NovelToon NovelToon
Bayangan Cinta, Duda Beranak Dua

Bayangan Cinta, Duda Beranak Dua

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:537.2k
Nilai: 5
Nama Author: faiz bellzz

Seorang duda beranak dua harus menikah demi kedua anaknya.

Arbaaz Raonar nama lelaki itu, pemilik perusahaan Arbaaz Studio. Perusahaan dengan lambang elang itu bergerak di bidang animasi.

Syazani Nur Albiru atau yang sering di panggil Biru karena memiliki mata yang kebiruan. Biru seorang pendongeng dengan teknik bayangan tangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faiz bellzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Di antar pak bos!

Alister mengangguk lalu berkata "seharusnya iya karena bintang nya itu aku, tapi manager ku malah menyuruh ku untuk kerja rodi" ujar Maha sambil mengangkat kedua bahu nya.

"Haha...hahaha...haha" Biru tertawa mendengar candaan Maha yang menurutnya lucu.

"Aku tidak menyangka kau memiliki bakat mendongeng cerita sambil menggerakkan tangan, cape loh berbicara sambil bergerak gitu" ujar Alister sambil menggerakkan tangannya.

Biru hanya tersenyum.

"Tadi ceritanya bagus bikin para pasien termotivasi, seharusnya kamu sering cerita seperti itu pada para pasien di jamin mereka bakal pada semangat untuk kembali sembuh" ujar Alister sambil memberikan sapu tangan yang ada di saku cenalanya "ini"

Biru terlihat ragu.

"Bersih kok belum di pakai, keringatnya sampai netes gitu" Alister kembali berbicara sambil menunjuk dahi Biru yang berkeringat.

"Apa mau sama aku..." Belum sempat Alister menyelesaikan ucapannya Biru sudah menyela "tidak aku saja" ujar Biru sambil merebut sapu tangan di tangan Alister, Alister tersenyum melihat tingkah Biru.

Dari kejauhan Raon memperhatikan interaksi Biru dan Alister yang asyik tersenyum dan tertawa, seperti sudah mengenal dekat. Padahal memang Birunya yang gampang dekat dengan semua orang.

Akhirnya Raon memilih pergi dari tempat itu dari pada harus melihat kedua sejoli yang terlihat sedang kasmaran. Membuat mata nya sakit.

🌻

Acara berlangsung sangat menyenangkan bagi Biru apalagi saat di akhir acara Alister menyanyikan lagu kesukaan nya, setelah melihat penampilan terakhir Alister Biru memutuskan untuk pulang, hari juga sudah malam.

Alister masih di dalam sedang melakukan sesi foto bersama.

"Pulang sama siapa?" Tiba-tiba Raon menghampiri Biru yang sedang berjalan sendiri di lobi RS.

"Astagfirullah pak! Bikin kaget saja" ujar Biru memegang dadanya.

"Pulang sama siapa?" Raon kembali menanyakan pertanyaan yang sama.

"Saya pulang sendiri pak" 

"Naik apa?" Tanya Raon lagi.

"Naik bus pak" ujar Biru, Raon mengangkat sebelah alisnya.

"Memang rumah mu dimana?" Tanya Raon yang kepo.

"Saya ngekost dekat kantor pak, permisi" Biru mulai kesal dengan Raon yang kepo, Biru memilih menghindar dari pada harus terus-terusan berurusan dengan Raon. Sudah cukup di kantor jangan sampai di luar pun harus berurusan.

Bagaimanapun Raon juga pengusaha yang sering wara-wiri di TV maupun majalah, jelas semua gerak-gerik nya ada yang mengawasi. Ia hanya ingin hidup dengan tenang.

🌻

Tiba-tiba saat Biru sedang berjalan menuju halte bus ada tangan yang menarik lengannya "Astagfirullah" Biru yang kaget langsung menghempaskan tangan yang memegangnya kemudian langsung berlari karena takut, aksi kejar-kejaran pun tidak bisa di hindari tapi langkah Raon yang lebar membuatnya cepat dapat menyusul Biru dan kembali menarik lengan Biru dengan kencang hingga Biru berputar dan menubruk dada bidang Raon keras.

