NovelToon NovelToon
Love Story' CEO.

Love Story' CEO.

Status: tamat
Genre:Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Romantis / Cintapertama / Patahhati / Anak Genius / Tamat
Popularitas:822.7k
Nilai: 5
Nama Author: FitrianiYuriKwon

Hai guys ini novel keduaku ya, jangan lupa kepoin juga novel pertamaku dengan judul Antara Dokter & Mafia, yang baru saja Tamat kemarin.


Kayhan Mahendra Bagaskara, pria berusia 30 tahun. Seorang CEO dan pengusaha ternama perusahaan KMB Group yang berdiri dibidang proferti, furniture, IT dan kelapa sawit. Dia seorang pria dingin tak tersentuh, bahkan seumur hidupnya dia belum pernah memiliki kekasih. Hingga suatu hari pertemuannya dengan seorang gadis cantik yang berbeda dari gadis pada umumnya mampu mengubah hidup Kayhan. Namun tetap saja takdir tak selalu berpihak padanya, disaat dia mengorbankan segalanya dia harus kehilangan segalanya.

Kimara Ferarer, atau biasa dipanggil Ara usia nya 21 tahun. Cantik namun dingin dan cuek. Karena banyaknya masalah yang di hadapi membuat gadis ini menjadi gadis yang sulit terbuka pada orang lain.

Yuk ikuti kisah Kayhan dan Kimara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FitrianiYuriKwon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Lelah

**Bolehkah ku lelah? Boleh kah kubersandar dibahumu dan menceritakan segala keluh kesah yang membuncah dada?

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹**

Ara terbangun saat mendengar teriakkan sang Ibu dan adiknya Mey.

"Suara tangis siapa itu?". Ara bergegas turun dari tempat tidur nya dan setengah berlari keluar dari kamar.

Suara itu dari arah kamar kedua orangtuanya.

"Ayah". Teriak Ara saat melihat sang Ayah tergelatak dilantai. Wati dan Mey sudah menangis memeluk Ferarer.

"Apa yang terjadi Bu?". Tanya Ara dengan tangis yang pecah.

"Tidak tahu Nak. Ayah tiba-tiba saja jatuh". Sahut Wati sambil menangis.

Ara segera menelpon ambulance untuk menjemput Ayahnya. Tidak lama kemudian ambulance datang didepan rumah Ara.

Ferarer diangkat oleh dua perawat laki-laki dan memasukkan nya kedalam mobil ambulance.

"Mey, temanin Ibu kedalam Ambulance, Kakak akan menyusul pakai motor!". Tintah Ara.

"Tapi Kakak belum pulih? Bagaimana nanti jika Kakak kesakitan, luka Kakak juga belum kering?". Ucap Mey dengan tangisannya.

"Kakak baik-baik saja Mey. Cepat susul dan masuk kedalam Ambulance". Suruh Ara.

Akhirnya Mey mengikuti perintah Kakak nya meskipun tak tega melihat Ara naik motor, tapi Kakaknya itu sangat keras kepala.

Ara masuk kedalam rumah. Dia meminum obat anti nyeri, karena luka diperutnya terasa sakit saat dia berlari tadi. Ara mengambil jaket untuk menutupi tubuh munggilnya.

Ara terkejut saat melihat Roger sudah berada dibelakang nya "Ada apa Kak?". Tanya Ara pada Kakaknya. Dia ingin sekali mencikik leher Kakaknya itu tapi tidak tega.

"Minta uang". Roger membentangkan telapak tangannya meminta uang pada Ara.

Ara berdecih dia menatap tajam kearah Roger dengan tatapan marah dan penuh emosi.

"Minggir Kak, aku mau pergi". Ara menggeser tubub Roger dengan paksa, karena Kakak nya itu terus saja menghalanginya.

"Ara". Teriak Roger mengejar Ara dan menarik tangan adiknya dengan kasar.

"Cepat berikan aku uang". Desak Roger mencengkeram dengan kasar tangan Ara.

"Lepaskan Kak". Sentak Ara berusaha melepaskan tangannya. Namun tangan kekar Roger tak mampu dia tepis.

"Hiks, lepaskan Kak. Ayah sedang dirumah sakit apa Kakak tidak punya rasa belas kasihan sama sekali? Jika Kakak tidak mau membantu setidaknya jangan menghalangi ku". Lirih Ara dengan isak tangisnya.

