NovelToon NovelToon
PENYESALAN SUAMI

PENYESALAN SUAMI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Penyesalan Suami
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Tujuh tahun Pamela bertahan menjadi istri dari Zidan yang playboy, menantu yang ditindas, dan ibu yang tak dihargai anak-anaknya sendiri. Dia mengabdi dalam diam, hanya bermodalkan cinta.

​Puncaknya hancur saat Zidan membawa selingkuhannya yang hamil tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka. Tanpa air mata, Pamela meletakkan surat cerai di meja makan, lalu pergi menghilang di tengah malam.

​Awalnya keluarga Zidan bersorak senang si "miskin" telah pergi. Namun dalam hitungan minggu, rumah megah itu berubah menjadi neraka yang kacau tanpa kehadiran Pamela. Saat penyesalan mereka datang terlambat, Pamela ditemukan telah menjelma menjadi wanita sukses yang bersinar dan bahagia tanpa mereka.

​Saat mereka bersujud memohon maaf, sanggupkah Zidan memenangkan kembali hati "mantan istri miskin" yang kini telah menjadi ratu?

...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Layar Kaca

...

Malam kembali memeluk pesisir pantai dengan desau anginnya yang dingin dan sarat aroma garam. Di dalam kamar atas Kedai "Selasih" yang asri, keheningan yang sempat merajai ruangan itu pecah oleh suara tawa renyah dua anak kecil yang menggema dari pengeras suara ponsel milik Pamela.

Di atas ranjang kayu jatinya yang rendah, Pamela berbaring miring, menyandarkan kepalanya di atas bantal kapuk yang dibungkus sarung katun bermotif bunga biru pudar. Ponsel pintarnya disandarkan pada tumpukan buku di atas meja kecil di samping kasur, menampilkan layar video call yang menyala terang, memancarkan pendaran cahaya yang menerangi wajah manisnya yang tampak begitu lelah namun dipenuhi kelembutan seorang ibu.

"Mama, lihat! Riana tadi di sekolah dapat bintang empat dari Ibu Guru karena mewarnai pohonnya rapi!" seru Riana dari seberang layar, mendekatkan selembar kertas gambar ke arah kamera depan ponsel yang dipegangnya di dalam kamar tidurnya yang megah di pusat kota.

Pamela mengulas senyum tulus yang teramat tipis, sepasang matanya yang sembap tampak berbinar hangat hanya saat menatap wajah bulat putrinya. "Wah, pintar sekali anak Mama. Besok digambar lebih bagus lagi ya, Sayang?"

"Ryan juga dapat bintang, Mama! Tapi Ryan dapat lima karena bisa jawab soal hitungan paling cepat!" Ryan tidak mau kalah, wajah tampan kecilnya ikut menyembul di layar, menggeser sedikit tubuh adiknya.

"Dua-duanya anak Mama hebat, pintar semua," bisik Pamela lembut, suaranya terdengar renyah namun menyiratkan gurat kepiluan batin yang mendalam.

Melihat tawa riang kedua buah hatinya lewat layar kaca berukuran beberapa inci itu justru membuat ulu hati Pamela terasa seperti diiris perlahan. Rasa rindu yang teramat pekat kembali bergolak di dalam dadanya, menciptakan rasa sesak yang tertahan di tenggorokan. Sungguh, perpisahan ini adalah bentuk kekerasan emosional terbesar bagi jiwanya sebagai seorang ibu. Namun, sifat dinginnya kembali mengunci emosi sad tersebut agar tidak meledak di depan anak-anak. Dia harus tetap terlihat tegar agar Ryan dan Riana tidak ikut menangis sepertinya kemarin.

Permintaan video call yang awalnya hanya dijanjikan Zidan selama beberapa menit pada malam ini, kini telah bergulir hingga hampir dua jam. Anak-anak menolak mematikan sambungan, terus mengoceh menceritakan segala hal mulai dari bekal makan siang mereka yang hambar hingga betapa sepinya rumah besar mereka tanpa kehadiran sang ibu. Pamela dengan setia mendengarkan, sesekali menyahut dengan bisikan penenang, membiarkan jiwanya larut dalam lingkaran kebahagiaan semu yang dibatasi oleh jarak ratusan kilometer.

...

Sementara itu, di kamar anak-anak kediaman Arkatama, Zidan duduk diam di atas kursi kecil di sudut ruangan yang gelap, berada di luar jangkauan sorotan kamera ponsel yang dipegang anak-anak. Pria dingin itu hanya mengenakan kaus hitam polos, memperhatikan interaksi hangat antara mantan istri dan kedua darah dagingnya dengan sepasang mata elang yang tampak kuyu dan merah karena kurang tidur.

Mendengar setiap patah kata yang meluncur dari bibir Pamela, Zidan merasakan penyesalan yang teramat pekat kembali meremas dadanya tanpa ampun. Suara lembut Pamela yang dulu selalu dia abaikan di meja makan, kini terdengar seperti melodi indah yang teramat mewah dan mustahil untuk dia miliki kembali secara utuh.

