskan untuk menikah. Akankah pernikahan mereka berakhir bahagia, akankah tumbuh benih-benih cinta diantara keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lebah_maDu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Atasanku Ex Saingan Cintaku

Sebulan sudah Juwita berganti status sebagai istri. Dia juga sudah bekerja sebagai karyawan magang di perusahaan Adhyaksa Group.

Juwita tidak sendirian, karena disini juga ada Alan dan Caca. Mereka jugalah yang memberikan informasi lowongan pekerjaan pada Juwita beberapa waktu yang lalu. Selama satu minggu bekerja, tidak ada kendala yang berarti.

Juwita sangat senang bekerja di perusahaan ini. Terlebih dia juga berada di divisi yang sama dengan Caca. Sementara Alan, dia bekerja di divisi yang lain dan hari ini absen karena sakit.

"Juwita, tolong serahkan laporan ini ke manager kita, ya?" pinta seorang karyawan senior siang itu.

"Apa manager kita sudah kembali masuk kerja?" tanya Juwita antusias.

Juwita belum pernah melihat manager divisinya. Dia hanya tahu bahwa manager mereka galak. Desas-desus yang beredar juga mengatakan manager suka menindas karyawan yang tidak mematuhi perintahnya. Dengar-dengar, dia hamil duluan dengan pacarnya dan seminggu ini dia mengambil cuti karena pergi berbulan madu setelah melangsungkan acara pernikahan.

"Jangan bikin masalah sama dia ya?" pesan karyawan senior tadi.

"Juwita, jangan sampai lihat wajahnya. Segera kembali setelah menyerahkan laporannya!" kata Caca mengingatkan.

"Baik!" kata Juwita.

Juwita bangkit, merapikan dirinya sebelum menemui manager wanita di ruangannya.

Tok

Tok

Tok

"Masuk!" sahut manager itu dari dalam.

"Selamat pagi, Bu Manager! Saya kemari untuk membawakan laporan hari ini. Silahkan diperiksa!" kata Juwita dengan sopan.

"Taruh di meja. Aku akan memeriksanya nanti!" jawab Manager itu tanpa melihat Juwita.

"Kalau begitu saya permisi!" kata Juwita lagi. Juwita pun sama, dia tidak terlalu memperhatikan wajah atasannya.

Dia segera berbalik arah. Segera keluar mengikuti arahan teman-temannya yang mereka sampaikan sebelum Juwita pergi. Tapi langkahnya terhenti karena manager wanita itu menghentikannya.

"Tunggu, siapa namamu?" tanya orang itu.

Juwita pun kembali berbalik arah dan menjawab pertanyaan atasannya, "Saya Juwi,-"

Juwita tidak bisa melanjutkan kalimatnya setelah melihat wajah atasannya. Seorang wanita yang kini melihatnya dengan senyum jahat. Wanita bernama Melodi, yang ternyata adalah wanita pilihan Sadewa.

Demi wanita ini Juwita ditinggalkan. Karena wanita ini Juwita harus patah hati karena Sadewa mengingkari janji untuk menikah dengannya dan memilih wanita lain. Dan wanita lain itu kini berada tepat di hadapan Juwita. Duduk di singgasananya yang terhormat sebagai atasannya.

"Juwita, kita bertemu lagi!" kata Melodi dengan senyum yang sangat memuakkan.

"Manager, bolehkah saya kembali?" tanya Juwita. Mengabaikan sapaan Melodi dan pamit secepatnya.

Dadanya sangat sesak. Juwita sudah menjauh dari Sadewa. Tidak ingin melihatnya lagi dan bertemu dengannya. Dia bahkan tidak hadir saat dia menerima undangan pernikahan Sadewa. Siapa yang mengira bisa seperti ini.

Di tempat barunya Juwita harus bertemu dengan wanita yang pernah menjadi saingan cintanya dan lebih buruk lagi karena Juwita harus bekerja sebagai bawahannya.

Meskipun begitu, Juwita masih bisa berpikir jernih. Tidak kalap dan marah seperti hari saat dia kembali dan menggagalkan pernikahan mereka. Tapi apa yang akan terjadi kedepannya. Sebagai karyawan magang, sangat mudah baginya untuk ditendang keluar. Juwita sudah sangat berhati-hati, tapi jika pada akhirnya atasannya adalah musuhnya, pemecatan dirinya rasanya tinggal menghitung hari saja.

"Tentu saja. Silahkan kembali ke ruanganmu dan bekerja dengan serius," jawab Melodi.

Juwita segera pergi. Meninggalkan ruangan itu dan terduduk lemas saat tiba di ruangannya.

"Kenapa harus dia?" sesal Juwita sambil mengusap wajahnya

.

.

.

"Kamu kenapa?" tanya Caca saat mereka istirahat siang di kantin. Caca rupanya menyadari Juwita yang terlihat berbeda sekembalinya dari ruangan Melodi.

