Anelia maharani adalah gadis cantik dan juga tangguh,mempunyai sahabat yng bernama cinta amelia,mereka berasahabat sejak kecil karna rumah mereka saling berdekatan,mereka tumbuh besar bersama sampai di bangku kuliah yang sama,dan jurusan yang sama,sampai suatu hari amel mendapkan cinta dari seorang CEO muda bernama Jonathan sanjaya.bagai mana ya jika Amel menyerahkan cintanya ke pada Anel.apa yang terjadi dengan Amel🤔
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10
Nathan menghampiri calon mertuanya tersebut, ia menanyakan keberadaan Amel kepada mereka tapi Nathan tak kunjung mendapat jawaban.
"Tante kenapa anda diam, Amel dimana? kenapa tidak datang bersama kalian?" tanya Nathan cepat
"Kami seluruh keluarga memohon maaf nak Nathan, kami sangat menyesal." ucap Mama Amel
"Apa yang terjadi Tante, jangan membuatku khawatir." ucap Nathan
"Nak, Amel kabur dari pernikahan ini, kami tidak tau keberdaan nya saat ini, Aku sudah menyuruh orang untuk mencarinya tapi masih belum ada tanda- tanda Amel akan kembali." ucap papa Amel sambil menunduk malu.
Semua orang di ruangan itu sangat terkejut mendengar perkataan dari papa Amel.
"Hahahaha, apa Om sedang bercanda, Amel sangat mencintai ku, tidak mungkin Amel meninggalkan pernikahan ini." ucap Nathan tak percaya.
"Ma'afkan anak om nak, kami tidak menyangka akan seperti ini." sesal Papa Amel.
"Tunggu, kenapa kalian membuat lelucon seperti ini, apa kalian mau mempermalukan kami." ucap Mia tak trima.
"Kami mohon maaf sekali lagi, kami tidak bermaksud mempermalukn kluarga kalian." ucap Mama Amel penuh penyesalan. Dia sungguh malu akibat ulah putrinya itu.
"Kalian sudah mempermalukan kluarga kami, anak kalian sudah mempermainkan anak saya. Kami sungguh tidak bisa trima ini." ucap Mia tak terima
"Ma, tenanglah. Lebih baik kita mencari jalan keluarnya, kemarahan tidak akan menyelesaikan semua masalah yang terjadi." ucap Jodi menenangkan sang istri
Sedangkan Nathan hanya bisa diam membisu, wajahnya tampak memerah menahan amarah, sikapnya berubah dingin karna ia sangat kecewa dengan calon istri yang sangat ia cintai.
Beberapa menit berlalu, semua sudah menunggu cukup lama, tapi belum ada tanda Amel akan datang. Mama Amel melihat ke arah Anel ia mendekati Anel yang sedang duduk di bangku belakang.
"Anel." panggil Mama Amel.
Anel yang duduk dengan rasa gelisah melihat mama Amel yang begitu terlihat sedih."Ya tan, apa Amel masih belum di temukan?" tanya Anel cepat
Mama Amel menggeleng lemah, ia sudah tidak mengharapkan putrinya itu lagi. Semua sudah terlambat. Dengan perasaan ragu, mama Amel duduk di dekat Anel, tangannya yang gemetar mencoba memegang tangan sahabat putrinya yang sudah ia anggap sebagai putrinya juga.
"Anel, bisakah kamu menolong tante nak?" tanya mama Amel dengan wajah yang sendu
"Apa yang bisa Anel lakukan tan? jika Anel bisa, Anel akan brusaha menolong tante." ucap Anel dengan senyum, ia tau berapa berat beban yang di tanggung mama sahabat nya itu.
Mama Amel terlihat ragu mengatakan hal ini kepada Anel, tapi tidak ada jalan lain lagi, hanya Anel yang bisa membantunya saat ini.
"Bisakah kamu mengantikan Amel menjadi istri Nathan nak, tante mohon." ucap Mama Amel dengan tatapn penuh harap
Anel sangat terkejut mendengar permintaan mama sahabat nya itu, ia tidak tau harus menjawab apa. Bibir Anel seakan kaku.
"Tante mohon nak, hanya kamu harapan tante satu-satu nya." Mama Amel sampai berlutut di depan Anel. ia menangis memegangi tangan sahabat anak nya itu
"Tante, Anel mohon jangan seperti ini tante, ayo bangun, jangn seperti ini Anel mohon tante." ucap Anel sambil membantu Mama Amel berdiri.
"Tolong Tante nak, tante sungguh tidak punya pilihan lain." pundak mama Amel sampai bergetar karna menangis.
