NovelToon NovelToon
Adakah Cinta ?

Adakah Cinta ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Romansa-Percintaan bebas
Popularitas:63.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ralia Imutz

Menyakitkan jika mengingatnya, menyedihkan saat menjalaninya, mengecewakan saat melihatnya, itulah cinta.

"Naura ?" ucap orang tersebut memastikan orang dihadapannya ini

"Siapa ? hiks,,, hikss,,," tanyaku tidak mengenali orang yang mengajakku bicara

"Kamu Naurakan ? yang bermain bersamaku saat di panti asuhan ?" tanya anak itu lagi

"Deg !" Bayangan itu muncul, potongan mimpi yang terasa nyata itu hadir. Rasa sakit saat dipukuli oleh wanita yang ku anggap ibu, rasa menyalahkan diri karna tidak patuh, rasa yang menyesakkan dada

"Tidak, aku tidak bermain ke panti asuhan. Aku bukan anak yang nakal... hiks,,, hiks,,, " ucapku sambil menahan sakit diperut, ada perban dikepala menutupi luka yang cukup dalam dan besar serta beberapa lebam yang nyeri diwajahku

Itu semua ku dapatkan dari orang yang ku anggap tulus ternyata palsu, dari seorang yang ku anggap pelindung ternyata penjahat, Cinta dari segala bentuk itu menyedihkan Bukan ? Adakah Cinta yang tulus di dunia ini ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9_ Derita

"Ceklek” Naya membuka pintu dan kembali kaget saat melihat siapa yang ada dibalik pintu

“Assalamu’alaikum Nak, apa boleh ibu minta tolong sama kamu ?” Tanya Nisa saat melihat Naya yang membukakan pintu

“Wa’alaikumsalam Bu, masuk dulu bu” ucap Naya sambil menyalimi ibunya

“Nak, ibu tidak bisa menghubungi ade kamu” ucap Nisa yang baru saja duduk

“De Sarah bu ?” Tanya Naya

“Dinda nak, Dinda tidak bisa ibu telephone. Ibu merasa gelisah memikirkannya, apa ade kamu itu baik-baik saja ?” ucap Nisa sampak gelisah

“Memang batin seorang ibu sangat peka” batin Naya sambil menatap ibunya

“Bu, ibu tenang dulu ya. Kenapa ibu merasa seperti itu ?” Tanya Naya

“Nak, ibu merasakan firasat buruk. Akhir-akhir ini Dinda sangat jarang mengangkat telephone ibu, selain itu sudah satu bulan mereka tidak mengunjungi ibu. Apa terjadi sesuatu ? Apa dia sedang bertengkar dengan suaminya” ucap Nisa semakin gelisah

“Bu, Dinda ada disini. Dia sedang beristirahat dikamar tamu” ucap Naya akhirnya memberitahu

“Hah ? kenapa dengan Dinda ?” Tanya Nisa langsung berdiri dan menuju kamar tamu

“Ceklek, Astagfirullah nak… kamu kenapa ?” Tanya Nisa langsung menetskan air matanya saat melihat anaknya begitu menyedihkan

“Ibu, hiks,,, bu maafkan Dinda” ucap Dinda langsung bersimpuh

“Siapa yang menyiksa kamu, bilang sama ibu… hiks…” ucap Nisa mulai banjir air mata

“Bu, maafkan Dinda. Dinda tidak bisa menjaga rumah tangga Dinda, hiks,,, hikss,,,” ucap Dinda

“Untuk apa kamu bertahan jika dia kasar Nak. Tinggalkan laki-laki itu jika dia berani mengangkat tangan pada mu ! Apa yang dia lakukan ?” Tanya Nisa dengan tegas

“Hiks,, hiks,,, Mas Ari, dia tidak berubah. Dia ternyata seorang preman yang mencari uang dengan kekerasan” ucap Dinda

“Maksud kamu ?” Tanya Nisa

“Mas Ari sering memukuli Dinda ketika dia pulang dengan tidak membawa uang, dia menghidupi Dinda dengan uang hasil curian Bu. Dinda berusaha menasehatinya namun Dinda hanya kena marah dan pukul Bu, hiks…” ucap Dinda tersedu-sedu

