NovelToon NovelToon
Nadia Anak Yang Diabaikan

Nadia Anak Yang Diabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Nadia anak kandung yang di abaikan, keluarganya lebih memilih anak orang lain ketimbang anak kandung,,,Nadia bahkan mau di singkirkan oleh ibunya sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19 olimpiade

Waktu terus berlalu, tetapi setiap detik terasa jauh lebih cepat bagi Siska dan Prof. Hengki. Keduanya semakin gelisah karena Nadia tak kunjung datang. Siska berkali-kali melihat jam di ponselnya lalu menoleh ke arah pintu masuk. Sementara Prof. Hengki berusaha terlihat tenang, meski jemarinya terus mengetuk meja tanpa sadar.

Tepat saat bel berbunyi, terdengar suara langkah kaki orang-orang yang berlari dari arah luar. Semua peserta dan guru spontan menoleh ke sumber suara. Beberapa detik kemudian, Nadia muncul bersama beberapa orang yang menemaninya. Suasana yang tadinya ramai langsung berubah hening. Beberapa pendukung Nadia yang sejak tadi cemas langsung bertepuk tangan saat melihat dirinya akhirnya datang.

Prof. Hengki langsung mengembuskan napas lega. Beban yang sejak tadi menekan dadanya akhirnya sedikit berkurang. Dia bahkan sampai menyandarkan tubuh ke kursi karena terlalu lega.

“akhirnya datang juga, kayaknya dia habis berantem ya” ucap Siska mengusap dadanya.

Penampilan Nadia memang terlihat sedikit berantakan. Ada bekas tanah di lengan bajunya dan rambutnya juga tidak serapi biasanya. Namun ekspresinya tetap santai seolah tidak terjadi apa-apa.

Di sisi lain, Yulia menggertakkan giginya hingga terdengar suara gemeretak pelan. Bolpoin yang dia pegang hampir patah karena terlalu kuat digenggam.

“dasar orang-orang tak berguna”

Tatapannya tajam mengarah ke Nadia yang duduk di belakang. Namun Nadia justru membalas tatapan itu dengan santai tanpa menunjukkan rasa takut sedikit pun.

Nadia sudah paham watak Yulia yang akan menghalalkan segala cara untuk membuat dirinya menderita. Karena itulah dia sudah mempersiapkan segalanya sejak awal. Geng BMK dan MCM diam-diam bekerja sama menjebak orang-orang suruhan Yulia. Mereka juga menyebar di sekitar lokasi untuk mengawal Nadia tanpa menarik perhatian.

“tenggg”

Bel tanda olimpiade dimulai menggema ke seluruh ruangan. Suara itu membuat seluruh peserta langsung memusatkan perhatian ke depan.

Seorang panitia maju ke depan lalu menjelaskan peraturan pertandingan dengan seksama. Aula yang tadinya ramai kembali hening. Ketegangan perlahan memenuhi ruangan karena pertarungan sesungguhnya akhirnya dimulai.

Jumlah peserta sekitar lima puluh orang. Setiap meja diberi sekat tinggi agar tidak ada yang bisa saling mencontek. Setelah aba-aba diberikan, semua peserta langsung fokus mengerjakan soal. Suara gesekan pena dan lembar kertas menjadi satu-satunya suara yang terdengar.

Setengah jam berlalu dengan cepat. Tak lama kemudian, papan digital menampilkan dua puluh lima peserta dengan nilai tertinggi yang dinyatakan lolos ke babak berikutnya.

Nama Yulia dan Nadia sama-sama muncul dalam daftar peserta yang lolos.

“ini hanya keberuntungan saja...” ucap Rini melihat Nadia masuk daftar peserta yang lolos.

“benar dia hanya beruntung saja” timpal Rina sambil menggertakkan gigi melihat sosok Nadia dari kejauhan.

Babak kedua pun dimulai untuk mencari lima belas peserta terbaik. Waktu berjalan begitu cepat dan suasana semakin menegangkan.

Saat hasil diumumkan, nama Nadia dan Yulia kembali hadir dalam daftar peserta yang lolos.

Yulia menggertakkan gigi menahan kesal. Dia lalu mengangkat tangan meminta izin kepada panitia untuk pergi ke toilet. Begitu berada di dalam toilet yang sepi, dia segera menghubungi seseorang.

“bagaimana sih ko nadia masih lulus saja” ucapnya.

“nadia itu sekarang sedang terkenal,,ke kalahan nadia harus terlihat wajar” ucap seseorang.

“ok aku enggak mau dia masuk ek daftar 10 orang dengan nilai tinggi,” perintah Yulia.

“tenang saja kamu focus saja menyelesaikan soal”

Sambungan telepon terputus. Yulia menarik napas panjang lalu kembali ke ruangan dengan wajah yang sudah terlihat tenang seperti biasa.

Babak ketiga dimulai. Kini hanya tersisa lima belas peserta. Sebagian besar peserta terlihat tegang dan mulai kehabisan rasa percaya diri. Ada yang menggigit bibir, ada yang mengusap keringat, dan ada yang terus memandangi soal dengan wajah pucat.

Namun Nadia masih terlihat santai. Dia duduk bersandar sambil membaca soal satu per satu tanpa tergesa-gesa.

Di tempat lain, seorang lelaki misterius sedang menelepon seseorang dengan suara dingin dan datar.