Anel sungguh tidak tega melihat mama sahabat nya itu, tapi permintaan mama sahabat nya itu sangat berat untuk Ia terima
"Bantulah kelurga Amel nak, selamatkan kehormatan mereka. Ibuk ijinkan, mungkin ini memang sudah menjadi jalan takdirmu." ucap Santi mendekati sang putri.
Anel melihat ke arah ibu nya."Tapi buk, ini berat untuk Anel." ucap Anel cepat
"Sayang, semua akan di mudahkan. Amel dan kluarganya sudah banyak membantu kita nak." ucap Santi meyakinkan Anel
Anel menarik nafasnya dalam lalu mengeluarkannya perlahan, dan dengan berat hati Anel pun menerima permintaan keduanya. "Baiklah, Anel mau menikah dengan Nathan." ucap Anel
Mama Amel sangat senang mendengar Anel mau menggantikan Amel, dan tanpa membuang waktu mereka pun berjalan ke dalam gereja. Terlihat semua orang tegang dengan kejdian ini. Mama Amel dengan cepat mendekati orang tua Nathan untuk menyampaikan maksudnya
"Ma'af semuanya saya ingin memberitau kan sesuatu". ucap mama Amel dengan suara lemah."Sebelumnya saya minta maaf atas kejadian ini, saya benar benar menyesal atas sikap putri saya, tapi saya ingin menyampaikn sesuatu." lanjutnya
Mama Amel mendekati Nathan.
"Atas nama Amel tante benar-benar minta maaf Nath, tapi tante ingin menebus kesalahan Amel dengan menikahkan mu dengan sahabat Amel yaitu, Anel. Maukah kau menerima Anel sebagai pengganti Amel." ucap Mama Amel dengan penuh penyesalan
Nathan menatap wajah mama Amel dengan tatapan yang sangat sulit di artikan. "Apa Tante mengira pernikahan ini sebuah lelucon, bagaimana bisa tante menukar Amel dengan Anel, dengan wanita yang bahkan tidak pantas untuk menjadi istriku."
Deg...!
Jantung Anel berdetak cepat, satu hinaan dari Nathan membuatnya menyesal dengan keputusannya.
"Maafkan Tante Nath, tapi hanya itu yang bisa tante lakukan. Bagi tante, Anel lebih dari layak untuk menjadi istrimu. Dia juga putriku, sama seperti Amel." ucap Mama Amel
"Tidak, aku tidak menerima semua ini." ucap Nathan dengan sorot mata tajam.
"Nathan, sebenarnya Mama juga marah, tapi tidak ada yang bisa kita lakukan, terimalah semua ini nak, demi nama baik keluarga kita." bujuk Mia pada putranya itu
"Tapi mah_
"Mama mohon, tidak ada salahnya kamu menerima Anel nak. Dia juga cantik, dan menurut mama dia itu pantas untukmu." potong Mia
Nathan menghela nafasnya berat. "Baiklah saya akan menikahi Anel." ucap Nathan
Anel menunduk takut, setelah ini ia tidak tau apa yang akan terjadi pda kehidupannya. Karna Anel sangat yakin jika Nathan begitu membencinya, bahkan sikapnya berubah drastis padanya.
**##
Pernikahan pun akhirnya di laksanakan. Dengan menggunakan gaun pernikahan milik Amel, Anel terlihat begitu cantik. Tapi sayangnya tidak ada senyuman di wajah kedua mempelai, hanya ada wajah kaku dan canggung bagi keduanya. Entah setelah ini apa yang akan terjadi, Anel hanya pasrah akan hidupnya.
Pukul 2 siang
Acara pernikahan pun berakhir, tidak ada resepsi pernikahan yang di adakan. Semua di batalkan secara mendadak karna semua di luar perkiraan mereka. keluarga Amel dan Anel sudah pulang ke rumah masing masing,sedangkan Anel ikut bersama keluarga Sanjaya.
Di dalam mobil Anel dan Nathan hanya diam membisu, sikap Nathan berubah jadi dingin. tidak ada kehangatan di wajah laki-laki tampan itu lagi.
Beberapa jam kemudian, mobil yang di kendarai Aldo tiba di rumah kediaman Sanjaya. Rumah mewah yang memiliki halaman sngat luas itu membuat mata siapa saja terpesona. Tapi tidak dengan Anel, dia merasa jika rumah itu akan menjadi sebuah neraka baginya, karna belum genap sehari Pernikahannya, Nathan sudah sangat dingin terhadapnya.
"Silakan anda masuk Nona, barang barang Nona akan di bawakan oleh pelayan rumah ini." ucap Aldo yang membuat Anel tersadar dari lamunannya.
Anel terlihat mencari keberadaan Nathan, tapi sepertinya dia sudah masuk terlebih dulu.
"Tuan muda sudah masuk duluan nona." ucap Aldo saat melihat gelagat Anel.
"Ohhh_ emmm. Trimakasih pak."
