NovelToon NovelToon
Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / CEO / Tamat
Popularitas:24.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Merpati_Manis

Kisah seorang gadis desa yang merantau ke ibukota, dikhianati oleh sang tunangan yang selingkuh dengan sahabatnya sendiri.

Nasib tragis kembali menimpa, dia di pecat dari perusahaan tempatnya bekerja dengan tidak hormat.

Hingga takdir kemudian mempertemukannya dengan seorang pengusaha muda yang juga memiliki masa lalu kelam, melalui putra kecil pengusaha tersebut yang sangat menyayangi Nabila.

Akankah kebahagiaan berpihak pada Nabila?

Yuk, ikuti perjalanan cinta Nabila dan sang pengusaha, yang mengharukan, romantis, sekaligus kocak 🥰

____

Dalam tahap revisi PUEBI ☺🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tante Mommy

Nampak di samping bocah laki-laki itu seorang wanita paruh baya sedang kerepotan menenangkannya, tapi sepertinya tidak berhasil karena anak itu masih saja menangis dan meronta.

Nabila berjalan mendekat kearah anak kecil tersebut. Dia kemudian berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan si bocah.

"Hai, Anak Pintar. Kenapa menangis?" tanya Nabila dengan tatapan lembut dan senyuman hangat. Tangannya mencoba mengelus kepala anak kecil itu dan tak terlihat ada penolakan darinya.

Sambil terus mengelus kepala bocah laki-laki itu, Nabila menoleh kepada wanita paruh baya yang saat ini juga tengah menatapnya. "Maaf, boleh saya membantu mencoba menenangkannya?" Nabila memohon kepada wanita tersebut dengan tulus.

Dengan cepat wanita itu mengangguk. "Silahkan nona."

Baru saja wanita itu memberi izin kepada Nabila, dari jauh dia melihat seorang pria tengah menatap dengan intens kearah Nabila dan bocah kecil momongannya. Sontak wanita paruh baya itu terlihat gugup. "Tuan muda ...," ucapnya sangat lirih.

Pria itu menempelkan jari telunjuk ke bibirnya sebagai isyarat agar wanita tersebut berhenti berbicara. Kemudian dia terlihat mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya dan menempelkan ditelinga kirinya.

Derrrtt - derrrtt

Terdengar ponsel wanita itu bergetar didalam tas yang dia selempangkan di badannya. Buru-buru, dia mengambil dan kemudian mengangkatnya.

"Iya, Tuan Muda," ucapnya pelan sambil melihat kearah tuan mudanya.

"Bi, tolong jangan matikan teleponnya. Aku mau dengar bagaimana cara gadis itu menenangkan putraku," titah pria tersebut yang ternyata adalah ayah dari bocah kecil itu. "Aku akan mengawasi kalian dari kejauhan," lanjut pria tadi dengan suara beratnya.

"Baik, Tuan Muda," jawab wanita paruh baya itu sambil mengangguk mengerti.

Sementara itu, Nabila yang sedang fokus menenangkan sang bocah tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh wanita tersebut. Kini, bocah kecil itu sudah berada dalam pelukan Nabila.

Sesekali masih terdengar isak tangis dari anak laki-laki itu. Nabila masih berusaha menenangkannya. Mengelus punggungnya dengan lembut dan sesekali mengajaknya berbicara.

"Adik 'kan anak manis, anak pintar. Kalau anak pintar itu gak boleh nangis lama-lama, nanti gantengnya jadi ilang, loh," bujuk Nabila. "Adik mau apa sayang? Tante beliin jajan mau? rayunya lagi, berharap anak kecil itu mau menerima tawarannya dan berhenti menangis.

Tak berapa lama kemudian, bocah kecil itu merenggangkan pelukannya. Dia mendongakkan kepalanya dan menatap Nabila dengan mata berbinar. "Mau mommy, Kevin mau jajan," ucapnya dengan suara yang masih cadel dan terdengar sangat senang.

Nabila nampak mengerutkan kening dan melihat kearah wanita paruh baya disebelahnya dengan tatapan bingung. Wanita itupun mengerti dan kemudian mengangguk.

