Lantunan ayat-ayat suci Al-qur'an Menggema di seluruh penjuru ruangan masjid. Pada malam hari. Suara merdu dari sesosok pemuda yang melafalkan bacaan Ayat Al-qur'an dengan penuh penghayatan. Dengan di susul pemuda-pemuda lainnya. Begitu teduh membuat orang yang mendengarkannya.
"Azahra" Bisik Siti . "Azahra!!" Sekali lagi Siti memanggil "Azahra Aulia Putri" Panggil sekali lagi dengan suara sedikit keras, sehingga membuat yang di sekitar kami terkejut bersamaan.
"Eh, iya. Ada apa Siti ? " Spontan Azahra berkata, karena terkejut dengan panggilan Siti sahabatnya.
" Kamu itu loh di panggil tidak menyaut, jangan melamun nanti kesambet loh" kata Siti dengan nada perlahan tapi ketus .
"Ah kamu, siapa yang melamun? Aku hanya menghayati suara bacaan ayat suci Al-Qur'an saja!" jelas Azahra mengelak.
"Menghayati apa menghayati? Awas loh nanti dari suara jatuh ke hati" canda Siti sambil terkekeh pelan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Rhamadhanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
"Apa yang Azahra perbuat. Dan buat Kak Yusuf seperti marah pada Azahra. Padahal tadi siang ia seperti biasa-biasa saja malah cenderung sedang mood bagus. Kenapa sekarang jadi berubah menjadi moody?" bhatinnya.
"Iya kak . Silahkan saya minta maaf dan terima kasih sekali lagi" kata Azahra dengan membungkuk kembali dan tetap tertunduk.
"Ya tidak apa-apa. Assalammu'alaikum" Yusuf memberi salam dan berlalu pergi.
"Wa'alaikumsalam" Azahra dan Siti berucap bersamaan.
"Ayo bro. Sebentar lagi komat." Ajak Yusuf kepada Baim yang masih berdiri di antara Azahra dan Siti.
"Assalammu'alaikum"Baim pun berlalu dan meninggalkan mereka dan menyusul Yusuf.
"Wa'alaikumsalam" Azahra dan Siti berucap bersamaan.
Azahra dan Siti pun melangkah menuju masjid dalam keadaan terdiam. Dan setelah selesai sholat berjamaah. Biasanya santri dan santriwati akan mengaji beberapa ayat suci Al-Qur'an.
Setelah Yusuf selesai.
Yusuf beranjak pergi keluar menuju asrama putra. Yusuf langsung merebahkan diri di atas kasur sejenak. Lalu Yusuf kembali duduk dan mengambil buku untuk di baca. Tapi ia malah terhanyut lamunan dengan kejadian 20 menit yang lalu. Ia merasa bersalah karena telah berucap dengan nada kurang enak di dengar kepada Azahra. Seharusnya dia tidak bersikap seperti itu tadi. Seharusnya tadi ia bersikap biasa-biasa saja. Bagaimana kalau Azahra menilai bahwa dirinya mudah marah tanpa alasan? Padahal Yusuf sendiri punya alasan kenpa seperti itu. Karena Yusuf Cemburu pada kejadian siang tadi. Kini penyesalan Yusuf tengah menghantui. Yusuf ingin meminta maaf kepada Azahra. Tapi jika Azahra menanyakan alasan di balik ia minta maaf dan bersikap kurang enak kepada Azahra bagaimna? Tidak mungkin Yusuf berkata terang-terangan. Yusuf pasti sangat malu.
Tanpa di sadari Baim telah memperhatikannya sejak lama. Bahkan Baim duduk di samping Yusuf. Yusuf tak sadar sama sekali.
"Bro!" Panggil Baim sembari menepuk pundak Yusuf yang tengah melamun.
Yusuf adalah sahabat Baim. Sahabat dekat sekali dari kecil, Yusuf sering curhat dengan Baim tentang apapun itu. Ia selalu mengerti Yusuf, bahkan Baim tahu betul ekspersi Yusuf ketika senang atau sedih . Baim masih di pesantren sampai saat ini, karena Pak Kyai Ali sendiri yang ingin. Untuk mengajar murid-murid di pesantren. Maka tak heran jika Baim masih di pesantren. Baim adalah seorang lelaki yang tampan, kulitnya sawo matang, dewas, lemah lembut, pintar, serius, tinggi tidak terlalu, penampilannya rapih. Masalah asmara Baim sendiri belum memantapkan hatinya. Usianya saat ini 21 tahun. Ya itulah Baim sahabatnya Yusuf.
"Eh, ya. Apaan sih Im? Ngagetin aku aja. Datang-datang tuh salam. Malah ngagetin." Yusuf sangat kaget ketika Baim sudah di sandingnya."Kamu tuh yang gak denger. Aku udah salam berkali-kali, kamunya malah melamun. Kamu sedang memikirkan apa? Ada masalah? Cerita sama aku." Papar Baim. "Waalaikumsalam. Gak aku gak ada masalah kok. "Elak Yusuf sembari membaca bukunya kembali. "Gak, gak. Eh aku tahu kamu tuh dari orok. Ayolah cerita." Paksa Baim
"Gak ada Im." Elak Yusuf sekali lagi.
"Azahra ya ??" Baim tahu itu.
"Az.. Azahra. Enggak lah. Aku gak mikirin dia. Kamu tuh ngaco banget dah." Yusuf kaget dan salah tingkah, wajahnya merona ketika Baim mengatakan Nama Azahra.
"Trus kalo bukan Azahra siapa? Ega?" Baim mencoba menguak kebenaran dengan desakan pertanyaan yang bikin Yusuf kaget dengan ucapan Baim.
"Bukan Ega" suara Yusuf tinggi.
"Oke, aku kalah. Aku emang mikirin Azahra. Puas !!!" Sambungnya dengan malu-malu.
Baim senang sahabatnya mengatakan bahwa ia memikirkan Azahra bukan Ega.
"Kamu suka ??" Baim tanya dengan penasaraan dengan nada datar.
Yusuf yang mendengar ucapan Baim langsung diam seribu bahasa.
"Eh aku tanya. Kamu diem, berarti suka kan" papar Baim.
"Enggak. Orang kami aja baru kenalan tadi pagi. Gimana aku bisa langsung suka?" Jawab Yusuf dengan mimik wajahnya yang gugup.
"Gak suka apa gak suka ?" Ledek Baim dengan tersenyum.
"Im beneran aku gak suka." Yusuf mengelak lagi.
"Suf, kamu tuh kalo suka langsung lamar. Jangan lama-lama, ntar Azahra keburu di pinang orang lain loh." Ledek Baim.
"Apaan sih Im. Aku harus bilang berapa kali biar kamu percaya. Emang aku gk punya perasaan kok sama Azahra." Yusuf kesal karena diledek terus.
di part ini typo'y kebanyakan thor coba koreksi lagi jd bingung yg baca
maaf ya sblm'y sdikit menganggu aja tp alur cerita'y aku suka semangat trs ya thor 😉💜
masa langsung nikah tanpa tabayun terlebih dahulu,