Kisah dimulai dari kedatangan Mahsat, seorang laki-laki dari planet yang turun ke bumi. Mahsat turun ke bumi dengan tujuan untuk merasakan kehidupan layaknya manusia, mencari pengalaman berbeda dari kehidupan di Mars. namun kedatangan Mahsat tidak hanya mempengaruhi dirinya sendiri tapi juga takdir seorang gadis bernama Tasya.
Tasya seorang gadis yang pemalu yang hidupnya monoton dan cenderung membosankan. Namun, kedatangan Mahsat ke kehidupannya, semuanya berubah. Kehadiran Mahsat membuat Tasya merasa lebih ceria dan semangat. Sayangnya Mahsat jatuh hati pada Tasya. Meskipun perasaanya tulus, Mahsat tahu bahwa akan kembali ke Mars pada waktunya yang telah di tentukan.
Sementara itu, disisi lain, ada mahluk lain dari bangsa jin yang merupakan teman Mahsat.
Dengan berbagai liku-liku yang ada, Mahsat dan Tasya, Adrian dan Endah memberikan pelajaran bahwa cinta sejati bukanlah tentang memiliki seseorang, tapi tentang memberikan yang terbaik pada orang yang dicintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka junhata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hubungan Terlarang
Kedekatan Tasya dan Mahsat pun semakin hari semakin akrab, Walaupun sebenarnya Tasya sendiri belum mengetahui tentang perasaan Mahsat padanya. Tapi yang jelas, Tasya merasa bahwa semakin sering Mahsat bergaul dengannya itu sudah cukup membuat Tasya bahagia.
Namun disamping perhatian Mahsat akan Tasya, Mahsat sendiri juga tidak terlepas perhatiannya pada cewek lain termasuk Kanna.
Pada suatu hari Tasya melihat Mahsat dan Kanna ngobrol berdua, Akan tetapi yang ada di obrolan mereka tersebut adalah tidak lain hanya sebatas teman.
Sementara Tasya cemburu saat melihat Mahsat dan Kanna ngobrol tersebut
" Kok' aku cemburu ya liat mereka berduaan!" gumamnya dalam hati
Sedikit menahan rasa cemburunya Tasya pun berusaha menyadarkan dirinya sendiri
" Ayolah Tasya! Bersahabat dengan kak Mahsat aja udah cukup!" tuturnya dalam hati
Kemudian sedikit menahan rasa kecewa Tasya masuk kedalam kelasnya.
" Ih! Emang harus ya gombalin semua cewek! Padahal Kanna kan sudah dianggapnya sebagai sahabatnya sendiri kenapa cobak pake'k gombal-gombalin dia?" tuturnya lagi merasa betek dengan tingkah laku Mahsat
Kemudian karena melihat Tasya masih pagi sudah masuk ke ruangan, Ria dan Erni pun menyusulnya kedalam kelasnya tersebut.
Di muka pintu Ria dan Erni melihat Tasya yang terlihat cemberut, Lalu kemudian mereka berdua mendekati Tasya mencoba untuk menghiburnya
" Ciee! ada yang cemburu kayaknya!" sapa Ria sedikit membuat Tasya kaget.
Namun Tasya menghindar dari apa yang di ucapkan Ria tersebut
Sedikit malu " Cemburu kenapa?" tutur Tasya mengelak
" Jangan bohong! Gue tau lu cemburu liat Mahsat berduaan dengan Kanna kan?" ucap Ria
Seolah memberikan semangat.
" Udah! Nggak usah dipikirin! Mahsat emang kayak gitu orangnya! Sama kita berdua aja dia masih mengeluarkan kata-kata gombalnya! Yang penting kalau lu benar-benar suka sama Mahsat, pepet aja terus" olok Erni seolah menghibur Tasya
Meskipun Erni diam-diam juga menyukai Mahsat, namun perasaannya tersebut dia pendam demi menjaga perasaan Tasya sahabatnya.
Perubahan sikap Tasya setelah mengenal Mahsat dilihat dari mentalnya yang sudah memberanikan diri untuk bergaul pada orang-orang yang ingin berteman dengannya dan juga dari panggilannya pada sahabat tersebut.
" Gue bingung sama kak' Mahsat! Kayaknya gue ngerasa kak' Mahsat nggak peka sama perasaan gue padanya Er!" gubrisnya tentang sikap Mahsat
" Kalau soal itu, gue nggak bisa berpendapat apa-apa tentang hati Mahsat! Karena yang gue tau Mahsat bersikap ramah pada semua orang karena ingin punya banyak temen!" kata Erni
Sementara Ria malah memikirkan tentang perasaan Maulana teman Mahsat.
Tasya pun meminta pendapat Ria tentang Mahsat dalam keadaan bengong tersebut
" Gimana pendapat lu Ria?" tanya Tasya
Namun Ria tidak menjawab pertanyaan Tasya seolah-olah sedang melamun.
