NovelToon NovelToon
OH MY WIFE

OH MY WIFE

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pernikahan Kilat / CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:576.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadya Ayu

Sequel novel DUDA TAMPAN SUAMIKU

Aldrich cadee Smith, lelaki muda dengan usia menginjak 30 tahun. Menjadi sad boy sejak 3 tahun yang lalu karena sang kekasih di nyatakan tewas dalam kecelakaan dua minggu setelah ia melamarnya.

Hari harinya di lalui dengan hanya bekerja dan bekerja, ia tak lagi bergairah mendekati wanita semenjak kehilangan kekasihnya.

Hingga suatu hari Aldrich bertemu dengan gadis yang di lihat dari kesan pertamanya bertemu adalah lucu, manis dan apa adanya.

Semenjak pertemuan itulah mereka mulai kenal. dan saling kenal itu membawa mereka dalam situasi yang tidak pernah mereka berdua bayangkan.

Di gerebek dan di paksa menikah karena kesalahpahaman hingga menimbulkan masalah dengan keluarganya.

Akankah Al dapat menerima istri dadakannya, atau justru ia akan menceraikan gadis itu?

Simak ceritanya langsung. Cuussss...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadya Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Dinar memutuskan untuk keluar pasar karena ingin membeli sarapan yang terletak di depan pasar, namun belum sampai ia keluar, ia mendapati seorang pria yang hendak merogoh tas wanita paruh baya yang sedang mengantri membeli ikan. dengan cepat Dinar berjalan ke arahnya kemudian menendang kaki belakangnya.

Bruk...

tiba tiba saja seorang pria terjatuh di depannya, membuat semua mata memandang ke arahnya.

"sialan, kenapa kau menendang ku hah" teriak pria tersebut ke arah Dinar.

"tidak ada alasan, aku hanya ingin menendang mu saja, oh iya maaf ya ini dompetnya aku ambil dulu" ucap Dinar tenang kemudian mengambil dompet yang di pegang oleh pria tersebut

karena melihat situasi yang tidak memungkinkan akhirnya pria tersebut melarikan diri karena ia takut jika nanti tetap disana ia akan di keroyok oleh orang orang di pasar.

"awas kau ya, akan ku balas nanti" ucap pria tersebut ke arah Dinar sebelum beranjak pergi.

"aku tunggu ya. .." teriak Dinar kepada pria tersebut.

kemudia orang orang yang tadinya melihat ke arah Dinar pun satu persatu mulai membubarkan diri, sedangkan Dinar menghampiri wanita paruh baya yang tadi sedang di dekati pencuri tersebut

"ini dompet tante" ucap Dinar menyerahkan dompet berwarna hitam kepada wanita paruh baya yang tadi sedang mengantri ikan.

"ya Allah, terima kasih ya nak. tante nggak tahu kalau nggak ada kamu, pasti dompet tante nggak akan kembali" ucap wanita paruh baya tersebut sembari menerima dompet yang di berikan Dinar

"sama sama tante. lain kali kalau ke pasar tas nya di bawa di depan dada saja jangan di tenteng begitu, rawan pencuri tante disini" ucap Dinar melirihkan kalimat terakhirnya.

"iya iya, akan tante ingat pesan kamu, terima kasih ya nak. oh iya nama kamu siapa? " tanya wanita paruh baya itu

"sama sama tante, perkenalkan nama saya Dinar, ya sudah kalau begitu saya permisi dulu ya tante" pamit Dinar.

"eh jangan pergi dulu, ini buat kamu" ucap wanita paruh baya sembari mengulurkan uang kertas lima lembar berwarna merah kepada Dinar

"nggak usah tante, saya ikhlas bantuin tante" tolak Dinar

"baiklah, kalau begitu ayo sarapan bareng tante saja, tante ada langganan warung di dekat sini" ajak wanita paruh baya itu.

"oh tidak usah tante, merepotkan nanti. saya benar benar ikhlas kok bantu tante" tolak Dinar tak enak hati.

"tidak merepotkan sama sekali, ayok kita keluar dulu " ajaknya kemudian menarik paksa tangan Dinar, mau tidak mau akhirnya Dinar mengikuti langkah kaki wanita yang ada di sampingnya itu.

kedua wanita beda usia itu pun kini memasuki warung soto ayam yang terletak di seberang pasar, setelah memesan keduanya memilih tempat duduk, sembari menunggu makanannya datang.

"kamu memang asli orang sini?" tanya wanita paruh baya itu

"bukan tante, saya dari kampung, disini merantau kerja di pabrik "

"pabrik mana kalau boleh tahu, daerah sini berarti ya? "

"iya tante, deket kok dari sini, pabrik makanan ringan milik perusahaan Smith Group itu loh"

"sudah lama kerja disana? "

"lumayan, sekitar empat tahunan kayaknya" jawab Dinar mengingat ingat.

