NovelToon NovelToon
MENTAL

MENTAL

Status: tamat
Genre:Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Chicklit / Tamat
Popularitas:80.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

Almira Radisty mengalami depresi akut karena ketidak beraniannya mengungkapkan sesuatu pada kedua orang tuanya, terutama sang mama. Gadis 19 tahun ini merupakan anak sulung yang dituntut untuk serba bisa dan berprestasi, menjadi panutan yang baik untuk kedua adiknya. Hidupnya sangat dikekang oleh sang Mama, bahkan untuk memilih teman, Al, panggilan akrab Almira, sesuai dengan aturan sang mama, hingga puncaknya dia sudah tekanan batin dan hampir gila. Lebih dari dua bulan ia menjalani perawatan intensif guna mengurangi tekanan batinnya.
Mampukah Al menjadi normal kembali? Ikuti kisah Almira dalam menggapai kebebasan hidup dari kekangan sang mama.

Semoga suka....terkhusus untuk remaja yang takut menyuarakan bakat minat demi mewujudkan cita-cita mama.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

VERSI PAK GURU

Radit pulang dari rumah sakit selepas shubuh. Bisa dikatakan ia tidak tidur sama sekali, tapi tak apa, kini ia benar-benar tahu kondisi sang kakak setelah melihatnya langsung.

Baru saja akan menginjakkan kaki ke tangga, teguran sang mama menghentikan langkahnya. "Mbak kamu gimana?" tanya mama hanya ingin tahu respon sang putra, berharap juga kalau sang putra tetap cuek dan menganggap Almira baik-baik saja.

"Parah!" jawab Radit singkat dan langsung menuju kamarnya. Pagi ini ia akan berangkat sekolah, segera menemui Pak Sultan, dan akan mencari tahu sisi Almira menurut pandangan orang lain.

Radit masuk kamar, menyetel alarm jam 6 lalu memejamkan mata sebentar. Bisa gak bisa ia harus tidur sebentar. Mendengar cerita orang juga butuh tenaga.

Tepat pukul setengah 7, Radit sudah siap berangkat, ia mampir sebentar di ruang makan yang sudah ada papa dan mama serta Bima. Ia hanya mencomot roti tawar, meneguk susu di sisi Bima, lalu salim pada kedua orang tuanya. Mengendarai motor gedenya dengan pikiran Almira, Almira dan Almira. Betapa bodohnya dia selama ini menganggap sang kakak biasa saja padahal sudah 'sakit,' beribu andai tak patut dipikirkan yang penting sekarang ia harus memutus rantai depresi sang kakak. Sekuat apapun ia akan mencari tahu penyebabnya.

Tepat bel istirahat pertama, Radit tak menghiraukan ajakan sahabatnya, Adam yang mengajaknya ke kantin. Ia langsung menuju ruang guru guna menemui Pak Sultan. Hampir 3 jam ia menahan rasa penasaran tentang Almira menurut pengakuan Pak Sultan.

"Assalamualaikum, selamat pagi, Pak!" sapa Radit sopan, Pak Sultan yang kebetulan baru saja menyimpan bola voli menoleh dan mempersilahkan Radit duduk.

"Waalaikusalam, duduk, Dit." Beliau kemudian juga duduk dan menatap intenst Radit. Sesama pria tentu tak perlu berbasa-basi, Pak Sultan segera bertanya kabar Almira, karena beliau tak percaya dengan keadaan Almira yang baik-baik saja.

"Almira di mana?" tanya Pak Sultan to the point.

Radit terdiam seketika. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, suasana ruang guru sangat ramai di jam istirahat. Ia tidak leluasa berbicara tentang Almira di tempat umum. "Mbak Almira baik."

Pak Sultan tersenyum, lalu menautkan jemarinya, "Saya sudah lose contact dengan Almira hampir dua bulan lebih, ke mana dia?"

Radit diam tak mau menjawab. "Tolong jawab jujur, Dit. Saya kangen dia."

Radit melongo seketika, seorang guru dengan terang-terangan mengakui kangen pada seorang muridnya sendiri, hei ada apa ini. "Maksud, Bapak?"