Sifatnya yang dulu selalu menuntut kebebasan dan kepatuhan mutlak kini telah luntur sepenuhnya, menyisakan kehampaan batin seorang pria dewasa yang sedang merangkak di dalam lumpur dosanya sendiri. Penyesalan keluarga Arkatama kini benar-benar telah menjelma menjadi tembok tinggi yang memisahkan kebahagiaan lama mereka.

Waktu menunjukkan pukul sebelas malam lewat. Suara ocehan Ryan dan Riana perlahan mulai melambat, digantikan oleh kuapan kecil yang berkali-kali lolos dari mulut mungil mereka. Kedua anak kembar itu akhirnya merebahkan tubuh mereka di atas kasur tingkat, dengan posisi ponsel yang diletakkan telentang di antara bantal mereka, masih mengarah ke langit-langit kamar dan sebagian wajah mereka.

"Mama... jangan dimatikan ya... Riana mau tidur sambil ditemani Mama..." gumam Riana dengan mata yang sudah setengah terpejam.

"Iya, Sayang. Mama tidak matikan. Tidur ya, baca doa dulu," bisik Pamela dari seberang sana, suaranya sendiri sudah terdengar teramat lirih dan berat oleh kantuk yang luar biasa setelah seharian bekerja keras melayani pelanggan di kedai bawah.

Keheningan malam yang pekat perlahan mengambil alih kedua ruangan yang terpisah jarak itu. Di layar ponsel, Zidan bisa melihat bagaimana kelopak mata Pamela akhirnya menyerah, tertutup perlahan di atas bantal kapuknya yang sederhana. Napas wanita itu mulai teratur, berirama naik-turun dengan tenang, menandakan bahwa dia telah sepenuhnya tertidur lelap di dalam kamarnya yang asri di atas kedai pinggir pantai. Tak lama setelah itu, Ryan dan Riana di sampingnya juga menyusul, mendengkur halus dalam pelukan mimpi mereka.

Zidan bangkit berdiri dari kursi sudut dengan langkah yang teramat pelan, nyaris tanpa suara. Dia melangkah mendekati ranjang anak-anaknya, lalu dengan gerakan yang sangat hati-hati, mengambil alih ponsel pintar yang masih menyala itu dari sela-sela bantal mereka agar tidak membangunkan mereka.

Zidan tidak langsung mematikan sambungan video call tersebut. Dia membawa ponsel itu berjalan keluar kamar anak-anak, melangkah menuju balkon kamarnya yang luas di lantai dua, tempat angin malam kota yang kering langsung menerpa wajah kuyunya.

Pria itu menyandarkan siku tangannya di pagar pembatas kaca, lalu mengangkat ponsel itu sejajar dengan wajahnya. Di dalam layar, wajah tidur Pamela terpampang dengan begitu jelas di bawah temaram lampu kuning redup kamar kedainya. Beberapa helai rambut panjangnya yang hitam kecokelatan tampak berantakan di atas dahi dan pipinya, memberikan kesan alami dan rapuh yang belum pernah Zidan lihat selama tujuh tahun pernikahan mereka di rumah mewah.

Melihat sosok mantan istrinya yang tertidur lelap dengan damai di dalam kesederhanaan kamarnya, sebaris senyuman tipis sebuah senyuman murni yang sarat akan rasa haru, kerinduan, dan penyesalan yang mendalam perlahan terukir di bibir kaku Zidan.

Itu adalah senyuman pertama yang tulus dari seorang Zidan Arkatama setelah berhari-hari wajahnya hanya dihiasi oleh topeng dingin dan amarah pekat. Hatinya yang dipaksa mengakui bahwa kecantikan Pamela yang seutuhnya justru terpancar saat wanita itu terbebas dari rantai kemewahan palsu yang dulu dia agungkan.

Zidan mengusap permukaan kaca ponselnya yang menampilkan pipi Pamela dengan ibu jarinya yang besar secara perlahan, seolah-olah dia bisa menyentuh langsung kulit halus wanita yang telah dia hancurkan hatinya itu.

"Selamat tidur, Pamela," bisik Zidan, suaranya terdengar sangat parau, bergetar menahan gejolak emosi pekat yang mengiris batinnya. "Terima kasih... karena malam ini kamu masih mau memperdengarkan suaramu untuk anak-anak kita. Maafkan aku yang baru belajar menjadi manusia di depan air matamu."

Di bawah langit kota yang bersih tanpa bintang, Zidan terus menatap layar ponsel itu selama beberapa menit berikutnya, membiarkan jiwanya ikut hanyut dalam penebusan dosa yang kian mengunci kebebasan batinnya. melihat wajah tidur Pamela di atas layar kaca adalah satu-satunya obat penawar yang bisa meredakan emosi di dalam dadanya sebelum dia kembali menghadapi kenyataan dingin esok hari.

"Maaf, Pamela."

...

