NovelToon NovelToon
SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)

SYAHDU (Teman Tidur Kontrak)

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romantis / Bad Boy / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: alfajry

"Tanda tangani kontrak itu. Jika kau setuju, aku akan membantu seluruh biaya rumah sakit nenekmu."

Aku meremas ujung rokku dengan geram. Ibuku memang seorang wanita malam, tapi bukan berarti aku akan melakukan hal yang sama! Pekikku dalam hati namun sialnya aku malah menandatangi surat itu.

Persetan! Aku tidak peduli yang penting nenekku, keluargaku satu-satunya yang tersisa, bisa melanjutkan hidup bersamaku.

Dia Arga Alexander, lelaki blasteran yang kaya raya dan populer di kampus tengah 'menolongku'. Sebagai gantinya, aku harus menjadi teman tidurnya selama 2 tahun.

Walau begitu, dia tidak melarangku berhubungan dengan Aditya Wicaksana, kekasihku yang sudah 7 tahun berpacaran denganku.

♡♥︎Lalu, bagaimana hubungan antara Syahdu dan Arga? Akankah hubungan Syahdu berjalan baik dengan Wicak yang sangat dicintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfajry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sarapan Bareng

"Kalau lagi sama gue, lo ga boleh ngubungin cowok lain." Tukasnya dan langsung pergi.

Aku diam sebentar, lalu mengikutinya berjalan menuju tempat tidur.

"Maaf, aku pikir udah tidur." Jawabku pelan. Lagi-lagi aku gemetar, takut. Entah mengapa.

"Suara lo berisik." Ucapnya ketus.

Arga naik ke atas tempat tidur dan duduk bersandar disana.

Dia menatapku yang masih berdiri dengan tatapan yang mengintimidasiku. Seperti aku ini lawannya. Padahal kalau dia tidak suka, dia tinggal memintaku mengganti uang yang sudah keluar saja, kan?

Aku membuang napas perlahan. Rasanya sungguh aneh. Lagi-lagi aku berpikir, kenapa bisa ada perempuan yang tergila-gila padanya, padahal dia sangat ketus seperti itu.

Baru mau naik ke atas tempat tidur, Arga mulai memerintah.

"Ganti baju lo."

Aah.. padahal aku sudah senang karena tidak akan melakukan apa-apa malam ini. Tapi ternyata.. Rasanya menyesal kenapa aku tidak langsung tidur saja tadi.

Aku dengan langkah gontai menuju walk in closet, mengganti pakaian yang menurutku hanya gulungan benang-benang saja. Aneh sekali, kenapa serba tidak tertutup seperti ini? Adapun berkain, tetapi sangat transparan.

Arga juga aneh. Kenapa harus pakai pakaian begini segala padahal ujung-ujungnya dibuka juga.

Aku memilih yang berwarna merah, tertutup dibagian bawahnya, walau di bagian atas sangat-sangat terbuka. Ya sudah, mau bagaimana lagi.

Saat melangkah keluar, aku mendengar Arga berbicara. Kulihat dia sudah duduk di sofa dengan tangan yang memegang ponsel di telinga. Dia tengah mengobrol sambil tangan lainnya mengetik-ngetik sesuatu di laptopnya.

"Iya, benar. Nanti akan saya bantu kirimkan secepatnya." Ucapnya dengan formal pada orang yang diteleponnya.

Aku masih berdiri di pintu penghubung walk in closet, sampai kusadari Arga melihat ke arahku beberapa detik, lalu beralih lagi ke laptopnya sambil berbicara di telepon.

"Bagaimana kalau saya berikan contoh dulu. Susunan yang seperti ini sudah pernah disetujui sebelumnya." ucapnya sambil memutar-mutar jari di atas touchpad laptopnya.

Aku memilih menunggunya saja di atas tempat tidur sambil bermain ponsel, tanpa kuduga, ternyata aku malah ketiduran.

...~~~...

Aku terbangun saat mendengar suara dari dapur. Suara desiran sayur yang di tumis, harumnya menusuk di hidungku. Membuat perutku langsung terasa lapar.

