NovelToon NovelToon
Istri Untuk Mantan Suamiku

Istri Untuk Mantan Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: shanty fadillah

Season satu : Polisi Sang Penakluk Hati
Season dua : Antara Aku Kamu dan Dia

Season ke tiga : ISTRI UNTUK MANTAN SUAMIKU.

Berkisah tantang rumitnya perjalanan sebuah rasa yang di sebut cinta.

Angga jatuh cinta kepada Cia.
Cia yang justru jatuh cinta kepada Arfi
Dan Arfi yang masih menharapkan Sisi sang mantan Istri.

Kejutan kian menjadi, saat Cia tahu ia mencintai mantan suami sahabatnya sendiri.

***
Follow IG aku yak : @shanty_fadillah123

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanty fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjodohan dan Penolakan

"Jaga dia baik-baik, pastikan tidak ada yang menjenguknya. Kalau ada yang memaksa, laporkan kepadaku dulu!" titah Alvian pada 2 orang polisi yang kini menjaga Airin.

"Siap komandan!" ujar mereka tegas.

Alvian segera berlalu dari hadapan 2 orang rekanya itu, ia berjalan menuju mobilnya untuk pergi ke sebuah tempat. Sebab siang ini Alvian ada janji untuk bertemu kedua orang tuanya, karena si mama dan si papa, akan memperkenalkan Alvian dengan seorang gadis yang tak lain anak dari sahabat keduanya.

Chiiit!

Alvian turun di sebuah rumah makan yang memang sudah ada kedua orang tuanya di dalam sana, anak muda itu berjalan gagah dengan baju dinas yang melekat di tubuhnya, hal itu semakin membuat Alvian kian nampak berwibawa.

"Siang, mah, pah," sapanya ramah dengan senyum penuh makna.

"Al, kau sudah datang? Ayo duduk dan sapa om dan tante yang ada di hadapanmu saat ini!" seru si papa bersemangat.

Alvian pun menuruti perintah sang papa, dan segera menyapa 2 orang paruh baya yang kini tengah menatapnya juga. Kedua orang tua itu membawa serta anak gadis mereka yang duduk tepat di hadapan Alvian juga.

"Salam kenal, Al." Sapa mereka pula.

"Al, ini om Yuda, yang di sebelahnya tante Anita. Dan yang tepat di hadapanmu itu, Amira, gadis cantik yang papa harapkan menjadi jodohmu," ucap si mama yan semakin bersemangat saat memperkenalkan orang-orang itu satu persatu.

Sejenak Alvian terdiam, ia menatap lekat wajah gadis yang duduk tepat di hadapanya. Sekilas ia melihat wajah Amira begitu mirip dengan Airin.

"Perkenalkan, namaku Amira," gadis itu menulurkan tangan.

Alvian pun menjabatnya dan tersenyum ke arah gadis tersebut.

"Namaku, Alvian. Senang berkenalan denganmu," polisi muda itu berusaha bersikap seramah mungkin.

Gadis itu memandang Alvian sangat tajam, sorot matanya memancarkan kekaguman yang sangat luar biasa, sebab nampak jelas dari tatapanya, gadis itu seolah tak mau berpaling untuk məmandangi wajah tampan Alvian.

"Heeei," sergah si polisi yang seketika membuyarkan tatapan Amira.

Entah apa yang tengah di pikirkan gadis tersebut, sebab tatapanya tadi membuat Alvian merasa tak nyaman.

"Anakmu benar-benar gagah, Rey," piji Yuda pada sahabatnya.

"Tentu, siapa dulu dong bapaknya," puji Reyhan pada dirinya sendiri.

Alvian menggeleng heran, sikap si papa membuatnya berdecak kesal. Anak muda itu menggerutu di dalam hatinya, sebab si mama dan si papa asik ngobrol bersama sahabatnya, sementara Alvian berdiam jenuh, karena tatapan Amira padanya membuat Alvian semakin tak nyaman.

