NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Sang Penguasa

Jerat Cinta Sang Penguasa

Status: tamat
Genre:Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Balas Dendam / Konflik etika / Obsesi / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Graciella menderita karena menikahi pria yang salah. Jerat rayu Adrean menjebaknya masuk dalam neraka dunia. Pria itu berubah seratus delapan puluh derajat setelah janji suci terucapkan. Graciella tak pernah tahu kenapa? apakah hanya karena kesalahannya yang tak sengaja tidur dengan pria seminggu sebelum pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Maaf aku tidak berminat.

Mobil Xavier berhenti di depan pintu gerbang markas militer yang di pimpinnya. Dia membuka kacanya sedikit sehingga para penjaga bisa melihatnya. Sebuah peraturan yang dia buat agar tak sembarangan orang bisa masuk ke markas militer. Para penjaga tentunya langsung mempersilakan mereka masuk.

Mobil itu kembali berjalan. Melewati kawasan militer hingga masuk ke tempat asrama militer. Tempat tinggal Xavier tak berbeda jauh dengan milik bawahannya yang lain. Hanya terlihat sedikit lebih bagus dan besar. Mobil mereka segera berhenti di depan asrama itu.

Xavier langsung turun, kebiasaannya yang memang tak mengizinkan siapa pun membukakan pintu untuknya. Dia adalah seorang tentara sejati. Hidupnya untuk melayani masyarakat dan bukanlah dilayani.

Xavier melihat penjagaan berbaju khusus di depan asramanya. Melihat itu dia tahu siapa yang sudah ada di dalam rumahnya. Fredy pun mengerti. Tak seperti biasanya, Fredy tak mengikuti Xavier dan berhenti di dekat para penjaga yang sekarang memberi hormat ala militer pada Xavier.

Xavier hanya mengangguk dan segera masuk ke dalam rumahnya. Benar dugaannya. Sosok itu sudah berdiri di ruang tengah asramanya yang tak begitu besar.

"Selamat siang Perdana Menteri." Xavier memberikan salam militernya.

Pria berumur lima puluh tahunan itu segera melihat ke arah asal suara. Dia mengangguk pelan tanda merima penghormatan dari Xavier. Dia lalu memandang dua orang pengawal yang menjaga dia di dalam asrama dan memberikan gestur agar mereka meninggalkan dirinya dan Xavier berdua. Para pengawal itu segera pergi meninggalkan ruangan itu setelah memberikan salam pada Xavier.

"Ada apa Perdana Menteri yang sibuk datang ke tempat saya?" tanya Xavier melihat Perdana Menteri itu mendekat ke arahnya. David Qing menaikkan sudut bibirnya, menangkap sebuah salam sekaligus sebuah sindiran halus yang diberikan oleh Xavier

"Kau tidak menjawab panggilanku," suara tua berkarisma itu terdengar. Matanya memperhatikan Xavier dari atas hingga bawah. Tak biasanya tak menggunakan pakaian tentaranya.

"Maaf, aku sibuk."

"Kau membuat ibumu sangat khawatir. Apalagi dia tahu kau turun langsung dalam misi penyelamatan itu, tak bisakah kau memberinya kabar? Dia benar-benar tak bisa tidur," ujar David Qing.

Xavier membuang napasnya sedikit kasar. "Aku akan meneleponnya nanti."

"Ya, teleponlah dia. Dia selalu merindukanmu." ujar David Qing menepuk pundak anaknya. "Pemilihan Presiden akan dilakukan tahun depan. Aku ingin kau bersiap untuk mengikutinya. Kapan kau akan berhenti dari kemiliteran agar kita bisa memulai pencalonanmu?" ujar David serius menatap anaknya.

"Maaf. Tapi aku tidak punya minat menjadi presiden." Xavier tegas menatap ayahnya.

David mendengar itu mengerutkan dahinya, wajahnya tampak tertarik ketat, emosi. "Bagaimana kau tidak berminat menjadi presiden? kakekmu adalah seorang presiden. Jika aku mampu, aku pasti meneruskannya! Kau harus meneruskan jalan keluarga Qing! Jadi bagaimana bisa kau tidak berminat menjadi presiden?"

"Aku hanya tak berminat," ujar Xavier.

"Kau ini! apa yang kau dapatkan sebagai tentara? bahkan kau tinggal di tempat yang tak lebih besar dari rumah pembantu di tempat kita!" ujar David tak menyangka anaknya bisa sekeras kepala ini. Anaknya memang tak pernah mau melibatkan keluarganya. Dia lebih memilih menjadi seorang tentara dan memulai semuanya dari bawah hingga menjadi letnan jendral termuda yang pernah ada berkat prestasinya sendiri.

"Tapi aku mendapat semuanya dengan jerih payahku sendiri. Aku harap Anda menerima keputusan saya," ujar Xavier sopan. Bagaimanapun itu ayahnya, jika tak sebagai ayahnya, pria di depannya ini adalah seorang perdana menteri.

"Sial! kau benar-benar keras kepala." David Qing mengumpat.

"Jika tidak ada lagi keperluan, saya harus kembali bekerja," ujar Xavier tak peduli ayahnya bertampang kesal melihatnya.

David Qing menghela napasnya panjang, tak mungkin membuat keonaran di sini dengan memarahi anaknya ini. "Satu lagi. Lusa adalah perayaan ulang tahun nenekmu. Ayah dan ibu tidak bisa datang karena urusan kenegaraan. Kau pergilah mewakili kami."