Hati Roger kembali berdenyut saat melihat Ara menangis, tanpa Roger sadari pegangan tangannya terlepas dari tangan Ara.

Ara langsung pergi meninggalkan Roger dan mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Ara sangat pelan membawa motor, sebab perut bekas operasi nya sangat sensitif sedikit saja terkena getaran pasti sakit dan pedih.

Air mata Ara luruh begitu saja hati dan jiwanya serasa lelah. Belum satu masalah selesai sudah datang lagi satu masalah.

Ara sangat takut jika terjadi sesuatu pada Ayahnya. Hanya Ayahnya yang selalu paham kondisi Ara. Hanya Ayahnya yang selalu bisa membuat Ara tersenyum dan Ara sangat mencintai Ayahnya.

Ara memmarkir motornya diparkiran rumah sakit. Ara sedikit berlari memasuki koridor rumah sakit, karena sudah tengah malam jadi suasana rumah sakit begitu sepi.

"Bu". Panggil Ara pada Wati dan Mey yang mennangis saling berpelukan.

"Nak". Wati juga ikut memeluk Ara.

"Bagaimana kondisi Ayah?". Tanya Ara membalas pelukkan Ibu nya.

"Ayah masih diperiksa oleh Dokter Kak". Sahut Mey mewakili.

Ara, Mey dan Wati masih menunggu diruang tunggu dengan wajah cemas. Sebab dari tadi Dokter masih terus memeriksa keadaan Ferarer.

Cekreekkkk

Pintu terbuka. Segera ketiga wanita itu mendekat pada Dokter.

"Dok, bagaimana keadaan Ayah saya?". Cecar Ara pada Dokter Nickho.

Dokter Nickho menghela nafas berat "Mari Ara ikut saya, ada yang ingin saya jelas kan". Ajak Nicho lembut.

"Baik Dok". Sahut Ara "Bu, Mey kalian masuklah dan jaga Ayah. Biar Ara yang bicara dengan Dokter Nickho". Perintah Ara.

"Baik Nak".

"Baik Kak".

Ara mengikuti Nickho masuk keruangannya.

"Silahkan duduk Ra". Ucap Nickho mempersilahkan Ara duduk.

"Terima kasih Dok". Ara duduk dibangku yang sudah disediakan didepan meja Nickho.

"Bagaimana kondisi mu Ra? Kenapa kau sudah berlari-lari kau tahu kan bekas operasi itu masih belum kering?". Cecar Nicho yang membuat Ara heran, bukannya mengatakan tentang penyakit Ayahnya malah mempertanyakan hal yang tidak penting.

"Saya sudah sehat Dok". Sahut Ara singkat "Apa penyakit Ayah?". Tanya Ara.

Nickho menghela nafas kasar "Asam lambung Ayah mu sudah akut Ra dan sudah bernanah. Dia koma, lambung akutnya sudah memasuki stadiun akhir". Jelas Nickho.

Jeduarrrr bagai tersambar petir disiang bolong Ara, merasakan dunianya hancur dalam seketika. Ara bisa membayangkan dunia nya tak lagi utuh saat mendengar penjelasan Dokter Nickho.

"Lalu apa yang saya lakukan Dok?". Tanya Ara.

"Kita hanya berdoa, supaya Ayahmu bisa segera sembuh dan bangun dari koma nya". Jawab Nickho.

"Hiks, hiks, hiks". Ara menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Air mata yang ingin Ara tahan supaya tidak jatuh didepan Nickho, kini pecah begitu saja. Dadanya benar-benar terasa sesak dan sulit bernafas. Ara takut jika terjadi sesuatu pada Ayah nya. Ayahnya segalanya untuk Ara.

Nickho berdiri dari duduknya dan menghampiri Ara. Merengkuh tubuh dan jiwa lemah itu kedalam dekapannya. Hati Nickho ikut berdenyut saat melihat Ara menangis. Dia teringat bagaimana menderita nya Ara saat sebelum di Operasi, dimana penyakit itu benar-benar terlihat menyiksa tubuh Ara.

"Menangislah jika itu bisa membuat dirimu merasa lebih baik". Peluk Nickho.