"Pah, bolehkah aku mengajak Amira keluar sebentar?" tanya Alvian yang seketika saja langsung di sambut senyum oleh Reyhan.

"Uuuuh, anak papa sudah tak sabar ingin mengenal Amira," goda Reyhan pada anaknya.

Alvian menanggapi candaan si papa dengan senyum terpaksa, ia segera menarik tangan Amira dan membawa gadis itu pergi dari hadapan kedua orang tua mereka, setelah memastikan mendapat izin untuk pergi dari hadapan orang tua keduanya.

"Jangan berharap, aku mau di jodohkan denganmu. Dan satu lagi, jangan kau memandangiku seperti tadi!" larang Alvian tanpa basa basi, membuat Amira tertunduk sedih.

"Tapi Al, ini permintaan kedua orang tua kita. Jangan menentang apa yang jadi keinginan mama dan papa kita! Apa kau mau menjadi anak durhaka?" tukas Amira namun terkesan menceramahi.

"Owwhh begitukah... lalu, bagaimana jika yang di jodohkan denganmu bukan aku? Tapi seseorang yang berkumis tebal, berkulit hitam dan perut buncit. Apa kau masih mau di jodohkan oleh kedua orang tuamu?" tanya Alvian tanpa ragu, polisi muda itu berusaha untuk membuat Amira juga menolak perjododohan mereka.

Gadis itu terdiam, ia sedikit malu setelah mendengar ucapan polisi tampan di hadapanya. Namun Amira sudah jatuh cinta kepada Alvian sejak awal melihat foto pria muda itu.

"Tolak, aku akan menolak perjodohan ini!" tegas Alvian lalu pergi dari hadapan Amira.

"Heeei... kau mau kemana? Orang tua kita sedang menunggu di dalam," teriak Amira.

"Terserah.. bukan urusanku," cetusnya lalu masuk ke dalam mobil miliknya.

Amira berdecak kesal, gadis itu berkali-kali menghentakkan kakinya ke bumi, ia masih tetap pada keinginanya, bahwa bagaimana pun caranya, ia dan Alvian tetap harus berjodoh.

"Ra... mana Alvian?" tanya Reyhan kepada gadis yang ia harapkan menjadi menantunya.

"Alvian ada urusan dadakan om, di kantornya, jadi dia harus segera pergi," jawab Amira berbohong.

Gadis itu tersenyum palsu meski hatinya saat ini kesal luar biasa, karena sikap Alvian yang sangat mengacuhkanya. Namun gadis itu bersikap baik-baik saja seolah tal terjadi apa-apa.

"Bagimana, Ra, apa kau menyukai Alvian?" tanya Yuda penasaran.

Amira mengangguk pelan, ia tersenyum malu-malu dengan raut wajahnya yang penuh harap. Berharap agar ia tetap di jodohkan dengan Alvian.

Kedua orang tua Alvian dan Amira saling berbicara perihal perjodohan anak mereka. Hingga keputusan di ambil oleh Reyhan yang akan tetap menjodohkan Alvian dan Amira.

"Kapan kita akan melaksanakan pernikahan antara anakmu dan anakku?" Yuda juga bersemangat, dia juga menginginkan Alvian untuk menjadi menantunya.

"Tunangan dulu, baru menikah," tukas Reyhan kepada sahabatnya.

"Baiklah. Bagaimana kalau minggu depan kita lanksanakan tunangan di antara mereka?"

"Akan ku bicarakan dulu kepada Alvian, kapan dia bisa cuti dari kerjanya? Maklum dia kan polisi, jadi harus patuh akan peraturan kantornya," jelas Reyhan yang langsung di sambut gelat tawa dari Yuda sahabatnya.

Amira tersenyum bahagia, sebab orang tua Alvian tetap menginginkan ia menjadi menantunya

Sementara Alvian kini sudah kembali ke rumah sakit dan segera menemui Airin. Gadis itu baru saja membuka mata lalu tersenyum ke arah Alvian yang baru saja tiba dan menghamprinya.

