Menikah dengan orang yang dicintai adalah kebahagiaan yang luar biasa. tapi apakah kebahagiaan itu akan bertahan lama jika seorang malaikat kecil tidak ada di tengah keluarga kecil itu?
Ella yang tidak bisa hamil dipaksa harus menerima pernikahan kedua sang suami.
Karena kekejaman sang suami membuat Ella tidak tahan dan meninggalkan surat gugatan cerai serta pergi meninggalkan rumah dengan luka dihati dan luka di tubuhnya.
"Ada syarat agar bisa sepenuhnya sembuh dari luka, yaitu kamu tidak boleh memaksakan diri untuk menghapus lukamu, kamu harus menerima luka itu, tiap luka akan menjadi peta untuk kehidupanmu, jadi alih-alih untuk menyembuhkan luka itu, bagaimana kamu mencoba untuk menerimanya saja?" ujar seorang pria pada Ella
Bagaimana lika-liku perjalanan pernikahan serta kehidupan seperti apa yang akan dilalui Ella?.
****
Instagram : @Latyvolia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aozyrin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Bulan Madu
Para pelayan mendekati Ella "Nyonya, silahkan istirahat, kami akan mengurus semuanya disini" ucap Keyla
"Terimakasih" ucap Ella pergi meninggalkan para pelayan itu
Ella yang berada didalam kamar hanya bisa menangis, fikirannya sungguh tidak kuat berada di rumah itu lagi "bagaimana bisa Nio tidak mempercayaiku" gumam Ella dengan berlinang air mata
"Mama bahkan tidak menyukaiku, bagaimana aku bisa bertahan dirumah ini" gumam Ella lagi
Ia sungguh tidak kuat melihat Nio bersama dengan Celin, bahkan Nio tidak menanyakan Ella tidur dimana, ia seperti berubah dalam sekejap mata.
Celin dan Nio berada didalam kamar, mereka duduk berdampingan diatas kasur "Sayang, bagaimana kalau kita pergi berbulan madu?" ucap Celin sambil mengelus bahu Nio
Nio sedikit terkejut dengan penuturan Celin, disaat perusahaan diambang kebangkrutan Celin malah ingin pergi berbulan madu.
"Tidak, aku harus membantu perusahaan terlebih dahulu" ucap Nio memijit pelipisnya
"Kamu tenang saja aku akan membantumu, sekarang yang kita pikirkan adalah untuk pergi berbulan madu, agar kamu juga bisa menenangkan pikiran, bagaimana?" ucap Celin dengan lembut
Setelah berfikir lama akhirnya Nio menyetujui permintaan Celin "Benar, aku harus menenangkan pikiran, dalam beberapa hari telah banyak yang terjadi dikeluarga ini" gumam Nio
Nio sebenarnya belum sepenuhnya membuka hati untuk celin, namun amarah menguasai dirinya saat Nio melihat Ella bersama dengan tuan muda.
Bahkan tuan muda itu sampai memutuskan kerja sama mereka, Nio yakin jika Ella yang menghasut tuan muda karena telah menduakannya.
"Ella, hanya aku yang pantas berada di hati Nio" batin Celin
"Dia tidak berubah sejak pertama kali mengenalnya, dia tetap baik, aku tidak salah menjadikannya istri" batin Nio tersenyum lembut kearah Celin
"Sudah tidurlah, jangan menyalahkan Ella, dia sudah mengatakan jika dia bicara dengan tuan muda untuk membantu keluarga ini" ucap Celin santai
"Tidur saja, tidak perlu membicarakan dirinya lagi" ucap Nio ketus
"Aku akan menyingkirkan mu Ella" batin Celin tersenyum penuh kemenangan
Keesokan paginya
Di pagi hari matahari menyinari rumah keluarga clovis, semua penghuni bangun, mereka bersiap-siap menyiapkan diri sendiri.
Semua para penghuni turun untuk sarapan, mereka duduk dimeja makan dengan wajah yang tertekuk, wajah itu tidak berlaku untuk Celin, ia masih tersenyum manis seperti tanpa adanya beban.
"Pelayan, ambilkan makanan semua orang" ucap Celin menyuruh para pelayan
Celin menoleh kekanan dan kekiri, ia seperti mencari sesuatu, Nio menyadari tidak ada suara Celin, ia menoleh dan melihat Celin seperti orang binggung "kamu mencari apa?" tanya Nio lembut
"Dimana Ella?" tanya Celin heran
Semua keluarga melihat kearah Celin, lalu mengedarkan pandangan mereka dan benar, Ella tidak ada disekitar mereka.
Mam Nio melihat kearah Keyla "Dimana Ella?" tanya mama Nio ketus
"Sepertinya nyonya sedang istirahat nyonya besar" ucap Keyla pelan
"Enak sekali dia beristirahat sepanjang malam, sedangkan kami sangat pusing memikirkan solusi untuk perusahaan, dasar menantu tidak berguna" ucap mama Nio dengan kesal
"Cepat panggil dia!" teriak mama Nio melihat kearah Keyla
Keyla tidak menjawab, ia membungkukkan tubuhnya dan pergi dengan cepat kekamar Ella
tok tok tok
"Nyonya, ini Keyla" ucap Keyla sambil mengetuk pintu kamar Ella
Keyla tidak mendengar jawaban dari dalam, ia membuka pintu dan mengindahkan pandangannya, ia terkejut melihat Ella meringkuk dan gemetar disudut ruangan.