Ara melingkarkan tangan munggilnya ditubuh Nickho. Saat ini Ara memang butuh pelukkan dan sandaran. Ara butuh seseorang yang mau menjadi tempat untuknya berkeluh kesah, namun tak Ara dapatkan pada Kakaknya. Kakak yang seharusnya mengayomi dan membimbing Ara, menjadi panutan dan tempat Ara bersandar, bahkan tak peduli sama sekali.

"Hiks, hiks, hiks, hiks". Tangis Ara semakin pecah dalam dekapan Nickho. Dekapan yang benar-benar ingin Ara dapatkan setiap saat

Nickho mengelus punggung Ara dengan lembut. Nickho turut menitikkan air mata melihat betapa rapuhnya gadis yang ada didalam pelukkannya ini. Nickho sangat mengenal Ara karena selama dua Minggu Ara di rawat, Nickho lah yang menjadi Dokter siaga menjaga dan merawat gadis cantik itu.

Nickho melepaskan pelukkannya dan mengusap air mata Ara.

"Sudah, jangan menangis lagi ya Ara harus lebih kuat untuk menghadapi semuanya. Saya akan selalu menemani Ara kapan saja. Jika Ara butuh sandaran dan pelukkan atau teman cerita datanglah, saya akan dengan senang hati menyambut kedatangan Ara". Ucap Nickho tulus.

Ara masih terisak dan juga terharu mendengar ucapan Nickho.

"Terima kasih Dok".

"Jangan panggil aku Dokter, aku sekarang adalah teman mu". Nickho mengusap lembut rambut panjang gadis itu.

"Iya Kak Nickho". Ara memaksakan senyum. Nickho tersenyum simpul saat Ara memanggilnya Kakak. Usia mereka memang terpaut sangat jauh.

Nickho kembali memeluk Ara berusaha memberikan kekuatan pada gadis rapuh itu.

**Bersambung.......

Salam hangat

Ara ❤️ Kay**

1
Rika Hari
hbd thor panjang umur sehat selalu 🥳🎉🎉
Rika Hari
tu iya marta blg seperti itu karena dia sdh lumpuh😏
Rika Hari
itu pasti ara yg d bicarakan oleh wirna ibu nya William 🙂🙂🙂
Rika Hari
ya Allah berilah kekuatan pada ara ya Allah 😭
Rika Hari
belum sampai kah nickho d belanda??? beri lah kekuatan pada ara ya tuhan😭😭
Rika Hari
kerongkongan ku rasanya sesak menahan penderitaan ara 😔😭😭
Rika Hari
jgn blg sean menyukai ara bisa berabe nih😔😔😏😏😏
Rika Hari
sunguh miris penderitaan kamu ara.d tgl ayah d kk d ibu😭😭😭
Rika Hari
kenyataan begitu k lau perempuan k lau sdh mandul dia pasti d buang sama pasangan nya utk apa d perjuangkan sdg kan pasangan ya madul lebih baik dia berpisah itu lah pemikiran perempuan 😔😔🙂
Rika Hari
sesak aku mendengar pekataan ara bahwa kejadian menimpa drinya😭😭😭
Rika Hari
jgn kayhan nnt kau menyesal apa penjelasan ara nnt nya😔😔😏
Rika Hari
nickho jgn main perasaan nnt sakit seperti Rayyan sakit hatinya tak terhobati bersama aluna susah cari obatnya k lau sdh sakit nickho ingat nickho hati itu d dlm 😁😁😁
Rika Hari
ara kan masih sakit thor ngapain d suruh kerja sekali 😔😔😏😏😏
Aris Bos
lumayan
Rohana Taduengo
selama saya baca novel baru ini saya sedih sampai menetes air mata ceritanya kena banget di hatiku🥰😍
Erna ladi Yanti nitti
sesak di da2 thor mewek g berenti rasa sakit bgt thor
Su Yadi
good
Irene Momot
😭😭😭😭. . . . . . . ,auto nangis aq bacanya. . . .
aybobaum💜
aku bacanya pelan2 aja, soalnya suka emosi ku kalo udah berhubungan sama yg bejat²nya mertua wkwkw padahal aku sendiri masih jomblo 🤭 maklum hatiku ini setipis tisyu jadi gampang sekali terbawa perasaan 🤣
aybobaum💜
emosi ku 😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!