"Jika tidak ada pekerjaan. Aku akan datang," jawab Xavier.

"Davina sudah pulang dari luar negeri. Dia ingin sekali bertemu dengan mu. Izinkan dia untuk masuk ke sini nanti."

"Markas militer bukan tempat untuk bercengkrama. Lagipula saya tidak bisa mengizinkan sembarang orang masuk ke dalamnya jika dia tak punya kepentingan."

David mendengar itu semakin kesal dengan ulah anaknya sendiri. Bagaimana bisa dia mengatakan hal itu.

"Devina itu calon istrimu, bagaimana bisa kau tidak mengizinkan dia masuk ke dalam sini?"

"Aku belum menyetujui pertunangan itu," kata Xavier lagi, tak melihat ke arahnya sama sekali.

David Qing menahan kesalnya. Matanya melihat sebuah pigura foto yang terletak dekat pintu kamar Xavier. Memperlihatkan gambaran wajah seorang gadis dengan wajah khas timur tengah sedang tersenyum lepas.

"Kau masih tidak bisa melupakan wanita ini? dia sudah meninggal empat tahun yang lalu! lagi pula kalaupun dia masih hidup, aku tak akan menyetujui hubungan kalian." David Qing menegaskan hal itu. Xavier melirik tajam pada ayahnya. Otot di rahangnya tampak menegang. Dia tak suka kehidupan pribadinya dicampuri oleh ayahnya.

"Bagaimana bisa kau membawa wanita asing itu ke negara kita dan ingin menikahinya! aku bersyukur dia sudah tewas," ujar David tanpa perasaan.

Xavier menggenggam tangannya dengan erat. Dia menggertakkan giginya kuat. Menatap sosok ayahnya dengan sangat sinis.

"Jangan pernah berani mengatakan apapun tentangnya lagi!" kata Xavier dengan suara gemetar menahan amarahnya. Bagaimana ayahnya mengatakan hal itu.

"Kau harusnya memikirkan masa depanmu! Devina adalah wanita yang paling cocok untukmu. Dia dari keluarga yang baik, berpendidikan sejak kecil dan juga cantik. Apalagi yang kau cari? tentu dia jauh lebih layak dari pada wanita yang bahkan negaranya tak pernah aman dari perang! bagaimana kau bisa mencintai wanita seperti itu!" ujar David Qing yang memang tak pernah sepaham dengan putranya ini.

"Apa Anda sudah selesai!" Xavier mencoba untuk menahan dirinya. "Jika Anda sudah selesai, lebih baik Anda keluar dari tempat saya."

"Kau mengusirku?" tanya David Qing tak percaya. Hanya karena wanita yang sudah meninggal seperti ini Xavier berani mengusirnya.

"Itu hakku, ini adalah kediamanku. Hak ku untuk meminta siapapun keluar dari sini bahkan presiden sekalipun," tegas Xavier. Dia tak ingin lagi mendengar ocehan dari ayahnya yang merendahkan cinta pertamanya.

David Qing menatap Xavier dengan tatapan marah. Tapi dia tak mengeluarkan sepatah kata pun dan langsung pergi meninggalkan Xavier sendiri. Entah sejak kapan, setiap kali mereka bertemu dan berbicara, pasti berakhir pertengkaran.

Xavier masih meremas tangannya sendiri. Otot-otot lehernya juga masih tampak tegang. Dia melirik ke arah foto gadis yang begitu tampak ceria di gambaran wajah itu. Malagha, nama itu tertulis di ujungnya.

Empat tahun yang lalu. Gadis itu dibawa oleh Xavier ke negaranya. Dia beranggapan bahwa di negaranya Malagha akan aman. Tapi dia salah, wanita itu malah meregang nyawa di negaranya. Dia tewas terbunuh ditangan seorang pencuri, tapi Xavier yakin dia bukan pelaku sesungguhnya.

1
Betty Wulansari
Seru seru seru 😍😍😍
Betty Wulansari
Ikutan tegang Kak 😱
Betty Wulansari
Graciela bravo 👏🏻👏🏻👏🏻
Betty Wulansari
Kaoru Maori 😭😭😭
Betty Wulansari
Sedih... 😭😭😭
Betty Wulansari
Ceritanya mirip The Lin Family Kak
pawon ngebul
update sampai tamat k quin please
pawon ngebul
update sampai tamat ya kak 🙏
pawon ngebul
kak tlg update sampai tamat ya k please🙏
pawon ngebul
please quin tlg update lgi ya sampai tamat ya
pawon ngebul
please k tlg update 🙏
pawon ngebul
k tlg update lagi dunk tlg tamatin novel ini y please
pawon ngebul
kak please tamatin novel ini donk please🙏🙏🙏
pawon ngebul
please update thor sampai tamat ya
niar laura sm antony bahagia juga
pawon ngebul
please update smpe tamat ya kak
pawon ngebul
please update gy kak smpai tamat
pawon ngebul
k tlg update gy please
pawon ngebul
kak update gy dunk please ga tamat tamat ini uda brthun2 🙏🙏🙏🙏
Betty Wulansari
Jangan jangan Angelina itu Moira yg hilang 😭
Betty Wulansari
Xavier n Graciella 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!