"Mommy nya sudah meninggal, Non," bisik wanita itu dengan lirih. "Dari bayi saya yang mengasuh den Kevin," lanjut wanita paruh baya tersebut.

Nabila sangat terkejut mendengar kenyataan pahit dari anak kecil yang saat ini berada di pangkuannya. "Maaf, saya turut prihatin," katanya lirih sambil mengusap-usap kepala Kevin dengan lembut.

"Mommy," panggil Kevin sambil mencubit pipi Nabila yang tengah melamun.

Sontak Nabila tersadar dan sejenak kemudian membalas cubitan Kevin dengan gemas sambil tersenyum manis.

"Kevin mau jajan," ucap Kevin lagi.

"Em ... gimana, ya?" Nabila memainkan kedua bola matanya, menggoda Kevin. "Tapi ada syaratnya. Kevin mau?"

"Apa syaratnya, Mommy?" tanya Kevin dengan suara cadelnya yang menggemaskan.

"Kevin manggilnya jangan mommy, ya. Tapi, Tante," jawab Nabila dengan menatap mata Kevin mencoba memberi pengertian.

"Kenapa?" tanya Kevin heran.

"Lebih enak didengar aja, Sayang," jawab Nabila asal karena bingung bagaimana menjelaskan pada anak seusia Kevin.

"Oke, Boy?" Nabila kemudian mengambil jari kelingking Kevin, lalu mengaitkannya untuk membuat janji agar Kevin memanggilnya dengan sebutan tante.

"Baik, Tante Mommy," ucap Kevin akhirnya setelah beberapa saat terdiam.

"Hm ...." Terdengar gumaman kecil Nabila. "Ya, sudahlah. Terserah anak ini aja," lanjut lirih sambil melirik ke arah pengasuh Kevin.

Bibi yang mengerti kegelisahan Nabila pun mengangguk, mengisyaratkan tak mengapa Kevin memanggilnya dengan sebutan demikian.

Nabila beranjak berdiri dan menurunkan Kevin dari pangkuannya. "Oke. Sekarang kita beli jajan, ya," ajak Nabila kepada Kevin dengan menirukan gaya anak kecil itu bicara. "Kevin mau jajan apa?" Tanya Nabila lagi.

"Kevin jajan bubur ayam aja, Tante Mommy. Karena dari tadi pagi, Kevin belum makan?" Bibi pengasuh mewakili Kevin menjawab pertanyaan Nabila.

"Baiklah. Kita pesan bubur ayam tiga, ya? Buat Kevin, Bibi, sama Tante. Kebetulan, Tante juga belum sarapan," kata Nabila sambil berjalan menggandeng tangan mungil itu menuju court food yang masih berada di lantai satu.

Setibanya di tempat yang mereka tuju, Nabila segera memesan bubur ayam seperti yang mereka inginkan. Sambil menunggu pesanannya jadi, Nabila mengajak Kevin dan bibi pengasuh untuk duduk tidak jauh dari stand penjual bubur ayam tersebut.

"Oh, ya. Kita belum berkenalan," ucap Nabila ramah sambil mengulurkan tangannya kepada bibi pengasuh bocah kecil yang bernama Kevin itu. "Saya Nabila," lanjutnya mengulurkan tangan memperkenalkan diri.

"Iya, Non," kata sang bibi sambil menerima uluran tangan Nabila dan menjabat tangannya erat. "Saya Ani, panggil saja Bi Ani," lanjut wanita pengasuh itu.

"Baik, Bi Ani," ucap Nabila sambil tersenyum hangat setelah melepaskan jabat tangan mereka. "Bibi panggil nama saya aja, gak usah pakai non," pinta Nabila kemudian.

"Tak mengapa, Non. Gak enak kedengarannya kalau hanya sebut nama," tolak Bi Ani.

"Terserah Bibi aja, deh," ucap Nabila sambil menggelengkan kepalanya.

Tak lama kemudian, bubur ayam pesanan mereka pun datang.

"Den Kevin disuapin sama Bibi aja, ya," bujuk bibi pengasuh pada momongannya.