"Kau sudah bangun?" tanya Alvian lembut.

"Su_sudah, pak," jawabnya gugup.

"Hemmmm......,"

"Ehh iya, Al, iya Alviankan,"

Polisi tampan itu tertawa kecil, sebab gadis di hadapanya kini benar-benar terlihat salah tingah saat melihat dirinya.

"Kau kenapa, Rin?" tanya Alvian sedikit menggoda.

"Ah tidak pak,"

"Yakin?"

"Gak yakin sih,"

"Nah.. lho," cetus Alvian kemudian.

"Anda membuatku gugup," jujur Airin.

Hal itu tentu membuat Alvian semakin tertawa sejadi-jadinya, namun tawanya terhenti seketika, saat pintu ruangan dimana Airin di rawat pun terbuka.

"Pak, ini baju ganti mbak Airin, yang baru saya ambil dari kantor," lapor rekan kerja Alvian tersebut.

Benar saja, yang baru saja datang memanglah rekan kerja Alvian dari pihak kepolisian, yang membawa serta tas milik Airin.

"Baik, terima kasih dan kembalilah!" seru Alvian lalu mengambil tas milik Airin dari tangan seseorang tersebut.

Dan... saat Alvian akan memberikan tas tersebut kepada Airin. Semua isi tas gadis tersebut pun jatuh berantakan kelantai.

"Maaf, Rin!" ujarnya lalu memungut satu persatu baju Airin yang jatuh berserkan.

"Tidak masalah, Al," jawab Airin dengan tersenyum.

Namun seketika sorot mata Alvian tertuju pada selembar foto milik Airin yang belum ia pungut.

"Foto itu milikmu, Rin?" tanya Alvian seraya mengambil foto tersebut dari lantai.

"Iya, kemarikan!" pinta gadis itu.

Dan Alvian terkejut saal melihat siapa yang ada di dalam foto milik Airin tersebut.

"Rin, ini siapa?" Alvian penasaran pada foto gadis yang berdiri tepat di samping foto Airin.

"Itu Amira, dia adikku," jawabnya datar.

Alvian seketika terkejut luar biasa, saat mendengar nama Amira.

"Jadi, gadis yang akan di jodohkan denganku, adalah adik kandung Airin," batin Alvian lalu menepuk jidatnya sendiri.

1
lovina
penulisannya sprtinya di tulis oleh seseorng yg belum dewasa jdbyk kurang rasionalnya, percintaannya agak kekanak2n jd sulit menemukan hal bagus di dlmnya...novel sgt buruk
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Cerlia Wati
nunggu kelanjutan nya
Aas Aisyah
kapan up LG thor
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
bagaimana kejadian sbnre , si Arfi kemana , cia gimana , sisi jg gimana
Desy Puspita
Lu dimana? Yang nyariin ga cuma satu atau dua orang, tapi banyak loh🙄
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
trnyata itu tlsane tamat kok, lha tp nggantung bgt endingnya g jls
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ndang Di Up..ceritanyaa lanjut 3 bab sekalian
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ini knpa watak arfi mlh jd kek gt y..kejem kl ky gitu
Yoona🍁
saaayyyyy shantyyy????
Nur Ain
hebat sekali,berjaya menyimpan rahsia besar bertahun lamanya
Nur Ain
sangat luar biasa ni
Nur Ain
Banyak nya musuh
Nur Ain
ayuh jangan lama² pejam mata
Nur Ain
Adakah pacar Nono
Nur Ain
lanjutin biar keren
Nur Ain
Bagaimana rasa bila kita tidak dihiraukan bila dalam kesempitan
Nur Ain
panasaran sekali
Nur Ain
lanjutin biar semakin seru
Nur Ain
lanjutin semakin terkejut cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!