NovelToon NovelToon
Guruku Tersayang

Guruku Tersayang

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Ketos / Berondong / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Dua kali berturut-turut tidak lulus, tiba-tiba Damar minta izin menikah pada ibunya. Tak tanggung-tanggung, perempuan yang akan dipersuntingnya adalah Bu Dita, wali kelasnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bunda Marah

"Mar ... Damar ... Damar." Suara yang semula terdengar samar-samar berubah jadi semakin keras ditambah guncangan di lengan. Damar yang semula tak sadarkan diri perlahan mulai membuka matanya. Ada aroma obat tercium begitu kerasnya. Ia juga merasa kepalanya berdenyut, sementara pipinya panas.

"Di ... dimana ini?" tanya Damar dengan suara parau. Sementara kesadarannya mulai membaik. Wajah bunda yang terlihat pertama kali, di sisi ibunya ada ketiga adiknya. Lala, Sigit dan Nanda. Dari ekspresi wajahnya tampak betul kalau mereka khawatir.

"Kamu sudah sadar, Mar?" tanya Bu Anis.

"Bun, ini dimana?" Damar balik bertanya.

"Di rumah sakit," cetus Nanda.

"Mar ... Damar, kamu itu ya. Kenapa sih nggak mau nurut kata-kata Bunda. Kan sudah dibilang jangan pernah balapan lagu, tapi kenapa kamu masih kekeh juga, hah? Kamu nggak bisa apa, sehari saja untuk tidak membuat masalah? Bunda lelah Mar. Bunda khawatir. Rasanya jantung bunda mau berhenti berdenyut melihat kondisi kamu!" tegas ibunya.

"Duhhhh, maaf Bun," Damar meraba wajahnya, ada perban kecil di sana. "Ini mukaku kenapa?" Damar khawatir, seberapa parah lukanya hingga harus diperban. Ia takut akan menghilangkan pesonanya, terutama di depan Bu Dita. "Ini nggak kenapa-napa kan Bunda?"

"Kenapa-napa. Muka Abang cacat," celetuk Nanda.

"Nanda, husss!" Bunda melotot pada Nanda, putri sulungnya itu hanya bisa nyengir.

"Bun, wajah Damar nggak apa-apa kan Bun?" Damar masih khawatir.

"Enggak apa-apa. Cuma lecet sedikit. Diperban supaya nggak inveksi kena debu. Dokter bilang dalam sepekan perbannya sudah bisa dibuka dan InshaAllah wajah kamu nggak akan kenapa-napa." Bu Anis menenangkan putranya.

"Hufff syukurlah."

"Sekarang kamu jawab pertanyaan Bunda, kenapa kamu masih ikut balapan? Bukannya kamu sudah janji sama Bunda nggak akan balapan lagi? Kamu tahu, kamu hampir saja kehilangan nyawa kamu, Mar. Motor kamu hancur, untung saja kamu nggak ikutan hancur!" jelas ibunya.

"Hah, motor Damar kenapa, Bun?" Damar ingat, terakhir sebelum ia terjatuh, motornya sempat kehilangan keseimbangan dan bannya copot. Meski jago mengutak-atik sepeda motor tapi tetap saja Damar khawatir motor butut yang ia dapatkan dari Babah Hong, mantan majikan ibunya itu rusak. Ia akan kesulitan untuk membeli motor yang baru.

"Motor motor saja yang kamu pikir, Mar. Jawab dulu pertanyaan Bunda!" hardik ibunya yang sudah sangat kesal.

"Bun, Damar butuh uang banyak untuk membayar mahar dan biaya nikah. Damar bingung nyari uang dengan cara apa lagi. Satu-satunya jalan yang Damar tahu saat ini ya dengan balapan." jawab Damar.

"Astagfirullah Damar. Masih juga tentang guru kamu itu? Sebegitunya kamu, Mar. Sampai mengorbankan diri kamu sendiri. Bunda nggak rela, Mar. Sungguh nggak rela! Tega kamu," Bu Anis keluar dari kamar tempat Damar di rawat dengan penuh kekecewaan. Ia benar-benar tidak bisa ikhlas jika anaknya harus berkorban, melakukan hal yang bahaya demi perempuan yang menurutnya tak pantas untuk putranya.

Bu Anis paham yang namanya remaja ketika jatuh cinta biasanya pemikirannya tak panjang. Ia juga pernah muda dan paham betul apa yang dipikirkan putranya. Tapi hatinya memberontak atas pilihan yang ditentukan putranya.

Kalau saja putranya memilih Rana, maka hatinya akan tenang. Gadis itu, selain putri sahabatnya, juga cantik, berpendidikan dan yang terpenting punya masa depan cerah. Meski ia punya penyakit bawaan sejak kecil, tetapi kehidupan Rana telah terjamin oleh kedua orang tuanya. Ia akan jadi pewaris toko tekstil terbesar di kota ini, belum lagi kontrakan milik ibunya. Ahhh, Bu Anis tak ingin munafik, ia sadar dengan kemampuan anaknya, jujur ia punya kekhawatiran dalam hal mencari nafkah, makanya ia berharap Damar berjodoh dengan Rana agar bisa menopang perekonomian keluarga kecil putranya nanti

"Abang itu benar-benar keterlaluan ya. Sebegitu pentingnya Bu guru genit itu sampai mengabaikan perasaan bunda," cetus Nanda.

