Demi menyelamatkan perusahaan dan hidup suaminya. Renata terpaksa menerima kenyataan bahwa dirinya harus menikah dengan rekan bisnis suaminya. Berpisah dengan orang yang kita cintai, memang sangat menyakitkan. Pil pahit pernikahan harus dirasakan oleh keduanya saat memutuskan untuk merelakan cinta mereka.
Akankah mampu Renata menjalani nya?penasaran? Yuk langsung baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @melaniptri__, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TJC EPISODE 10
Part 21+++
Di part ini area dewasa ya, Jadi jika tidak suka dimohon untuk skip saja.
Sesaat kemudian, Keduanya saling pandang.
"are you ready to start the battle dear?" Tanya Rey dengan sorot mata yang menahan gejolak, Dia menatap Renata dengan penuh cinta. Entah karna pengaruh obat ataupun apapun itu.
Renata gelagapan menjawabnya, Di hanya menganggukan kepalanya.
Mendapatkan lampu hijau dari Renata, Rey kembali menyambar bibir manis Renata. Tangganya tak tinggal diam, Dia ikut bergerak di atas tubuh Renata.
Kini ci*man itu berpindah ke leher dan telinga Renata, Rey mulai menghi.Sapnya dengan kuat. Membuat sang pemilik kesusahan menahan suaranya.
"Aku akan melakukannya dengan perlahan," Kata Rey.
Keduannya pun kembali berciiuman, sebelum Rey mengarahkan adik kecilnya untuk bertemp*r didalam goa.
Rey mulai menekan adik kecilnya untuk masuk ke dalam sana, Dia memejamkan matanya saat adik kecilnya ini dirasa sangat menjepit.
"Ah..." Akhirnya suara itu keluar dari bibir Renata saat Rey berhasil memasukan adik kecilnya.
Cup...
Rey mengecup kening Renata, Sungguh perlakuan yang dinuar nalar bagi Renata. Berbeda saat pertama kali yang dimana Rey melakukannya dengan sangat kasar.
Rey memaju mundurkan adik kecilnya secara perlahan, Sedikit demi sedikit agar tidak terlalu melukai Renata.
Namun sedetik kemudian keggilaan Rey kembali, Dia menambahkan temponya dengan cepat dan cepat bahkan cepat.
Membuat Renata memeluk Rey, Dia mendessah kuat saat Rey menghujaninnya dengan cepat.
"Agh... Aghh..."
"Ah.... Ini terlalu sempit!!"
"Sempit sekali sayang!" Celoteh Rey yang tampa sadar menyebut Renata dengan sayang, Renata tidak mendengar itu karna dia kelimpungan dengan gerakan Rey.
"Uuhhh... Ummmm... Ahhh... Re-Rey!!!" Pekik Renata.
Rey terus menggerakan pinggulnya, Membuat si empunya kembali mendessah kuat. "Milikmu ini sangat sempit! Aku menyukainya.. Ah.."
Ya, Wajar saja. Renata baru di sentuh oleh Yuda 3 kali, Jadi wajar jika milik Renata masih sangat sempit dan rapat apalagi kini yang masuk berbeda ukuran.
Renata sungguh kelimpungan, Dia dibuat tak berdaya oleh Rey. Permainan Rey sungguh membuat Renata ampun, Sakit dan nikmat dia rasakan bersamaan.
Renata tak munafik, Dia menikmati itu. "Ah... Ta-tahan.. Ak-aku agh... Ma-mau pi.. Pis..."
"Keluarkan saja, Jangan kamu tahan." Jawab Rey dengan menambah kembali kecepatannya.
Entah berapa kali Renata sampai di puncaknya, Yang jelas Rey sungguh membawanya terbang ke awan.
Rey benar benar liar kali ini. Dia tidak membiarkan Renata untuk beristirahat sekalipun, Dia terus melanjutkannya dengan beberapa gaya.
Erangan demi errangan terus terdengar di kamar Renata, Untungnya Kamar ini sudah kedap suara. Hawa dingin dikamar itu, Kini sudah berubah menjadi hawa panas setalah kegiatan panas itu.
Entah berapa kali Rey melakukannya kepada Renata, Yang jelas efek obat ini sungguh kuat. Belum lagi Rey juga bingung karna dia sungguh dibuat kenikmatan oleh tubuh Renata, Padahal dia anti sekali dengan menyentuh wanita lain selain istrinya.
"Agh... Agh... Agh... Ini sungguh nikmat... Ahh....." Rey menambah temponya sampai kini dia sampai di puncaknya,
"AAAAggHHHHH..." Erangan kuat keluar dari bibir Rey, Dia mengeluarkan lahar panas ke dalam rahim Renata.
"Terimakasih,"
Entah kenapa hati Renata rasanya berdetak dengan kencang, karna kelelahan akibat pertempuran hebat itu Renata langsung memejamkan matanya.
Pagi hari sudah menyapa, Kini pandangan pertama yang Renata tangkap adalah sosok wajah suami barunya.
Rey! ya Rey sekarang sedang tertidur pulas dengan memeluk Renata, Nafas Renata berat saat merasakan Rey memeluknya dengan erat.
"Astaga, Perasaan apa ini?" Renata mengamati wajah tampan Rey, lebih tampan dari Yuda suaminya. namun sesaat Renata menggelengkan kepalanya, Dia harus sadar akan posisinya.