1
Adam Markelov izaan
⬜🟥⬜⬜⬜🟥⬜
🟥🟥🟥⬜🟥🟥🟥
🟥🟥🟥🟥🟥🟥🟥
⬜🟥🟥🟥🟥🟥⬜
⬜⬜🟥🟥🟥⬜⬜
⬜⬜⬜🟥⬜⬜⬜
 🌷🌸🌷🌸
🌸🌷🌸🌷🌸
Λ🌷🌸🌷🌸🌷
( ˘ ᵕ ˘🌷🌸🌷
ヽ つ\ /
UU / 🎀 \
Noveni Lawasti Munte
isss enak aja rujuk tuh sselingkuhan lg Hamidun..jijai aja kalo rujuk...awas ya Thor kalo pamela luluh tak lempar nanti PAM nya pake serabi panas😤
Seven Wann
semua alur dan penyampaian isi cerita sangat bagus, saya sangat menyukai nya🫶
falea sezi
mending ma joni atau Justin ini🤭 dripada ma balik ke mantan dajjal🤣
falea sezi
kenapa nguber mantan istri terus laki bangsat😒
Irizka RA Yusuf
untuk orang kaya seperti mereka gampang kan tinggal cari koki professional aja, sama sewa tenaga bersih" kan bisa.
masa orang kaya bodoh gitu
kikyoooo: hehehe iya kak...
total 1 replies
Irizka RA Yusuf
Sepertinya penggunaan kata narsis yg sering kali muncul tdk tempat untuk penggambaran sifat, mungkin ego akan lebih cocok, yg artinya lebih mementingkan dirinya, menilai dirinya tinggi
kikyoooo: wah iya kak makasih ... komentar ini sangat membantu
total 1 replies
Yunita Fuluso
kata narsistik nya tolong dikurangi
jangan diulang ulang
makasih
kikyoooo: oh siapppp🙏
total 1 replies
Tini Uje
baguss jon..hancur kan kesombongan sijidan ituu sampai ke akar2 nya biar g ganggu mba pam lagi
Heriyani Lawi
Joni anak org kaya yg menyamar atau kabur dr org tuanya
Adam Markelov izaan
⬜🟥⬜⬜⬜🟥⬜
🟥🟥🟥⬜🟥🟥🟥
🟥🟥🟥🟥🟥🟥🟥
⬜🟥🟥🟥🟥🟥⬜
⬜⬜🟥🟥🟥⬜⬜
⬜⬜⬜🟥⬜⬜⬜
 🌷🌸🌷🌸
🌸🌷🌸🌷🌸
Λ🌷🌸🌷🌸🌷
( ˘ ᵕ ˘🌷🌸🌷
ヽ つ\ /
UU / 🎀 \
Adam Markelov izaan
 🌷🌸🌷🌸
🌸🌷🌸🌷🌸
Λ🌷🌸🌷🌸🌷
( ˘ ᵕ ˘🌷🌸🌷
ヽ つ\ /
UU / 🎀 \
⬜🟥⬜⬜⬜🟥⬜
🟥🟥🟥⬜🟥🟥🟥
🟥🟥🟥🟥🟥🟥🟥
⬜🟥🟥🟥🟥🟥⬜
⬜⬜🟥🟥🟥⬜⬜
⬜⬜⬜🟥⬜⬜⬜
Tini Uje
ditunggu duda tajirr jodoh mba pam thor 😄🤏
Adam Markelov izaan
⬜🟥⬜⬜⬜🟥⬜
🟥🟥🟥⬜🟥🟥🟥
🟥🟥🟥🟥🟥🟥🟥
⬜🟥🟥🟥🟥🟥⬜
⬜⬜🟥🟥🟥⬜⬜
⬜⬜⬜🟥⬜⬜⬜
 🌷🌸🌷🌸
🌸🌷🌸🌷🌸
Λ🌷🌸🌷🌸🌷
( ˘ ᵕ ˘🌷🌸🌷
ヽ つ\ /
UU / 🎀 \
Tini Uje
cobalah bawa pemeran laki2 kaya raya yg lebih dari zidanjal thor..untuk jodoh mba pam..biar zidanjal matikutu 😅
kikyoooo: begitu ? siappp....🤭
total 1 replies
matahari
ceritamu bagus bgt thor.... sakitnya nembus layar...
kikyoooo: makasiih banyak ... 🫠
total 1 replies
Adam Markelov izaan
 🌷🌸🌷🌸
🌸🌷🌸🌷🌸
Λ🌷🌸🌷🌸🌷
( ˘ ᵕ ˘🌷🌸🌷
ヽ つ\ /
UU / 🎀 \
⬜🟥⬜⬜⬜🟥⬜
🟥🟥🟥⬜🟥🟥🟥
🟥🟥🟥🟥🟥🟥🟥
⬜🟥🟥🟥🟥🟥⬜
⬜⬜🟥🟥🟥⬜⬜
⬜⬜⬜🟥⬜⬜⬜
adam Ridho
hanya bisa kasi 💪💪 karena berkarya tidaklah mudah😍
Himna Mohamad
notif yg ditunggu
kikyoooo: siap... bakal doublee up.. .
total 1 replies
adam Ridho
d bab ini aku meleleh thor😥 riana kangen mama pamela😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!