Kulirik jam, ternyata sudah pukul setengah tujuh dan aku tidak melakukan tugasku karena tertidur. Melegakan, walau aku bingung kenapa dia tidak membangunkanku, ya?

Aku menyingkap selimut yang menutupi tubuhku. Entah kapan aku berselimut. Mungkin saja aku memakainya karena dinginnya kamar Arga ini, ditambah lagi pakaianku yang super seksi, tanpa sadar mungkin membuatku menarik selimut.

Aku bangkit, memakai jubah tidur untuk menutupi pakaianku yang sangat terbuka itu.

Kulihat Arga tengah memasak, dia mengikat rambutnya ke belakang, memakai kaos putih tipis. Kedua tangannya sibuk mengaduk dan memegang gagang frying pan. Lumayan juga dia, pikirku.

Dari pada itu, aku lebih memilih mandi dulu sebelum berangkat ke kampus pagi ini.

"Sarapan." Ucap Arga sambil menata piring di meja makan.

Aku yang sudah berpakaian lengkap, berjalan ke arah meja makan. Di atasnya, ada makanan yang terlihat sangat menyelerakan. Benarkah ini masakannya?

Arga menarik kursi dan duduk. Dia menatapku yang masih berdiri.

"Ambilin nasi."

Aku mengerutkan alis, maksudnya aku yang mengambilkan makanan untuknya Memangnya yang seperti ini ada di kontrak?

"Cepet, gue mau ke kampus."

"Ah, iya." Aku langsung saja mengambilkan nasi Arga. Nampaknya diapun mengambil kesempatan, ya. Bisa-bisanya aku juga melayaninya seperti ini. Bukannya dia sendiri yang bilang, aku cuma melayaninya di atas tempat tidur? Tapi dari pada aku mengeluh dan dia malah marah, lebih baik aku layani sajalah.

"Kebanyakan."

Mendengar itu, aku mengurangi porsinya. Meletakkan ayam teriyaki dan salad di atasnya.

Aku meletakkan piring di depannya. Tanpa basa-basi, dia langsung menyantap sarapannya.

"Aku pergi duluan, ya."

Dia mengunyah sambil menatapku. Kutunggu jawabannya sampai dia menelan nasi di mulutnya.

"Makan." Ucapnya lagi padaku.

"Aku bisa sarapan diluar."

Dia terus menatap seperti kesal dengan jawabanku.

"Oke." Aku mengalah, duduk dan mengambil nasi untuk mengisi perutku.

Padahal aku ingin cepat-cepat pergi untuk menghindari Arga. Bersama dirinya lama-lama membuatku tertekan. Lebih baik aku makan diluar dengan tenang. Begitu pikirku tadi, sampai aku memasukkan sendok ke mulut dan, oh ya ampun. Masakan Arga benar-benar enak.

Kalau saja Arga tidak sejutek itu, aku mungkin akan bertanya, bagaimana cara dia memasak ini? Padahal aku sering masak ayam teriyaki, tapi tak selezat ini.

Apa aku akan mendapatkan servis sarapan pagi setiap hari? Bukannya ini sedikit menaikkan mood-ku? Walau Arga menyebalkan, makanannya berkata lain.

Tanpa kusadari, aku menghabiskan makanan tanpa sisa, lalu mencuci piring bekas makanku dan Arga.

Kulihat dia berganti pakaian dengan santai. Membuka baju dan celananya di walk in closet yang terbuka lebar itu, tanpa rasa malu padaku yang jelas-jelas bisa melihat seluruh tubuhnya. Tapi, kenapa harus ditutupi juga. Toh, aku memang sudah melihatnya, kan?

Aku fokus pada pekerjaanku. Memasukkan makanan ke dalam kulkas supaya masih lebih enak saat dipanasi malam nanti.

Kami keluar bersama dari apartemen. Kuharap dia tidak mengajakku pergi ke kampus bersama karena aku bingung cara menolaknya.

Ponselku berdering, aku mengangkat telepon dari kak Wicak.

"Iya, kak?... Masuk pagi ini.. Apa? Jemput?... E-enggak. Aku..lagi di.." mataku berputar melirik ke atas, bingung menjawab apa saat kak Wicak menawarkan untuk pergi kuliah bersama karena diapun masuk pagi ini.