"Ehh Nan, hati-hati kalau ngomong. Kan sudah Abang katakan kalau Bu Dita tidak seperti apa yang kamu dugakan. Lagian kamu berhenti mencampuri urusan Abang. Ini tentang masa depan Abang. Lagipula tak ada salahnya dengan Bu Dita. Dia perempuan baik-baik dan Abang yakin ialah jodoh Abang " kata Damar.

*Dasar, kalau sudah jatuh cinta jangan terlalu bodoh, bang!" Nanda kesal sekali. Ingin sekali ia menyadarkan abangnya, tapi entah dengan cara apa. Makanya ia hanya bisa mendumel, berlalu meninggalkan kamar tempat Damar di rawat menyusul ibunya.

***

Rana masuk ke kamar Damar ditemani oleh Bu Anis dan Nanda. Dua orang itu tampak sumringah dengan kedatangannya. Apalagi Rana juga membawa buah tangan dan amplop yang tidak tipis. Benar-benar membantu saat mereka dalam kesulitan.

"Terimakasih banyak lho nak Rana, sudah mau membesuk Damar." kata Bu Anis, sambil mengelus punggung calon mantu idamannya.

"Rana benar-benar khawatir. Tapi Damar enggak apa-apa, kan?" tanya Rana, tanpa beralih sedetikpun pandangannya dari Damar.

"Alhamdulillah nggak apa-apa, cuma luka-luka kecil. Sore ini juga sudah bisa pulang." Kata Bu Anis

"Kalau begitu nanti pulangnya sama Rana saja ya tan, kebetulan Rana bawa mobil." Rana menawarkan.

"Duhhh malah tambah ngerepotin." kata Bu Anis.

"Udah, enggak apa-apa Bun. Mumpung kak Rana bisa. Bunda juga senang kan kalau pulangnya sama kak Rana." kata Nanda.

"Hehehe, ya senang. Siapa yang nggak suka kalau pulang sama anak cantik dan baik hati kayak nak Rana. Beruntung sekali nanti yang jadi mertua kamu, nak Rana ." cetus Bu Anis.

Mendengar pujian Bu Anis membuat senyum Rana mengembang. Ia pun sangat ingin menjadi menantu keluarga ini, tetapi Rana menyadari sesuatu hal yang membuat senyumnya langsung susut.

Bu Dita. Bagaimana kabar perempuan itu sekarang? Apakah ia sudah datang membesuk Damar? Pasti Damar sangat senang kalau ia datang, tidak cuek seperti saat dirinya datang. Lagi-lagi Rana dibuat minder. Ia benar-benar merasa kalah saing dari mantan gurunya tersebut meski sebenarnya Rana juga tak kalah cantik dibandingkan Bu Dita.

"Mar, Bu Dita sudah datang ke sini?" Rana tahu pertanyaan yang ia ajukan hanya akan membuat hatinya sakit, tapi rasa penasarannya begitu besar hingga ia tak bisa menahan diri. Sementara itu Bu Anis dan Nanda agak kaget mendengar pertanyaan Rana.

"Belum. Bu Dita nggak tahu aku masuk rumah sakit." jawab Damar, enteng.

"Lebih baik nggak usah datang. Kalau nekat lihat saja," Bu Anis menjawab sinis.

"Iya. Lagian apa tidak malu ketemu ibu. Selisih usianya saja sama bang Damar jauh. Enggak banget lah." tambah Nanda.

"Kalian kenapa?" Damar memandang ibu dan adik perempuannya yang serentak mengomentari perempuan yang disukainya. Perdebatan antara anak - ibu dan adik itu pun tak bisa terelakkan. Ibu dan anak perempuannya konsisten menolak, sementara Damar mempertahankan pilihannya.

Sebuah rasa sudah Allah beri untuknya. Ia tahu, rasa itu bukan sekedar rasa. Tapi harus diperjuangkan. Apalagi Bu Dita menginginkan pernikahan. Bukankah hubungan tertinggi adalah pernikahan!

1
Ridwan
Luar biasa
Fitria: terimakasih sudah mampir.

Silakan mampir di cerita baru saya.

HEAR ME MY LOVE.

Pernikahan yang dimulai dengan penuh harapan perlahan berubah menjadi medan pertempuran batin, saat masing-masing terjebak dalam rutinitas, pengkhianatan, dan perasaan yang terpendam. Ketika Aji, suami yang dulunya penuh gairah, terjebak dalam dunianya sendiri, Ami merasa semakin terasing.