“Seberapa sering ?” Tanya Nisa lagi

“Hampir setiap hari Mas Ari melakukan kekerasan pada Dinda, hiks…” jawab Dinda

“Sudahlah Nak, kamu kembali saja. Ada ibu dan kakak kamu disini. Tinggalkan laki-laki kasar itu. Ibu menitipkan kamu dengan dia untuk diberi kasih namun dia malah mengasari kamu. Kembalilah nak !” ucap Nisa sambil mengelus kepala Dinda

“Tapi bu, Dinda… Dinda sedang hamil” ucap Dinda ragu

“Ibu bisa membantu kamu membesarkan anak kamu. Jangan pikirkan lagi laki-laki itu” ucap Nisa

“Ba,,, baik bu…. Hiks…” Dinda menangis dipelukan ibunya, pelukan penuh kasih itu membuat hatinya semakin getir. Mengenag deritanya selama sebulan ini yang begitu menyakitkan.

Tidak diberi makan dengan benar, uang hasil kerjanya dirampas, dilarang keluar rumah, dikasari jika laki-laki itu pulang. Bahkan perhiasan dan motor yang selama ini Dinda hasilkan dari bekerja juga dijual. Tempat usahanya digadaikan, Dinda berusaha untuk bertahan namun rasa sakit luar dan dalam semakin dia rasakan.

“Hiks,,, hiks,,, Ka Naya. Maafkan Dinda juga…” ucap Dinda disela tangisannya, dia teringat pesan dari Naya ketika meminta ijin untuk menikah. Ternyata ketulusan itu penting, bahkan Dinda tidak pernah merasakan ketulusan itu saat mereka baru menikah.

“Iya de, kakak tidak pernah menaruh sakit hati pada kamu” ucap Naya juga ikut duduk disamping Dinda dan mengelus kepalanya

“Sekarang yang kamu lakukan adalah tetap tegar dan jalani hidup kamu. Ada ibu, kakak, adek yang siap untuk kamu. Jangan pernah sungkan pada kami ya. Kamu harus tetap melangkah untuk anak kamu, dia ingin melihat dunia dan menjalani kehidupan yang penuh liku ini. Dia anak yang kuat dan kamu juga perempuan yang hebat” ucap Naya

“Terimakasih Bu, Kak, hiks,,,hiks,,,,” Dinda masih menangis dipelukan kedua orang yang begitu berharga

“Ibu, buatkan sop ya” ucap Ibu berdiri dan menyeka air matanya

“De, kakak juga mau melihat anak-anak dibelakang” ucap Naya juga ikut pamit

“Baik Bu, kak.” Jawan Dinda

“Kamu istirahat ya Nak, jangan terlalu banyak pikiran” ucap Nisa sambil merapikan selimut Dinda, kemudian Nisa dan Nayapun keluar dari kamar

Beberapa hari berlalu, kondisi Dinda juga semakin membaik. Namun senyum Dinda kembali hilang, dia sering termenung dan kadang menangis sendiri. Ibu tidak pernah meninggalkan Dinda sendiri, sampai seminggu kemudian akhirnya Dinda memutuskan.

“Bu, Dinda ingin kembali kerumah. Mengambil beberapa surat dan barang-barang Dinda” ucap Dinda

“Tidak Nak, kamu tidak usah kesana. Nanti kita minta tolong Nak Derya untuk mengurusnya” nasehat ibu waktu itu

“Dinda tidak enak jika terus merepotkan mereka bu. Jam segini biasanya Mas Ari tidak ada dirumah” ucap Dinda yakin, karena siang-siang begini biasanya suaminya itu masih keliaran diluar

“Ibu akan menemani kamu” ucap Nisa masih mengkhawatirkan Dinda

“Permisi bu, Mohon maaf untuk pesanan 1.000 kue harus jadi jam 2 siang ini kami kewalahan untuk memenuhinya. Apakah ibu bisa membantu kami ?” Tanya seorang pegawai ditoko roti milik Nisa, mereka saat ini sedang berada di toko milik Nisa

“Tapi saya sedang ada kesibukan saat ini” ucap Nisa ingin menolak

“Mohon maaf bu, salah satu pegawai sedang ijin karena sakit. Maka dari itu kamu tidak dapat memenuhi pesanan” ucap pegawai tersebut agak khawatir

“Hm, baiklah. Nanti saya kedapur” ucap Nisa akhirnya

“Ibu, Dinda bisa sendiri kok. Ibu ditoko saja” ucap Dinda kemudian bangkit dan mengambil tasnya

“Nak, hati-hati ya” pesan Nisa

“Iya bu, Dinda pergi ya. Assalamu’alaikum” pamit Dinda sambil mencium tangan Nisa

“Wa’alaikumsalam” jawab Nisa

Akhirnya Dinda kembali kerumah ini, rumah yang dibeli dari keuntungan tokonya namun bodohnya Dinda malah membuat surat rumah atas nama Ari. Dia benar-benar dibuat buta oleh cinta kala itu.

