(Kanaya Khairunnisa Aulia) gadis yang berusia 17 tahun, di paksa oleh keadaan yang mengharuskan dia menikah mendahului kedua kakaknya dengan (Alfan Alvaro) yang usianya terpaut jauh 10 tahun darinya, karena Suatu alasan yang tidak bisa di hindari olehnya.
"Kamu pasti akan menyesal karena telah menyanggupi pernikahan ini?" tekan Alfan
"Tidak, aku tidak akan pernah menyesalinya karena ini pilihan ku!" jawab Kanaya.
Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikut kisahnya?
Makasih ya guys sudah mau baca? sungguh sangat senang sekali di baca! tapi jangan di bom like yah🙏 dan di sarankan komentar yang membangun? ✌️🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safna Colloction, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 BERANGKAT SEKOLAH
...🤗 Hai selamat membaca 🤗...
Alfan terbangun dari tidurnya, karena ponselnya berdering, tangan wanita yang berada di sisi kiri dan kanannya, melingkar di tubuh kekarnya, Alfan menyibakkan selimut dan menyingkirkan tangan wanita-wanita itu yang melingkar di tubuhnya.
Alfan mengambil ponselnya kemudian mengangkatnya ke telinganya, dia masih dengan mata yang menutup. "aku sekarang sedang berada di rumah teman, yah baiklah, sekarang Aku pergi." ujar Alfan Kemudian menutup sambungan ponselnya.
Alfan bangun dari ranjang dan mengambil pakaiannya, yang tergeletak di lantai, Alfan memakainya Kemudian pergi dari tempat itu.
_
_
_
_
Di rumah Kanaya semua anggota keluarganya sudah duduk di meja makan, dan menyantap hidangan masing-masing, Kanaya makannya sangat lahap, dia selalu dengan segelas susu coklat di sebelahnya,
Sampai-sampai kesya dan Faisal pun saling melempar senyum. Melihat putri mereka makan seperti tidak makan seminggu saja, Dan tiba-tiba Bel berbunyi, Kesya langsung berdiri dari tempat duduknya menuju ke luar, untuk melihat siapa yang datang, tidak seperti biasanya mereka Kedatangan tamu pagi-pagi sekali.
Kesya membuka pintu utama, kemudian dia pun terbelalak melihatnya, bukannya Kesya menyuruhnya tamu masuk lebih dahulu, kesya malah pergi ke ruang makan kembali, kemudian mengambil ponselnya, Dia melihat ponselnya.
"Ya ampun.." ucap kesya
"Kanaya coba tebak siapa yang datang?" tanya kesya
"Siapa emang mah?" jawab Kanaya. yang sudah beres memakan sarapannya, dan sekarang dia sedang meminum susu coklat kesukaannya.
"Kamu lihat saja sendiri yuk?" ucap kesya
Kanaya pun menghabiskan susu cokelatnya, kemudian dia berdiri dari tempat duduknya, mengikuti langkah Kesya dari belakang,
...****************...
Sesampainya di depan pintu utama Kanaya melihat orang yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya. Dia pun pergi lagi kedalam rumah dengan berlari terbirit-birit.
"Maaf yah nak Alfan tadi Tante sedang menghangatkan lauk untuk sarapan, jadi Malah kedalam lagi, belum sempat ajak masuk nak Alfan?" ucap kesya berbohong, padahal dia syok melihat Alfan datang pagi-pagi sekali.
"Iya gak apa-apa Tante santai saja!" jawab Alfan,
"Ayo masuk dulu?" ajak Kesya
"Gak usah Tante saya di suruh mamah, untuk mengantarkan Kanaya ke sekolah, apa Kanaya nya sudah siap?" tanya Alfan
"Sudah nih sudah di belakang Tante?" ucap kesya dengan senyum sumringah.
Alfan pun terdiam sambil celingak-celinguk kebelakang kesya Tetapi tidak ada siapa-siapa di belakang kesya, "Maaf Tante, tidak ada siapa-siapa di belakang Tante!" ucap Alfan,
Kesya Langsung menoleh kebelakang, bukannya Kanaya tadi di belakangnya, dan memang benar Kanaya tidak ada di belakangnya, Kesya pun langsung tertunduk wajahnya langsung memerah.
"Ayo masuk dulu nak Alfan? Tante akan panggilkan dulu Kanaya nya , Apa nak Alfan sudah sarapan? ayo sarapan bersama?" ajak kesya,
"Tidak usah Tante saya sudah sarapan! ucap Alfan. Dia pun masuk ke dalam rumah mengikuti langkah Kesya dan duduk di sofa ruang tamu,
Kemudian Kesya langsung bergegas pergi ke ruang makan. "Eh kamu yah malah ngumpet di sini! Mamah jadi malu sama nak Alfan!" ucap kesya kesal.
"Emang ada siapa mah?" tanya Faisal, yang heran Kenapa datang-datang dari luar Kesya langsung Memarahi Kanaya saja.
"Ada nak Alfan pah mau antar kanaya ke sekolah, bukannya Kanaya menyapa malah pergi lagi ke sini." ucap kesya masih dengan kekesalannya.
"Ya ampun Naya kamu ini." ucap Faisal, sambil menggelengkan kepalanya.
"Gak mah pah! aku mau ikut sama kak kanza saja naik angkot, Mamah katakan sama kak Alfan, aku sudah pergi dari tadi gitu?" ujar Kanaya dengan ketidak inginnya.
