NovelToon NovelToon
Jodohku Di Kampung Kakek

Jodohku Di Kampung Kakek

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Badboy / Romansa-Teen school / Cintapertama / Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:231.8k
Nilai: 5
Nama Author: ¶`(₡ ฿úñgšù)ᵛⁱᵛⁱ•_•`FIIII

Season 1:

Dena, gadis yang baru saja menginjak bangku sekolah menengah atas. Ia harus pasrah saat sang Papa mengirimnya ke perkampungan? ya, tepatnya kampung sang Kakek. Di sana ia akan bertemu dengan seorang pemuda yang terkenal di desanya. Terkenal bukan karena sifatnya yang kalem tapi nakal.


Diselingi kisah sang papa yang statusnya sebagai duda dipertemukan dengan seorang wanita yang juga sebagai karyawan di kantornya. Tidak disangka, putrinya lebih dahulu mengenal wanita itu. Dimulai dari perdebatan hingga berujung percintaan. Wira, sebagai papa Dena harus berjuang mendapatkan restu dari calon mertuanya. Statusnya sebagai duda yang menjadi permasalahan. Duda anak satu sedangkan sang wanita masih berstatus lajang.




Bagaimanakah Dena merajut kisah asmaranya dengan seorang pemuda dari kampung kakeknya?


𝗦𝗲𝗮𝘀𝗼𝗻 𝟮: (𝗠𝘆 𝗙𝗶𝗲𝗿𝗰𝗲 𝗕𝗼𝘀𝘀)

.

.

.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ¶`(₡ ฿úñgšù)ᵛⁱᵛⁱ•_•`FIIII, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Pagi-pagi sekali seperti biasa Dena bangun lalu membersihkan diri. Setelah itu baru sarapan bersama Kakeknya.

Menyendokkan nasi goreng sederhana ala kampung itu ke mulutnya, rasa nikmat langsung meledak di lidah. Berkali-kali Dena memuji rasa masakan sang Kakek yang rasanya begitu mirip dengan masakan mendiang neneknya dulu.

Lahir sebagai perempuan ditengah-tengah laki-laki yang begitu menyayanginya. Dimanja tapi tidak membuat nilai moralnya merosot.

"Kakek mau ke mana abis ini?"

"Mau ke sawah trus sorenya ke kebun. Kamu mau di rumah atau ikut Kakek?"

"Mau keluar aja, Kek ketemu temen-temen."

"Kamu udah punya temen di sini?" tanya Kakek takjub.

"Iya dong. Siapa sih yang gak mau temenan sama Dena." balas gadis itu menyombongkan diri di hadapan Kakeknya.

"Mungkin mereka kenal karena kamu cucu Kakek, begitu?" ledek Kakek membuat Dena cemberut.

"Hahahhaa... becanda, Sayang. Oh ya, Kakek lihat kamu sama Arel keliatan dekat?"

"Biasa aja, Kek."

"Dia gimana?"

"Ya, gitu, Kek. Baik kok orangnya. Emangnya Arel beneran nakal ya, Kek?"

"Nakal iya. Tapi, baik kok orangnya."

"Gimana sih, Kek, ceritanya? Udah nakal, baik? Gimana itu??" beo gadis itu.

"Ternyata cucu Kakek ini lemot juga. Udah, jangan dipikirin. Abis ini cuci piring, Kakek langsung mau berangkat. Kamu baik-baik di rumah."

"Iya, Kek, iya. Dena cuci kok piringnya." jawab gadis itu memutar bola matanya jengah. Melihat sang Kakek yang sudah mau berangkat.

"Hati-hati, Kek!"

Selepas kepergian Kakek, Dena terlihat bingung mau ngapain. Sehabis mencuci piring, gadis itu hanya berlenggak lenggok bolak-balik dapur-kamar, dapur-kamar.

Mau keluar bingung mau ketemu siapa. Lebih tepatnya di mana teman-teman barunya. Rumahnya saja tidak tau.

Tiba-tiba suara pekikan telfon memecahkan lamunannya yang saat itu memandangi luar lewat jendela kayu kamarnya. Ngomong-ngomong gadis itu baru teringat dengan telfonnya. Jika dihitung gadis itu hanya membuka ponselnya untuk melihat jam. Mau buka sosmed tapi sinyal tidak mendukung. Sinyalnya hilang muncul membuat gadis itu selalu kesal saat ingin membuka internet ataupun medsos.

