Sejak ia masih kecil, ia ingin sekali menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi dokter, lalu menikah. Tapi sekarang kebalikannya, ia dijodohkan saat masih menduduki bangku SMK kelas 11.
gimana penasaran kan sama ceritanya? biar ga penasaran mending dibaca><
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sitifauzia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dikejar om ceo posesif, Bab10
Persiapan
setelah selesai fitting baju, mereka pulang kerumah untuk mempersiapkan semuanya
malam hari
"maaaa" panggil zia
"iya sayang?" tanya sang mama saat melihat dekoran pelaminan
"maa zia degdegan" ucap zia
kemudian mama nya menghampirinya dan memeluk erat
"jangan degdegan sayang, ada mama, ada papa dan juga ada abang" ucap sang mama
"iyaa ma" ucap zia
"sana gih istirahat, besok kan hari bahagia kamu" ucap sanita
"iyaa ma, dadah loveyou maa" ucap zia kemudian berlalu, tanpa sengaja ia bertemu dengan abang nya
"abangggg" panggil zia
"hayyy" ucap iqbal senyum
"abangggg, huaaa" ucap zia nangis saat memeluk abangnya tersebut
"heyy kenapa menangis?" tanya Iqbal membalas pelukannya
tapi zia tak menjawab pertanyaan, ia lebih memilih untuk diam
sebenrnya zia menangis bukan karna tidak suka akan pernikahannya. Ia menagis karna tidak bisa lagi seperti dulu bersama abangnya. Jalan jalan bersama, buat kue bersama, bahkan ujan ujanan bersama
"yauda sekarang kamu tidur yaa, besok kan kamu harus bangun pagi" ucap Iqbal saat mengusap pipi adiknya yang sudah dibasahi oleh air mata
"iyaa bang" ucap zia kemudian berlalu menuju kamar
tanpa mereka sadari, sedari tadi ada seseorang yang menatap senduh. Yap ia adalah alfand
"apa aku bisa menjadi suami yang baik untuk nya" gumam alfandi, kemudian alfandi berlalu dari sana
sesampainya zia dikamar, ia kemudian melakukan panggilan vidio kepada sahabatnya itu
"woi tumben amat lu, vc. Kenapa dah?" ucap runi
"gini gini, gue mau ngomong hal yang penting banget" ucap zia serius
"apaan tuh, ahahha" ucap runi
"gu-guee, gue mau menikah" ucap zia
"apaaa?!!!" kaget keduanya serentak
"elu mau nikah?? gilaaaa. Sama siapa? btw ganteng gak hehe" ucap runi
"yaela dasar loo run" ucap mona
"jadi ceritanya gue udah dijodohin sama bokap nyokap gue. Saat gue masih kecil" ucap zia menjelaskan
"ohh gituu" ucap runi
"elu udah tau orangnya?" tanya mona
"udahhh lah" jawab zia
"heh elu belum jawab pertanyaan gue, ganteng gak orangnya?" tanya runi penasaran
"ya menurut gue sih ganteng, tubuh tegap, hidung mancung, aargghhh intinya ganteng dehh" jawab zia
"terus lu ngevc kita, tujuannya apa?" tanya mona
"gue pengen kalian datang ke pernikahan guee" ucap zia dengan mata yang berkaca-kaca
"eh jangan menangis zii, kalau elu menangis ntar kita juga ikutan" ucap mona
"kami pasti datang zii, pasti!" ucap runi
"emang pernikahannya dimana zi?" tanya mona
"dirumah gue, besok jam sepuluh pagi. Gue harap kalian datang sebelum jam sepuluh" ucap zia
"oke zii" jawab runi
"tolong rahasiakan pernikahan ini dari siapapun. Gue mohon" ucap zia
"oke zi, kami akan merahasiakan pernikahan ini dari siapapun, termasuk rangga" ucap runi
"yasuda kamu istirahat gihh, jangan banyak pikiran ya zii" ucap mona
"iyaaa, sampai jumpa besok" ucap zia lalu kemudian memutuskan panggilan vidionya
"huhhh, apakah gue bisa mencintai diaa?? dan apakah dia juga bisa mencintai gue?" gumam zia saat duduk ditepi ranjang
tok tok tok
suara ketukan pintu membuyarkan lamunan zia
"masukk" ucap zia
"haii adek, kenapa belum tidur?" tanya Iqbal
"hmm, zia ga bisa tidur bang" jawab zia
"lagi mikirin apa?" tanya Iqbal
"banyak bangg, terutama perjodohan ini. Bang zia takut kalau nanti dia nyakitin ziaa bang, zia takut kalau nanti zia diperlakukan kasar, zia takut kal" ucapan zia berhenti saat mulut zia ditutup oleh tangan Iqbal
"dengerin abang yaa dek, percaya sama abangg. Alfandi itu adalah orang baik, dia ga mungkin nyakitin orang yang dia cintai, terutama kamu" ucap Iqbal
"darimana abang tau kalau dia cinta sama zia?" tanya zia
" dari matanya saat menatap kamu. Sebagai cowok, abang tau kalau Fandi sudah suka sama kamu sejak pertama bertemu. Jadi percaya sama abang yaaa, dia ga bakal nyakitin kamu" jawab Iqbal
"t-tapi kalau dia tiba-tiba nyakitin zia gimana bangg?" tanya zia
"bakal abang tonjok" jawab Iqbal
"hahahhaha" tawa zia
"nah gitu dong ketawa, jangan cemberut aja. Kaya nenek lampir hahaha" ucap Iqbal
"abanggggg!!!!" omel zia
"becandaa, adek abangg selalu cantik kok makanya banyak pria yang tertarik, terutama Fandi hahahha" ucap Iqbal
"abangggg" teriak zia
"hahhaah, Yasuda kamu bobo gih udah malam, jangan begadang" ucap Iqbal seraya mengelus kepala zia
"iyaa bang" jawab zia
kemudian iqbal berjalan keluar kamar, dan menutup pintunya
"huaaamm" zia pun menguap lalu tertidur menuju kealam mimpinya