"Yeee, Malah bengong!" tutur Tasya
Tak lama kemudian Ria pun sadar dari lamunannya tersebut
" Apa?" tutur Ria sedikit kaget
" Ya ela! Jangan-jangan lu juga naksir pada Mahsat ya?" kata Erni seolah bercanda
Namun Ria menjelaskan bahwa yang di pikirannya bukan tentang Mahsat
"Apa sih! Gue nggak lagi mikirin Mahsat ya! Cuman gue kepikiran pada Maulana!" terang Ria
"Oo, gitu! Maulana? Kalau menurut pendapat gue? Ya nggak ada pendapat!" canda Erni
"Ah! Kirain serius! Dah lah! Keluar yuk! Masih pagi ni" ajak Ria untuk cari hiburan sebentar
Mereka bertiga pun keluar dan pergi ke halaman, Lalu kemudian duduk di salah satu bangku yang ada di halaman tersebut dan tak jauh dari tempat Mahsat dan Kanna ngobrol
Sementara mata Tasya masih tertuju pada Mahsat.
"King sama Maulana mana ya? Kok' nggak bersama kak' Mahsat" kelakar Tasya
"Tau? Yang jelas gue bukan emaknya?" sahut Erni bercanda
Meskipun Erni tidak menggubris perkataan Tasya, Namun Ria seolah setuju karena dia juga sedang mencari Maulana.
" Iya ya? Dari tadi gue nggak liat Maulana?" sambung Ria penasaran
Tak lama kemudian, orang yang mereka sebut muncul.
King dan Maulana pun melihat mereka bertiga yang ngobrol berdiri.
"Eh, kalian! lagi gosip arisan ya!" sapa King
"Emang kita keliatan kayak Emak-emak?" sahut Erni
"Terus kalian lagi ngobrol apaan? Pasti lagi ngomongin gua! Secara, gua kan orang tertampan di kampus ini!" canda King
"Dih! GR amat!" kata Ria
"Er! Lo punya cita-cita nggak?" sambung Maulana
"Ngapain nanya gitu? Ya jelaslah gue punya cita-cita! Kalau nggak ngapain gue kuliah!" jawab Erni
"Boleh nggak gua tau cita-citanya apa?" tanya Maulana lagi
"Mm! Nggak mau ngasih tau ah!" kata Erni menolak menjawab
"Oo, ya udah! Tapi ada satu hal yang pengen gua omongin ke lu Er!" kata Maulana
"Oya? Apa itu?"
"Gua pengen jadi seorang penulis, Dan semenjak gua kenal lo! Gua ter inspirasi untuk menerbitkan sebua buku novel!" terang Maulana
"O, Bagus tuh!"
"Lo tau nggak buku yang pengen gua tulis itu tentang lo! Dan judul bukunya ter inpirasi dari lo Er!" kata Maulana
"O ya? Judulnya apa emang?" tanya Erni mulai penasaran
"Buku Nikah" gombal Maulana
Tasya dan Ria pun serentak" Cieee!"
"Widiih! Udah bisa gombal sohib gua! Gua dukung cita-cita lo sob!" kata King
"Amit-amit! Kalian berdua nggak ada bedanya ama Mahsat, tu dia lagi gombalin Kanna!" potong Erni sambil menunjuk ke arah Kanna
"O, Jelas bedalah!" Asal lo tau Er! Di hati gua ini terpampang jelas ada nama Ria" sambung King menggombali Ria
"Najis!" canda Ria
Kemudian King pun melihat Mahsat, yang sedang mengobrol tersebut.
"Wah! Enak bener jadi Mahsat! Semua cewek mau aja di gombalin sama dia!" ujar King
Sementara Tasya, makin penasaran untuk mengenali Mahsat, Karena munurutnya meskipun terdengar seperti playboy, namun Mahsat sesosok orang yang menyenangkan.
"Kalau boleh nanya? Kak Mahsat udah pacar belum!" tanya Tasya pada King dan Maulana secara sepontan
"Ya, kita kurang tau pasti! Karena sulit medain sikap Mahsat siapa orang yang paling di sukainya, Habis semua cewek yang dia kenal rata-rata sama dimatanya, makanya kita nggak tau dia punya pacar belum!" terang Maulana
Namun King pernah mendengar bahwa dia benar-benar tertarik pada seseorang.
"Bener sih! Tapi gua pernah dengar Mahsat ngomong ama gua, tentang perasaan yang serius pada seseorang!" sambung King
"O ya? Siapa orangnya?" tanya Tasya penasaran
"Eits, Rahasia? Ntar lu juga tau sendiri!" jawab King sembari pergi dengan Maulana
Rasa penasaran Tasya pun semakin besar terhadap Mahsat.
Sementara disatu sisi, Ria dan Erni juga menilai ada keserasian antara Tasya dan Mahsat. Namun, disisi lain mereka berdua juga khawatir dengan apa yang akan di alami Tasya jika sampai jadian dengan Mahsat.
semuanya kumpul???