NovelToon NovelToon
Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:588.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: catatan kecil di sudut buku

Seorang pemuda pecinta alam yang selalu berbuat baik pada banyak orang dibawa oleh takdir menikahi seorang perempuan untuk memenuhi janjinya pada orang yang di tolongnya.

Ketika pemuda itu mulai mencintai istrinya, ia harus dihadapi kenyataan bahwa istrinya itu mencintai laki-laki lain dan ingin bercerai dengannya.

deg, jantung Arya berdetak kencang, hatinya benar-benar hancur, pikirannya kosong tak tahu harus bagaimana lagi,

“kamu marah?” tanya Mila

“tidak” jawab Arya menyembunyikan perih hatinya

"aku rasa kamu sudah seharusnya tahu, aku tak mau berbohong tentang perasaanku, hatiku hanya untuknya, jadi jangan berharap lebih pada pernikahan ini, jangan pernah berpikir pernikahan ini akan bertahan lama, aku harus mengejar orang yang aku cintai”

“aku tidak akan ikut campur urusanmu, itu kesepakatannya,".

Kisah ini juga akan bercerita tentang perebutan kekuasaan, dendam masa lalu, dan perjuangan mempertahankan ikatan rumah tangga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon catatan kecil di sudut buku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasrah

“lihatlah cucuku itu, namanya Mila, kamu boleh melihat wajahnya yang ada dibalik cadar itu sekarang” ucap pak Sarman yang tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

Sementara Mila tersentak kaget ketika pak Sarman menyebut namanya, tubuhnya bergetar, hatinya kalut, ia menatap panjang ke arah Arya yang masih tertunduk dengan posisi menghadap pak Sarman.

Mila menunduk ke bawah, ia mencoba menahan getir di hatinya, setelah rencananya untuk menggunakan cadar gagal total. Arya bahkan tak bergeming sedikitpun dengan cadarnya. ‘apa dia akan menolakku setelah melihat wajahku, semoga ya Allah, hanya ini harapan ku satu-satunya’ batin Mila yang mencoba menguatkan dirinya. Mila benar-benar berharap Arya akan menolaknya setelah melihat wajahnya yang tersembunyi di balik cadar yang ia pakai.

“Bantu Mila melepas cadarnya Nes” ucap pak Sarman memberi perintah pada Vanessa agar membantu melepas cadar Mila. ‘semoga ini bisa membatalkan rencana perjodohan ini’ batin Vanessa yang sama berharapnya dengan Mila, bahkan bukan hanya mereka berdua, semua yang ada di ruangan itu pun juga berharap hal yang sama.

“tidak usah pak, apa pun itu, saya akan tetap tegak berdiri dengan janji saya” ucap Arya tegas yang membuat semua orang di ruangan itu tersentak kaget.

‘ya Allah, hancur sudah harapan terakhirku’ batin Mila yang membuat air matanya mengalir deras, ia menahan suara tangis agar tidak keluar dari mulutnya. Melihat hal itu, Vanessa segera memeluk erat Mila dan menyembunyikan kesedihan adik iparnya dari kakek dan juga Arya.

Sementara Pak Tito, bu Saniah dan Irman tahu betul apa yang sedang dialami Mila.

“huh, sudah kuduga Arya, kamu memang orang yang bisa dipercaya, saya benar-benar percaya kepadamu untuk menjaga Mila,” ucap pak Sarman senang dengan sikap Arya. ‘dari awal saya memang tidak pernah meragukan dirimu sama sekali Arya, kamu benar-benar mirip dengan dia, saya bisa melihat seperti apa karaktermu dan komitmen kamu, semuanya memancarkan cahaya kebaikan dan ketulusan, saya yakin Mila pasti akan bahagia nantinya, walaupun sekarang ia akan merasa terpaksa, mungkin dengan ini aku akan bisa pergi dengan tenang’ batin pak Sarman dengan lega.

Suasana sesaat hening, karena Arya hanya diam membeku, ia sendiri bahkan tidak tahu dengan apa yang Ia lakukan, karena saat itu ia benar-benar tertekan, yang Arya tahu ia harus menepati janjinya dan pasrah dengan keadaan, sementara air mata bu Saniah ikut menetes melihat Mila yang cecegukan menahan tangis dalam pelukan Vanessa.

Vanessa sendiri tahu seperti apa kesedihan Mila, ia mencoba menenangkan Mila dengan cara menggosok-gosok punggung Mila.

“datanglah lusa siang, akadmu akan di gelar di ruangan ini, jangan terlambat dan persiapkan dirimu dengan baik” perintah pak Sarman dengan tegas kepada Arya.

‘astagfirullah kek, kenapa kakek melakukan ini pada Mila, apa kakek sudah tidak sayang lagi pada Mila?, apa kakek benar-benar ingin Mila

segera hancur? 2 hari lagi, itu begitu cepat kek’ batin Mila yang teriris karena nasibnya.

‘apa? 2 hari lagi? apa-apaan ini, ini benar-benar gila’ Arya tak habis pikir dengan ucapan pak Sarman tersebut. Arya ingin menjawab ucapan pak Sarman, Namun belum sempat Arya menjawab, sebuah suara telah terlebih dahulu terdengar.

“apa-apaan ini kek?, 2 hari lagi, itu waktu yang singkat, lagi pula kita semua belum kenal dengan orang ini, apa pekerjaannya, gimana keluarganya, seperti apa tingkah lakunya, dan Mila, Mila perlu mengenal orang ini untuk memantapkan hatinya, biarkan mereka saling mengenal dulu kek” ucap Irman yang tidak terima dengan permintaan kakeknya yang tidak masuk akal sama sekali baginya.