"Aaawww" Biru meringis memegang dahinya yang sakit, lalu kembali akan berbalik dengan berteriak namun belum sempat berteriak tangan Raon yang satunya lagi membekap mulut Biru.

"Shuuut jangan berteriak aku bos mu Raon"

Perlahan Biru membuka matanya dan benar saja lelaki yang ada di depannya itu Raon. Bos gila!

Biru melepaskan bekapan di mulutnya "lepas pak kita bukan muhrim" ujar Biru dengan nafas yang tersengal-sengal sambil berusaha melepaskan cengkeraman di tangannya. 

Raon melepaskan cengkeramannya.

Biru mundur beberapa langkah lalu berjongkok dengan wajah menunduk, bahu nya naik turun. Biru menangis.

Melihat Biru yang menangis membuat Raon bingung juga kaget 'apa dia sangat ketakutan? Sampai menangis seperti itu' pikir Raon dalam hati.

Raon bingung harus bagaimana, mau memeluk untuk menenangkan Biru pun tidak mungkin karena tadi saja saat ia memegang tangannya Biru marah, apalagi di peluk.

Raon melihat kiri dan kanan memperhatikan keadaan di sekitar ia takut ada orang yang melihat adegan itu dan membuat gosip yang 'iya-iya'

Untung saja suasana sunyi sepi.

Akhirnya Raon memutuskan untuk menunggu saja sampai Biru selesai dengan tangisnya.

Biru masih menangis dengan satu tangan memegang pinggangnya, ia merasa takut sekaligus sakit. Ia bisa melihat ada sepasang kaki dengan sepatu pantofel pria formal yang mengkilap. Itu artinya Raon masih menunggunya.

Biru mendongak dengan air mata yang masih membasahi pipinya, matanya sembab "bapak ngapain nungguin saya" tanyanya dengan suara parau.

"Saya hanya ingin memberikan tumpangan pada mu ini sudah malam, kantor sangat jauh dari sini tidak baik perempuan berkeluyuran malam-malam begini" ujar Raon menjelaskan maksudnya.

Biru yang merasa tidak nyaman pun memilih menolaknya "maaf pak, terimakasih atas tawarannya tapi saya naik bus saja"

"Kamu tuh sudah banget di bilangin, ayo cepat masuk" ujar Raon yang kesal dengan sikap Biru, akhirnya ia memilih menarik Biru memaksa Biru berdiri dengan paksa.

"Aaawww pak aaww...aww.. pak lepas pak lepas" Biru meringis kesakitan karena Raon memaksanya.

Tapi Raon bersikap seperti tidak mendengar kesakitan Biru, Raon terus menarik Biru dan mendorongnya masuk ke dalam mobil yang langsung di susul olehnya.

Biru mau menangis lagi tapi Raon mencegahnya "jangan menangis ada anak-anak saya di belakang nanti mereka bangun" bisik Raon mengintimidasi.

Akhirnya Biru menangis tanpa suara sambil melihat ke arah jendela, sesekali tangannya mengusap air matanya dan tangan satu lagi memegang pinggangnya.

Sebenarnya Erina tidak tidur, tadi saat Raon menepikan mobilnya ia mengintip apa yang di lakukan papa nya, Erina semakin panasaran saat melihat papanya bicara dengan seorang perempuan, ia tidak bisa melihat wajah perempuan itu karena terhalang oleh badan papanya yang tinggi.

Tapi pada saat aksi kejar-kejaran Erina bisa melihat dengan jelas siapa perempuan itu.

Erina terkejut perempuan itu teteh Biru yang di kenalnya dan Erina tambah terkejut saat melihat Biru menangis, hingga pada saat papanya membawa Biru ke mobil Erina pura-pura tidur padahal telinga nya aktif menguping.

Tidak ada pembicaraan saat di perjalanan hanya Raon yang sekali-kali melirik ke arah Biru, sampai pada akhirnya Raon memberanikan diri bertanya karena bingung harus mengantar Biru ke mana "kost-an mu dimana?"

"Turunkan saja di depan kantor" ujar Biru tidak menoleh ke arah Raon. Ia tidak mau Raon tahu dimana ia ngekost, Biru takut Raon akan mengganggunya ke kost-an. Bukan karena terlalu pede karena pada kenyataannya memang Raon selalu mengganggunya setelah kejadian pingsan waktu itu.