“sekarang waktunya, kamu sudah mendapat uang yang banyak,,kalau sampai gagal kamu ga akan selamat”

Sementara itu, seseorang yang duduk di meja operator melihat monitor dengan santai. Dia sudah menerima uang dalam jumlah besar untuk memastikan nilai Yulia menjadi yang tertinggi.

Babak ketiga akhirnya selesai. Beberapa peserta langsung mengembuskan napas lega. Sebagian lainnya menyeka keringat yang membasahi dahi. Wajah-wajah gelisah terlihat hampir di setiap sudut ruangan.

Nadia masih terlihat tenang. Andai diperbolehkan merokok, mungkin dia sudah menyalakan sebatang rokok untuk menghabiskan waktu menunggu hasil.

Di ruang operator, pria itu mulai menyusun daftar peserta yang lolos. Semua data sudah masuk dan tinggal menunggu diumumkan. Dia hanya perlu mengubah nilai dua orang, yaitu nilai Yulia dan nilai Nadia.

“benar-benar anak jenius” gumamnya.

Tangannya lincah menari di atas keyboard dan bersiap mengubah nilai Nadia. Namun tiba-tiba tubuhnya membeku saat merasakan sesuatu yang dingin menempel di pinggangnya.

Dia menoleh perlahan.

Seorang lelaki memakai masker hitam berdiri tepat di belakangnya sambil menempelkan pisau ke pinggangnya.

“jangan rubah apapun, keluarga kamu dalam lindunganku” ucapnya. “aku bisa melindungi keluarga kamu aku juga bisa menghilangkannya”

Pria itu mengeluarkan ponsel dan menampilkan video anak serta istri operator yang sedang bermain di taman dekat rumah. Seketika wajah operator memucat. Napasnya menjadi tidak teratur dan tenggorokannya terasa kering.

“jangan permainkan nilai, cukup jujur saja,,aku sudah tahu kamu menerima uang sogokan dan aku sudah punya bukti,,kalau kamu masih nekad,,,maka benda ini akan masuk ke dalam perut kamu”

Sementara itu, di aula utama, semua orang menunggu hasil akhir dengan perasaan tegang. Babak ketiga adalah babak penentuan. Juara satu akan mendapatkan beasiswa ke Harvard, juara dua dan tiga akan mendapatkan beasiswa kampus negeri, sedangkan peserta yang masuk sepuluh besar akan mendapatkan beasiswa sekolah penuh. Selain itu, sekolah para juara juga akan mendapatkan bantuan pembangunan laboratorium.

Pak Lukas sangat mengharapkan hadiah tersebut karena SMK Nusantara memang masih minim fasilitas. Kesempatan seperti ini mungkin tidak akan datang dua kali.

Seorang perempuan dengan rok selutut dan blazer rapi berdiri di atas panggung. Di tangannya terdapat amplop berisi hasil akhir perlombaan. Semua mata langsung tertuju kepadanya.

“rangking 3 di raih oleh Bima dari SMA IT Nurusalam” ucapnya.

Tribun pendukung SMA IT Nurusalam langsung meledak oleh sorak sorai dan tepuk tangan meriah.

“rangking 2 di raih oleh linda dari SMA Pelita Bangsa”

Keriuhan kembali terdengar dari berbagai arah. Para pendukung Linda terlihat saling berpelukan dengan wajah bahagia.

“syukurin nadia kamu bahkan ga lolos 10 besar” ucap Rini dengan percaya diri.

“ya ini baru bener , nadia ga akan lulus 10 besar”

Yulia menyunggingkan senyum puas. Dia benar-benar yakin rencananya berhasil dan tidak ada lagi yang bisa menghalangi kemenangan yang sudah ada di depan mata.

MC kemudian melangkah ke depan dengan ekspresi dramatis sambil memegang kartu hasil akhir.

“dan tibalah kita pada peserta dengan nilai paling tinggi”

Tiba-tiba terdengar yel-yel dari tribun penonton.

“yulia,,yulia,,,yulia”

Suara itu menggema semakin keras hingga memenuhi seluruh aula. MC bahkan harus mengangkat tangannya untuk meminta para pendukung tenang.

Yulia sudah menyunggingkan senyum lebar. Matanya berbinar penuh keyakinan. Dalam pikirannya, kemenangan itu sudah pasti menjadi miliknya.

1
Suanti
semoga aja nadia dan aldo selamat ada yg tolong biar bisa kembali kermh buat balas dendam 🤭
Anonim
Bales nadia jangan kalah,lawan si rina n the genk tuh
Anonim
Hati hati nadia,jaga nadia thor
Anonim
Kurang ajar si rangga ni bukan nya kasih tahu yg sebenar nya ke nadia,ayo nadia balas mereka semua suatu saat💪
adelina rossa
jelas nih nadia anaknya rangga sama selingkuhanya ...
Anonim
Ayo semangat nadia,semoga aldo bantuin nadia bisa ikut olimpiade y thor😍
Anonim
Si rini goblok ,bukan nya kasian sama nadia ade nya malah ngatain bikin malu,buat nadia cepet keluar dari rumah itu thor buat nadia bersinar 😍
siswati etty
semangat terus Nadia .....keren
libas saja mereka si pecundang
Anonim
Gila,,nadia keren aku suka aku suka😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!