Seketika senyum lebarnya langsung tercetak jelas. Nama My Father dengan emoticon love itu terpampang jelas di layar ponselnya. Tidak membutuhkan waktu yang lama gadis itu segera mengangkat telfon, tepatnya panggilan video.

"Papa..." rengek gadis itu begitu wajah sang Papa tampak di matanya. Membuat hatinya langsung bahagia. Terakhir kali Papanya menelfon keesokan hari setelah ia sampai di kampung Kakeknya.

Di seberang sana, Wira hanya terkekeh mendengar suara manja dari anak semata wayangnya. Melihat keadaan sang anak baik membuatnya bernafas lega. Setidaknya keputusannya mengirim Dena ke kampung halaman Kakeknya adalah keputusan yang tepat.

"Ihh! Papa kok malah ketawa sih." seru gadis itu merengut.

"Papa gak ketawa kok. Gimana? Seru gak di sana??" tanya Wira mengalihkan pembicaraan.

"Seru sih, Pa, seru. Cuman kayak ada yang kurang gitu loh, Pa." celetuk Dena membuat Wira tersenyum.

"Ditambahin gula aja biar pas rasanya."

"Papa kok..."

"Kan kata kamu ada yang kurang. Tinggal ditambahin garam aja gulainya biar enak."

"Papa kok jadi bahas gulai sih!?"

"Udah bisa masak kan anak Papa? Jangan bilang nanak nasi aja gak tau??" ledek Wira membuat senyum Dena yang semula mengembang kini kian melebur.

"Papa ngeselin. Tau ah! Dena kesel sama Papa." gadis itu memalingkan wajahnya kesamping tidak mau melihat wajah Papanya yang terpampang di layar ponsel.

"Kalau kesel, Papa matiin yah telfonnya??"

"Eh! Jangan!!" dengan cepat gadis itu berkata.

"Kenapa? Katanya lagi kesel sama Papa."

"Papa tuh ya... tau ah ngeselin!"

"Kakek mana?" tanya Wira berusaha membujuk sang anak yang tampaknya akan merajuk.

"Lagi pergi ke sawah." jawab gadis itu cuek.

"Trus anak Papa ini ditinggal sendirian di rumah? Memangnya gak takut nanti ada penculik?"

"Di kampung mana berani."

"Ehh... jangan salah. Malahan nih ya di kampung tuh banyak yang suka nyulik. Apalagi nyulik gadis-gadis desa buat dijadiin istri siri."

"Beneran, Pa?" tanya Dena serius.

"Iya, bener kok. Tanya aja sama Kakek."

"Trus kalo Dena diculik trus dijadiin istri siri apa Papa rela?"

"Hmmmm... gimana ya ngomongnya."

"Jadi, Papa beneran rela kalo aku diculik trus dijadiin istri siri?" Dena cukup terkaget.

"Rela sih kalau penculiknya minta baik-baik ke Papa."

"Yaudah! Bilangin ke penculiknya biar nyulik Dena sekarang juga."

"Beneran? Nih Papa telfon ya penculiknya."

"Iya, Pa. Telfon aja." tantang Dena.

"Tunggu ya?"

"Iya, Dena tunggu."

"Nih, udah Papa telfon. Mungkin dia lagi di jalan menuju rumah Kakek."

Awalnya gadis itu santai-santai. Namun, wajahnya berubah menjadi was-was kala mendengar suara ketukan pintu utama.

"Papa... itu..."

"Kenapa, Sayang, hmmm??"

"Papa beneran telfon penculiknya? Kok ada yang ngetuk pintu."

"Wahhh! Ternyata udah sampe."

"Papa ih! Beneran, Pa?"

"Hahaha... enggak, Sayang. Papa becanda kok."

"Terus... yang ngetuk pintu, itu siapa?" wajahnya berubah pias.

"Jangan cemas gitu, Sayang. Coba keluar liat. Siapa tau itu tetangga lagi nganterin sembako."

"Papa jangan becanda! Dena takuttt..."

"Putri Papa gak boleh takut. Ayo, buka pintunya, Sayang!"

Terpaksa Dena keluar kamar. Dengan rasa tidak rela ia berjalan menuju pintu utama dengan ponsel yang ia pegang. Panggilan video tetap berjalan.

"Ceklek..."

"Siapa?"

Dena melihat, tidak ada orang. Seketika bulu kudukna merinding. Wira di seberang sana hanya melihat menyimak.

"Siapa sih?" gadis itu kembali menutup pintu. Tapi, pintu kembali diketuk.

"Hai!!"

"Astaghfirullah al-adzim..." sontak Dena berucap, beristighfar berulang kali.