Keyla mendekati dan menempelkan tangannya kedahi Ella "Astaga, nyonya demam tinggi, ayo kita kerumah sakit nyonya" ucap Keyla merasa kasihan
Ella mendengar suara seseorang, kelopak matanya terasa berat untuk dibuka "Tidak perlu, ada apa kamu kemari key?" tanya Ella pelan tanpa membuka kelopak matanya
"Nyonya besar menyuruh saya memanggil nyonya" ucap Keyla pelan
"Baiklah, bantu aku berdiri" ucap Ella pelan, ia membuka kelopak matanya secara perlahan
Kela memandang Ella dengan perasaan sedih "Sebaiknya kita kerumah sakit dulu nyonya" ucap Keyla sedih
Ella memegang tangan Keyla, ia seperti mengetahui isi kepala Keyla "Tidak perlu key, ayo kita menemui mama saja" ucap Ella sambil tersenyum kearah Keyla
Keyla membantu Ella berdiri, ia tidak melepaskan tangannya tapi Ella melepaskan tangan Keyla dan mencoba berdiri dengan tegak.
"Nyonya sedang sakit, tidak perlu menemui nyonya besar, lebih baik nyonya istirahat saja" ucap Keyla dengan nada khawatir
Ella menarik nafas dalam-dalam dan berusaha tersenyum "Jangan beri tahu siapapun key, aku masih bisa berjalan" ucap Ella sambil menghembus nafasnya dengan pelan dan bergerak keluar dari ruangannya.
"Nyonya, mengapa nasib pernikahan anda seperti ini, apa nyonya tidak bisa melepaskan tuan Nio?" gumam Keyla sedih sambil mengikuti langkah kaki Ella
Setelah sampai dimeja makan, Nio melihat ada yang berbeda dari diri Ella, namun berbeda dengan Ella, ia melihat kearah Nio dengan senyum manisnya.
Ella menghampiri Mama Nio dan berdiri disebelahnya "Mama memanggil Ella?" tanya Ella sambil melihat kearah mama Nio
Mama Nio berdiri dan menatap tajam kearah Ella, ia sangat muak melihat wajah Ella "Apa kau tidak tau malu?, semua ini terjadi karena dirimu. kau seenaknya saja istirahat sepanjang malam, dan kami malah memikirkan solusi untuk perusahaan yang hampir bangkrut" teriak mama Ella sambil menunjukkan jarinya pada Ella
Semua orang hanya mendengarkan teriakan mama Nio , mereka tidak ada yang menghentikan mama Nio untuk memarahi Ella.
Nio hanya memandang Ella dengan tatapan biasa saja, sedangkan Ella membalas tatapan itu dengan sedih.
Ella menghela nafas pelan dan menunduk, percuma saja dia menatap Nio meminta pertolongan, ternyata Nio lebih memilih diam tanpa berniat membantunya "Maafkan aku, aku tidak bisa membantu ma" ucap Ella pelan
"Kau memang tidak bisa berbuat apa-apa, dari awal menikah kau hanya beban bagi keluarga ini" ucap mama Nio
Kata-kata kejam itu terus keluar dari mulut mama Nio, ia tidak menyaring perkataan yang keluar karena menurutnya semenjak Nio menikah dengan Ella kesialan selalu menimpa keluarganya.
"Dasar menantu tidak berguna" ucap mama Nio
"Ma, sudah, sudah, jangan memarahi Ella, aku sudah mempunyai solusi untuk masalah kita" ucap Celin berdiri dan mendekati mama Nio
Mama Nio langsung melihat kearah Celin "Apa benar?" tanya mama Nio lembut sambil memegang tangan Celin
Mama Nio berlaku lembut pada Celin perbedaan itu sangat bisa dirasakan oleh Ella, tapi Ella hanya diam menahan sakit itu sendirian.
Celin mengangguk dan memegang kedua bahu mama Nio "Sekarang mama tidak perlu marah lagi, sekarang waktunya kita makan" ucap Celin sambil mendudukkan mama Nio
"Celin sangat baik Nio, dia memiliki cara untuk menyelamatkan perusahaan kita, selama kamu bersama Celin, semua masalah keluarga kita pasti terselesaikan" ucap mama Nio tersenyum sambil menatap Nio
"Ma, dalam beberapa minggu kedepan aku dan Celin berencana akan pergi berbulan madu, apa mama menyetujuinya?" tanya Nio hati-hati, ia takut jika mamanya tidak setuju, karena sekarang perusahaan dalam ambang kehancuran
Sedangkan Ella masih berdiri disamping mama nio, telinganya teras panas mendengar penuturan Nio, bahkan jantungnya tidak berdetak dengan normal, namun Ella tidak ingin terlihat lemah didepan keluarga suaminya, ia menampilkan ekspresi biasa dan menunduk.
Nio melihat ekspresi itu hanya sedikit heran "Dia tidak cemburu?" batin Nio
"Mama sangat setuju, jangan terlalu lama, kalian bisa pergi satu Minggu kedepan, Kalian baru menikah, jadi kalian harus pergi berbulan madu, mama tidak sabar ingin mendapatkan cucu dari Celin" ucap mama Nio senang
"Bagaimana denganmu Ella?" tanya mama Nio tanpa menoleh kesamping
Ella mendongakkan kepalanya, ia menguatkan hatinya untuk menjawab pertanyaan mama Nio "Aku setuju ma, semoga Celin bisa mengandung anak Nio" ucap Ella tersenyum
Mama Nio sangat tidak memikirkan perasaan Ella, baginya Ella tidak ada dalam daftar keluarga mereka.
Bersambung...
☠️⃝🖌️M⃤
Hai Author...salam kenal dari Hello Bella
klo ngantuk,tidur dulu ya😂💪