Tanpa berkata apa-apa pada Arga, aku lari saja meninggalkannya. Karena aku ingin menunggu kak Wicak di tempat yang jauh dari sini. Supaya dia tidak banyak bertanya, kenapa aku bisa berada di gedung elit ini.

Setelah berjalan cukup jauh, aku berhenti di depan sebuah kos-kosan yang akan aku klaim sebagai tempat tinggal temanku nantinya.

Tak lama, kak Wicak datang dengan motornya.

"Kenapa disini?" Tanya kak Wicak sembari menyerahkan helm padaku.

"Abis nginep di kos temen. Ayuk, jalan."

Kamipun bergerak bersama menuju kampus. Sepanjang perjalanan, kami tak banyak cerita, sibuk dengan pikiran masing-masing.

Apalagi aku. Setiap melihat kak Wicak, pikiranku langsung tertuju pada perlakuanku padanya. Apakah aku masih pantas?? Pertanyaan itu terus muncul di otakku tanpa kuingin menjawabnya padahal aku sangat tahu dan sadar, kalau aku sangat tidak pantas. Tetapi aku juga tidak mau berpisah darinya. Tidak akan mau, tidak akan sanggup. Itu sebabnya, aku akan menyembunyikan ini serapi mungkin supaya kak Wicak dan aku bisa bersama sampai kami menikah nanti. Egois? Ya. Tapi aku melakukan ini juga untuk kebaikan diriku.

1
⋆.˚Khaira🦋
novel ke 2 punya kk othor yg aku baca setelah sepupuku canduku (mbul&biru)
sukkaaa selalu menarik ceritanya, sampe aku kecanduan baca karya² kamu thor 🥰🥰
sukses selalu thor 💐
⋆.˚Khaira🦋: siaaappp aku selalu menanti setiap karya²mu thor, sambil maraton baca karyamu yg udah pada tamat 🥰🥰
total 2 replies
⋆.˚Khaira🦋
ini othor keren bgt dah... luph thor ❤️
Syahdu: Terima kasih ka😍
total 1 replies
⋆.˚Khaira🦋
bisa²nya si naya malah kaya detektif conan 🧐😫
⋆.˚Khaira🦋
mmmhhh... klu begini makin bingung euy, 22 nya aku sukkaa, cakep 22 nya thor 🤭🥰
⋆.˚Khaira🦋
huuuuhft... sampe speachles loh aku😮‍💨
⋆.˚Khaira🦋
uuuuuhhh... takep² cemuaaaa ini mah 😍😍😍
⋆.˚Khaira🦋
sambil nungguin mbulaann up, aku mapur ke syahdu dulu dah biar gak teralu berat nungguin UPnya 😄
Intan Indraswari
Luar biasa
Syahdu: Setelah baca Syahdu, ayo baca novel terbaruku pen. terima kasih😍
total 1 replies
yetiku86
mantap Thor 👍👍👍
Syahdu: Makasih ya. Jangan lupa rekomendasikan ke yang lain^^
total 1 replies
yetiku86
gemessss nya Loui 😍😍😍😘😘😘
masih imut enaknya panggilannya Loui. Nanti kalau dah bujang ganti jadi Arsya 🤭
yetiku86
hamil po?
yetiku86
yaelah tak kira mau nonton live, ternyata di warnet 🤭
yetiku86
oh...ok...ok....👍
yetiku86
anak siapa ini? kalau anak syahdu kok umurnya kelebihan ya kali nda pakai hamil dulu langsung mbrojol 🤭. kalau KB mah bisa jebol atuh.
yetiku86
waduh....!
yetiku86
aku menemanimu dl tangis Syahdu
yetiku86
ya ampun Thor, nyesek bgt rasanya 😭
yetiku86
jahat bgt othor 😭
yetiku86
asyik neh bolos rame2 😅
Syahdu: Setelah Baca Syahdu, Ayo baca novel aku yang lain Pen. makasih ya😍
total 1 replies
yetiku86
wah..... ternyata selingkuhan Riska itu bokapnya Awan 🤦🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!