"Mamah sudah bilang tunggu sebentar sama nak Alfan, jadi nak Alfan sudah tahu kamu, masih di rumah." Tegas kesya,
"Mamah aku gak mau mah! kalau harus berdua satu mobil dengannya." ujar Kanaya memelas.
"Mamah baru buka pesan dari Tante Wanda, hari ini dan seterusnya, nak Alfan yang akan antar jemput kamu ke sekolah." ucap kesya memberitahukan putri bungsunya itu supaya menurut.
"Mamah ini yah! kalau nanti aku di antarkan oleh kak Alfan, gimana nanti kalau teman-teman aku tahu." ujar Kanaya
"Yah gak akan tahu Alfan calon suamimu! kalau kamu tidak beri tahu mereka." jawab kesya
"Mah serius aku gak mau biar aku naik angkot saja bareng kak kanza." ujar Kanaya memelas
"Yah biar aku saja mah kalau Kanaya gak mau, aku juga mau kok, dengan senang hati malah." goda kanza menyela, karena kanza sangat suka banget kalau menggoda Kanaya, melihat Kanaya wajahnya sudah ingin menangis dia pun menjadi semangat.
"Kamu itu yah menggoda adikmu saja! kamu lagi mamah hukum, jadi laksanakan hukumnya." ucap kesya ke kanza,
Kanza pun mengerucutkan bibirnya, mendengar perkataan kesya, rasa kesal itu pasti terlihat jelas di wajahnya.
"Ayo samperin kasihan sudah jauh-jauh ke sini, niatnya sudah baik jangan di tolak, masa harus kamu suruh pulang, dan gak baik juga tamu tiba-tiba di suruh pulang, bukannya begitu." ujar Faisal
"Iya.. iya.. aku samperin sekarang!" ujar Kanaya dengan wajah cemberutnya, dia langsung mengambil tas sekolahnya, kemudian berlalu pergi dari ruang makan, untuk menuju ruang tamu.
Kanaya dari belakang dia ikuti oleh semua keluarga, yang kepo banget termasuk kanza yang buru-buru mengambil tasnya, Kemudian mengikuti Kanaya dari belakang.
_
_
_
_
Alfan langsung berdiri dari tempat duduknya, melihat semua anggota keluarga Kanaya menghampirinya, dia langsung membungkukkan rasa hormat kepada Faisal, kemudian dia langsung bersalaman dengan Faisal.
Kanza dia dengan kesadarannya langsung menyalami Alfan dengan mencium pucuk tangan Alfan, seperti istri kepada suaminya.
Semuanya pun terkejut melihat Kanza langsung bersikap begitu kepada Alfan, termasuk Kevin dengan wajah datarnya kini dia tersenyum tipis, melihat tingkah kanza.
Kanaya melihat Kanza menyalami Alfan dengan wajah cemberutnya, dia tidak habis pikir! kok bisa kakaknya itu bisa seantusias itu terhadap Alfan? padahal Kanaya saja tidak senang melihat Alfan datang ke rumahnya.
"Kanaya sayang kamu gak mau salaman kepada nak Alfan? tanya kesya, Menyadarkan Kanaya dari lamunannya,
Kanaya yang berdiri tidak jauh dari Kesya, dia pun langsung menyambar tangan Alfan dengan rasa gugupnya, dia masih tidak percaya akan di antarkan oleh Alfan, dia merasa kebebasannya perlahan-lahan akan terenggut darinya.
"Kamu sudah siap?" tanya Alfan dengan wajah manisnya, agar terlihat sempurna di hadapan calon mertua.
Kanaya hanya mengangguk setuju, kemudian Kanaya dan Alfan, bersalaman untuk berpamitan, setelah itu mereka keluar dari rumah berdampingan, dan di antarkan oleh semua anggota keluarga Kanaya, mereka melihat Alfan dan Kanaya berjalan ke arah mobil.
Pintu mobil sudah di bukakan oleh Alfan, tetapi Kanaya enggan untuk masuk ke dalam mobil, tangannya bergetar ini pertama kalinya untuk Kanaya semobil dengan lelaki lain, selain papah dan kak Kevin,
Walaupun mobil itu yang kemarin Kanaya lihat dan di inginkan, tapi bukan begitu cara cepat untuk menaiki mobil itu dengan menjadi calon istrinya Alfan, dan Kanaya tidak menyangka mobil yang kemarin dia lihat sekarang mau di tumpanginya.
"Ayo masuk." ajak Alfan, sambil menarik lengan Kanaya. Kanaya pun tersadar dari lamunannya, kemudian menurut masuk ke dalam mobil.
Tiba-tiba Alfan memakaikan safety belt ke Kanaya, Kanaya pun terkejut, karena jarak wajah mereka sangat dekat, Kanaya pun berusaha susah payah menelan Saliva nya melihat pesona Alfan, membuat hati Kanaya menjadi.
...Dak..Dik..Duk....
Tidak bisa di pungkiri Alfan memang sangat tampan terlihat dari dekat, membuat jantung Kanaya semakin berdebar, Kanaya langsung memalingkan wajahnya, supaya tidak terlalu intens dengan Alfan.
...Bersambung......
...Lanjut ke Bab berikutnya.......
WAKTU YANG TERBANGUN SIA SIA❎
Awas thor banyak kalimat atau ayat yg salah tulis..hati-hati..