NovelToon NovelToon
Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Janda / Tamat
Popularitas:8.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Arion Alfattah

Sebuah takdir yang tidak pernah dia bayangkan membuatnya harus menjadi ibu sekaligus ayah secara bersamaan.

"Apa salahnya jika saya janda?" tanya Fira yang sudah geram. "Apa kalian pikir saya mau jadi janda? Apa kalian pikir semua wanita mau jadi janda? Tidak! Kami tidak mau menjanda! Tidak ada yang mau!" ucap Fira tegas dan lantang.

"Apa nyonya sadar, jika nyonya sendiri janda di tinggal mati! Lalu kenapa jika aku janda?"

"Syafira!" Sela Reyhan sedikit tidak suka.

"Kenapa? kau ingin marah, Reyhan? memang benarkan jika nenek mu janda? Lalu kenapa mereka menghina janda seolah-olah mereka paling benar?"

"Sadarlah! Buka pikiran kalian! Jangan pernah menghakimi sembarang janda karena tidak semua janda pelakor!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Usaha Berbuah Manis

"Paman, Fira mau tanya, gimana perkembangan Cafe baru yang ada di kecamatan ujung pandang dan yang ada di kecamatan Tamalanrea?" tanya Fira di telpon.

Tangan kirinya memegang handphone, dan tangan kanan sibuk memberikan dot susu formula untuk sang anak.

"Semuanya berkembang pesat dalam waktu dekat, Ra. Respon orang yang ada di sana sangat bagus, orang-orang banyak yang tertarik untuk mampir ke Cafe kita. Tempatnya yang strategis, harga makanan cukup murah membuat mereka menjadi lebih tertarik," jawab Doni.

"Itu bagus Paman, dengan begitu orang akan saling memberitahukan atau bahkan merekomendasikan tempat kita pada yang lainnya, dan kita juga harus memperhatikan kualitas dan kuantitas nya juga."

"Iya, Ra. Untuk daftar pekerja, Paman sudah merekomendasikan orang-orang yang menurut Pcaman layak di Cafe kita. Paman sudah mengirimkan data-datanya ke email kamu."

"Baik, nanti aku cek. Untuk sekarang aku mau mengurus dulu Felix, setelahnya baru aku akan ke kantor, dan mengecek semua laporan yang masuk."

"Kalau gitu Paman tutup dulu, Paman juga sedang melihat pembangunan Cafe di tempat lainnya."

Pembicaraan merekapun selesai di akhiri oleh Doni.

****

Kota J

Ketika sampai rumah, Arman dan Rey di sambut oleh keluarganya, bu Saras tak sabar ingin segera mendengar informasi apa yang Arman dapatkan disana.

Mereka saling menyalami sedangkan Amel sudah memeluk sang Papa penuh rindu. Ketika Arman menyalami ibunya wajahnya berubah menjadi dingin. Arman berfikir karena ibunya dia tidak bisa bertemu sang adik untuk selamanya.

"Pah!" panggil Dinda.

"Nanti Papa cerita di dalam!" jawab Arman seolah tahu apa yang ingin istrinya tanyakan.

Arman dan Dinda masuk duluan.

"Apa kamu mendapatkan informasinya Rey?" tanya Saras penasaran.

Amel yang ada di sana ikut penasaran.

"Kami memang mendapatkan informasinya. Tapi, kami tidak menemukan keberadaannya. Maka dari itu, kami memutuskan untuk pulang." Rey berucap dengan sedikit berbohong, dia melakukan itu agar neneknya tidak terluka akan ketiadaan sang anak dan Papanya pun tidak mengijinkan Rey memberitahukan kepada siapun itu, kecuali Dinda.

"Jadi hasilnya nihil?" tanya Amel dan Rey mengangguk.

"Sia-sia kalian kesana jika tidak menemukan apapun," timpal Saras kecewa.

"Yang ada aku ketemu cewek gila," batin Rey. Sudut bibirnya terangkat tanpa sadar. "Eh! Apa yang gue pikirkan? ngapain gue inget si cewek gila?" ucap batin Rey kembali setelah sadar dari fikirannya.