“Semoga seperti perkiraanku, tidak ada laki-laki itu dirumah” ucap Dinda sambil mengeluarkan kunci cadangan dan berhasil masuk

Nampak kondisi rumah berantakan, kursi dan meja tidak beraturan. Sampah plastik ada dimana-mana, suasana rumah nampak sepi.

“Humff, syukurlah dia tidak ada” ucap Dinda berjalan dengan pelan menuju kamar utama

“Ciih, tahu jalan pulang juga ternyata !” sebuah suara membuat jantung Dinda serasa berhenti berdetak

“Ma,,,mas” ucap Dinda tergagap

“Heh, kesini kamu !” bentak Ari

“Ti,,, tidak Mas” ucap Dinda panik dan masuk kedalam kamar namun tidak sempat menguncinya

“Heh, wanita bodoh ! Keluar !” ucap Ari sambil mendobrak pintu

“Tidak, jangan mendekaaat !” ucap Dinda semakin panik saat Ari berhasil masuk

“Aku butuh uang. Kamu membawa kabur uang kan !” ucap Ari sambil menarik tas Dinda

“Tidak, Dinda tidak membawa uang sepeserpun” ucap Dinda ketakutan

“Sini !” tarik paksa Ari mengambil tas Dinda

“Haha, ini apa ?” Tanya Ari berhasil menemukan uang di dompet Dinda

“Aku bosan, temani aku bermain” ucap Ari lagi mendekat

“Tidak ! jangan mendekat !” ucap Dinda ingin keluar kamar

“Mau kemana ?” Tanya Ari menatap Dinda dengan menakutkan

“Jangan kemari !” ucap Dinda akhirnya pergi kekamar mandi dan mengunci diri disana

“Bruk… burkh…” Ari berusaha mendobraknya namun pintu itu kuat dan membuatnya kesal

“Cih, wanita sial*n ! Matilah kau disana !” serapah Ari

“Jangan pernah keluar !” ucapnya lagi sambil memutar kunci dari luar

“Mas, jangan dikunci… Mas !!!” teriak Dinda

“Hahaha, membusuklah disana !” ucap Ari sepertinya orang kerasukan

.

.

.

See you next episode ya 😉~~~

Bagaimana menurut kalian sosok Ari ini 🤔 ?

1
NOVIA
aku lupa cerita.a😂
Nurul Indarti
lah kok mandek lagi thor....
Puspa Dewi kusumaningrum
aduh thooor,aq lupa2 ingat jln critanya ini🤦
Puspa Dewi kusumaningrum: 💪💪💪💪💪
total 2 replies
kavena ayunda
lanjut donk thor
Puspa Dewi kusumaningrum
gk dilanjut lg thor
💕 istri mas hanif💕
dinda nikah sm siapa thor
Riza Maulanan
kenapa nggk lanjut tor
Syasee See
kak adakah cinta kapan update nya kak?
Akubolomu
Kpan dilanjut?
Syasee See
lanjut thor
Ssaeda Aditia
apa derya lupa sama naura kan pernh ktmu dirumah sakit kenalan lagi
Kirana di Nabastala
smungut up .. Thor...
tak enteni iki🤭
meski menanti sedikit membuat hati galau😬
Peni Khairunnisa
lanjutt
olizfarida olizfarida89@gmail.com
lanjut thorrrr💪💪💪
ꪶꫝNOVI HI
lanjut
ꪶꫝNOVI HI: sama..
total 4 replies
Akubolomu
Yeay
Akhirnya
NOVIA
makin seru.... lanjut thor
Syasee See
lanjjt thor,pinisirin ini.gk sabar nunggh lanjutannya
olizfarida olizfarida89@gmail.com
good job bunda naya ayo selesaikan msalahnya biar kelar😍😍😍
Puspa Dewi kusumaningrum
😅😅😅😅😅😅😅
sama2 tua kekanak kanakkan sumua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!