"Jangan panggil saya pak, panggil Aldo saja." ucap Aldo sopan
"Baik lah, trimakasih." ucap Anel canggung
Mia terlihat keluar dari dalam rumah mewah itu ia menghampiri menantunya yang masih berdiri di depan rumah itu.
"Aldo kau boleh pulang sekarang." ucap Mia pada asisten putranya itu
"Baik Tante." jawab Aldo dan langsung meninggalkan kediaman Sanjaya
Mia mendekati menantunya dengan senyum merekah." Anel, maafkan sikap Nathan ya nak, dia mungkn masih syok dengan kejadian ini. Sekarang ayo kita masuk, rumah ini sudah menjadi rumah kamu juga. Jadi jangan sungkan." ucap Mia cepat
Anel hanya tersenyum, ia mengikuti langkah ibu mertuanya itu masuk ke dalam rumah mewah itu. Sesampainya di dalam Anel bersikap biasa saja, karna ia bukan wanita silau harta yang akan terpana melihat kemewahan . Mia memperkenalkan Anel dengan Art yang bekerja di sana.
"Anel ini bik yem, dia yang bertugas untuk menyipkan makanan." sambil menunjuk ke arah bik yem
"Halo nyonya muda, salamat datang, nyonya sangat cantik, semoga nyonya betah ya." ucap bik Yem ramah
"Iya bik, trimakasi. Maaf bik, bisakah bibik memanggil nama saya saja, saya jauh lebih muda dari bibik, jadi tidak sopan rasanya jika bibik memanggil saya dengan embel- embel nyonya." ucap Anel ramah
"Tidak nyonya muda, itu tidak sopan." ucap bik yem
"Baiklah, kalo begitu panggil nona saja." putus Anel dengan senyum di wajahnya
"Baik Nona." ucap Bik yem
Mia tersenyum melihat bagaimana menantunya begitu sopan terhadap orang tua. Ternyata dia tidak salah menyetujui pernikahan ini.
"Sayang, ayo ikut mama ke ruang tamu." ajak Mia
Mereka kembali berjalan ke arah ruang tamu. di ruang tamu sudah ada Jodi, Ia menyambut hangat menantunya itu.
"Ayo sayang duduk." ajak Mia
Anel pun mengikuti arahan mertuanya itu, dia duduk di dekat Mia. "Sekarang kamu sudah menjadi bagian dari kelurga Sanjaya, jadi kami adalah orang tuamu sekarang, dan sekarang panggil kami Mama dan Papa." ucap Mia menatap lembut menantunya itu
Anel mengangguk tanda mengerti, dia begitu bersyukur karna memiliki mertua yang baik.
"Anel, trimakasih karna sudah mau menikah dengan Nathan, dan trimakasih karna kamu kehormatan keluarga Sanjaya tetap terjaga. Papa benar- benar tidak tau jika tidak ada kamu, mungkin kami akan di kucilkan oleh keluarga besar kami." ucap Jodi ke Anel
Anel menggeleng kuat, dia tidak ingin papa mertuanya itu berterimakasih padanya." Tidak pa, jangan berterimakasih, tapi Anel lah yang harus berterimakasih pada Mama dan Papa, karna sudah mau menerima Anel sebai menantu kalian, itu sudah cukup bagi Anel. Dan semoga mas Nathan bisa cepat menerima pernikahan ini." ucap Anel
"Iya sayang. Mama harap juga begitu. Sekarang kamu naik ke atas, kamar suami kamu ada di lantai dua pintu no 3 dari tangga ya nak." ucap Mia mengarahkan Anel
"Iyaa ma, kalau begitu Anel permisi." Anel pun naik ke lantai dua mengikuti arahan mama mertuanya.
Di depan pintu kamar suaminya, Anel menatap ragu. Dia takut kehadirannya masih belum bisa di terima oleh Nathan. Tapi Anel tidak mungkin terus berdiri disana, karna jika mertuanya melihat akan menjadi msalah.
Anel pun menarik nafasnya dan menghembuskannya secara perlahan, dia meyakinkan dirinya sendiri. Anel memegang gagang pintu dengan perasaan takut, perlahan ia menekan gagang pintu itu hingga pintu itu terbuka.
Deg...!
[Bersambung]
🍃APA YA YANG ADA DI DALAM.JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA YA😊
dari pada panjang dan nunggu"
tp msh pnasaran
Jangan lupa mampir di cerita baru Author yang berjudul BATAS RASA, disana tidak menghadirkan satu permeran saja tetapi ada dua pemerean yang pastinya bakalan bikin Baper kalian😊
tapi yang marah" si Anel
,baru siamel datang nengok keadaaanya si Amel?
maksudnya apasih , bingung,yang ketabrak Amel atau Anel nih?