"Pulang sekolah saya tunggu di cafe, depan sekolah yah, banyak hal yang akan saya ceritakan dengan kamu, tentang Almira."

Radit mengangguk saja, kembali ia merasa kecewa karena harus menahan rasa penasaran terhadap cerita Pak gurunya. Tak apa, kalau pun menceritakan masalah Almira di sekolah tentu tidak mungkin juga, ia tak mau nama baik sang kakak tercoreng karena dianggap gangguan jiwa, meski kenyataannya memang benar.

****

"Kamu mau pesan apa?" tanya Pak Sultan ramah, beliau bahkan hanya memakai kaos dan jeans panjang, tak terlihat seperti guru. Entah kapan bergantinya.

"Sama saja dengan, Bapak!" jawab Radit sopan.

Sembari menunggu pesanan, Pak Sultan memulai obrolan. "Maaf kalau saya sudah lancang bilang kangen sama Almira, bukan ada maksud melecehkan atau apa, yang jelas saya memang menyukai kakak kamu."

Radit masih diam, "Kalau boleh tahu sejak kapan Pak Sultan dan Mbak Al dekat?" Wajar saja Radit heran, selama ini Almira tak pernah menyinggung hubungannya dengan lawan jenis, teman perempuan saja bisa dihitung apalagi laki-laki.

Kabar yang sangat mengejutkan, ternyata Almira berhasil menyimpan kedekatannya dengan guru barunya. "Kami bertemu di pertandingan class meeting saat kakak kamu kelas XI," ucap Pak Sultan mulai bercerita.

Saat itu, Pak Angga, guru olahraga di SMA Almira dan Radit sekolah mengalami kecelakaan sehingga terjadi kelumpuhan, mau tak mau sekolah mencari pengganti beliau, kebetulan Pak Sultan baru saja lulus sarjana olahraga dari salah satu universitas pendidikan di kota J dan mendapat kesempatan untuk gabung menjadi guru di sekolah itu. Saat class meeting, tepatnya pertandingan voli, beliau ikut antusias melihat pertandingan yang menampilkan kelas Almira vs kelas Sonya, dan Almira masuk squad voli perwakilan kelasnya.

Bisa dikatakan Pak Sultan naksir pada pandangan pertama. Almira berhasil menyita perhatiannya. Beliau heran kok ada anak yang pintar voli tapi wajah dan tangannya mulus, tidak belang dan seperti tidak pernah terkena matahari. Kekaguman akan fisik disimpan beliau rapat tanpa ada yang tahu, karena beliau juga masih memikirkan karir yang baru saja dirintis dan menghindari skandal antara guru dan murid.

Kedekatan mereka terjalin ketika, Almira menangis terisak di lapangan basket indoor. Di tribun penonton, Almira menangis sambil memegang kertas ulangan yang sudah diberi nilai 95. Pak Sultan yang baru saja melatih tim basket putra merinding mendengar suara tangisan seorang perempuan. Beliau begitu kaget kala melihat Almira duduk di belakang tribun penonton sambil memegang kertas itu.

"Kamu kenapa?" tanya Pak Sultan mendekat ke Almira. Namun gadis cantik itu makin histeris tangisannya. Gelagapan dong, pikiran negatif tiba-tiba muncul, khawatir saja ada orang yang tahu dan menuduh yang tidak-tidak, akhirnya Pak Sultan memanggil salah satu siswi untuk mengajak Almira keluar dari lapangan basket.

Sampai suatu hari, hujan turun dengan deras. Almira menunggu jemputan, kebetulan Radit sakit sehingga dia sendiri, Pak Sultan pun menemani Almira di selasar dekat pos satpam.

"*Kamu yang kemarin menangis di lapangan basket itu kan?" tanya Pak Sultan main tebak saja, meski yakin Almira lah orangnya.

Almira dengan senyum sopan pun mengangguk, "Maaf, Pak. Kalau saya mengganggu Bapak."

"Oh tidak, kebetulan saya baru saja selesai melatih tim basket putra dan heran saja di siang bolong kok ada suara perempuan menangis, saya pikir Mbak Kunti mulai bertugas," canda Pak Sultan yang berhasil membuat Almira tertawa.