"Sepertinya aku akan segera dipecat," jawab Juwita jujur tapi terlihat lemas.

Baru beberapa hari yang lalu Juwita membanggakan dirinya karena berhasil diterima bekerja di perusahaan besar sekelas Adhyaksa Group. Dia bahkan selalu memamerkannya pada kelima adik barunya yang sebenarnya masih tidak tahu apa-apa. Juwita juga sudah berjanji akan mentraktir mereka saat menerima gaji pertamanya.

Juwita masih ingat bagaimana bahagianya Ayah Bubu dan Bunda Nindi saat membanggakannya di hadapan Jeffsa. Tapi sepertinya kebanggaan itu akan segera berakhir. Juwita sangat malu, malu pada orangtua angkat barunya juga malu pada Jeffsa suaminya.

"Kenapa harus dipecat?" tanya Caca bingung. Seingatnya Juwita tidak melakukan kesalahan apapun dan bekerja sangat baik meskipun masih magang.

"Ca, Melodi itu ternyata istrinya Kak Sadewa. Aku sudah mengacaukan pernikahan mereka waktu itu. Dia pasti menyimpan dendam padaku," curhat Juwita.

Caca yang sebelumnya sibuk dengan makanannya langsung diam. Membayangkan betapa gelapnya masa depan Juwita di perusahaan ini sekarang.

"Juwita, percayalah padaku. Dia pasti akan mencari-cari kesalahanmu dan membuatmu terlihat buruk di mata orang-orang," kata Caca.

"Aku harus bagaimana, Ca. Haruskah aku resign setelah menerima gaji pertamaku?" tanya Juwita.

"Juwita, maaf. Tapi sepertinya itu yang terbaik. Daripada bekerja di satu perusahaan dengannya, lebih baik kau berhenti. Aku yakin dia akan mempersulit mu," jawab Caca.

"Aku tahu," lirih Juwita.

"Jangan terlalu banyak berpikir. Aku akan membantumu mencari lowongan pekerjaan yang lain nanti," lanjut Caca.

.

.

.

BRUK

Jam menunjukkan pukul 16.50 sore. Sepuluh menit lagi harusnya Juwita pulang tapi setumpuk berkas itu diletakkan di meja Juwita.

Juwita melihat kearah wanita yang berdiri di depan mejanya. Ingin tahu siapa yang memberikan tugas sebanyak itu di akhir jam kerja.

"Juwita, kau tidak diijinkan pulang sebelum menyalin semua berkas ini," perintah Melodi kemudian pergi begitu saja.

"Sialan!" umpat Juwita.

Sepertinya pembalasan dendam Melodi sudah dimulai sekarang. Tapi Juwita harus tetap profesional. Meskipun masih magang dia tetap harus menyelesaikan pekerjaannya dengan serius. Jadi Juwita segera membuka komputer miliknya dan mulai menyelesaikan tugasnya tanpa mengeluh sedikitpun.

"Aku bantu ya?" kata Caca saat semua karyawan mulai pulang.

"Memangnya boleh?" tanya Juwita.

Berkas itu sangat banyak, bahkan meskipun harus dibantu Caca sepertinya mereka akan tetap pulang larut malam.

"Boleh, asal tidak ketahuan," jawab Caca kemudian segera membantu Juwita.

Dua sahabat itu saling kejar. Dua-duanya konsentrasi dengan komputer mereka masing-masing. Tidak ada percakapan yang berarti karena mereka ingin segera menyelesaikannya dan pulang.

Setelah bergelut selama empat jam akhirnya semua selesai. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam dan mereka belum makan.

Keduanya bergegas. Segera turun dan berencana makan malam bersama. Tapi terhenti karena Juwita melihat Sadewa.

"Apa Melodi belum pulang. Dia pasti sengaja agar aku melihatnya," gumam Juwita kesal.

"Ayo, cuek aja!" ajak Caca kemudian menarik Juwita. Tapi pergerakannya disadari oleh Sadewa.

"Juwita?" panggil Sadewa ketika menoleh dan melihat siapa yang lewat. Tidak hanya memanggil, Sadewa juga mendekatinya.

"Juwita, kamu kerja disini sekarang? Kenapa nomormu tidak bisa di hubungi. Kakak merindukanmu," kata Sadewa kemudian berinisiatif memeluk Juwita.

Meskipun sangat marah karena Juwita menikah dengan Jeffsa tapi nyatanya Sadewa tetap tidak bisa membenci Juwita. Karena sebenarnya Sadewa pun mencintai Juwita. Tapi apa yang bisa dia lakukan. Dia hanya bisa menyesal, kenapa tidak berhati-hati sampai tergoda untuk tidur dengan Melodi sehingga harus mengingkari janjinya pada Juwita. Sadewa faktanya menikah dengan Melodi karena tanggungjawab bukan karena cinta.

"Lepas!" dorong Juwita.

