Karena sebuah kehormatan yang direnggut, Catherine kini direndahkan dan dihina oleh suaminya sendiri. Ia dianggap wanita malam karena hal itu.
Catherine selalu diperlakukan tidak adil bahkan suaminya menikah lagi karena tidak terima Catherine disentuh oleh pria lain sebelumnya.
Catherine pun menerima perlakuan buruk suaminya tersebut, karena ia menyadari kesalahannya yang tidak pernah jujur dari awal. Namun, semakin hari ia semakin menginginkan keromantisan dari sang suami. Akan tetapi, hanya perlakuan kasar yang ia terima hingga Catherine bertemu dengan seorang pria yang bisa memenuhi apa yang ia inginkan, yaitu kasih sayang dan Cinta.
Salahkah Catherine berselingkuh dengan pria itu? Lantas siapakah yang akan Catherine pilih? Suami kejam atau pebinor idaman?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bekas orang
Tinnnn ...
Catherine merentangkan kedua tangannya. Namun, ia merasa ada yang aneh karena mobil itu masih tidak menabrak dirinya.
"Mau ngapain?" tanya Devan sambil bersedekap dada di depan mobilnya.
Catherine membuka mata perlahan. Ia terkejut melihat orang yang mengajaknya bekerja sama dalam hubungan yang menurutnya aneh. Catherine balik badan untuk lari dari pria itu. Namun, usahanya sia-sia karena Devan mencekal tangan wanita tersebut.
"Lepas!" sentak Catherine seraya mengehempaskan tangan Devan.
"Sok angkuh! Ngapain kamu berdiri di tengah jalan?" tanya Devan tersenyum sinis.
"Berdiri di tengah jalan, menangis dan memejamkan matanya sambil merentangkan kedua tangan." Devan mengelilingi tubuh wanita itu.
"Kamu mau ngapain sih? Sudah sana pergi! Aku selalu sial tiap ketemu kamu!" ucap Catherine sambil mengusap ingusnya dengan pakain yang ia gunakan.
"Kamu bodoh atau bagaimana sih? Aku tau kau bersikap seperti itu agar aku menjuh 'kan?" Devan mendekatkan kepalanya pada telinga Catherine, lalu tertawa terbahak-bahak.
"Dasar Presdir sinting!" umpat Catherine.
"Mau bagaimana pun kau mencoba membuatku ilfil, kau tidak akan berhasil karena semakin kau bersikap aneh maka aku akan semakin tertarik padamu!" ucap Devan tersenyum sinis.
"Kamu kenapa sih, nggak mau cari wanita yang belum bersuami, seandainya kita jodoh, memang kamu mau sama bekas orang?" tanya Catherine.
"Kenapa tidak? Cinta tak mandang bekas ataupun cacat," jawab Devan.
"Cinta cukup saling setia dan saling percaya, dan yang terpenting adalah kejujuran!" ucap Devan.
Deg
Catherine merasa rersentuh dengan ucapan Devan. "Sudahlah, aku capek ngomong sama kamu. Bicaranya apa? Jawabnya apa?" Catherine memutar bola matanya malas.
Catherine hendak melangkah pergi. Namun, Devan menarik tubuh wanita itu hingga Catrine jatuh dalam pelukannya. Catherine mendongak, sementara Devan menunduk. Wajah mereka begitu dekat bahkan hidungnya pun hampir tersentuh yang membuat jantung keduanya berdebar tak karuan.
Setelah beberapa saat, Catherine tersadar dari lamunannya dan mendorong tubuh pria itu.
"Apa sih maumu?" tanya Catherine.
"Kenapa kau selalu nanya itu? Bukankah kau sudah tau jawabannya?" Devan tersenyum tipis.
"Aku mau pergi! Jangan cegah aku, atau aku akan sunat kau dua kali!" ancam Catherine.
"Kamu yakin ingin nyunat aku?" tanya Devan tersenyum penuh arti.
Catherine melebarkan mulutnya setelah mendenga ucapan frontal Devan.
"Sini aku antar!" Devan menarik tangan Catherine membawanya masuk ke dalam mobil tersebut.
"Nggak! Kamu maksa baget sih!" teriak Catherine seraya menghempaskan tangan Devan begitu sampai di samping mobil.
"Kamu lihat sekitar! Di sini tempatnya gelap, sepi bahkan kendaraanpun jarang lewat. Kalau ada yang berniat jahat padamu pasti tidak akan ada orang yang menolongnya," ucap Devan.
Pria itu sengaja menakut nakuti Catherine suapaya wanita tersebut mau menerima tawarannya.
Catherine menoleh dan menatap sekitar. Tiba-tiba bulu kuduknya merinding saat ia juga melihat sebuah pemakaman di daerah itu.
"Kalau nggak mau ya sudah, aku mau pulang dulu," ucap Devan seraya melangkah menuju pintu kemudi.
Catherine yang membayangkan sesuatu yang aneh, akhirnya langsung mengejar Devan dan langsung duduk di sebelah kursi kemudi tanpa permisi.
Sementara Devan tersenyum tipis, karena rencananya kini berhasil untuk mendekati wanita itu.
Di dalam mobil hanya tercipta keheningan. Devan melirik Catherine sekilas. "Kenapa cemberut?"
"Bukan urusanmu!" jawabnya.
Devan semakin melebarkan senyumnya melihat tingkah Catherine yang layaknya anak kecil.
"Ya sudah, kalau nggak boleh nggak apa-apa, tidak perlu kayak gitu!" ucap Devan.
"Ya sudah!" Catherine mengalihkan tatapannya dari Devan.
"Kamu mau diantar kemana? Atau kau mau nginep di rumahku malam ini?" tanya Devan. Pria itu sengaja menggoda Catherine.
sampai hal paling menjijikan (selingkuh) sekalipun mereka benarkan dan manusia tukang selingkuh berakhir bahagia
jijik lihat novel yang menunjukkan kemunafikan wanita yang dibawa kedalam novel