Wanita paruh baya itupun tersenyum kemudian merogoh tasnya mencari kartu namanya.

"ini kartu nama saya, siapa tahu nanti kamu ingin berhenti bekerja di pabrik dan bekerja di tempat saya, kebetulan saya mempunyai butik di pusat kota" ucapnya mengulurkan kartu namanya.

dengan segera Dinar meraih kartu nama tersebut dan membacanya "Citra Anindita Smith" ucap nya kemudian membaca nama butiknya " Florist Boutique".

"ini kan butik yang terkenal itu, ya ampun Dinar nggak nyangka bisa ketemu langsung sama pemiliknya" seru Dinar kegirangan.

"tunggu, Smith? seperti nama perusahaan tempat saya bekerja tante" ucap Dinar ketika teringat kembali nama lengkap Citra

belum sempat Citra berucap, pesanan mereka sudah datang, alhasil Citra mengurungkan niatnya untuk berbicara.

"makanlah yang banyak, nanti sekalian di bungkus buat makan siang ya" ucap Citra mempersilahkan Dinar untuk makan

"ah ini saja cukup tante, tidak usah membungkus lagi" tolak Dinar.

"tidak tidak, tante tidak mau penolakan, jadi terima saja ya. itu nanti belanjaan kamu bisa di masak besok saja"

"baiklah kalau tante memaksa" cicit Dinar kemudian mulai memakan sarapannya.

setelah selesai makan, Citra benar benar membungkuskan Dinar makanan, bukan hanya untuk makan siang melainkan untuk makan malam juga agar nanti Dinar tidak perlu keluar untuk mencari makan, tinggal menghangatkan saja untuk nanti di makan katanya.

setelah itu keduanya berpisah, tak lupa Citra juga meminta Dinar untuk menghubungi dirinya agar nanti bisa bertukar pesan.

Sesampainya di kosan, Dinar langsung merebahkan tubuhnya di kasur sembari memandangi kartu nama yang di berikan oleh Citra, sesekali ia menyunggingkan senyum manisnya sebab dengan tanpa di sengaja ia malah bisa bertemu dengan Citra sang pemilik butik ternama itu.

"wah, nggak nyangka banget aku bisa bertemu dengan tante Citra, ternyata orangnya baik sekali, ku kira orang kaya selalu jahat dan sombong" celotehnya sendiri

"oh iya aku sampai lupa, tadi kan tante Citra meminta untuk di hubungi" Dinar bergegas menuju meja nya dan mengambil ponselnya yang sedari tadi pagi berada disana, dengan cepat Dinar menyimpan nomor Citra kemudian mengirim sebuah pesan

[assalamualaikum tante, ini saya Dinar] tulisnya. dengan cepat pesan itupun terkirim dan langsung di balas

[waalaikumusaallam iya Din, tante kita kamu lupa menghubungi tante] Citra

[tidak kok tante, ini kebetulan Dinar baru sampai di kos] balas Dinar.

setelah selesai mengirim pesan Dinar akhirnya memutuskan untuk membersihkan belanjaannya, tak lupa ia juga menghangtkan lauk serta nasi yang sudah di berikan Citra untuknya.

1
ayu cantik
suka
Selvy Anton
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Efik Kristaufik
😂😂😂😂
Efik Kristaufik
Bagus
Dwi Vella
Luar biasa
Dwi Vella
Lumayan
Anna Khairurr
Luar biasa
Pasrah
tuh nyambung sama perasaan ibu nya
Pasrah
mantul tuh
Pasrah
suka banget ceritanya 👍👍👍
Christina Dhewi
Luar biasa
Dessy Rinda
kak thor judulnya apa cerita mam n dad nya Al
Nad-IG : na_nadyaayu: duda tampan suamiku, kak
total 1 replies
Sri Rahayu
Luar biasa
TS
bagus,,,,ceritanya gk bertele,,,,masih beruntun keturunan nya,,,,seru,,,lah .
ahmad tolhah
kapan up nya thor
Nad-IG : na_nadyaayu: iya kak. upnya di wp..
total 3 replies
Arisya R
Bagus banget thor ceritanya.. 😍😍
Covid 19
Luar biasa
Lelah Rindu
bagus banget 👍👍
王贝瑞: Mampir juga kak ke Biru si ketos bad boy dan Love My Stepbrother 😄
total 1 replies
Yanti Ny Hendri
baguss kk novelnya😍
Yanti Ny Hendri
syukaaa😊
Nad-IG : na_nadyaayu: terimakasih sudah mampir kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!