Seorang Guru ahli Matematika berusia 32 tahun tiba-tiba menjadi remaja 17 tahun pada saat dia sedang tertidur di malam hari, pria yang bernama lengkap Ahmad Ibrahim begitu terkejut ketika ia terbangun di pagi hari.
Ahmad Ibrahim menggunakan nama baru yaitu Orion. Mau tidak mau dia harus menjalani kehidupanya sebagai seorang siswa menengah atas, setiap satu minggu kemampuan analisanya semakin meningkat pesat disebabkan kejadian yang menimpa dirinya.
Dia bertemu dengan seorang gadis di sekolah barunya bernama Akira yang ternyata adalah seorang detektif. Orion mengunakan identitas Shadow untuk mengungkap kasus yang begitu rumit baik di dalam dan di luar lingkungan sekolah.
Tak di sangka, beberapa kelompok mafia dan pengusaha besar terlibat dalam kasus yang ia hadapi bersama dengan Akira.
Dari situlah perjalanan besar Orion di mulai sehingga mengubah seluruh hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Accy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 10 : Reverse Evolution In DNA Structure Caused By Viruses.
Di Ruang tamu, Orion sedang duduk bersama dengan Kenzo di kursi sofa, mereka berdua berdialog dengan serius.
"Kejadian yang menimpa kamu itu sangat luar biasa, bisa di katakan jika kamu mengalami evolusi terbalik. Evolusi merupakan perubahan struktur tubuh makhluk hidup yang berlangsung secara perlahan-lahan dalam waktu yang sangat lama. Tapi, apa yang terjadi denganmu justru mengalami perubahan drastis, tanpa berlahan-lahan. konsep evolusi dapat timbul baik secara alam maupun secara logika dari pengertian tentang genetika. Konsep ini muncul bukan dari sejarah melainkan dikemukakan berdasarkan pada hasil-hasil penelitian serta pengamatan terhadap persamaan dan perbedaan dalam struktur dan fungsi dari berbagai bagian dunia.
"Aku tau apa yang kamu katakan, aku mengerti itu. Tapi, jangan katakan jika kamu ingin mengambil data sampel teori Charles Darwin sebab itu nggak akan masuk dalam rumusanku, aku ini berasal dari manusia pertama yang bernama Adam, bukan dari kera. Apa kamu mengerti,!?" dia menatap tajam ke arah Kenzo.
"Aku tau itu.! Tapi, aku sudah mengatan padamu jika yang terjadi pada dirimu adalah evolusi terbalik,!" dia menatap Orion.
"Berarti, sel-sel genetik di dalam tubuhku mengalami mutasi atau perubahan sturuktuk DNA dan RNA baik dalam taraf urutan gen maupun pada taraf kromosom, pada tingkat ini di sebut aberasi atau agen mutagenik atau radiasi. Jadi, bisa di simpulkan jika aku terkena virus, apa seperti itu maksudmu,!?" dia memandang Kenzo sambil melepas kaca mata yang ia kenakan.
"Kamu memang sang jenius, mutasi yang kamu alami itu sangat unik, sebaiknya kita ke laboratorium pribadiku, aku membutuhkanmu untuk menjabarkan, merumuskan, mengkalkulasi apa yang aku dapatkan nanti, kamu tau persis jika ilmu Kimia dan Fisika itu sangat tergantung oleh ilmu Matemathics. Bahkan, seorang Albert Einstein nggak mampu berbuat apapun tanpa Mathematics." ucapnya sambil berdiri dari kursinya kalu melangkahkan kakinya dengan cepat menandakan bahwa dia sedang terburu-buru.
"Okey.! Tapi, aku lapar bro, aku belum makan apapun,!" ucapnya sambil tersenyum kecil dan memakai kembali kaca matanya kemudian berdiri dari tempat duduknya.
"Ya ampun.... !! Mengapa aku lupa menjamu tamu spesial ini,!" kata Kenzo sambil menghentikan langkahnya secara mendadak. Dia lalu memalingkan wajahnya ke belakang sambil tertawa kecil.
Kenzo membalikkan tubuhnya selanjutnya berjalan kembali ke tempat Orion berada.
"Sorry brother,!" dia melebarkan mulutnya sehingga giginya yang tersusun rapi nampak jelas di mata Orion.
"Kamu itu tertawa atau tersenyum, atau terpaksa sih, kamu seperti orang yang ingin menyikat giginya ajah,!"
"Ini model senyum terbaru, bro.!!"
Mereka berdua lalu tertawa terbahak-bahak.
"Kamu kembali duduk dulu, aku akan memesan makanan. By the way, mengapa kamu mengganti nama,!?
Orion yang sedang kembali duduk lalu menjawab :"Aku menutupi seluruh identitasku, aku nggak ingin menjadi viral di dunia.!"
Kenzo kemudian mengambil Hp dari saku seragam lab yang ia kenakan, selanjutnya ia menempelkan Hp di telinganya.
Di tempat yang lain, dering bell sekolah berbunyi menandakan jam pembelajaran kedua telah berakhir. Akira kemudian berdiri dari kursinya, dia bermaksud untuk menuju ke kantin sekolah untuk makan siang. Di saat yang sama, seorang pemuda menghampirinya pada saat dia melangkahkan kakinya keluar dari pintu kelas.
"Hay, aku Arya Ramadhan,!! sapanya.
Akira memalingkan wajahnya sejenak ke samping kiri, dia tersenyum dengan maksud tertentu."Akira,!" jawabya.
"Aku melihatmu tadi pagi, aku juga tak menyangka jika kamu adalah siswa baru di sekolah ini dan juga sebagai teman kelasku,!" ucap Arya tersenyum kecil sambil memandang wajah Akira dan berjalan di sampingnya.
"Terus,!?" dia berjalan tanpa menoleh sedikitpun.
"Kita bareng ke kantin, nggak masalah kan,?" ucap Arya sambil menatap Akira sejenak, dia kemudian melanjutkan perkataannya."Aku harap kita bisa menjadi teman."