NovelToon NovelToon
Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:46.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Dhenok

Sisilia Maharani awalnya adalah seorang gadis yang cantik, ceria dan baik hatinya. Walaupun Sisilia anak tunggal tapi tidak membuat dia jadi manja.
Setahun lalu Sisilia baru ditinggal mamanya karena sakit. Inilah titik awal kesengsaraan dalam kehidupannya dimulai. Keluarga yg dulunya cukup harmonis mulai terganggu dengan adanya perempuan laen dalam kehidupan papanya. Satu per satu masalah mulai timbul dalam hidup Sisil, baik masalah pribadi dengan pacarnya, Handoko juga masalah dengan papanya.
Bagaimana dengan pacarnya yg bernama Handoko?
Apakah Handoko seorang laki-laki yg bertanggungjawab dan bisa diharapkan?
Apakah papanya Sisilia akan menikah lagi? Bagaimana nanti dengan mama tirinya?
Akankah Sisil menemukan kebahagiaan?
Yuukk kita ikuti saja kisahnya yaa.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Dhenok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Bertabrakan

Menjelang agak sore Sisil sibuk membantu papa nya mengurusi kebun bunga peninggalan mama nya. Disusunnya bunga-bunga yang sudah dipindah dalam pot itu berjejer rapih. Dan digantung nya pot-pot anggrek di bawah pohon buah yang daunnya rindang agar tidak terkena sinar matahari langsung.

Setelah selesai Sisil pun beristirahat. Dia duduk di sofa sambil minum segelas sirup markisa untuk menghilangkan rasa capek dan hausnya. Sisil melihat di dalam kulkas ada puding lagi, tapi beda dengan yang kemarin dilihatnya.

"Puding darimana ini Pa? " tanya Sisil ke papanya yang sedang beristirahat juga.

"Dari teman papa. " Ridwan menjawab pelan.

"Rajin ya teman Papa itu! " celetuk Sisil asal. Dilihatnya sang Papa memejamkan mata. Biasa....semakin umur bertambah, semakin cepat terasa capek.

"Istirahat di kamar Pa! Oya nanti kalau lapar Papa makan aja, tadi Sisil udah beli makanan. Ntar malam Sisil gak makan di rumah ya Pa, mau pergi sama teman-teman. " Sisil memberitahu papanya. Ridwan mengangguk.

Sisil merebahkan badan nya diatas ranjangnya yang empuk. Walaupun ukuran ranjangnya kecil tapi nyaman sekali. Masih ada waktu untuk mengistirahatkan badan nya sebentar.

Sisil bangkit dari rebahannya setelah dirasa cukup. Segera dia mandi dan bersiap-siap. Dipakainya celana panjang jeans dan kaos pendek model sabrina. Walaupun sederhana tapi penampilan Sisil sudah sangat cantik. Ditambah polesan wajah yang natural alami dan lipstik pink muda menghias wajahnya yang putih cantik.

Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan rumah Sisil. Karena pintu pagar tidak dikunci, Pingkan langsung masuk ke dalam rumah Sisil yang sudah menyambut kedatangan nya. Setelah bersiap-siap sebentar dan pamit pada papanya, Sisil dan Pingkan pergi melanjutkan tujuan mereka menuju mal XX.

Rupanya karena ini malam minggu, jalanan ramai sekali. Apalagi mal yang dituju adalah mal yang berada di tengah-tengah kota. Sudah pasti macet.

"Gila! Minggu lalu jalanan gak separah ini ne.... ada si komo ngikut sih! " Pingkan terbahak. Sisil menonjok pelan tangan Pingkan.

"Kita cari makan dulu ya say, dah laper perut gue. " Sisil mengelus perutnya dari luar bajunya.

"Yang laen pada mau nonton lho! Lu mau ikutan gak? Kalau mau biar gue minta Heru sekalian beli tiket kita. " Pingkan tetap fokus dengan mobilnya yang masih padat merayap.

"Boleh lah." Sisil menjawab pelan. Kemudian setelah melihat situasi aman terkendali, Pingkan langsung telpon Heru minta tolong untuk sekalian beli tiket tambahan untuk dua orang.

Akhirnya setelah melewati perjalanan yang melelahkan, mobil yang dikendarai Pingkan memasuki pelataran parkir. Beginilah kalau keluar malam minggu, jalanan ramai dan macet, mal pun ramai dikunjungi. Otomatis cari parkiran pun susah. Setelah berputar-putar selama tiga puluh menit, mobil baru bisa dapat parkir.