"Juwita, kenapa?" seru Sadewa. Dia tidak menyangka Juwita menolaknya. Apa dia masih marah?

Juwita ingin menjawab, tapi seseorang datang disaat yang sangat tepat. Melodi, entah apa yang dia lakukan. Sepertinya dia sudah akan memulai dramanya di hadapan Sadewa.

"Juwita, kamu mau pulang bareng?" tanya Melodi dengan ramah. Nada bicaranya sangat berbeda seperti saat mereka hanya berdua siang tadi. Tidak hanya sok ramah, dia juga sok perhatian.

"Nggak apa-apa kan, Sayang?" tanya Melodi kepada Sadewa dengan melingkarkan tangannya. Sadewa terhenyak, tidak suka Melodi berbuat mesra seperti ini di hadapan Juwita.

Juwita bisa melihat semuanya dengan jelas. Juwita tidak marah, dia tidak berhak. Hanya saja dia masih bisa merasakan sakit hati melihat Sadewa bersama wanita ini. Kenapa hari ini dia sangat sial. Meskipun dia sudah menikah dengan Jeff, tapi tidak bisa di pungkiri bahwa dia masih mencintai Sadewa. Melihat mereka bermesraan di depan matanya kembali meremukkan hatinya yang sempat membaik.

"Juwita, apa begini sikapmu saat bertemu kakak iparmu?" tanya Sadewa.

"Dia bukan kakak ipar ku. Dia atasanku," jawab Juwita.

"Mel, benarkah?" tanya Sadewa mengkonfirmasi.

"Benar," jawab Melodi.

"Kalau begitu aku titip Juwita ya. Meskipun dia sedikit manja dan keras kepala tapi dia pasti bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan kemampuannya," kata Sadewa.

"Tentu, aku akan dengan senang hati menjaga dan membantunya nanti," janji Melodi.

"Juwita, ayo!" ajak Sadewa.

"Aku bisa pulang sendiri," tolak Juwita. Kemudian menarik Caca dan pergi dari tempat itu secepatnya.

...***...

1
Qaisaa Nazarudin
Ciihh gak kebalik tuh..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Apakah benar itu anak Sadewa? Kebanyakan Novel yg ku baca,ANAK KU BUKANLAH ANAK KANDUNGKU..
Qaisaa Nazarudin
Hadeuuhh kayak gak punya hp aja..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
OMG cepat Jeff tolong mereka..
Qaisaa Nazarudin
Royal banget ya Jeff ke temen2 dan ke karyawannya,Apalagi isteri nya, Beruntung banget kamu Juwita..
Qaisaa Nazarudin
Waahh Mau dong, apalagi dengan gaji segede itu..👏👏👏👏😄😄😄
Qaisaa Nazarudin
Aku gak Rela Sadewa dengan Melodi bahagia ya thor,Kenapa Sadewa dan melodi tdk mendapatkan KARMA nya..ckk
Qaisaa Nazarudin
Cuuiihh Juwita ku 🤮🤮🤮
Qaisaa Nazarudin
Lha mau apa Sadewa,mohon pada Jeff utk tidak memecat Melody dari pekerjaan nya 🙄🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Asem si Jeff 😂😂😂😂🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk untung aja isteri mu Oon jadi kamu gak perlu kawatir,dengan berbohong sedikit dia pasti akan percaya..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk MAMPOS kau JALANG, Keliatan banget Kesombongan memakan diri..Noh jawab dengan boss mu itu..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Juwita,Kamu harus bisa bersikap Tegas,jangan pernah jadi cewek Lemah,Yang ada Melody akan dendam kalau kamu masih bekerja sementara dia kena pecat..
Qaisaa Nazarudin
Dante jangan Mimpi kamu,Jeffsa dan Kakeknya bukan lawan kamu..
Qaisaa Nazarudin
Waaahh banyak banget tabungan Juwita? Jadi kakek udah tau berapa Tabungan Juwita,makanya dia sengaja mengetes Juwita dengan minta ganti rugi sebanyak itu..
Qaisaa Nazarudin
Inilah masalahnya aku malas baca Alur ceritanya CEO2,DOKTER,DOSEN..gak jauh2 dari Komplik KASTA dan TAHTA..🙇🙇
Qaisaa Nazarudin
Duh kenapa hujung2 nya juga Alurnya Jeff orang kaya,Kecewa deh..🙇🙇Padahal aku oenhen Alurnya benaran cowok biasa..
Qaisaa Nazarudin
Begitu lah CEWEK2 Kaya,gak mau hidup susah,Sanggup merndahkan harga diri demi mendapatkan lelaki kaya.. ckk
Qaisaa Nazarudin
Aku suka Tetangga yg jadi tameng Gini Demi membela kaum wanita,gak ada takut2 nya 👏👏👏💪💪💪💪👍👍
Qaisaa Nazarudin
Oh Astaga ku kira benaran Jeff Tehy CELUP..hah lega..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!