"Kamu kenapa, Bang?" Amel sedikit bingung melihat tingkah sang Abang, bukan sedih tapi malah seperti terlihat senang.

"Hah! Abang gak pa pa, Mel." sautnya gelagapan.

Sedangkan di dalam kamar, Arman langsung memeluk sang istri, ia menangis mengutarakan rasa sesak yang ia rasakan. Dinda mengelus punggungnya membiarkan Arman mengeluarkan segalanya lewat tangisan.

Setelah merasa tenang Arman menceritakan semuanya pada Dinda.

"Harapan Papa pupus sudah, Mah. Ternyata dia sudah tiada, tapi Papa tidak percaya semua itu. Entah mengapa Papa merasa Sofi masih hidup." Ucap Arman yakin, ia mengikuti kata hatinya.

"Apa yang terjadi atas kehendaknya, dan Mama berdoa semoga apa yang Papa yakini benar," balas Dinda mencoba untuk bijak.

****

Kota M

Hari ini Fira berencana untuk bertemu salah satu supplier nya, niatnya ingin memperpanjang kontrak.

"Ka Denis, hari ini kamu ikut aku! Kita akan bertemu supplier buah dan sayur, sekalian kita akan meninjau Cafe yang lain."

"Baik, Bu Bos." Jawab Denis tanpa membantah.

Sebelum menemui kliennya Fira mengecek kembali semuanya, dan dia kembali lagi keruangan menghampiri sang anak.

Fira berjongkok memandang wajah anaknya.

"Hai, kesayangan Bunda, lagi main ya? maaf ya, Bunda sering ninggalin kamu," ucap Fira menirukan suara anak-anak.

Bayi mungil itu tersenyum, mata beningnya menghipnotis siapa saja yang melihat, usianya sudah 4 bulan, juga sudah bisa mendengar dan tersenyum.

"Uluh uluh senyum. Iya, Bunda kerja untuk kamu, yang baik ya sama bibi." Fira terus mengajak anaknya bicara dan Felix selalu meresponnya dengan senyuman sesekali bersuara hao hao.

"Bi, aku titip Felix! soalnya kasian jika di bawa, aku akan meninjau Cafe yang ada di beberapa tempat," pinta Fira dengan sopan.

"Siap atuh non, bibi pasti menjaganya dengan baik. Non yang tenang kerjanya, semangat ya non!" balas bi Caca menyemangati.

"Semangat bi," saut Fira dengan senyuman.

Setelah semuanya beres, dengan tenang Fira meninggalkan Felix kemudian dia pergi di temani Denis.

****

Empat tahun telah berlalu.

Selama itu pula Fira mampu mengembangkan usahanya hingga sukses, usaha berbuah manis, kini Sunshine Cafe & Resto terkenal ke berbagai kota sebagai salah satu Cafe dan Restoran tersukses di kota M. Tak banyak orang yang berasal dari luar kota ingin bekerjasama dengan pemiliknya.

Sampai saat ini tak ada yang tahu akan wajah pemilik aslinya, mereka hanya tahu jika pemiliknya adalah seorang wanita muda bernama Aurel.

Kesuksesan Fira tak lepas dari Doni serta peran orang-orang yang berada di bawah naungannya, tak ketinggalan kedua sahabatnya, mereka selalu mempromosikan Cafe Fira di sosial media dan sesekali membantu Fira dalam segala hal.

"Felix, sini sayang! Di pakai ya bedaknya biar tampan!" ucap Fira mengejar Felix yang terus berlarian kesana kemari.

"Aku tak mau bunda, Felix 'kan cowo!" tolak Felix dengan suara khas anak kecil.

"Ayo Nak, kali ini aja! Kita harus segera ke Cafe." Fira terus membujuk Felix agar mau ia dandani.

"Pokoknya aku tak mau titik!" tolak Felix kembali sambil sembunyi di belakang tirai.

Dengan perlahan Fira mengendap-endap ke arah bocah itu dan.. hap....