Sebagai wanita dewasa yang kuat, mulai mempertanyakan segala yang telah dijalaninya, mencari makna di balik setiap keputusan dan pengorbanan yang dia buat demi keluarga dan cinta.
total 1 replies
Sulaiman Efendy
LO BERJANJI UNTUK BAHAGIAKN DITA, DN AKN SELALU ADA UNTUK DITA, APA LO GK TAU. WANITA HAMIL ITU HORMONYA SENSITIF, MOODAN.. TPI LO MLH SIBUK KEJAR URUSAN DUNIA YG TKKN PRNH HABIS2NYA
Sulaiman Efendy
SUDAHLH GK PNYA AHKLAK,, TRNYATA PNYAKITAN DN MANDUL..
Sulaiman Efendy
ITU KNP MKIN GILA IBUNYA DAMAR, KNP GK DY SAJA YG NIKAH SAMA BABE JOHAN.. MKIN PARAH
Sulaiman Efendy
BETULKN KATAKU, NANDA DURHAKA SAMA ABANGNYA, MAKANYA DPT QISAS DARI TUHAN, PIKIRAN MREKA TRLALU DANGKAL, KRN HNY MMIKIRKN HARTA SI RANA, GK MIKIR EFEK KDEPANNYA, CBA ABANGNYA LULUS, DN KULIAH, DN PNY TITEL, BKNKH ITU BISA MNGUBAH EKONOMI KLUARGA MREKA,, DAMAR BSA BIAYAI SKOLAH ADIK2NYA, NANDA BENAR2 PICIK.. SKRG TRIMA BLASAN DARI TUHAN
Sulaiman Efendy
RMH TANGGA LO HANCUR, LO LAMPIASKN K ANAK2 LOO.. DASAR IBU IBLIS..
Sulaiman Efendy
HARUSNYA, LO BRDO'A UNTUK KBAIKAN ANAK LO, BKN NYA SUMPAH SERAPAH.. SUNGGUH IBU YG TK PUNYA AHKLAK. JAUH DARI NILAI2 AGAMA..
Sulaiman Efendy
KNP GK COBA KE KAMPUS PERAWAT ATAU KBIDANAN, ATAU FARMASI.. KNP HRS MAKSAKN KE DOKTER, INGAT APA YG KITA INGINKN, BLM TENTU ALLAH KABULKN, KRN ALLAH LBH TAU APA YG KAU BUTUHKN DRIPADA YG LO INGINKN, KRN BSA JDI ADA MUDHARAT DIDALAMNYA
Sulaiman Efendy
INI IBUNYA DAMAR TRLALU JAUH DARI SIRAMAN ROHANI, TRLALU JAUH DARI TUHAN, SEORANG IBU YG TK MNSYUKURI NIKMAT TUHAN.. KYKNYA NI IBU DAMAR YG TRLALU BNYK TUNTUTAN..
Sulaiman Efendy
PANTAS AYAH DAMAR BRUBAH, MNGKIN KRN SIKAP IBU NYA DAMAR YG BGITU YG BUAT AYAHNYA DAMAR JDI PRIA TK BRTANGGUNG JAWAB
Sulaiman Efendy
GMN GK GAGAL,, NIATNYA TK BAGUS,, MAKA ALLAH TDK MRIDHOI.. TU NANDA JUGA DURHAKA TRHADAP ABANGNYA
Sulaiman Efendy
MANUSIA ANJING, DLU DIAJAK. NIKAH BNYK ALASAN, SKRG LO INGIN GANGGU RMH TNGG ORANG, DASAR ANJING PNGECUT..
ALLAH MLINDUNGI DITA DRI LKI2 IBLIS KYK LOO.. MKANYA LO GK BRJODOH..
Sulaiman Efendy
ITU PSTI PERMAINAN BINTANG..
Sulaiman Efendy
KURANG AJAR SEKALI NI SI NANDA. BKN INGIN LIAT ABANGNYA BAHAGIA. TPI MLH INGIN HNCURKN KBAHAGIAAN ABANGNYA
Sulaiman Efendy
YG KAYA ITU ORTU RANA, EMAMGNYA ENAK NIKAH SAMA RANA CMA MODAL KOLOR DOANK. KMUDIAN DUDUK MANIS. TPI HIDUP DIATUR2 PIHAK ISTRI, JATUH HARGA DIRI LAKI2.. IBU DAMAR MNGKIN BNAR, TPI MSALAH HATI, ORG LAIN GK PNTAS IKUT CAMPUR..
Sulaiman Efendy
LHAAA, USIA BAGINDA RASULULLAH DGN UMMI SAYIDATUL SITI KHADIJAH SAJA BEDA 15 THN, DN UMMI SITI KHADIJAH JANDA, BAGINDA RASULULLAH MSH PERJAKA, JDI KNP MSLH UMUR DI PRMASALAHKN, HNY BEDA ANGKA DOANK..
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Maulana ya_Rohman
ya...... ya...... ya...... kok udah end🤦
gak ada extra part nya ya🤔
Maulana ya_Rohman
pada syock😱😱😱😱😱😱
akupin juga sama syock😱😱😱😱😱 juga...
Maulana ya_Rohman
semoga cepet sembuh Dita....🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!