Sisil dan Pingkan memasuki mal XX. Mal yang paling sering mereka kunjungi di malam minggu ataupun di hari biasa.

Untuk mempersingkat waktu mereka berdua langsung naik lift menuju lantai atas dimana food court berada. Sebab lantai food court ini berada sama dengan bioskop twentyone nya, cuma beda letaknya saja.

Sisil dan Pingkan memesan makanan secara terpisah, karena mereka punya selera yang berbeda. Kemudian mereka duduk di sebuah meja yang letaknya agak di pojok. Mereka berdua menyantap makanan yang sudah datang.

*

*

Seorang lelaki tampan dan seorang gadis mungil cantik yang baru saja bertemu setelah sekian lama tidak bertemu juga berada dalam mal XX tersebut. Siapa lagi jika bukan Handoko dan Lila. Mereka berdua menghabiskan malam minggu bersama.

Mereka berjalan sambil bergandengan tangan dengan mesranya. Mereka berdua memutuskan untuk nonton juga.

Dikarenakan waktunya yang sudah tidak terlalu banyak lagi, mereka berdua memutuskan mencari makanan di food court.

Setelah memesan makanan, mereka berdua duduk di meja yang berada di sudut ruangan food court. Gak lama kemudian makan yang mereka berdua pesan datang dan mereka menyantapnya.

Rupanya mereka semua berada dalam satu tempat yaitu food court. Tapi dari masing-masing pihak tidak ada yang tahu sebab terhalang tembok besar yang ada di tengah-tengah food court. Lagipula duduknya mereka semua pada di pojokan.

*

*

Setelah selesai makan, Sisil dan Pingkan dengan tergesa-gesa berjalan menuju bioskop twentyone yang berada di bagian ujung. Tampak dari kejauhan Heru, mbak Yanti dan David sudah menunggu. Heru melambaikan tangan sambil tersenyum.

Sisil menyambut mereka dengan ceria, diciumnya kedua pipi mbak Yanti yang nampak cantik sekali malam ini. Pingkan sudah nampak asyik berbincang dengan Heru. Tertawa nya sudah terdengar.

Si hitam manis alias David juga nampak ganteng malam ini. Dengan baju kaos krah warna navy dipadu celana jeans tampak cocok di badan nya. Ternyata David dan mbak Yanti memakai baju yang sama, baju pasangan. Ganteng dan cantik mereka berdua.

Tiba-tiba Sisil merasakan perutnya mules. Awalnya dia ingin menahannya, siapa tau sakitnya hilang. Tapi ternyata yang ada malah tambah mules.

"Gue ke kamar kecil dulu ya" pamit Sisil ke Pingkan sambil menahan rasa mulesnya. Wajahnya meringis. Pingkan yang melihatnya gak tega.

"Lu salah makan say? Tadi kayanya pake cabe cuma dikit....kok bisa ya.." Pingkan bingung gak ngerti kenapa Sisil bisa mules.

Sisil sudah gak bisa menjawab Pingkan. Dia buru-buru berlari ke arah kamar kecil alias toilet. Letak kamar kecil ini agak sedikit jauh, di pojokan. Sisil duduk diatas closet dengan dialas tissue. Perut mulesnya rada berkurang setelah banyak yang keluar di closet. Sudah mulai terasa nyaman perutnya. Setelah membersihkan badannya, Sisil menggosok perutnya dengan minyak kayu putih yang selalu dia bawa dalam tasnya. Gak lama hape Sisil bunyi, ternyata Pingkan.

"Ya Ping....kenapa? " tanya Sisil pelan.

"Lu gapapa kan? Udah selesai belom? Buruan say....bentar lagi udah mau masuk ke dalam nih! " Pingkan ngomong dengan cepat.

"Oke....oke....bentar tungguin! " Sisil menutup telpon nya. Kemudian dia buru-buru merapihkan baju dan celananya. Dicuci tangannya bersih-bersih dengan sabun yang tersedia. Sisil berjalan keluar dari kamar kecil dengan terburu-buru.

Bugh!!

Sisil menabrak seseorang. "Ma.... maaf! " Sisil sedikit menundukkan kepala nya meminta maaf.

Sisil mengangkat kepalanya. Dilihatnya seorang gadis cantik dengan rambut panjang sebahu dan tangan nya memegang sekotak popcorn.

Sisil bertambah melotot matanya melihat di sebelah gadis yang ditabraknya secara tidak sengaja itu. Sisil kaget bukan main. Tidak ada sepatah kata pun keluar dari bibir merahnya.