Suara tertawaan sang Papa dari seberang sana membuat Dena tersadar. Gadis itu melihat orang yang mengetuk pintu. Tiga orang gadis yang ia kenali, yang bertamu seperti hantu.

"Kalian... ngagetin tau ga!" gerutu Dena membuat ketiganya saling pandang bingung.

"Siapa yang ngagetin?"

"Kalian... gara-gara Papa nih bahas penculik."

Sekarang ketiganya baru mengerti. Mereka hanya menutup mulut menahan tawa.

"Parnoan banget lo, Na." ledek Anna membuat Dena hanya memutar bola matanya jengah.

"Masuk yuk masuk!" ajaknya mempersilahkan.

"Nah gitu dong dari tadi." celetuk Dewi.

"Bentar ya? Gue matiin telfon dulu."

"Oke."

Setelah berhasil mengusai dirinya sendiri, Dena kembali berubah kamera yang tadinya bekakang kini menjadi depan.

"Puas Papa ngetawain Dena?"

"Hahahahhh... putri Papa ternyata parnoan. Itu tamu Sayang bukan penculik." sekali lagi Wira menertawakan putrinya.

"Awas aja! Dena belum balas dendam ya sama Papa. Dena matiin dulu telfonnya soalnya ada temen Dena dateng."

"Yaudah, selamat bersenang-senang putri Papa. Papa tutup duluan ya. Assalamu'alaikum, Sayang."

"Wa'alaikumsalam, Papa."

Tutttt

"Lagi telfonan sama siapa?" tanya Dewi begitu Dena kembali ke ruang tamu.

"Papa."

"Kita gak ganggu kan?" ucap Risty tidak enak hati.

"Santai.Gak ganggu kok. Oh ya. Btw ada apa ke sini?"

"Gak ada apa-apa kok. Mau ngajakin keluar aja. Lo mau ikut gak?" tawar Dewi.

"Ummmm... boleh deh. Gue juga suntuk di kamar mulu. Kakek lagi ke sawah."

1
GZone Reborn
walaupun yang like sedikit tapi tetap semangat
GZone Reborn
papa wira kena prank 🤣
GZone Reborn
karyanya bagus banget. cerita yang simpel tapi penuh dengan pesan moral. apalagi othor masih pelajar. saya yakin skill menulisnya masih bisa meningkat. semangat ya adek othor 👍
GZone Reborn
karya ini ditulis oleh othor yang masih sekolah, jalan ceritanya bagus, konflik simpel nggak berat, mengusung tema kehidupan anak muda pada umumnya. tapi sayangnya like nya kok sedikit yah. semangat terus adek othor untuk berkarya
Tri Susanti
bagus ceritanya aku suka thor... dari pertama aku baca sampe selesai ada sedihnya senangnya bucin nya ok semangat thor
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
ni kapan sich laucing cerita barunya🙈🙈
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ: jgan lama" donk berTAPAnya
total 2 replies
auzi
kpn ni crta ya dena di mulai
Station Liakolia
lanjut cil...
abdan syakura
yaah kecewa deh...
kykny keluar dr judul ya,Thor...
{°-@f!t-°》
Eh kok samaan🙃agk nyesek juak tok nong🤣hibur dong
Bungsu_Fii: apatuhh👀
total 3 replies
auzi
lnjt lgi dong up ya
abdan syakura
aisshhhhh baper dah....
🥰😊😊
Semangat tetap& Ttp semangat,Kak Thor!!!!💪💪🤺
Bungsu_Fii: hehe😅😂😂
total 1 replies
auzi
lnjt lgi dong up ya
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
semngat ya dena karena jalanmu masih panjang karena kakek slalu ada didekatmu yaitu hatimu kamu harus bangkit dan buat lembaran baru supaya kakek tenang dialam sana
auzi
lnjt lgi dong up ya.
udh dong mewek ya.
skrg bhgian ya plk dong thor
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
😭😭😭😭turut sedih dan mewek bacanya ,,,,, lanjut thor
auzi
lnjt lgi dong up ya.
kok melo ya eps yg in
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
jgan labjut dilapak lain dong thor disini aja
auzi
lnjt lgi.
lain judl pun gak ap2 thor.
yg pnt arel sma dena
abdan syakura
isshhhhh gitu deh Author
Disini aj laaa Ampe habis cerita Dena&Fairel..
Bungsu_Fii: sengaja d bikin judul yg berbeda kak🤣soalnya takut babnya numpuk, aku ga suka bab yg banyak²🤭 dan juga biar bacanya enak 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!