“katanya, dia pengangguran sejahtera, kamu bisa memberinya pekerjaan Irman, dan latar belakangnya aku tidak peduli, karena aku tahu Arya ini orang baik” ucap pak Sarman lugas,

‘pengangguran sejahtera?, apa aku juga pernah mengucapkan kata itu padanya?’ batin Arya bingung karena kalimat yang biasa diucapkannya itu keluar dari mulut pak Sarman.

"tapi kek, ini,,,"

“dan satu lagi Irman, jangan membantahku, karena adikmu sudah janji untuk memenuhi semua keinginanku” lanjut pak Sarman yang memotong cepat kalimat Irman.

“tapi ini tidak adil kek, bukan hanya bagi Mila, tapi bagi kami semua disini, jangan paksa orang asing yang tidak kita kenal ini untuk masuk keluarga kita kek, biarkan kita mengenal dia seperti apa orangnya” ucap Irman dengan tatapan sinis pada Arya.

“benar kek, apa yang di bilang bang Irman benar, biarkan Mila dan orang ini untuk saling mengenal satu sama lain dulu” ucap Vanessa mendukung pembelaan suaminya pada Mila.

‘orang asing?, astaga, mereka ini membelaku? atau sedang menghinaku? kenapa malah aku yang merasa bersalah begini, padahal aku juga dijebak orang tua ini’ batin Arya yang merasa seperti direndahkan oleh ucapan Irman.

“yah, Irman dan Vanessa betul, kita masih punya banyak waktu untuk melangsungkan pernikahan ini” ucap bu Saniah yang mendekat dan mengusap bahu pak Sarman. Berharap agar pak Sarman mau mendengarkan  Irman dan Vanessa dan tidak gegabah mengambil keputusan.

“Arya, pulanglah, kembali 2 hari lagi ke sini, persiapkan dirimu untuk akad nikah” ucap pak Sarman menatap tajam Arya seolah berkata jangan banyak bicara, pergi dan laksanakan yang ku ucapkan.

Arya menatap sesaat melihat mata tajam pak Sarman, dan segera mengalihkan pandangannya dari mata itu, ‘kau sudah menjebakku dan sekarang melihatku seolah

ingin membunuhku, dasar orang tua’ batin Arya jengkel karena mata tajam pak Sarman.

Arya kemudian memohon pamit pada semua orang di ruangan itu, sebelum ia keluar, ia sejenak melihat ke arah Mila, untuk sesaat ia dapat melihat Mila yang tertunduk sedih menangis, bahkan cadarnya telah basah oleh

air matanya. ‘maafkan aku, aku harap kamu tidak akan menyalahkanku karena ini, aku benar-benar tidak bisa menolaknya’ batin Arya yang merasa bersalah pada Mila,

Setelah Arya menutup pintu, Irman sudah siap mendebat pak Sarman, ia sudah memiliki banyak kalimat untuk membela adiknya dari kesewenangan kakeknya. Namun belum sempat ia bicara pak Sarman sudah bicara terlebih dahulu pada Irman dengan tatapan tajam.

“jangan menentangku lagi, kau tak lihat seperti apa ibumu, kau tak lihat seperti apa kau dan istrimu, apa bisa kau bandingkan ini dengan keluarga bibimu dan juga keluarga pamanmu, orang-orang yang menentangku selalu menderita dalam hidupnya, jadi jangan melawan lagi pada apa yang aku putuskan” ucap pak Sarman tegas yang menusuk hati pak Tito, bu Saniah, Vanessa dan Irman sendiri, semua terdiam mendengar ucapan pak Sarman.

“kalian adalah bukti bahwa orang yang menentangku akan hancur, jadi jangan hancurkan hidup Mila, cucu yang aku besarkan yang tidak akan pernah mengkhianatiku” lanjut pak Sarman.

Irman terdiam, ia tidak dapat bicara apa-apa lagi, apa yang terjadi pada ibunya dan juga dirinya adalah karena mereka menentang pak Sarman, sementara bibi dan pamannya yang mengikuti keinginan pak Sarman menjalani

kehidupan yang jauh lebih baik dari mereka.

Sementara Mila menghirup nafas panjang pasrah dengan keadaan, “aku pasrahkan semuanya padamu ya Allah” air matanya belum berhenti menetes, ia mendekatkan kepalanya lebih erat ke dalam pelukan Vanessa, agar tidak ada seorang pun yang melihat air matanya yang tumpah tidak tertahan.

1
lupus
👍
lupus
Luar biasa
Mutiara Barat
tersentuh dgn kalimatnya 😭
Seno Wicaksono
gk jelas
Seno Wicaksono
mno
Seno Wicaksono
lnjut
Seno Wicaksono
mna
Seno Wicaksono
gk ada kesudahan
Seno Wicaksono
smga pintu hatiny sadar
Seno Wicaksono
uda pergi bru nyesal
Seno Wicaksono
adekmu kurang ajar
Seno Wicaksono
kasihan lht arya
Seno Wicaksono
istri gk tau dri
Seno Wicaksono
bikin emisi
Seno Wicaksono
cobalah buka mata htimu mila
Seno Wicaksono
istri durhaka
Seno Wicaksono
gk ada kesudanham
Seno Wicaksono
lmony
Seno Wicaksono
mna orgny pda tdr mngkin
Seno Wicaksono
hade bae gk klar2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!