Keduanya pun terdiam, menikmati derasnya hujan, bahkan Pak Satpam mengajak beberapa siswa yang berteduh masuk ke pos, termasuk Almira dan Pak Sultan, namun ditolak, ukuran pos yang sempit juga pasti tidak nyaman, lebih baik berdiri di selasar dekat pos satpam saja, walaupun masih terkena air hujan juga.

"Kamu kenapa menangis seperti itu?" tanya Pak Sultan, sengaja memulai percakapan. Tak peduli beberapa siswa sudah melirik keduanya.

"Oh tidak apa-apa, hanya kecewa saja karena nilai ulangan saya hanya dapat 95," jawab Almira dengan wajah sendunya. Hal inilah yang membuat Pak Sultan heran, dapat nilai 95 kecewa. Hah?

"Nilai 95 sudah sempurna loh, kok kecewa?"

"Sempurna itu dapat 100 pak. Kata mama kalau mau jadi orang sukses harus dapat nilai 100 dan mama baru mengakui saya pintar kalau semua nilai saya 100."

Pak Sultan tercengang mendengar jawaban Almira, masih ada ya orang tua yang menuntut anaknya pintar akademik sehingga mampu membentuk mindset seperti itu. Unik juga orang tua seperti itu, di zaman gen milineal yang melakukan apapun atas dasar keinginannya tapi Almira mematahkannya, dia seperti gadis 80-90 an yang didikte orang tua agar sukses*.

1
aksari
cerita sangat bagus, tp sayang akhir cerita agak gantung.
lanjut thor
Revalina Susantet
nanggung bgtt min, ada judul lanjutannya gak min? pengen tau ending semuanya👍
Endang Sulistia
keren
Endang Sulistia
suami bodoh..egois..
Daris Darin
lanjut Thor, ceritanya gantung.....mau ada lanjutannya
Daris Darin
lanjut Thor, ceritanya gantung....mau ada lanjutannya
siti salamah
bpak nya egoiss sih sbnr nyaa,, dia sebagai suami tidak bisa jdi tmpat istri curhat,, sebagai ayaah ketika ank nya tr Puruk sibuk nyalah kan istrinyaa
siti salamah
Ceritanya bagus bnget dapat bnget rasa nyesek nyaa,, bnyak yang sperti nyonya Anggraeni dlm ke hdupan nyata, tekan nan dri mertua imbas ke anak" suami yang tidak tegass istri tidk bisa cerita ke suami karna suami juga berat bila br hdapan dengn ibu nya,, sayang sekali ceitanya menggantung,, ber harap ada lnjutan nya yang happy untk keluaga itu,, wlupun dlm dunia nyata bnyak kluargaa bisaa bahgia tanpa keluga utuh,, dri semua karaya kaka Author ini yang pling dpet crita nya tetang cinta antr keluarga,, di tunggu kelnjutan cerita nya kaka slam kenal
siti salamah: tidak ada lanjutannnya kah kaka?, bpa blm sadar kala🙏🙏😄😄
total 2 replies
Tutie Arkan
lho kok endingnya jd gantung ya.../Sob/
Tutie Arkan
kasihan mama na...
Tutie Arkan
duh mertua..lidah mu itu loooh.../Sob/
Tutie Arkan
ternyata Radit dewasa sekali...
Tutie Arkan
Luar biasa
Tutie Arkan
banget..Bima keren..beneran ajaib bisa buat mama tertawa ...pdhl dlm hati menangis...
Tutie Arkan
s7 Bima...hiduplah bersama org yg bisa menghargaimu...
Tutie Arkan
kasihan mamanya Al...berawal dr tak di anggap mertua,plus suami yg tdk mau tau..lelaki pd umumnya..trima beres aja...duh wanita .../Sob/
Tutie Arkan
setuju ama elis...kita mmg butuh support dan kwn curhat...krn gx da komunikasi dan ksh syg di tukar dg materi jd ginie lah...
nia kurniawati
Oliiiiv... jangan ketularan Mail.. cuan mulu🤣🤣
nia kurniawati
🤣🤣🤣🤣duh si Ol..
nia kurniawati
Semoga Almira bisa normal lagi...Sejauh ini saya jadi melek tentang pola didik ke anak.. kern abis karyamu ini Thor❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!