"Jika kau tidak memberitahukan dimana tempatnya saya akan membawa mu pulang ke rumah" ujar Raon sedikit mengancam.

Erina yang sedang menguping pun semakin penasaran 'ada hubungan apa papa sampai mau membawa teteh Biru ke rumah'

Biru menoleh dengan sorot mata tajam "di depan sana" ujarnya sambil menunjuk ke arah depan yang ada gapura.

Raon tidak bertanya lagi.

Mobil tidak dapat masuk karena gangnya kecil, tidak cukup untuk mobil masuk membuat Raon berniat turun dari mobil saat Biru akan membuka pintu mobil namun di cegah Biru "tidak usah pak"

Akhirnya Raon membiarkan Biru berjalan sendirian, tidak ada ucapan terimakasih yang keluar dari mulut Biru dan Raon tidak mempermasalahkan itu, dengan wajah yang sembab Biru Raon tidak mau membangunkan singa betina hanya untuk mengungkit soal terimakasih.

Raon tidak langsung melajukan mobilnya, ia memperhatikan dulu Biru sampai masuk ke sebuah gerbang yang cukup tinggi. Setelah itu baru Raon menancapkan gas.

Erina yang mengintip pun kembali memejamkan matanya saat melihat Biru masuk ke sebuah gerbang. Sekarang ia tahu dimana Biru tinggal selama di Jakarta.

.

.

Terimakasih sudah mampir di ceritaku, mohon untuk tinggalkan komentar dan love nya ya.

1
Suhartono Aji
maaf ya 🙏🙏saya jadi gak mood nerusin bacanya karena kebanyakan dialog daerahnya
Suhartono Aji
jangan kebanyakan bahasa Sunda atuuhhh, ane kagak ngerti
sum mia
mampir sini dulu kayaknya ceritanya seru... salam kenal kak , moga sehat n sukses selalu.
sum mia: salam kenal balik kak...🥰🥰🥰
total 2 replies
The Lovely
Dasar Biru lo istri gak tau diri udh miskin belagu lgi loh
The Lovely
Biru lo jdi istri egois bngt gk mau pnya anak dri suami lo trs lo mau dihamilin sma cwok lain gitu selain suami lo itu namanya wanita murahan
Isna mansur
seru ceritanya Thor...aku suka...
Flo aja
bagus bikin penasaran
nisa
mksih kk ok critanya
dewi patmawati
mampir
Ratna Dewi
pusing ahh.. biru...sama suami nya ini....apa mau nya
nanasstroberiiii.ೃ࿐
sangat menarik
Akbar Risky
jangan. banyak " bahasa. sundah nya. atu. thourrr. aq mah. orang. sidoaarjooo. golek seng. gampang. mawon. moco ee😀😅😇🤓
Lista Agam
aq jengkel melihat sifat biru yg ngak mau jujur pd suaminya, sehingga terjadi salah paham
Miss GH
nambah bonus up nya kak
delissaa
lucu namanya 🤗 udh aq siram ya kembang nya 😊
faiz bellzz: terima kasih Kaka 🌻🌻
total 1 replies
SyaSyi
mampir aku kak
faiz bellzz: terimakasih ka,
total 1 replies
Sulfia
suka kesel kalo org sakit dok sehat, udah parah br jujur pengen nabok jdnya😡😡😡
faiz bellzz: hash tabok online aja ka
total 1 replies
Sulfia
sama2 edan, yg 1 mudah berorasangka, yg 1 lg g mw jujur pasti hancur kalo kyk gn kmn pun psti curiga🤦🤦🤦🤦🙄🙄🙄
faiz bellzz: nah iya ka, kejujuran nomor satu dalam hubungan 😀
total 1 replies
Sulfia
ngajak nikah kyk mw ngajak k mall, pk meremehkan fisik lg🤔🤔🤔😏😏😏
faiz bellzz: bapak duda mah suka gitu 😞
total 1 replies
Rini Haryati
ceritanya bagus,
keren thor
sukses
semangat
mksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!