"Gak mau! Maunya disuapin Tante Mommy aja," tolak Kevin sambil menutup mulut mungilnya dengan kedua telapak tangan.

"Mau disuapin Tante, ya?" tanya Nabila seraya menatap Kevin.

Kevin pun mengangguk dengan sangat antusias.

"Baiklah," ucap Nabila sambil tersenyum.

"Tapi, Non ...."

Belum sempat Bi Ani menyelesaikan kata-katanya, terlihat seorang pria dengan postur badan yang tinggi tegap sudah berdiri tepat di depan meja mereka.

"Daddy!" teriak Kevin dengan riang sambil menghambur ke pelukan pria tersebut.

Sementara Nabila mengernyit setelah melihat pria itu.

1
Suyatno Galih
mobil kok kuda besi thor, kuda besi hrs nya motor
mobil jd gerobak besi
Merpati_Manis (Hind Hastry): wkwk ... harusnya gitu, ya, Kak.
Tapi aku ambil referensi di google;
"Kuda besi" adalah julukan yang digunakan untuk kendaraan bermotor, terutama mobil dan motor, karena melambangkan kekuatan dan ketahanan seperti kuda dengan bahan besi.
total 1 replies
Mama Gezkara
Assalamu'alaikum kak othor... ini ketiga kalinya aku baca cerita Rehan dan Nabila... aku suka aaaa banget cerita ini kaaakk .. semangaatt kaak... barakallah.. sukses selalu..aamiinn
Mama Gezkara: sama2 kak Othooorr
total 2 replies
Vien Habib
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
WaTea Sp
good job
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh bintang limanya, Kak 😍
total 1 replies
🍾⃝ᴘᴀͩᴛᷞɴͧᴏᷠᴢͣ Aja
lanjut kak
D_Mayanti
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰
total 1 replies
Nengs
lanjut kak
Merpati_Manis (Hind Hastry): siap, Kak. udah rilis, ya. cari aja judul: Menikah di Atas Perjanjian 🙏
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
SAH
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🥰
total 1 replies
Farida Wahyuni
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Nuryati Yati
👍👍
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Arwondo Arni
lanjut donk
Merpati_Manis (Hind Hastry): udah rilis, ya, Kak
judul : Menikah di Atas Perjanjian
total 1 replies
Nancy Nurwezia
kapan rilisnya nih thor.. ceritanya
Merpati_Manis (Hind Hastry): udah rilis, Kak
judul ; Menikah di Atas Perjanjian
Mampir, yah 🥰🙏
total 1 replies
Atik Marwati
ditunggu lanjutnya thor dah penasaran nich
Merpati_Manis (Hind Hastry): siap, Kak. udah tayang judul barunya, ya. Yuk, merapat ke sana "Menikah di Atas Perjanjian"
total 1 replies
Ita Rahmawati
lanjut kak
Ita Rahmawati
saya suka semua karya mu thor..kaget ini jg liat notifnya...lanjut ceritanya😁😁
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kka 🥰🙏
yuk, lanjut ke lapak si Winda "Menikah di Atas Perjanjian"
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
Merpati_Manis (Hind Hastry): siap, Kak. yuk, lanjut ke lapak si Winda "Menikah di Atas Perjanjian"
total 1 replies
Sonya Kapahang
Wangsitnya udh turun kah, Mba Hind..?? 😂😂😂
Merpati_Manis (Hind Hastry): Baru ngintip, belum tahu jadi turun apa nggak karena di luar hujan
total 1 replies
Sonya Kapahang
Bismillah.. mudah²an wangsitnya cepet turun.. jd bs up disini.. 😁😁😁
Merpati_Manis (Hind Hastry): 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Ira
Enak bgt hendra menyalahkan takdir.. Itu jg salah dia jg mau aja berdua ama saras.. Hbs jebakan dia jg trs melakukan nya.. Jgn salahkan takdir atas perbuatan diri sendiri..
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kka 🥰🙏
total 1 replies
merry yuliana
please stay di NT ya kak winda n mas dudanya
Merpati_Manis (Hind Hastry): hehe ... Insyaallah, Kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!