"Dapat," Fira menggelitik Felix, merekapun tertawa bahagia.

"Hahaha ampun Bunda! hahaha ampun, aku janji tak akan kabul." kata Felix di tengah tawanya.

Dengan segala paksaan serta bujuk rayu akhirnya Felix selesai di dandani. Tak lama kemudian Fira berangkat bersama anaknya, sedangkan bi Caca sudah pergi duluan.

Setibanya di Cafe semuanya sudah berkumpul, termasuk Kania dan Fitri. Hari ini Fira tampil berbeda, tampilannya sungguh memukai dan tak bosan di pandang mata. Dia berjalan dengan anggun dan tangannya menuntun sang anak.

"Selamat siang semuanya?" sapa Doni.

"Siang pak," ucap kompak mereka.

"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada kalian karena sudah bersedia berkumpul di sini, bukan tanpa alasan saya mengumpulkan dan menutup semua Cafe kita untuk hari ini."

Semuanya diam, mereka merasa bingung karena tidak biasanya seluruh pegawai di kumpulkan dalam satu ruangan.

"Di sini saya sebagai kepercayaan pemilik Cafe akan memberitahukan siapa pemilik asli dan pimpinan kalian yang sebenarnya."

Semua orang terkaget, ada yang senang dan penasaran kira-kira seperti apa wajahnya.

"Maka dari itu, saya perkenalkan.." Doni melirik ke Fira dengan senyuman menawan, kemudian mengulurkan tangannya, dan di sambut oleh Fira serta senyum ketulusan.

"Aurelia Syafira," ucap Doni tegas dan lantang. "Dia adalah pemilik sah Sunshine Cafe & Resto."

Semua orang terlonjak kaget, mereka tidak menyangka bahwa selama ini orang yang mereka kenal akan kebaikan dan kecantikannya adalah bos besar.

"Bunda, aku sayang kamu," celutuk Felix.

Fira tersenyum kemudian dia berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan sang anak dan memeluknya penuh kasih sayang.

"Sekarang sudah waktunya, Fira" bisik seseorang.

Deg!

"Suara itu? itu suara ka Mita dan ka Rio!" batin Fira. Dan tanpa di duga, sekelebat bayangan mereka terlihat oleh mata Fira.

****

1
Maryana Fiqa
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
. Nicholas Saputra 🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
rindu balek lg kesini pedahal dah pernah baca tp keingat lg👍👍
Dyah Oktina
setuju dasar sableng...😁😁😁
Dyah Oktina
Aamiin. ..dgn doa yg sama u author sekel
Dyah Oktina
visualnya cocok dgn karakter safira..tp kok udah 24 aja.. bukanya d cerita inu masih 22 ya.. & anaknya felix umur mau 4thn
Dyah Oktina
iya....aku suka kok thor dgn karya2mu❤️
Dyah Oktina
agak2 nickolas nih yg datang menyelamatkan
Dyah Oktina
remehan ranginang....cerita mu seru... 😍👍🏻👍🏻
Dyah Oktina
Aamiin Yaa Robbal Alamin. ...sama2 ya thor....
Dyah Oktina
weh....istri hebat... masih muda.cantik pula.... hanya ada d dunia halu... 😍
Dyah Oktina
wah...nenek mainmu kom gelap banget... d club...ck...ck...ck.. dah gelap hati susah ya
Dyah Oktina
iya...aku juga males bacanya ....😁😁✌️
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂ayuk pusing bareng2..
Dyah Oktina
ish...bingung jamu....jamu... 🤭
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂😂kun...kun ...bisa batuk
Dyah Oktina
jgn2 nicho yg ngehamili sofi..dika yg kehilangan anaknya mila...arman kehilangan sofi adek... saling terkait dgn cucu yg sama... 🤭
Dyah Oktina
Aamiin. ....Sama2 ya thor
Dyah Oktina
kecil2 emang ngemesin ya.. 😍
Dyah Oktina
kok jd fiona... kebanyakan buat cerita ya thor..jd typo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!