Sementara Handoko bukannya kaget lagi, tapi shock. Dia lebih tidak menyangka kalau Lila bertabrakan dengan Sisil. Sungguh dia tidak berpikir akan bertemu Sisil disini. Handoko menjadi salah tingkah.

Sisil melirik tangan Handoko yang bergandengan tangan dengan cewek itu. Hatinya sakit. Tapi airmatanya gak bisa keluar. Kaget dan sakit bercampur dihatinya.

Pingkan yang melihat kejadian tersebut dari kejauhan, buru-buru menghampiri Sisil.

"Maafkan teman saya. Kami terburu-buru. " Pingkan menundukkan kepala nya sedikit dan kemudian dia menarik tangan Sisil untuk cepat-cepat berlalu dari sana.

Pingkan menggandeng tangan Sisil yang sudah berubah dingin dari kejadian itu. Dia tau teman baiknya ini sedang tidak baik-baik.

Mereka berlima akhirnya masuk ke dalam bioskop. Film segera diputar. Dan sama sekali Sisil tidak berkonsentrasi menonton. Rasa terkejutnya dan rasa sakit hatinya lebih dominan saat ini. Matanya mulai mengembang basah dan membasahi pipinya.

Pingkan menyodorkan tissue sebelum Sisil mengambil dari dalam tasnya. Dia tahu Sisil kecewa dan sakit hatinya.

*

*

Malam harinya setelah mengantar Lila pulang, Handoko pulang ke rumah nya. Dia tidak mampir lagi di rumah Lila dengan alasan capek. Lila tidak memaksa. Padahal sehabis insiden tabrakan itu mood Handoko langsung turun. Pengennya langsung pulang rumah, tapi apa daya tiket sudah dibeli. Dia juga tidak mau membuat Lila curiga.

Ada rasa sesal di hati Handoko, mengapa hal itu harus terjadi.

*

*

Sisil merebahkan badannya yang terasa lelah. Lelah badan, lelah pula pikiran dan hatinya. Terlalu banyak pikiran yang terlintas dalam benaknya.

"Siapa gadis berambut panjang itu? Apakah itu mantan nya? " Sisil menduga dalam hatinya. Dan dia berkeyakinan kalau gadis yang digandeng Handoko tadi adalah mantan nya.

Timbul dalam benak Sisil suatu rencana.

"Aku harus tau siapa gadis itu! Aku harus minta Handoko kepastian! " Sisil bertekad dalam hatinya.

Matanya yang sembab karena menangis mulai terasa mengantuk. Akhirnya Sisil pun tertidur.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Semoga teman-teman suka dan terhibur dengan karya pertama saya ini..... mohon dukungannya selalu (like, hadiah, vote) yaa teman-temanku sayang.... 🤗

1
Sri Sunarti
cemangat3x
Rudi Ali
setuju thor! ditunggu ya cerita Prinanto dan Caitlyn nya!
Rudi Ali
nah liat yg bening lebih halu lagi dah 😁😁
Rudi Ali
yg cowok juga ikutan halu ini... 😁😁
Rudi Ali
👍👍👍
Rudi Ali
Dasar ulet keket 😁
Mom Dhenok: hahaha.... 😄
total 1 replies
Rudi Ali
Seru thor👍 lanjut💪
Mom Dhenok: Baca terus ya... tq
total 1 replies
Rudi Ali
keren... lanjut thor👍
Mom Dhenok: thankyou 🙏🏻
total 1 replies
Mom Dhenok
thankyou 🙏🏻
Rudi Ali
suka ceritanya.... lanjut thor👍💪
Mom Dhenok: dukung terus ya.... tq
total 1 replies
Rudi Ali
semangat terus thor 💪
Mom Dhenok: dukung terus ya.... thankyou
total 1 replies
Roosana 0911
cerita nya bagus , suka bahasa dan cara berceritanya ...semangat terus berkarya ya ...mbasay ,,💪🏻👌👍🥰
Mom Dhenok: terimakasih mbaksay syantik🙏 dukung terus yaa....semoga suka, betah dan menghibur ya mbaksay... 🤗😘
total 1 replies
Mom Dhenok
Terimakasih untuk like nya.....semoga betah baca tulisan saya yaa. Dan mohon maaf jika masih banyak kekurangan nya 🙏🏻 mohon dukungannya terus yaa🙏
Mom Dhenok: makasih mbaksay.... dukung terus yaa biar tambah semangat nih 💪💪🤗😘
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!